The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 11


__ADS_3

Setelah Rito dan Mikan berteriak ketika mendengar informasi ini langsung saja mereka berdua memberikan selamat pada Tanaka dan juga Lala.


Tentu Tanaka yang melihat ini bisa terdiam dengan sudut bibirnya yang berkedut, sedangkan Lala hanya berterima kasih saja ketika mendengar ucapan mereka.


Karena sudah sore langsung saja Rito dan Mikan segera menyiapkan makan malam untuk makan bersama sekaligus merayakan pertunangan Lala dan juga Tanaka walau itu tidak perlu.


Setelah mereka berdua pergi kedapur langsung saja Tanaka bertanya pada Lala mengenai misinya kali ini.


"Jadi Lala-Sama.. aku rasa hari ini kita hanya akan menyiapkan rencana saja untuk menyelamatkannya, lagipula hari sudah mau malam" ungkap Tanaka sambil melihat kearah Lala yang saat ini sedang mengembungkan pipinya dengan kesal.


"Lala-Sama ?" tanya Tanaka yang melihat tingkah Lala saat ini.


"Mou.. Tanaka bisakah kau tidak memanggil namaku dengan akhiran Sama.. kan kita sudah bertunangan" balas Lala yang masih mengembungkan pipinya.


"Tidak.. bahkan kita belum bertunangan sama sekali, jika aku menang baru aku akan memanggilmu dengan namamu tanpa sufik sama sekali" jelas Tanaka ketika mendengar keluhan Lala sambil memasang wajah lesunya.


"Benarkah !? janji ?" balas Lala dengan senang sambil mengangkat jari kelingkingnya.


"Hmm.. janji" lanjut Tanaka sambil mengaitkan jari kelingkingnya pada jarinya Lala dan saling membuat janji.


"Ehehe.." tawa Lala dengan senang ketika mendengar ucapannya.


Sedangkan Tanaka hanya bisa menghela nafas sambil mengeluh pada seorang dewi hingga membuatnya harus menahan amarahnya saat ini.


'Dewi keberuntungan siap siap saja jika kita bertemu nanti akan aku tembakkan Gaster Blaster padamu tepat dihadapan Kami-Sama aku berjanji'


***


Supreme Realm.


"HAHAHAHA KAU LIHAT ITU LUCY" tawa Irene dengan keras ketika melihat Tanaka sengsara di balik monitor hologram milik Kami-Sama.


"HAHAHAHA AKU MELIHATNYA NEE-SAN AKU MELIHATNYA HAHAHA" tawa Lucy sambil berguling guling dilantai bersama kakaknya Irene.


"UWAHH, KAMI-SAMA TOLONG JAUHI DIA DARIKU AKU MOHON !!" teriak seorang gadis berambut putih sedang menggunakan pakaian sister gereja berwarna putih dengan campuran hitam.


Terlihat kalau gadis itu sedang menggoncangkan pundak Kami-Sama dengan matanya yang dialiri oleh air karena ketakutan.


Tentu gadis itu tidak lain adalah Dewi Keberuntungan, Aeris.


Ia merupakan Dewi ketiga yang mendapatkan ancaman dari Tanaka karena telah mengganggu kehidupan damainya karena keberuntungan dari seorang Protagonis.


"Hohoho.. kalau soal itu entahlah wahai putriku, aku tidak yakin bisa membantumu nanti, itu juga berlaku untuk kalian berdua" balas Kami-Sama sambil membiarkan Aeris menggoncangkan badannya.


Tentu kedua dewi yang saat ini masih tertawa segera terdiam karena ucapannya.


"TIDAAKKKK !!" teriak ketiga dewi itu ketika mendengar kalau Kami-Sama tidak akan ikut campur dalam urusannya Tanaka nanti.


***


Sedangkan dimeja makan terlihat kalau mereka berempat saat ini sedang makan malam bersama, terlihat kalau Lala saat makan dengan lahapnya.


Kecuali Tanaka yang terlihat kalau makannya sangat lama, tentu Rito dan Mikan yang melihat ini mulai berpikir kalau kedua calon tunangan ini memiliki sifat yang sangat terbalik.


Lala yang selalu ceria, murah senyum, dan mudah ditebak, sedangkan Tanaka sebaliknya terlihat lesu, jarang tersenyum, dan misterius apalagi ketika melihat wajah lesunya.


Tentu hal ini membuat mereka berdua sangat cocok dan saling menutupi kekurangan mereka masing masing itulah yang kakak adik itu pikirkan.

__ADS_1


Apabila Tanaka mendengar isi pikiran mereka berdua, mungkin Tanaka akan langsung mulai berargumen tentang perbedaan dirinya dan juga Lala secara panjang dan lebar.


Namun ia tetap akan membiarkannya saja karena ia benci sekali berdebat dan lebih suka langsung keintinya dari pada membicarakan sesuatu yang tidak perlu dibicarakan.


Selesai makan langsung saja Mikan mulai mengambil piring piring yang ada diatas meja lalu segera mencucinya, setelah makan langsung saja Rito bertanya pada Tanaka.


"Tanaka-San malam ini kau akan tidur dimana ?" tanya Rito mengenai tempat tinggalnya malam ini.


"Ahh.." Tanaka dan Lala secara bersamaan ketika mengingat kalau Tanaka belum mendapatkan tempat tinggal malam ini.


"Jangan bilang kalau kalian belum memikirkan itu ?" tanya Rito dengan wajah aneh ketika melihat kedua pasangan aneh ini.


"Ahahaha.." tawa Lala dengan canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


Sedangkan Rito dan Tanaka hanya menghela nafas ketika melihat sikap Lala yang cukup ceroboh itu, langsung saja Tanaka mulai menjawab pertanyaan Rito.


"Mungkin aku akan tidur diluar saja" balas Tanaka sambil menguap dan mulai berdiri dari kursinya.


"Tidak !! kau tidak boleh tidur luar !! tidur dikamarku saja !!" teriak Lala yang menolak ide Tanaka.


"!!!"


Tentu hal ini membuat Rito terkejut ketika melihat aksi Lala yang berdiri tiba tiba ketika mendengar perkataan Tanaka.


Sedangkan Mikan yang ada didapur sedang membersihkan piring pun ikut terkejut ketika mendengar teriakan Lala, untung saja piring yang ia pegang tidak jatuh dan segera melanjutkan cuci piringnya.


Tentu Tanaka yang melihat ini hanya bisa menganggukkan kepalanya saja dengan canggung, Lala yang melihat ini langsung tersenyum dan segera mengajaknya ke kapsul kamar pribadinya yang ada diluar rumah Rito.


"Kalau begitu ayo" ajak Lala dengan bahagia.


Sedangkan Tanaka hanya bisa menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya saja dan mulai mengikuti Lala dibelakangnya, namun belum juga satu langkah Tanaka bergerak dari kursinya tiba tiba saja ia mulai terjatuh.


BRAAKKK !!


Tentu aksi Tanaka ini membuat seisi rumah mulai panik, begitu juga dengan Mikan yang mendengar suara jatuh hingga kedapur.


"TANAKA / TANAKA-SAN !!" teriak Lala dan Rito yang melihat Tanaka tiba tiba jatuh dan mulai pergi kearah Tanaka terjatuh.


Sedangkan Mikan yang ada didapur langsung saja ia melihat keributan yang terjadi diruang makan dan mulai melihat apa yang terjadi disana.


Melihat Tanaka yang terbaring dilantai dan dibantu oleh Rito dan Lala langsung saja ia ikut mendekati mereka bertiga dengan panik.


"Tanaka-San !? apa yang terjadi !?" tanya Mikan yang melihat Tanaka sedang dibantu oleh Rito.


"Eghhh.. Lala ?" tanya Tanaka dengan suara pelannya pada Lala sambil mencoba mengangkat tangannya dengan lelah.


"Tanaka !? apa yang terjadi kenapa kau tiba tiba terjatuh !?" tanya Lala dengan panik.


"Ergghh.. Lala.. aku sangat mengantuk.. karena masakan Mikan sangat enak.. a..aku tidak bisa menahan kantukku.. lagi.." balas Tanaka dengan lesu dan mulai tertidur dipangkuannya Rito dengan nyenyaknya.


"...."


"...."


***


Keesokan harinya atau lebih tepat siang hari ini terlihat kalau Tanaka saat ini sedang bersembunyi di atas gedung tinggi yang tidak jauh dari sekolahnya Lala, harusnya seperti itu.

__ADS_1


Namun terlihat kalau saat ini Tanaka sedang tiduran diatas gedung itu sambil melihat kearah tablet miliknya dengan wajah lesunya.


"Ha.. untung saja aku tadi menolak rencana Lala-Sama untuk menjadi murid disekolah itu, aku yakin orang itu pasti akan curiga ketika melihatku menjadi murid disana" gumam Tanaka sambil melihat kearah tabletnya dengan malas.


Ketika Tanaka sedang melihat tabletnya tiba tiba saja ada seseorang yang melewati dirinya tanpa orang itu ketahui kalau barusan ada orang disana.


Tentu Tanaka yang melihat orang itu melewati dirinya seketika terkejut, terlihat kalau orang itu tidak lain adalah anomali didunia ini atau bisa dibilang seorang reincarnator.


Melihat ini langsung saja Tanaka mengambil teropong yang ada didekatnya dan mulai melihat orang tersebut dari atas gedung sambil tersenyum aneh kepadanya.


"Apa dia benar benar seorang Reincarnator ?" tanya Tanaka pada dirinya ketika melihat pria itu.


"Pergerakannya cepat namun badannya gendut seperti babi, ia memiliki senapan laras panjang berteknologi alien, tapi tidak memiliki skill menembak ataupun skill assassin sekalipun" jelas Tanaka yang sedang mengobservasi targetnya kali ini.


"Aku yakin senapan dan juga pergerakan anehnya itu ia dapatkan dari dewa yang membunuhnya untuk sebuah hiburan semata" lanjut Tanaka sambil menghela nafas berat ketika melihat targetnya yang terlihat lemah ini.


"Mungkin aku akan memindahkannya ketempat yang sepi, orang ini cuma kerikil yang membuang buang waktuku saja" lanjut Tanaka sambil berdiri dari tidurnya dan mulai menggunakan skill teleportasi daan menghilang diatas gedung itu.


***


Disisi lain pria gendut itu sedang melihat kearah Haruna dengan wajah mesumnya sambil mengeluarkan air liurnya ketika melihat seluruh tubuhnya Haruna.


"Hehehe.. akhirnya sudah tiba waktumu untu menjadi istriku Haruna-Chan" gumam pria gendut itu dengan nafas yang terengah engah ketika melihat Haruna sedang mengobrol dengan Lala.


"Mungkin aku juga akan membuat Lala sebagai istriku juga" lanjut pria itu.


"Itu pun jika kau selamat dari ayahnya Lala" ucap seseorang yang berada dibelakangnya sambil menepuk pundak pria itu.


"Ap-"


Namun sebelum pria itu dapat melanjutkan ucapannya tiba tiba saja ia dan pria yang ada dibelakangnya mulai berpindah dari atas gedung menuju pantai terbengkalai.


Tentu pria gendut itu mulai melompat mundur dari orang tersebut sambil mengarahkan senapannya pada orang itu dan mulai menembaknya.


Terlihat sebuah bola cahaya berwarna biru itu mulai melesat kearah orang itu, tentu orang yang dimaksudkan ini adalah Tanaka yang saat ini sedang menatapnya dengan datar.


Ketika peluru itu melesat langsung saja Tanaka mulai merentangkan tangannya tepat dimana peluru itu mengarah, ketika peluru itu melesat kearah Tanaka tiba tiba saja peluru itu mulai menghilang tanpa efek apapun.


"APA !!" teriak pria gendut itu yang terkejut ketika melihat fenomena ini.


Langsung saja ia mencoba menembaki Tanaka lagi dengan senapannya, namun sebelum pria itu menarik pelatuknya tiba tiba saja Tanaka muncul tepat dihadapan pria itu sambil memukul wajahnya dengan keras.


"Pughhi-" teriak pria itu yang terpental karena pukulan Tanaka hingga menabrak pohon yang ada dibelakangnya.


Tentu senapan yang ia pegang terlepas ketika menerima pukulan keras dari Tanaka.


Sedangkan Tanaka yang melihat pria itu menabrak pohon yang ada dibelakangnya mulai berjalan kearahnya dengan santai.


"Yahh.. aku benar benar kecewa dengan targetku kali ini, ternyata aku harus membunuh babi sepertimu" ungkap Tanaka sambil berjalan kearahnya.


'Sialan pukulan pria itu sangat sakit' batin pria gendut itu yang saat ini sedang terduduk ditanah ketika menerima pukulan Tanaka.


"Uhukk.. uhukk.. sia.. lan sia.. pa ka.. uhukk.. mu ?" tanya pria gendut itu yang saat ini sedang menatap kearah Tanaka dengan pandangan buram.


"Aku ? aku adalah manusia gagal" jawab Tanaka sambil mengarahkan moncong senjata rakitannya kearah pria gendut itu dan mulai menembaki kepalanya.


DORR !!

__ADS_1


__ADS_2