The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 30


__ADS_3

"Ahh.. jadi begitu adik perempuanmu yahh.. kenapa kau tidak bilang Tanaka" sahut Shimura sambil menepuk nepuk punggungnya Tanaka.


"Yahh.. aku kira kau mendapatkan coklat itu dari teman kelas kita" lanjut Katou dengan senyum diwajahnya.


"Mahh.. jika aku mendapatkan coklat dari teman kelasku, mungkin aku akan menolaknya" sahut Tanaka yang mulai memasukkan kembali coklatnya kedalam tasnya.


"TANAKA !!" teriak mereka berdua yang terkejut ketika mendengar ucapannya Tanaka.


"Yahh.. jika tidak ada urusan lain, bisakah kalian kembali kehabitan kalian aku ingin tidur jadi jangan mengganggu ku" balas Tanaka yang mulai mengeluarkan sapu tangannya sambil mengelap tangannya.


"SIALAN KAU BENAR BENAR MENGUSIR KAMI !!"


***


Beberapa jam setelah jam pelajaran selesai terlihat kalau Tanaka, Ohta dan Asuna saat ini sedang berjalan bersama setelah mereka bertiga bersekolah dihari yang dingin ini.


Terlihat kalau Tanaka dan Ohta saat ini sedang memakan coklat pemberian Rino, kenapa Tanaka membagikan coklatnya pada Ohta ?


Mudah, soalnya Ohta sangat menyukai manisan makannya ia membagikan sebagian coklatnya pada Ohta, sedangkan Tanaka saat ini sedang memakan coklat hitamnya.


"Woaahh.. aku tidak menyangka kalau adikmu bisa membuat coklat semanis ini Tanaka !!" ujar Ohta dengan bahagia ketika merasakan coklatnya.


"Yahh.. kau benar, makanya aku memberikan sebagiannya padamu agar cepat habis" balas Tanaka yang saat ini sedang memakan coklat hitamnya.


"Tanaka-Kun.. aku yakin adikmu akan marah jika dia mengetahui ini" ucap Asuna sambil tersenyum canggung ketika melihat Tanaka membagikan coklatnya pada Ohta.


"Tenanglah Asuna aku yakin dia tidak akan me-"


TRAAKK !!


Tepat sebelum Tanaka melanjutkan perkataannya tiba tiba saja mereka bertiga mendengar suara benda jatuh itu didekat mereka bertiga.


Langsung saja mereka mulai melihat kearah alat perekam suara itu yang terjatuh dari tasnya Tanaka, terlihat kalau warnanya berwarna biru sesuai warna kantongnya Tanaka.


"...."


Tentu mereka yang melihat ini seketika terdiam, apalagi Tanaka yang melihat alat perekam itu hingga wajahnya mulai memucat secara perlahan.


"I.. Ini kejahatan.." gumam Tanaka dengan wajah pucat sambil melihat alat perekam itu.


"TA.. TANAKA TENANGLAH !? KITA HARUS MEMERIKSA TERLEBIH DAHULU !?" teriak Ohta dengan panik ketika melihat alat perekam suara jatuh dari tasnya Tanaka.


"BE.. BENAR TANAKA-KUN !? KITA HARUS MEMERIKSANYA TERLEBIH DAHULU SEBELUM MELAPORKAN INI PADA PIHAK BERWENANG !?" teriak Asuna yang juga ikut panik ketika melihat tingkahnya Ohta.


Tentu mereka berdua mencoba untuk menenangkan Tanaka yang saat ini sedang terdiam melihat alat perekam suara itu, namun ketika mereka sedang sibuk tiba tiba saja seseorang memangil Tanaka.


"Onii-Chan.. ada apa ?" tanya Rino pada Tanaka.


Tentu kedatangan Rino membuat mereka bertiga terdiam dan segera menoleh kearah Rino, disisi lain Ohta yang pertama kali melihat Rino mulai terkejut.


Langsung saja Ohta mulai melihat kearah Tanaka dan Rino secara berkali kali ketika melihat tampang mereka sama persis, langsung saja Ohta mulai menutup matanya Tanaka.


"TA.. TANAKA !? JANGAN LIHAT !? DIA MUNGKIN DOPPELGANGERMU !?" teriak Ohta dengan panik melihat kemiripan Tanaka dan Rino.


'Deja vu' batin Tanaka dan Rino yang merasa familiar dengan tingkahnya Ohta.


Disisi lain Rino yang melihat tingkahnya Ohta mulai melihat kearah Asuna yang saat ini menoleh kearah lain dengan wajah memerah malu.


Tentu Asuna saat ini sedang menahan malu karena mengingat pertemuan pertama mereka sama persis dengan kelakuannya Ohta saat ini.


"Aku adiknya.. namaku Rino dan terima kasih sudah menjaga kakakku" balas Rino sambil menundukkan kepalanya pada Asuna.


"Ahh.. ma.. maaf jadi kau adalah adiknya Tanaka, kalian terlihat sangat mirip soalnya" sahut Ohta sambil melepaskan tangannya yang sedang menutup matanya Tanaka.


"Lalu.. kenapa kau ada disini, Rino ?" tanya Tanaka yang mulai mengambil alat perekam suara yang terjatuh dari kantongnya.


"Aku habis pulang dari supermarket" balas Rino sambil mengangkat barang belanjaannya pada Tanaka.

__ADS_1


"Lalu.. Rino.. apa ini punyamu ?" tanya Tanaka sambil menunjukkan alat perekam suara itu pada Rino, ia ingin memastikan hal ini pada orangnya secara langsung.


"Ahh.. memang benar kalau itu punyaku, jadi selama ini ada ditasmu" balas Rino yang mulai mengambil alat perekamnya.


Tentu Tanaka, Ohta dan Asuna yang mendengar ini seketika terkejut dengan ucapannya Rino.


Langsung saja Rino mulai menjelaskan pada mereka kalau alat perekam suara ini untuk merekam suara gurunya yang sedang berbicara dengan cepat lalu memainkan rekamannya tepat dihadapannya.


Disisi lain Ohta dan Asuna yang mendengar ini seketika terdiam kalau adiknya Tanaka saat ini sangat berbahaya untuk hati mereka ketika mendengar ceritanya.


***


Setelah pertemuan pertama Ohta dengan Rino langsung saja Ohta mulai pulang kerumah karena hari ini ia harus menyiapkan makan malam untuk adiknya.


Mendengar ini langsung saja mereka pulang kerumah mereka masing masing begitu juga dengan Tanaka dan Asuna.


Namun ketika Tanaka dan Rino sudah sampai kehunian mereka tiba tiba saja Rino mulai memancarkan aura gelap, semua itu karena ia baru tahu kalau Asuna adalah tetangga mereka selama ini.


Melihat ini langsung saja ia segera menginterogasi Tanaka secara habis habisan hingga ia tidak makan malam hari ini karena telah merahasiakan hal ini padanya.


"Onii-Chan, malam ini kau makan diluar" ujar Rino dengan kesal.


Ia segera berdiri dari tempat duduknya dan langsung memasuki kamarnya dengan penuh amarah dihatinya saat ini.


Disisi lain Tanaka yang melihat Rino masuk kekamarnya dengan perasaan kesal langsung saja mulai menghela nafas lelah ketika ia diinterogasi oleh adiknya.


'Ma.. Master.. adikmu sangat menyeramkan' bisik Q dengan wujud kalung, terlihat kalau ia bergetar ketika merasakan aura yang dikeluarkan Rino pada Tanaka.


'Ha.. mau bagaimana lagi, dia itu adikku' batin Tanaka sambil menyenderkan badannya pada kursi.


'Apa mungkin aku makan ditempatnya Asuna saja, soalnya masakan buatannya benar benar enak' .


'Apalagi itu gratis..' batin Tanaka sambil mengelus dagunya dengan mata berbinar.


'P.. Pergi saja Master.. bukankah ini sebuah kesempatan untuk Master mengungkapkan perasaan anda pada Asuna-San' saran Q pada Tanaka dengan semangat.


'Kau benar Q.. terima kasih, kalau begitu aku akan ganti baju dulu, kau beritahu Asuna soal ini' batin Tanaka yang mulai berdiri dari kursinya.


'Baik.. Master' balas Q yang mulai melepaskan dirinya dari Tanaka dan mulai menyatu dengan ponselnya Tanaka untuk menghubungi Asuna.


***


Disisi lain Asuna yang saat ini sedang memasak tiba tiba saja mendapatkan pesan dari seseorang, tentu Asuna yang mendengar ini segera mematikan kompornya dan mulai membuka ponselnya.


'Asuna.. ini aku Tanaka, hari ini adikku sedang marah ketika mendengar kalau kau adalah tetanggaku jadi bisakah aku makan malam dirumahmu ?'


Terlihat kalau diponselnya Asuna saat ini terdapat pesan dari Tanaka mengenai masalahnya hari ini, tentu Asuna yang melihat ini mulai membalasnya.


'Tentu tidak jadi masalah Tanaka-Kun, kau bisa berkunjung malam ini'


Setelah Asuna sudah selesai mengetiknya, langsung saja ia mengirim pesan tersebut pada Tanaka dan mulai menyalakan kompornya kembali untuk melanjutkan masaknya.


Namun ketika Asuna sedang memasak tiba tiba saja ia mulai menyadari pesan yang dikirim oleh Tanaka sebelumnya, tiba tiba saja wajahnya mulai memucat hingga ia panik ketika mengingat isi pesan tersebut.


"EHH !! TANAKA-KUN AKAN MAKAN MALAM DISINI !! AKU HARUS BERSIAP SIAP DULU !!" teriak Asuna dengan panik sampai ia mondar mandir didapur.


Namun sebelum Asuna melakukan sesuatu tiba tiba saja ia mendengar suara bel dihuniannya.


Ding~ Dong~


Tentu Asuna yang mendengar ini terkejut dan mulai menenangkan dirinya sambil merapihkan bajunya untuk memastikan dirinya rapi dihadapannya nanti sambil mematikan kompornya.


Setelah ia merasa tenang langsung saja Asuna mulai berjalan kearah pintu dengan tenang, namun dihatinya ia merasa panik ketika melihat pesan yang Tanaka kirim sebelumnya.


Setelah sampai langsung saja Asuna mulai membuka pintunya dengan senyum diwajahnya.


"Iya.." sahut Asuna dengan senyum diwajahnya.

__ADS_1


Namun semua itu sirna karena orang yang menekan belnya bukan Tanaka melainkan Tukang Pos yang saat ini sedang membawa paket untuknya.


"Ahh.. apa benar disini kediamannya Yuuki Asuna ?" tanya Tukang Pos itu ketika melihat Asuna membuka pintunya.


Tentu Asuna yang melihat ini seketika terdiam ketika melihat kalau orang yang ia undang bukan Tanaka melainkan Tukang Pos.


Namun meskipun begitu Asuna tetap menjawabnya agar Tukang Pos itu tidak kebingungan dengan tingkahnya.


"Ahh.. i.. iya dengan saya sendiri" balas Asuna sambil tersenyum kecut ketika melihat Tukang Pos membawa paket untuknya.


"Baiklah kalau begitu, bisakah anda menanda tangani ini ?" tanya Tukang Pos itu sambil menunjuk kertas penerimaannya pada Asuna.


"Baiklah.." balas Asuna yang langsung menanda tangani kertas itu.


Setelah selesai langsung saja Tukang Pos itu memberikan paket pada Asuna dan segera pergi dari sana, tentu Asuna yang melihat Tukang pos itu sudah pergi jauh segera membanting pintunya dengan kesal.


Langsung saja ia meletakkan paketnya itu diatas meja tamu dan mulai kembali kedapur untuk kembali memasak dengan perasaan kesal.


Meskipun Asuna sedang kesal tetap saja ia terlihat profesional ketika memasak setelah matang langsung saja ia merapikan makanannya diatas meja dengan kesal.


Ketika moodnya sedang buruk tiba tiba saja Asuna mendapatkan telepon dari seseorang, tentu Asuna yang mendengar ini tiba tiba saja moodnya mulai membaik.


Dia yakin kalau orang yang meneleponnya saat ini pasti adalah Tanaka, langsung saja Asuna mulai mengangkat teleponnya dengan senyum bahagia.


"Halo.. Ta-" namun belum selesai Asuna menyelesaikan perkataanya tiba tiba saja orang yang dibalik telepon itu langsung memotong perkataannya.


"Asuna-Nee !! sudah lama kau tidak menghubungiku !!" balas seorang gadis dari balik telepon itu.


Tentu Asuna yang mendengar ini seketika terdiam ketika mendengar suara orang yang sedang meneleponnya, langsung saja senyuman yang ia pasang mulai menghilang dan diganti dengan wajah datar.


"Risa.. kenapa kau memanggilku tiba tiba begini ?" tanya Asuna dengan suara datar ketika mendengar suara sepupunya.


"Ahh.. itu soal tanda tangan Dazai-Sensei !? apa benar kau bertemu dengannya !?" tanya Risa dengan semangat ketika melihat foto yang dikirimkan Asuna sebelumnya.


"Hmm.. jadi bisakah kita membicarakan hal ini besok saja Risa.." balas Asuna dengan wajah datar, jika Risa melihat ini mungkin dia akan ketakutan saat ini.


"Ehh.. kenapa ? apa kau sibuk ?" tanya Risa yang menghiraukan nada bicaranya.


"Hmm.. aku sedang sibuk jadi hubungi aku nanti oke ?" balas Asuna.


"Baiklah !!"


TUUTTT..


Tepat ketika Risa menutup teleponnya tiba tiba saja Asuna mulai menghela nafas dan segera melempar ponselnya kearah sofa dengan kesal.


"Ahh... mou.. Risa-Chan bisa bisanya dia mengganggu ku yang saat ini sedang kesal" sahut Asuna yang sedang menghentakkan kakinya kelantai sambil mengembungkan pipinya.


"Jika aku mendengar suara bel atau telepon lagi maka aku aka-"


Ding~ Dong~


Tentu Asuna yang mendengar ini mulai kembali kesal hingga beberapa urat muncul dikeningnya, langsung saja dia berjalan kearah pintu dengan hentakan yang cukup berat dan mulai membukanya.


"APA !!" teriak Asuna dengan kesal, tentu orang yang ada didepan pintu itu tidak lain adalah Tanaka yang saat ini sedang menatap Asuna dengan wajah terkejut.


Tentu Asuna yang melihat ini seketika terdiam dengan mulut terbuka, kalau orang yang menekan bel sebelumnya adalah Tanaka.


"Ehmm.. sepertinya.. kau sedang kesal ya Asuna, mungkin sebaiknya aku akan makan diluar saja" balas Tanaka dengan wajah aneh ketika melihat Asuna tiba tiba saja meneriakinya.


Segera ia pergi meninggalkan Asuna yang saat ini sedang terdiam atas tingkahnya, Namun belum juga ia pergi tiba tiba saja tangannya digenggam oleh Asuna dengan wajah panik saat ini.


"T.. Tanaka-Kun a.. ayo masuk ma.. makan malamnya sudah si.. siap" sahut Asuna dengan gugup ketika ia tiba tiba saja berteriak kearah Tanaka sebelumnya.


"Ehh ? tap-"


"MA.. MASUK SAJA TANAKA-KUN !?"

__ADS_1


__ADS_2