
"Eghh.. dimana ini ?" gumam Lala yang mulai membuka matanya secara perlahan.
"LALA / LALA-SAN / ONEE-SAMA/ ANEUE" teriak mereka semua yang melihat Lala sudah bangun dari pingsannya, tentu Gid dan Sephie yang melihat ini segera menghela nafas lega.
"Lala, syukurlah kau sudah bangun, sekarang kau berada diruang perawatan" sahut Sephie yang melihat putrinya sudah bangun saat ini.
"Lalu.. dimana Tanaka ?" tanya Lala yang segera bangun dari tempat tidurnya ketika mengingat pertandingan mereka.
"Itu.." balas Sephie sambil menatap kearah Tanaka yang saat ini masih pingsan dengan perban dikedua tangannya dan juga bagian kepalanya hingga menutup mata kanannya.
"Tanaka !? apa yang terjadi dengannya !?" tanya Lala dengan panik ketika melihat kedua tangannya Tanaka diperban.
"Ahh.. itu disebabkan oleh tendangan Onee-Sama hingga beberapa tulang dan kulit tangannya pun ikut retak" balas Momo yang mengingat tendangannya Lala.
"Lalu.. kenapa dengan wajahnya Tanaka ?" tanya Lala yang terkejut ketika mendengar penjelasan Momo dan mulai bertanya pasal wajahnya Tanaka.
"Seingatku aku tidak pernah memukul wajahnya" gumam Lala yang mencoba untuk mengingat kejadian sebelumnya.
Sedangkan mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearah lain dengan tertawa canggung, disisi lain Gid yang mendengar ini seketika wajahnya mulai memerah.
"Mahh.. itu semua karena Ayahmu Lala, dia tanpa sengaja menginjak daerah matanya Tanaka hingga berdarah" balas Mikado yang mulai berjalan masuk kedalam ruang pasien ketika mendengae pertanyaan Lala dari luar.
"Ehh !? Mikado-Sensei !? lalu bagaimana dengan matanya Tanaka !?" tanya Lala yang terkejut ketika melihat Mikado disini.
"Tenang saja Lala.. Tanaka tidak apa apa selain kedua tangannya saja, mungkin perlu 1 hari untuk Tanaka sembuh total dengan pengobatanku" jelas Mikado sambil menatap kearah Tanaka yang saat ini masih pingsan.
"Begitu.." ucap Lala sambil menghela nafas lega ketika mendengar ceritanya.
"Yahh.. yang penting Tanaka tidak apa apa, jadi.. Lala bisakah kau jelaskan pada kami kejadian yang sebenarnya kau memanggil kami ?" tanya Risa dengan penasaran.
"Oii.. bocah, bukankah aku sudah menjelaskannya padamu !?" tanya Gid yang melihat Risa dengan tatapan tajam.
"Yahh.. itu.. aku tidak mendengarnya karena anda terlalu sibuk menceritakan kisah anda Gid-Sama" balas Risa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
Sedangkan yang lainnya hanya bisa tertawa canggung ketika mengingat kejadian itu, disisi lain Sephie yang mendengar ini langsung mulai menepuk keningnya.
Tentu Gid yang melihat ini hanya bisa menoleh kearah lain sambil menggaruk pipinya ketika dia terlalu asik bercerita kepada orang lain sebelumnya.
"Hahaha.. kalau begitu akan aku ceritakan semuanya pada kalian" balas Lala dengan tawa.
***
Supreme Realm.
Saat ini terlihat kalau jiwanya Tanaka sedang duduk dihadapan Kami-Sama sambil minum teh bersamanya, dan disebelah mereka berdua terlihat 3 Dewi sedang duduk Seiza disana.
Tentu Tanaka mengenal 2 Dewi payah itu, namun tidak dengan Dewi yang satunya lagi, meskipun selera pakaiannya membuatnya senang namun entah kenapa ia merasa ingin menyerang dewi itu.
"Hohoho.. sepertinya kau bersenang senang kali ini yahh.. Tanaka-Kun" sahut Kami-Sama sambil memainkan janggutnya.
"E.. Ehem.. jadi untuk apa anda memanggil saya kemari, Kami-Sama ?" tanya Tanaka sambil meletakkan tehnya dimeja dengan gugup ketika mendengar ini.
"Ohh.. tentu saja untuk mengabulkan doamu" balas Kami-Sama sambil menatap kearah ketiga Dewi.
"Doa ? yang mana ?" tanya Tanaka sambil memiringkan kepalanya dengan bingung.
Tentu ketiga Dewi itu yang merasakan tatapannya Kami-Sama mulai menggigil, sedangkan Tanaka yang mendengar ini justru bingung dengan ucapannya.
"Dewi Keberuntungan.." lanjut Kami-Sama dengan singkat.
__ADS_1
Tentu Tanaka yang mendengar ini mulai tersenyum menyeringai sambil menatap kearah Dewi yang tidak ia kenal saat ini.
Sedangkan Dewi itu atau Aeris yang melihat senyumannya Tanaka mulai bersembunyi dibelakang Irene dan Lucy dengan panik.
"OII !! AERIS APA YANG KAU LAKUKAN DISINI !? JANGAN BERSEMBUNYI TEPAT DIBELAKANGKU !!" teriak Irene yang panik ketika melihat adiknya Aeris bersembunyi dibelakangnya.
"UWAHHH !? ONEE-SAMA BANTU AKU !!" teriak Aeris sambil mengeluarkan air mata ketika melihat senyumannya Tanaka.
"AERIS !! INI TANGGUNG JAWAB MU BUKAN KAMI !!" teriak Lucy yang ikut panik melihat Aeris menggunakan dirinya dan juga Irene sebagai tamengnya.
Disisi lain langsung saja Tanaka mulai mengeluarkan tengkorak Naga hingga mengelilingi mereka bertiga, terlihat jumlahnya mungkin lebih dari ratusan disana.
Melihat ini tentu saja mereka mulai panik apalagi ketika melihat tengkorak Naga itu mulai mengumpulkan energi dimulutnya.
"Ka.. Kami-Sama ?" tanya ketiga Dewi itu dengan tatapan memohon.
Sedangkan Kami-Sama yang melihat ini hanya mengabaikan mereka saja sambil meminum teh miliknya dengan tenang.
Melihat Kami-Sama menghiraukan mereka langsung saja Tanaka mulai menembaki mereka bertiga dengan senyum mengerikannya.
"TIDAAAAKKKK !!!"
***
Planet Deviluke, Ruang Perawatan.
Ketika Lala dan yang lainnya sedang mengobrol tentang tujuan pertunangannya, tanpa mereka sadari tiba tiba saja Tanaka mulai membuka matanya sambil melihat sekelilingnya.
"TANAKA !!" teriak Akiho yang melihat Tanaka sudah sadar langsung saja menghampirinya.
Tentu mereka yang mendengar Tanaka sudah sadar langsung menoleh kearahnya dan mulai menghampiri.
"Akiho-San.. Lala-Sama.. apa yang terjadi ? dan kenapa mataku diperban ?" tanya Tanaka yang hanya bisa melihat menggunakan mata kanannya.
"Ahh.. kalau soal itu, itu ulah Papa ku yang menginjak matamu dengan sepatu kotornya" balas Lala dengan senyum polosnya.
"Ha ?" ucap Tanaka yang bingung dengan ucapannya langsung saja mulai menatap kearah mereka semua yang saat ini menoleh kearah Gid.
"Yahh.. bocah kau bangun juga kalau begitu aku pergi dulu" balas Gid yang ditatap oleh mereka semua mulai kabur dengan keringat dingin begitu ditatap istrinya.
"Ha.. maafkan aku Tanaka-Kun atas kecerobohannya" sahut Sephie yang melihat suaminya kabur dan segera meminta maaf padanya.
"Ahh.. Sephie-Sama anda tidak perlu membungkukkan badan seperti itu" balas Tanaka yang mulai bangun dari tempat tidurnya ketika melihat Sephie membungkukkan badannya.
"Fufufu.. kau bisa memanggilku Ibu Mertua, Tanaka-Kun" balas Sephie dengan senyum bahagianya.
"Tapi-"
"Tidak ada tapi tapian kau harus memanggilku Ibu Mertua mengerti" potong Sephie dengan tegas.
"Ha.. baiklah I.. Ibu Mertua" balas Tanaka yang masih enggan memanggil Sephie ibu mertua.
"Fufufu.. harusnya begitu, ya sudah aku permisi terlebih dulu semuanya, jadi luangkan waktumu untuk membuat Harem Tanaka-Kun" ujar Sephie yang mulai pergi dari ruangan tersebut dan diikuti oleh Momo dan juga Nana dibelakangnya.
Terlihat kalau Momo mulai melambaikan tangannya pada Tanaka sambil tersenyum kearahnya.
Sedangkan Nana sendiri hanya menoleh kearah lain dengan wajah memerah apalagi ketika mengingat pembicaraan mereka sebelumnya.
"Ha ? apa harem ?" tanya Tanaka yang mungkin salah dengar kali ini.
__ADS_1
"Yahh.. kalau begitu kami juga pergi dulu yahh.., Tanaka-Kun" lanjut Risa yang mulai keluar dari ruangan, begitu juga dengan Yui.
"A.. Aku juga pergi dulu" balas Mikan dengan rona merah yang mengingat pembicaraan mereka ketika Tanaka pingsan.
"Ehh !? Mikan juga !?" sahut Tanaka yang terkejut yang melihat Mikan juga pergi.
"Kalau begitu saya juga" balas Rin yang mulai berdiri dari kursinya dan ikut bersama yang lainnya, begitu juga dengan Aya.
"Ahh.. Rin, Aya, tunggu aku !?" ujar Saki yang juga ikut bersama mereka berdua dengan wajah memerah.
"Yahh.. aku juga, kalau begitu tolong jaga Onee-Chan.. Ka.. Kakak Ipar" balas Haruna dengan wajah memerah malu ketika mengucapkan kakak ipar pada Tanaka dan segera mengikuti yang lainnya.
"Tu-"
"Yahh.. kalau begitu sampai jumpa dirumah Tanaka" potong Rito yang mulai mengikuti mereka sambil membungkukkan badannya.
"Rito !! kamu juga !! setidaknya bantu aku !!" teriak Tanaka yang melihat Rito juga kabur.
"MAAFKAN AKU !!" balas Rito yang mulai berlari keluar sambil menyusul yang lainnya.
"OII RIT-" namun sebelum Tanaka menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja pintu itu mulai tertutup dengan kencang.
BRAAKKK !!
Tepat ketika pintunya ditutup suasana canggung mulai terjadi diantara Tanaka dan beberapa orang yang masih didalam, dan meraka yaitu, Lala, Akiho dan Mio.
"...."
"Nee.. Tanaka ?" tanya Lala yang melihat semua temannya sudah pergi keluar.
"Ya.. Lala-Sam-" namun belum juga Tanaka menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja mulutnya disegel oleh bibirnya Lala.
Tentu Tanaka yang merasakan ini mulai membelakkan matanya ketika merasakan bibirnya Lala, setelah cukup lama Lala mencium Tanaka langsung saja ia mulai melepas ciumannya.
Terlihat kalau wajah Lala mulai memerah ketika berhasil mencium Tanaka.
"Hehehe.. aku mencium Tanaka" balas Lala yang memegang kedua pipinya dengan senang.
"Ap-" namun lagi lagi sebelum Tanaka berbicara ia tiba tiba dicium oleh orang lain, tentu orang itu adalah Akiho yang menciumnya sambil mengeluarkan air matanya.
Setelah Akiho puas menciumnya langsung saja ia mulai mengungkapkan perasaannya pada Tanaka sambil menangis bahagia.
"TANAKA-KUN !! AKU MENYUKAIMU !! TOLONG MENIKAH DENGANKU !!" teriak Akiho yang mengungkap semua perasaannya yang ia pendam pada Tanaka tepat dihadapannya dengan wajah memerah.
"Ehh.. tung-" belum saja Tanaka menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja Mio ikut menciumnya juga dan mulai mengungkapkan perasaan juga.
"A.. AKU JU..GA MENYUKAIMU TANAKA !! TOLONG MENIKAH JUGA DENGANKU !!" teriak Mio dengan wajah memerah.
Melihat tingkah mereka bertiga Tanaka hanya bisa menghela nafas lelah saja, sambil menjawab mereka dengan rona merah dipipinya.
"Ha.. terserah kalian saja.." balas Tanaka dengan singkat sambil menoleh kearah lain agar wajahnya tidak dilihat oleh mereka.
Tentu mereka yang melihat Tanaka mulai memerah segera memeluk Tanaka dengan perasaan bahagia karena menerima perasaan mereka walau baru beberapa hari bertemu.
"Terima kasih.. Tanaka" balas Akiho dan Mio yang mulai memanggil namanya tanpa sufik sama sekali.
"Hmm.. terima kasih sudah menolongku, Tanaka" sahut Lala sambil memeluk Tanaka dengan manja.
Tentu Tanaka yang melihat ini mulai mengelus kepala ketiga wanita itu atau lebih tepatnya istri masa depannya, tentu mereka yang merasakan usapan tersebut mulai menikmatinya.
__ADS_1
'Sial.. kehidupan normalku mulai hancur karena misi didunia ini, seharusnya aku minta lebih pada Kami-Sama..'