The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 37 (Arc 2)


__ADS_3

Ansatsu Kyoushitsu World.


Disebuah gang sempit tiba tiba saja muncul seorang pria tampan nan lesu berambut hitam dengan setelan jas berwarna hitam dan kaos merah muncul disana.


Tentu orang itu tidak lain adalah Tanaka yang saat ini baru sampai setelah melakukan teleportasi, tepat ketika ia sampai langsung saja ia melihat sekelilingnya.


"Oii.. oii.. yang benar saja, aku kira aku akan melewati portal seperti sebelumnya" gumam Tanaka yang melihat kalau ia sedang berada digang saat ini.


"Yahh.. lagipula aku tidak mempermasalahkan hal itu"


"Q buatkan aku identitas di dunia ini sebisa mungkin buat identitasku merupakan lulusan tercepat"


'Baik Master !?'


Tanaka yang langsung memerintah Q untuk membuat identitas dirinya didunia ini, Q yang mendengar ini mulai mengerjakan tugasnya.


ia kemudian mulai merubah bentuknya menjadi sebuah ponsel dan segera membuat identitas sesuai permintaan Tanaka.


"Sekalian cari tempat tinggal untuk kita kalau sudah selesai bilang saja" lanjut Tanaka yang mulai berjalan keluar dari gang ini.


'Baiklah.. apa ada yang ingin anda tambahkan Master ?' tanya Q yang saat ini masih wujud laptopnya.


"Satu lagi.. buat namaku menjadi Dazai, Dazai Osamu"


***


To LOVE-Ru World.


Terlihat sebuah portal muncul dihalaman rumahnya Rito, didepannya ada Lala yang sedang menunggu Asuna yang akan berkunjung kedunianya.


Tepat ketika portal itu muncul tiba tiba saja muncul seorang gadis berambut coklat panjang keluar dari portal itu, tentu gadis itu tidak lain adalah Asuna.


Setelah Asuna keluar langsung saja Lala mulai menyapanya.


"Hai.. Asuna sini sini !" teriak Lala sambil melambaikan tangannya pada Asuna.


Tentu Asuna yang melihat ini mulai menghampirinya sambil tersenyum kearahnya.


"Hai Lala-San, maaf yahh.. kalau aku akan merepotkanmu selama beberapa hari kedepan" balas Asuna sambil menyapa Lala.


"Ahahaha.. tidak apa apa, lagipula Tanaka yang memintanya padaku, aku yakin dia sangat mengkhawatirkanmu, Asuna" ucap Lala dengan polosnya.


"Ya.. dia memang begitu" balas Asuna sambil tersenyum ketika mendengar kata katanya Lala.


"Kalau begitu tunggu apa lagi.. ayo masuk !!" sahut Lala dengan semangat sambil menarik Asuna masuk kedalam rumahnya Rito.


Asuna yang ditarik hanya membiarkannya saja sambil tertawa melihat sikapnya Lala yang begitu ceria dan energik itu.


***


Ansatsu Kyoushitsu World.


Kembali lagi ke Tanak- tidak Dazai yang saat ini sedang berjalan jalan dipinggiran jalan dan kebetulan sekali ia melewati sebuah toko baju.


Awalnya Dazai hanya melewatinya saja namun tiba tiba saja seorang pelayan mengganti pakaian yang ada dimanekinnya menjadi mantel lengan panjang berwarna coklat muda.


Tentu Dazai yang sedang melewati toko itu seketika kembali dengan cepat sambil menempelkan wajahnya pada kaca tersebut dengan mata berbinar.


Dan segera ia memasuki toko tersebut dengan semangat, selepas beberapa menit lamanya ia menunggu antrian ia segera pergi keluar dari toko itu.


"Terima kasih banyak !!" ucap pelayan itu sambil membungkukkan badannya pada Dazai yang saat dikedua tangannya sedang membawa kantong itu.


Tentu Dazai membeli mantel itu sampai 2 kantong dan disetiap kantongnya terdapat 3 mantel didalamnya, tentu harga mantel itu tidak mahal maupun murah, bisa dibilang harganya pas.


Setelah itu langsung saja ia pergi ke gang yang ada disebelahnya untuk mengganti jas hitamnya, menjadi mantel berwarna coklat mudanya.


Bahkan setelan assassin miliknya telah berganti menjadi mantel coklat muda dengan kemeja berwarna putih, rompi hitam dan celana katun berwarna abu terang, bahkan senjatanya pun sudah tidak ada disana.


Dazai mengganti pakaiannya dengan maksud lain untuk mencoba mengubah dirinya sekalian mengubah kepribadiannya selagi masih didunia ini namun masih mempertahankan sikap malasnya.

__ADS_1


Dazai melakukan ini karena dikehidupan masa lalunya ia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi anak anak, makanya ia ingin mencoba bersikap kekanak kanakan didunia ini walau hanya sedikit.


Setelah cukup lama Dazai berkeliling kota tentu saja ia mulai merasa lapar dan kebetulan ia melihat kedai kroket disana.


Tentu Dazai yang melihat ini perutnya mulai lapar dan segera pergi kesana dengan cepat dan mulai memesan pada pria bandana tersebut.


"Nii-Chan, aku beli 5 kroket ayam !!" sahut Dazai dengan mata berbinar sambil menunjukkan kelima jarinya pada pria bandana itu.


"Yoshh.. 5 kroket segera datang, tunggu sebentar bocah" ucap pria bandana itu dengan senyum diwajahnya ketika melihat ekspresi Dazai.


Tentu Dazai yang melihat bagaimana pria bandana itu memasak mulai takjub dengan bagaimana cara ia memainkan alat alatnya seperti pemain sirkus yang handal.


Setelah cukup lama melakukan atraksinya didepan Dazai langsung saja pria bandana itu mulai memasukkan pesanannya pada kantong kertas.


"Ini dia.. bocah.. 5 kroket ayam hanya 800 yen" sahut pria bandana itu dengan senyum diwajahnya sambil memberikan kantong kertas isi kroket itu pada Dazai.


"Ohh.. pertunjukkan yang bagus Nii-Chan dan ini 1000 yen kembalinya simpan saja" balas Dazai yang mengambil kantong itu sambil memberikan uangnya pada pria bandana itu.


"Ahh.. bocah ini kebanyakan" balas pria bandana yang berusaha menolak uang sebanyak itu dari Dazai.


"Ahaha.. tidak apa apa anggap saja sebagai tambahan karena sudah menunjukkan atraksi didepanku" balas Dazai sambil tersenyum padanya.


"Baiklah.. terimakasih banyak bocah" ujar pria bandana itu sambil menerima uangnya.


"Tidak.. tidak.. harusnya aku yang berterima kasih padamu" balas Dazai sambil mengeluarkan kroketnya.


Langsung saja Dazai mulai memakan kroket itu dan pergi dari sana, namun ketika Dazai berbalik tiba tiba saja ia menabrak seseorang hingga ia terjatuh bersama kroket yang ada ditangannya.


"Ahh.. maaf apa kau tidak apa apa ?" tanya seseorang yang berdiri dibelakangnya barusan.


"Aduh.. aku tidak apa apa" gumam Dazai sambil mengelus pantatnya yang sakit.


Ketika Dazai sedang mengusap pantatnya yang sakit tiba tiba saja ia sadar kalau kroket ditangannya sudah tidak ada dan terjatuh ketanah.


Meskipun terjatuh untung saja yang terjatuh hanya dua saja sedangkan sisanya masih didalam, melihat ini langsung saja Dazai mulai cepat cepat mengambil kedua kroket yang jatuh itu beserta kantongnya.


Langsung saja ia menoleh kearah orang yang berdiri dibelakangnya, terlihat kalau orang itu tinggi sekitar 2 meter atau lebih dengan kepala bulat dan senyum diwajahnya.


Tentu Dazai yang melihat ini terdiam ketika melihat orang didepannya atau bisa dibilang kalau orang itu adalah sebuah gurita yang sedang menyamar saat ini.


"OII.. TUAN !! KALAU BISA JANGAN MENGENDAP NGENDAP DIBELAKANG ORANG BISA TIDAK !!" teriak Dazai sambil komplai kearah pria ? atau gurita ?


"Maafkan aku !?" balasnya sambil membungkukkan badannya berkali kali pada Dazai.


"Ha.. sudahlah, aku memaafkanmu" lanjut Dazai sambil meniup niup kroket yang jatuh tadi sambil berjalan kearah lain.


"Benarkah !! terima kasih banyak !!" teriak pria tinggi itu yang masih membungkukkan badannya pada Dazai.


***


Setelah Dazai pergi menjauh dari tempat itu tiba tiba saja Q mulai memberitahukan sesuatu padanya mengenai identitasnya.


'Master.. aku sudah membuat identitasmu dengan nama Dazai Osamu sesuai perintah anda lalu diidentitas anda adalah seorang anak yatim piatu yang terlahir sebagai orang jenius disana' jelas Q yang memberitahukan identitasnya pada Dazai.


'Teruskan..' batin Dazai yang masih meneruskan makannya sambil mengeluarkan ponselnya atau lebih tepatnya Q.


'Setelah itu saya juga membuat anda sebagai lulusan tercepat mulai lulus dari sekolah dasar ketika berumur 8 tahun, lalu sekolah menengah pertama dan atas berumur 11 tahun diluar negeri' lanjut Q.


'Saya juga membuat sertifikat sertifikat tentang pencapaian anda agar beberapa orang tidak curiga mengenai identitas anda' lanjut Q yang masih menjelaskan semuanya pada Dazai.


'Ditambah anda merupakan profesor dalam bidang ekonomi, politik, sejarah dan matematika itu saja, apa ada yang ingin anda tambahkan lagi Master ?' tanya Q yang telah menjelaskan semuanya pada Dazai.


'Ahh.. satu lagi daftarkan aku menjadi guru di SMP Kunugigaoka daftarkan aku sebagai guru matematika disana dan buat aku mengajar di kelas 3 - E dan soal wawancara aku serahkan padamu, mengerti ?' jelas Dazai sambil memakan kroketnya pada Q.


'Baik.. Master dan apartemen yang anda pesan juga sudah ada dan tempat itu dekat sekali dengan Smp Kunugigaoka' lanjut Q.


'Ohh.. lucky.. aku bersyukur mempunyai patner sepertimu Q' batin Dazai sambil tersenyum.


'Terima kasih Master' balas Q dengan perasaan bahagia ketika mendengarnya, setelah itu langsung saja ia mulai melakukan tugasnya kembali.

__ADS_1


Melihat Q mulai bekerja langsung saja ia memasukkan Q kembali kedalam saku mantelnya, tanpa Dazai sadari kalau dirinya saat ini sedang berada di sebuah gedung arcade.


Tentu ia tidak melihat ada keanehan disekelilingnya, Dazai berpikir ini mungkin akan menyenangkan makanya ia masuk mencoba masuk kedalam.


Tepat ketika Dazai masuk, ia dapat melihat beberapa orang berkumpul disana sambil meneriaki 'pejuang tak terkalahkan'.


Bahkan dia melihat beberapa pemain mulai berdiri setelah mereka dikalahkan oleh seseorang disisi lain.


Melihat ini langsung saja Dazai berjalan menuju tempat itu dan mulai duduk disana untuk mencoba melawan si 'pejuang tak terkalahkan' itu.


"Oii.. Nii-Chan, kau harusnya menyerah"


"Benar, lawanmu sangatlah kuat"


"Yeah.. sudah banyak orang yang mencoba untuk mengalahkannya namun berakhir dengan kekalahan"


"Ehh !! benarkah !? kalau begitu aku akan mencobanya !!" balas Dazai yang mulai memasukkan koinnya kedalam mesin arcade itu.


Tentu setelah memasukkan koinnya langsung saja Dazai memulai permainannya dan bertarung dengan si 'pejuang tak terkalahkan' itu.


Selama permainan mereka berlangsung tentu para penonton yang melihat ini menegang karena pertarungan mereka berdua sangat sengit.


Meskipun si 'pejuang tak terkalahkan' itu kuat, namun sayangnya ia melawan Dazai, bahkan ia melawannya hanya menggunakan satu tangannya saja sedang yang satunya lagi ia pakai untuk memegang kroket terakhirnya.


Tentu para penonton yang melihat ini terdiam apalagi ketika melihat Dazai mengalahkan 'pejuang tak terkalahkan' itu sambil memakan kroketnya.


"Sekali lagi !!"


Mendengar ini tentu saja ia mengerutkan keningnya, Dazai tak menyangka kalau lawannya adalah seorang gadis, tentu ia hanya menghela nafas saja sambil menjawabnya.


"Ba.. Baiklah.."


Dan pertandingan mereka berlangsung selama 12 ronde, namun Dazai tetap mengalahkannya.


"Mungkin sebaiknya kita berhenti disini Ojou-Sama.. aku masih ada urusan lain hari ini" ujar Dazai yang mulai berdiri dari kursinya dan segera pergi sambil melambaikan tangannya.


Tentu saja ia tidak melupakan kantongnya ketika pergi, namun tiba tiba saja ia mendengar suara gadis itu sebelum pergi.


"Tu.. Tunggu.. siapa kau ?" tanya gadis itu yang gugup namun penasaran dengannya.


Tentu Dazai yang mendengar ini seketika berhenti dan mulai menoleh kearah gadis itu, terlihat kalau gadis itu memiliki rambut hitam panjang dan juga memakai gaun hitam panjang.


Melihat ini tentu saja ia tersenyum sambil memperkenalkan dirinya ketika melihat gadis tersebut menghentikannya.


"Aku ? namaku Dazai.. Dazai Osamu, semoga kita bertemu lagi Ojou-Sama.." balas Dazai yang mulai meninggalkan dirinya sambil melambaikan tangannya.


Disisi lain gadis yang melihat senyumnya Dazai hanya bisa terdiam dengan wajah memerah ketika melihat betapa kerennya Dazai dimatanya.


***


Setelah Dazai keluar dari gedung itu tiba tiba saja Q memberitahukan sesuatu hal penting padanya.


'Master.. Gakuhou Asano selaku kepala sekolah SMP Kunigigaoka meminta anda untuk melakukan wawancara hari ini' jelas Q pada Dazai yang saat ini sedang membersihkan tangannya setelah makan kroket sebelumnya.


'Hoo.. siang siang begini ? padahal aku ingin bersenang senang dulu.. kalau begitu Q kau yang urus wawancara itu maaf yahh sudah merepotkanmu' batin Dazai yang mulai meninggalkan tempat itu dan menuju ke gang sambil melihat jam diponselnya.


Diponselnya menunjukkan pukul 14:00 siang, yang berarti para siswa sekolah memang sudah pulang dijam segini.


'Tidak apa apa Master, sudah kewajibanku untuk membantumu' balas Q dengan nada senang.


'Entah kenapa aku merasa kalau kau adalah seorang Maniac Kerja, Q' batin Dazai sambil tersenyum canggung ketika mendengar perkataannya.


'Yahh.. kalau begitu ini adalah tempat pemberhentianmu Q, kalau begitu sampai jumpa diapartemen, dan jangan lupa kirim alamatnya' lanjut Dazai sambil melempar ponsel / Q kedalam gang.


Tepat ketika Dazai melemparnya tiba tiba saja Q mulai berubah dari wujud slime lalu berubah seperti Dazai dan mulai pergi dari tempat itu dengan cepat.


Sedangkan Dazai yang melihat dirinya atau lebih tepatnya Q langsung menghela nafas, dan mulai memikirkan apa rencana selanjutnya.


"Jadi.. apa yang harus aku lakukan sekarang ?"

__ADS_1


__ADS_2