
"Ha.. tinggal 8 hari lagi yahh.." gumam Dazai yang saat ini sedang berdiri diatas gedung kantor sambil menatap sekolah SMP Kunugigaoka dari kejauhan.
Semenjak bulan November yang lalu Dazai sudah tidak pernah menampakkan dirinya dihadapan para murid maupun guru sekalipun.
Tentu selama ini 4 bulan ini ia mulai pergi ke daerah terpencil untuk melatih Teknik Pernafasan Matahari miliknya dan juga kedua Hakinya.
Selama ini ia tidak pernah mengendorkan pelatihannya, meskipun begitu ia tetap kesulitan untuk berlatih ketika ia dapat merasakan hawa keberadaan Koro-Sensei dimanapun ia berada.
Setelah Dazai mulai memutuskan untuk mengundurkan diri dari sekolah ini, tentu saja berita ini mulai terdengar diseluruh SMP Kunugigaoka termasuk kelas E.
Tentu berita ini sangat mengejutkan mereka semua terutama Kanzaki dan Toka yang terpukul ketika mendengar berita Dazai mengundurkan diri tanpa alasan yang pasti.
Mereka semua saat ini sedang panik bercampur khawatir ketika mendengar berita ini, apalagi Dazai tiba tiba saja menghilang tanpa jejak sama sekali seperti guru mereka dulu yaitu Yukimura Aguri.
Tentu mereka mulai mengeluarkan segala cara untuk mencarinya selama beberapa hari ini baik itu melalui Ritsu sampai meminta bantuan Koro-Sensei sekalipun.
Disisi lain Koro-Sensei yang mendengar ini tentu saja ikut membantu mencari sambil berusaha menenangkan mereka, ia yakin kalau Dazai memiliki alasan mengenai ini.
Kembali ke Dazai yang saat ini sedang diatas gedung dengan keringat membasuhi keningnya, tentu saat ini ia sudah beres latihannya.
Namun ketika ia merasakan hawa keberadaannya Koro-Sensei langsung saja ia tidak mempunyai pilihan lain selain berteleportasi ke gedung ini.
Dan disinilah ia berada.
Tentu saat ini ponsel miliknya sedang tidak ada sinyal atau memang disengaja oleh Dazai agar para muridnya tidak dapat meretas ponselnya.
Namun meskipun begitu ia masih dapat mengakses grup chat miliknya karena ponsel ini bukan hanya menyambungkan satu dunia saja tapi seluruh dunia di multiverse ini.
Melihat ia kembali lagi kesini setelah 4 bulan tidak kesini Dazai hanya bisa menghela nafas dan mulai menuruni gedung ini untuk mencari udara segar ditempat favoritnya.
***
Disisi lain para murid saat ini sedang pulang kerumah mereka dengan perasaan khawatir akan guru mereka yaitu Dazai yang selama 4 bulan ini sudah menghilang.
Semua yang Dazai lakukan sangatlah sempurna hingga Ritsu tidak dapat melihat semua pergerakkan yang ia lakukan baik itu didarat, laut maupun udara.
Bahkan para gadis dikelas E berusaha untuk menenangkan Kanzaki dan juga Yada setelah mereka mendengar berita itu, dan untung saja itu tidak lama hanya membutuhkan 10 menit saja bagi mereka untuk menenangkan kedua gadis itu.
Saat ini terlihat kalau Nagisa sedang berjalan pulang menuju rumahnya, namun karena suatu alasan lain ia tidak ingin pulang saat ini.
Langsung saja ia mulai pergi ketempat dimana ia pertama kali bertemu dengan Dazai disungai itu, langsung saja ia mula pergi kesana.
Setelah Nagisa sudah sampai langsung saja ia mulai berdiri ditepi sungai itu yang saat ini sedang membeku disana karena sedang turun salju disini.
"Ahh.. aku yakin Dazai-Sensei akan sedih ketika melihat sungainya membeku saat ini" gumam Nagisa yang melihat ini dengan mata kepalanya sendiri.
"Hmm.. Kwau mwemwang bwenwar swekwali, Nwagiswa-Kwun.."
Terlihat kalau seseorang saat ini sedang berdiri disebelahnya Nagisa sambil memakan kroket dimulutnya yang saat ini masih penuh dengan kroketnya.
Nagisa yang mendengar suara familiar ini mulai menoleh kearah suara itu secara perlahan.
Terlihat pria yang seumuran dengannya sedang memakai mantel coklat mudanya.
Lalu dikedua tangannya terdapat lilitan perban disana dengan syal hitam terlilit dilehernya serang berkibar karena angin.
Bukan hanya itu saja terlihat kalau raut wajah orang itu terlihat datar ketika memakan kroketnya.
Namun tatapannya masih menunjukan semangat ataupun tekad untuk menyelesaikan misinya.
Orang itu tidak lain adalah Dazai, melihat Dazai yang sedang berdiri tepat disebelah Nagisa tentu saja ia tidak bisa melakukan apa apa selain menunggu perkataannya sambil menatapnya dengan mata lebarnya.
"Gulp.. jadi apa kau sudah memikirkan cita citamu dimasa depan nanti, Nagisa-Kun ?" tanya Dazai yang mulai memakan kroketnya kembali tanpa melihat kearah Nagisa.
"Itu.. hmm.. aku sudah memikirkannya.." balas Nagisa yang menganggukkan kepalanya pada Dazai.
"Hee.. lalu apa itu ?" tanya Dazai dengan senyum diwajahnya dan mulai menghabiskan kroketnya.
"Dazai-Sensei.. aku ingin menjadi seorang guru" balas Nagisa yang memberitahukan cita citanya sambil menoleh kearahnya.
"Mungkin aku tidak secepat, tidak terkalahkan, tidak sepandai Koro-Sensei ataupun sepintar dan selicik anda Dazai-Sensei, tapi.. aku ingin jadi guru seperti kalian berdua, Dazai-Sensei.."
Terlihat kalau Nagisa sudah memberitahukan semua yang ia katakan dari lubuk hatinya pada Dazai sambil menatapnya dengan penuh keyakinan.
Sedangkan Dazai yang mendengar ini segera menghentikan gigitan terakhirnya dan mulai tersenyum kearahnya, apalagi ketika melihat tatapannya.
__ADS_1
"Begitu.. sudah aku duga kalau kau memang cocok untuk menjadi guru Nagisa-Kun, namun sepertinya kau melupakan sesuatu, bukan ?" tanya Dazai yang mulai menghabiskan kroket terakhirnya sambil membersihkan sisa makanan dijarinya.
"Sesuatu yang aku lupakan ?" tanya Nagisa yang bingung dengan perkataannya Dazai.
"Apa kau lupa ? kalau aku bukan gurumu lagi" balas Dazai yang langsung melipat kertas sampahnya dan mulai memasukkan sampahnya pada sakunya.
Tentu hal ini membuat Nagisa terkejut ketika mendengar perkataannya Nagisa, namun sebelum ia melanjutkan perkataannya tiba tiba saja Dazai mulai memotongnya.
"Meskipun aku sudah mengundurkan diri menjadi guru, bukan berarti kita berdua tidak mengenal satu sama lain"
"Kau pasti tahu bukan tanggung jawab sebagai guru itu sangatlah besar, meskipun begitu aku yakin kalau kau bisa mengatasinya dengan pisau yang kau asah bersama kami, Nagisa"
Setelah Dazai menjelaskan ini pada Nagisa langsung saja ia menoleh kearahnya, tentu Nagisa yang mendengar ini mulai menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kearahnya.
"Hmm.. semua yang telah Dazai-Sensei, Koro-Sensei, Karasuma-Sensei, dan *****-Sensei ajarkan pada kami, tidak akan kami sia siakan"
"Aku.. tidak, kami pasti akan meraih cita cita kami dengan seluruh kemampuan yang telah kalian berikan pada kami"
"Karena dari itu.. terima kasih banyak karena sudah mau menjadi guru kami, Dazai-Sensei"
Terlihat Nagisa saat ini sedang membungkukkan badannya pada Dazai dengan senyum diwajahnya.
Dazai yang mendengar ini hanya bisa tersenyum padanya saja.
"Jadi begitu.. sepertinya kalian sudah banyak perubahan yahh.. terutama kamu Nagisa" ujar Dazai yang menepuk pundaknya Nagisa yang saat ini sedang membungkukkan badannya.
"Aku ?" tanya Nagisa yang mulai berdiri kembali ketika mendengar ini.
"Hmm.. pertama kali kita bertemu disini kau terlihat sangat murung seperti orang yang sedang memikirkan uang iuran yang belum dibayar sama sekali" balas Dazai dengan senyum diwajahnya.
"Dazai-Sensei.." gumam Nagisa dengan senyum kecut ketika mendengar candaannya.
"Tapi lihatlah dirimu yang sekarang, sekarang ini kamu sering tersenyum pada orang lain, kau menggunakan kekuatan yang telah kau peroleh untuk mengajar orang lain menuju jalan yang benar" jelas Dazai dengan bangga.
"Aku tahu kalau kau menggunakan cara mengajarku pada anak anak yang diasuh oleh Matsutaka-San bukan ? terutama Sakura-Chan" lanjut Dazai dengan senyum menyeringai diwajahnya.
"Ehh !? bagaimana bisa !?" tanya Nagisa yang terkejut ketika mendengar ini.
"Nyuhuhuhu.. tentu saja dari orangnya langsung, aku juga sering kesana untuk berkunjung kau tahu itu" balas Dazai yang menirukan logatnya Koro-Sensei pada Nagisa.
Nagisa yang mendengar ini hanya bisa tertawa canggung ketika melihat tingkahnya Dazai yang sama seperti nya, namun tiba tiba saja Dazai mulai bertanya padanya.
"Nee.. Nagisa.. bisakah aku mempercayakan anak anak itu padamu ?"
Sedangkan Nagisa yang mendengar ini mulai menatap matanya Dazai, terlihat kalau ia saat ini sedang menatap matanya Nagisa dengan serius, melihat ini langsung saja ia menjawabnya dengan pasti.
"Hmm.. aku sudah berjanji pada Sakura-Chan, kalau aku akan sering mengunjunginya" balas Nagisa dengan tatapan serius miliknya.
Melihat ini Dazai tidak bisa untuk tidak tersenyum padanya, terlihat kalau senyuman yang Dazai berikan pada Nagisa adalah senyum dengan perasaan lega ketika mendengar jawabannya.
Langsung saja Dazai mulai menyentil keningnya Nagisa hingga ia kesakitan, tentu Nagisa yang merasakan ini mulai menyentuh keningnya yang sakit karena sentilannya Dazai.
CTAAKK !!
"Aduh !?"
Tepat ketika Nagisa menyentuh keningnya tiba tiba saja ia menoleh kearah Dazai, namun ketika Nagisa menoleh kearahnya tiba tiba saja Dazai sudah ada ditempatnya.
"Dazai-Sensei !?"
Tentu hal ini membuatnya terkejut dan segera menoleh kearah lain untuk mencari keberadaannya Dazai, namun tiba tiba saja ia mendengar suara orang memanggilnya.
"NAGISA / NAGISA-KUN !!"
Nagisa yang mendengar ini mulai menoleh kearah suara itu, terlihat kalau saat ini teman temannya sedang berjalan menuju kearahnya.
"Isogai-Kun !? Karma-Kun !? semuanya !?" ucap Nagisa yang terkejut ketika melihat mereka kemari.
"Nagisa-Kun !? dimana Dazai-Sensei !?" tanya Yada dengan khawatir.
"Hmm.. menurut Ritsu, Dazai-Sensei ada disini bersama denganmu lalu kemana dia ?" tanya Isogai kali ini.
"Ahh.. itu.."
***
__ADS_1
Unknown Place.
"Ha.. ha.. kenapa.. kenapa.. KENAPA KAU ADA DISINI DAZAI !! JANGAN MEMGHALANGI JALANKU" teriak Shinigami yang saat ini sedang melawan Dazai / Q yang sedang menyamar saat ini.
Tentu saat ini ia sedang dalam wujud monsternya dan mulai menyerang Dazai dengan tentakelnya yang ada pada tubuhnya.
Sedangkan Q yang melihat ini hanya menghindari serangannya sambil menangkisnya dengan tentakel miliknya yang keluar dengan jumlah banyak.
Terlihat kalau pergerakkan mereka sangatlah cepat sehingga orang normal yang melihat ini hanya akan melihat siluet bayangan mereka berdua juga dengan tentakelnya.
"Jawabannya mudah.. untuk mendapatkan kekuatan itu saja" balas Dazai yang sudah bosan dengan pertarungan ini dan mulai menusuk jantungnya Shinigami itu.
"ARGGGHHH !!"
Tepat ketika jantungnya ditusuk langsung saja tentakel miliknya mulai menyerap semuanya tubuhnya Shinigami itu hingga mengering dan mati disana.
PLAK !! PLAK !!
"Kerja bagus Dazai-San.. waktu seminggu yang telah kita habiskan akhirnya telah berjalan sesuai rencana, dengan kemampuanmu seperti ini maka membunuh Marmut itu bukanlah yang sulit sama sekali" ujar Yanagisawa yang mulai berjalan kearahnya sambil menepuk tangannya.
Sedangkan Q yang mendengar ini hanya menatapnya dengan tajam ketika melihat dirinya datang menggunakan jubahnya dulu.
"Aku sudah mengalahkannya, sesuai janji kau harus menjauhi anak anak panti itu mengerti ?" ujar Dazai.
"Baiklah.. sesuai janji kalau aku akan menjauhi mereka, kalau begitu.." balas Yanagisawa yang mulai melempar sesuatu padanya.
Tentu Dazai yang melihat ini mulai menangkapnya lalu mulai melihatnya, terlihat kalau sebuah pill ada ditangannya saat ini, langsung saja dia mulai bertanya padanya mengenai ini.
"Pill ? untuk apa ini ?"
"Ahh.. itu untuk memudahkanmu dalam mengendalikan sel tentakel itu, tenang saja aku sudah menyempurnakannya" balas Yanagisawa dengan senyum diwajahnya.
Dazai yang melihat ini hanya menghela nafas saja dan segera memakan pill itu, namun ketika ia memakan pill itu tiba tiba saja pandangannya mulai buram.
"Apa ya-"
Namun sebelum Dazai menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja ia jatuh pingsan, tentu Yanagisawa yang melihat ini mulai tertawa dengan kencang.
"HAHAHAHA !? DENGAN INI SELURUH RENCANA KU AKAN BERJALAN DENGAN SEMPURNA HAHAHAH !?"
"BETAPA BODOHNYA DIA MEMPERCAYAI PERKATAANKU INI !? DENGAN BOCAH BODOH INI YANG BERADA DIGENGGAMAN KU AKHIRNYA AKU BISA MENGALAHKANNYA YANG SUDAH MEREBUT SEMUANYA DARIKU !?
"HAHAHAHAHA !?"
***
Hari ini tepat pada tanggal 12 Maret dimalam hari terlihat di sebuah gunung atau lebih tepat digedung kelas E saat ini ada sebuah dinding leser mengelilingi tempat itu.
Tentu dinding leser itu tidak lain adalah Dinding Leser Anti Tentakel atau disebut Tameng bumi.
Namun sebelum pemerintah memasang pelindung ini mereka sudah menembakkan Leser Satelit Anti Tentakel atau Tombak surga pada Koro-Sensei.
Karena rencana ini gagal langsung saja mereka mulai memasang pelindung ini agar Koro-Sensei tidak kabur saat mencoba melakukan pembunuhan padanya.
Sedangkan Dazai sendiri saat ini sedang berada di atas gunung dekat lokasi gedung sekolah itu sambil menatap pelindung itu.
Terlihat kalau saat ini Dazai menggunakan setelah jas berwarna putih dengan kemeja berwarna putih dipadu dengan rompi berwana hitam dan dasi berwarna merah disana.
Bahkan jas putih yang dipakai oleh Dazai hanya dipasang dipundaknya saja, terlihat kalau saat ini ia sedang memegang topeng rubah berwarna putih ditangannya.
Ketika Dazai sedang melihat ini tiba tiba saja ia merasakan hawa keberadaan para muridnya yang saat ini sedang menyusup kedalam pelindung itu.
"Jadi.. sudah dimulai yahh.." gumam Dazai yang tersenyum ketika melihat para muridnya sedang menyusup saat ini.
'Master..'
Dazai yang mendengar ini terkejut dan mulai menutup matanya agar bisa berkomunikasi dengan Q yang saat ini sedang memanggilnya.
'Bagaimana kondisi disana Q ?'
'Disini baik baik saja Master.. Rencana R tahap ke 3 sudah selesai.. Yanagisawa sudah masuk kedalam jebakan kita, ganti..'
'Bagus.. jalankan Rencana R tahap terakhir kita akan mengakhiri dramanya disini'
'Baik.. Master..'
__ADS_1