
5 bulan kemudian.
Saat ini terlihat kalau Tanaka sedang tertidur dibawah pohon sakura yang mulai gugur diluar sekolah sambil menyandarkan badannya dipohon tersebut dengan tenangnya.
Tentu sekarang adalah bulan Mei makanya bisa ada pohon sakura disini, terlihat kalau wujudnya saat ini masih sama sebelum ia pergi melakukan misinya yaitu berumur 16 tahun.
Tentu Tanaka menggunakan skillnya Gasp of Camelia untuk memanipulasi umurnya agar teman temannya tidak curiga, bahkan ia menggunakan skill tersebut pada Kanzaki dan juga Yada karena permintaan mereka.
Awalnya Tanaka ingin mengurangi umur mereka agar sama seperti dirinya dan juga Asuna, namun mereka berdua menolak karena ingin merasakan bagaimana rasanya mempunyai Senpai seperti mereka berdua.
Baik Tanaka dan Asuna yang mendengar permintaan mereka hanya menerima dengan tangan terbuka walau mereka sedikit bingung dengan tujuan sebenarnya mereka melakukan ini.
Dan selama beberapa bulan ini tentu saja Tanaka dan Asuna mulai membantu Kanzaki dan Yada untuk membiasakan diri didunianya sambil mencari tempat tinggal mereka berdua dengan bantuan Ritsu.
Awalnya mereka berdua ingin menginap diapartemennya Tanaka, namun hal itu ditolak oleh Tanaka karena ia tinggal dengan adiknya.
Tentu Kanzaki dan Yada yang mendengar kalau Tanaka mempunyai adik terkejut, dan mulai mencari tempat yang kosong diapartemen ini.
Untung saja mereka berhasil menemukannya walaupun itu tepat disebelah huniannya Asuna, Tanaka dan Asuna yang melihat ini hanya bisa terdiam dan membiarkannya saja.
Selama beberapa bulan ini tentu saja Asuna mulai mempererat hubungan mereka antara Kanzaki dan juga Yada karena mereka akan menjadi saudari nanti dimasa depan setelah Tanaka menikahi mereka nantinya.
"Senpai !!"
Ketika Tanaka sedang tidur tiba tiba saja hidungnya mulai ditutup oleh seseorang yang sedang memanggil namanya hingga ia tidak bisa bernafas saat ini.
Merasakan ini ia mulai membuka matanya dan melihat kearah orang tersebut yang tidak lain adalah Ritsu yang saat ini sedang tersenyum jahil kearahnya.
"Ritsu.. sudah berapa kali aku bilang jangan menutupi hidungku ketika aku tidur, aku tidak bisa bernafas" geram Tanaka yang melihat Ritsu sedang asik menjahilinya.
Selama beberapa bulan ini Ritsu jadi semakin aktif untuk menjahili Tanaka, baik ketika dirumah maupun disekolah bila ada waktu ia akan menjahili Tanaka sesuka hatinya.
Tanaka yang melihat ini hanya bisa pasrah melihat sikap Ritsu yang benar benar suka menjahilinya, apalagi ia adalah adik kelas disekolahnya bersama Kanzaki dan juga Yada.
Walaupun ia terlihat ceria namun Ritsu terbilang cukup sensitif bila ada seseorang yang membicarakan hal buruk mengenai Tanaka karena ia masih familiarnya.
Pernah beberapa hari yang lalu ketika Tanaka pulang bersama Ohta, Asuna, Ritsu, Kanzaki dan juga Yada mereka dicegat oleh beberapa preman dijalan.
Tentu tujuan mereka tidak lain untuk mengajak keempat gadis itu ketika melihat kecantikan mereka berempat apalagi Asuna dan juga Kanzaki.
Ada salah satu dari mereka tanpa sengaja mengejek Tanaka ketika melihat betapa lemahnya dia, tentu para gadis yang mendengar ini seketika terdiam dan mulai mengajak para preman itu ketempat sepi.
Ohta yang melihat ini ingin menghentikan perbuatan mereka, namun ditahan oleh Tanaka karena ia membisikkan sesuatu kalau mereka berempat baik baik saja.
Dan benar saja setelah mereka berempat kembali lagi terlihat kalau para preman itu sudah babak belur disana.
Bahkan Ritsu sedikit memanipulasi ingatan mereka kalau mereka adalah penyuka sesama jenis dan saling jatuh cinta sama lain.
Tentu Ohta yang melihat ini seketika terdiam dengan tubuh bergetar ketika melihat Asuna dan Kohainya membereskan para preman itu dengan begitu mudahnya.
Bahkan Ohta langsung memberikan kata kata semangat pada Tanaka ketika mengingat percakapan Tanaka dan Asuna yang pernah membuat masalah dengan adiknya Tanaka dulu.
"Hehehe.. habisnya Senpai terlihat lucu ketika tidur" balas Ritsu dengan senyum diwajahnya.
"Hoaam.. jadi bisakah kau kembali ke kelasmu ? aku yakin Rino akan langsung menceramahimu ketika melihat ini" ujar Tanaka sambil menguap kali ini.
"Baiklah.. dan setelah pulangnya jangan lupa untuk mentraktir kami donat yahh.. Senpai.." balas Ritsu yang mulai pergi dari sana sambil melambaikan tangannya.
Tanaka yang melihat Ritsu pergi mulai menghela nafas lega dan segera melanjuti tidurnya, namun baru saja ia menutup matanya tiba tiba saja ia mendengar suara langkah kaki kemari.
Tanaka yang mendengar ini segera menoleh kearah suara itu dan melihat seorang gadis yang seumuran dengannya memiliki rambut hitam panjang dengan tubuh langsung dan juga wajah cantik seperti boneka.
Langsung saja Tanaka mulai menatap gadis tersebut begitu juga dengan dirinya, dan mereka melakukannya selama 10 menit tanpa berbicara sama sekali.
"Komi-San.. mau berapa lama kau menatapku ?" tanya Tanaka dengan nada malas.
Tentu yang sedang diajak bicara oleh Tanaka adalah Komi Shouko salah satu teman kelasnya, Komi yang mendengar ini justru merona dan tidak tahu harus bilang apa padanya.
Tanaka yang tahu kalau Komi tidak bisa berkomunikasi dengan baik hanya bisa menghela nafas sambil menunjuk buku catatan dan juga pulpen yang Komi bawa saat ini.
__ADS_1
Sedangkan Komi yang melihat ini tentu mulai mengerti dengan apa maksudnya Tanaka dan mulai menulis sesuatu disana dan mulai menunjukkannya pada Tanaka.
"Kelas sebentar lagi akan dimulai"
Itulah yang tertulis disana, Tanaka yang melihat ini hanya bisa menghela nafas dan segera bangun dengan perlahan, hari ini Ohta sedang ada piket makanya ia tidak bisa melakukannya.
Maka dari itu Tanaka harus berjalan sendiri, langsung saja dia dan Komi mulai pergi dari taman tersebut dan mulai berjalan kearah kelas mereka kelas 2 - E.
Setelah mereka berdua sampai langsung saja mereka disapa oleh 2 orang temannya, tentu orang itu adalah teman dikelasnya dulu yaitu Shimura dan juga Katou.
"Yahh.. Tanaka akhirnya kau sampai.." sapa Katou yang melihat Tanaka saat ini.
"Terima kasih sudah membawanya kemari, Komi-San" ujar Shimura sambil memberikan jempol pada Komi.
Tentu Komi yang mendengar ini hanya menganggukkan kepalanya dengan malu dan mulai duduk dikursinya, begitu juga dengan Tanaka.
Disisi lain lain para murid pria yang melihat Komi berjalan bersama Tanaka merasa iri padanya, bahkan mereka berharap kalau mereka bisa berjalan bersama dengan Komi.
Begitu juga dengan para gadis dikelasnya yang ingin berjalan bersama dengan Tanaka karena dia terlihat keren meskipun terlihat lesu saat ini.
Sebenarnya tanpa ia sadari kalau dirinya sudah benar benar sangat populer dikalangan para gadis dari kelas 1 hingga 3.
Pernah suatu hari ada seseorang gadis dari klub fotografi membuat sebuah voting mengenai siapa pria tertampan dikelas 1 dulu.
Dan selama voting itu berlangsung terpilihlah Tanaka sebagai pria tertampan dikelas 1 pada masa itu, lalu yang kedua adalah Mikoshiba Mikoto dan yang ketiga adalah Nozaki Umetarou dan yang keempat adalah Ohta.
Entah apa yang ada dibenak para gadis ketika memikirkan Ohta adalah orang yang termasuk salah satu pria tertampan dikelas 1.
Tapi yang pasti itu karena kebaikannya Ohta walau wajahnya terlihat sangar.
***
KRIIIINGGGG !!
Terdengar suara bel sekolah yang berarti jam pelajarannya sudah habis hari ini, mendengar ini langsung saja Tanaka mulai bangun dari tidurnya sambil meregangkan tubuhnya.
"Ohh.. Tanaka.. kau sudah bangun" ujar Ohta yang melihat Tanaka baru bangun saat ini.
"Hmm.. pagi Ohta.." balas Tanaka dengan lesu kali ini.
"Tanaka.. Ohta.. kita sudah kelas 2 dan kalian masih belum berubah sama sekali" balas Katou yang duduk disebelahnya saat ini.
"Katou, aku rasa perkataan itu sangat cocok untukmu dari pada kami" balas Ohta yang mendengar perkataannya.
"Hei !! Tanaka-Kun, Ohta-Kun !!" teriak seseorang berjalan kearah mereka berdua.
Terlihat kalau orang itu memakai baju olahraga dengan rambut abu lalu mata biru berkilau dan juga kulit yang mulus disana.
Tentu orang itu tidak lain adalah Saika Totsuka, ia merupakan teman sekelas Tanaka dan Ohta ketika duduk dibangku SMP dulu.
Pertemuan pertama Ohta dengan Saika dulu sangatlah canggung karena Ohta salah mengira kalau Saika adalah perempuan.
Sedangkan Saika yang melihat Ohta juga salah mengira kalau ia adalah preman kelas, namun setelah mereka mengenal satu sama lain kesalahpahaman itu mulai menghilang dengan cepat.
"Ohh.. Saika kah.." balas Ohta yang sedang membereskan bukunya ke dalam kantong miliknya.
"Saika ?" tanya Tanaka sambil menoleh kearahnya dengan malas.
"Yahh.. Tanaka-Kun, Ohta-Kun lama tidak jumpa.." balas Saika yang menyapa mereka.
"Ada apa Saika sampai sampai kau datang ke kelas kami ? apa terjadi sesuatu dikelasmu ?" tanya Ohta yang mulai berdiri dari bangkunya.
"Ahh.. tidak ada.. sebenarnya aku ingin mengajak kalian dan juga yang lainnya untuk pergi ke pantai sabtu depan nanti" balas Saika dengan senyum diwajahnya.
"Soalnya bulan ini cuacanya terasa panas maka dari itu aku mau mengajak kalian, bagaimana Tanaka-Kun, Ohta-Kun apa kalian mau ikut ?" tanya Saika pada mereka berdua.
"Aku akan pergi jika Ohta pergi" balas Tanaka yang juga berdiri dari kursinya.
"Kalau Tanaka mengatakan itu aku ikut bersamamu" ucap Ohta yang setuju mengenai ini.
__ADS_1
"Kalau begitu aku dan Katou juga akan ikut bersama kalian, bagaimana ?" ujar Shimura dengan senyum diwajahnya.
Sedangkan Katou yang mendengar ini hanya menganggukkan kepalanya saja dengan senang.
"Benarkah !! syukurlah.. kalau begitu sampai jumpa besok" sahut Saika dengan senang dan segera pergi dari sana sambil melambaikan tangannya.
"Hoamm.. dia sama sekali tidak berubah, masih terlihat cantik" gumam Tanaka yang melihat Saika pergi saat ini.
"Ahh.. kau benar soal itu" balas Ohta yang mulai berjalan keluar bersama Tanaka.
"Aku tidak menyangka kalau kalian berteman dengan gadis secantik dia" sahut Shimura dengan wajah memerah ketika melihat Saika sebelumnya.
"Dia ity laki laki loh" balas Tanaka dan Ohta secara bersamaan ketika mendengar perkataannya Shimura.
"Apa !!"
Setelah mendengar ini langsung saja mereka berdua mulai pulang bersama sembari mengabaikan kondisi Shimura saat ini.
Namun tiba tiba saja mereka mendengar suara familiar ditelinga mereka berdua.
"Tanaka-Sensei !!" teriak seseorang yang memiliki tinggi sama seperti Ohta kali ini.
Terlihat kalau ia memiliki mata hitam yang terlihat tajam dengan tubuh tinggi kekar dan juga rambut hitam pendek sedang berlari kearah mereka, ia tidak lain adalah Nozaki Umetarou.
Setelah Tanaka masuk ke kelas 2 dan mulai sekelas dengannya, tiba tiba saja salah satu dari teman perempuan dikelasnya mulai menyarankan Manga buatan Yumeno Sakiko-Sensei pada Tanaka.
Tentu Tanaka yang melihat ini mulai membaca sambil memberi saran dan kritik mengenai komik ini pada mereka.
Sebenarnya tanpa Tanaka sadari kalau dibelakangnya ada seseorang yang sedang menguping pembicaraannya mengenai komiknya saat ini.
Jelas orang itu adalah Nozaki, setelah kejadian itu ia mulai memanggil Tanaka dengan sebutan Sensei, tentu hal ini membuat Tanaka terdiam karena orang merepotkan seperti Miyano akhirnya muncul.
"Ahh.. Nozaki-San.. apa kau ada perlu dengan Tanaka ?" tanya Ohta yang melihatnya terburu buru kali ini.
"Ohta, Tanaka-Sensei bisa kalian beri pendapat mengenai chapter ini" balas Nozaki sambil memberikan map isi Manga pada mereka berdua.
"Nozaki.. sudah aku bilang beberapa kali padamu kalau kau tidak perlu memanggilku Sensei.. tapi baiklah akan aku periksa" sahut Tanaka dengan nada lelah dan mulai mengambilnya.
'Yang sabar yahh.. Tanaka..' batin Ohta yang melihat kondisinya Tanaka saat ini.
Langsung saja Tanaka dan Ohta mulai melihat Manga yang dibuat Nozaki, tentu Ohta yang melihat ini terkagum dengan gaya gambarnya Nojaki walaupun itu adalah Shojou Manga.
Disisi lain para gadis yang melihat Tanaka, Ohta dan Nozaki bersama mulai saling berbisik dengan wajah memerah ketika melihat ketiga pria tampan bersama saat ini meskipun mereka tidak menyadarinya.
Sedangkan Tanaka yang sedang membaca manga nya Nozaki mulai menganggukkan kepalanya lalu segera memberikannya pada Ohta yang juga ikut melihatnya.
"Hmm.. menurutku ceritanya lumayan bagus kali ini dan art nya masih sama seperti Yumeno-Sensei" balas Ohta yang memberikan saran pada Nozaki ketika membaca manga nya.
Nozaki yang mendengar ini langsung menganggukkan kepalanya sambil menulis sarannya Ohta dimemo yang ia keluarkan sebelumnya.
"Menurutku.. dari segi tinggi badan mereka, antara MC dan juga Heroine nya" ujar Tanaka sambil mengangkat kedua bahunya.
"Tinggi badan ?" tanya mereka berdua yang bingung saat ini.
"Hooamm.. jika kalian lihat lagi dihalaman kedua dan juga halaman ke 10, maka kalian akan melihat tinggi mereka kadang sepantar kadang berbeda" balas Tanaka dengan nada lesu ketika menjelaskan ini.
Tentu Ohta yang mendengar ini mulai melihat halaman yang Tanaka katakan sebelumnya, sedangkan Nozaki yang mendengar ini juga ikut melihatnya.
"Benar !! tinggi mereka berbeda !!" ujar Ohta yang terkejut ketika melihat ini, begitu juga dengan Nozaki.
"Lalu halaman 3 bagian latar dikelasnya kurang sesuai, lalu halaman 11 bajunya terkesan berbeda dan yang terakhir halaman 7 wajah Heroine nya sedikit melengkung disana" jelas Tanaka dengan malas pada mereka.
Tentu mereka yang mendengar ini segera melihat halaman yang Tanaka katakan pada mereka sebelumnya, dan semua yang dikatakan oleh Tanaka itu benar benar sesuai dengan perkataannya yang begitu detail.
"...."
"TERIMA KASIH BANYAK ATAS SARANNYA !! TANAKA-SENSEI !!"
"Ohta.. kenapa kau juga ikut berterima kasih ?"
__ADS_1