
"Ha.. kenapa liburanku bisa menjadi seperti ini" gumam Dazai yang melihat kelompoknya Nagisa kedalam gang dan melihat mereka berenam dikepung saat ini.
***
Saat ini Dazai sedang diapartemennya sedang memainkan ponsel disofanya sambil meminum kopinya.
"Ha.. siapa yang akan menyangka kalau aku mendapatkan title ini" gumam Dazai yang melihat status miliknya.
[ Name : Tanaka / Dazai
Age : 16 years old
Race : High Human, ???
Title : Protagonist, Administrator, Assassin No 1, King Marksman, Lazybones, Maniac Suicide, Mr.Lucky, Perfect Teacher
Atribute :
Strength : B+
Intiligent : EX
Agility : B+
Endurance : C+
Stamina : D+
Charm : A+
Luck : EX
Skill Active : Ningen Shikkaku (EX), Telepotation, Telekinesis, Gaster Blaster, Bone Manipulation, Gun Mastery, Houshaku Haki (A), Konbunshoku Haki (B), Bushosoku Haki (C)
Skill Passive : Sloth (A)
Poin : 20.000 ]
"Hanya dalam beberapa hari saja aku mendapat 3 title entah apa yang akan terjadi setelah 6 tahun berlalu" gumam Dazai yang melihat statusnya.
Namun tiba tiba saja ia melihat skill baru tanpa ia sadari langsung saja ia memeriksa skill tersebut.
[ Sloth (A) : Setiap kali Host tidur atau tidak melakukan kegiatan apapun maka meningkatkan stamina, kecerdasan dan juga mana milik Host, bahkan dengan skill ini Host bisa memulihkan diri dengan cepat ]
Tentu Dazai yang melihat ini mulai menyeringai bukan main, dengan skill ini ia tidak perlu merepotkan anggota mereka untuk melakukan penyembuhan pada dirinya nanti.
Namun ketika sedang memeriksa statusnya tiba tiba saja ia mendapatkan telepati dari Q.
'Master.. Koro-Sensei mulai kerumah anda saat ini' ucap Q yang berada diluar.
Tentu Q saat ini sedang menyamar menjadi burung sesuai perintah Dazai bila ada seseorang yang menyusup kerumahnya
'Ho.. sepertinya ia penasaran dengan apa yang aku lakukan saat ini' batin Dazai yang tersenyum saat ini.
'Ehmm.. Master, aku rasa bukan itu tujuannya kemari..' balas Q dengan gugup.
'Hmm ? apa mak-'
TING~ TONG~
Tentu Dazai yang mendengar suara bel apartemennya mulai terkejut bukan main, kenapa Koro-Sensei datang kerumahnya malam begini.
"Tunggu sebentar !!" balas Dazai yang terkejut saat ini.
Langsung saja ia mulai menyimpan ponselnya diatas meja lalu berjalan kearah pintu dan mulai membukanya, tepat ketika ia membukanya terlihat kalau Koro-Sensei saat ini sedang berdiri didepannya.
"Iya ? ahh.. Koro-Sensei ada apa hingga membawamu kemari ?" tanya Dazai yang melihat Koro-Sensei didepannya.
"Dazai-Sensei saya kemari hanya ingin memberikanmu ini" balas Koro-Sensei sambil memberikan sebuah buku tebal.
Tentu Dazai yang melihat ini segera mengambilnya hingga ia sedikit kesusahan ketika mengangkatnya, melihat ini langsung saja ia bertanya pada Koro-Sensei.
"Oii.. Koro-Sensei apa ini ? kamus kah ?" tanya Dazai yang melihat buku ini.
"Itu adalah buku panduan karyawisata !! didalamnya ada petunjuk ilustrasi dan daftar 100 oleh oleh terbaik lalu ada dasar dasar melindungi diri dalam perjalanan !!" jelas Koro-Sensei dengan semangat dan antusiasnya.
"Bahkan saya begadang untuk membuat ini dan sebagai bonusnya adalah model kertas Kinkakuji" lanjut Koro-Sensei sambil menunjukkan model kertas itu pada Dazai.
"KEREN !! BOLEHKAH AKU MENYIMPANNYA !!"
Dazai yang antusias ketika melihat model kertas itu secara langsung tepat dikedua matanya, bahkan matanya pun berbinar ketika melihat model kertas ini.
"Tentu saja !! kalau begitu aku pergi dulu.. sampai jumpa besok Dazai-Sensei !!"
Langsung saja Koro-Sensei mulai memberikan kertas itu lalu segera pergi dari sana dengan kecepatannya.
Tentu ketika ia pergi maka angin tercipta karena gerakannya hingga Dazai sedikit menutup matanya ketika Koro-Sensei sudah pergi dari tempatnya.
Setelah Koro-Sensei pergi langsung saja Dazai masuk kedalam apartemennya dan mulai menyimpan buku itu diatas mejanya.
"Hahaha.. aku tidak menyangka kalau Koro-Sensei benar benar berniat membuat buku panduan ini" tawa Dazai sambil meletakkan model kertas itu didalam koleksi mainannya dengan wajah bahagia.
__ADS_1
"Kalau begitu.." gumam Dazai yang mulai kembali ketempat duduknya dan mulai membaca buku panduan itu dengan cepat.
'Master..'
***
"Hoaamm.. siapa yang menyangka kalau aku perlu waktu 3 jam untuk menghapalnya, sepertinya aku mulai tumpul.." gumam Dazai sambil menguap ketika berjalan dibelakangnya Irina.
'Kau berlebihan waktu itu Master..' ucap Q yang menyamar menjadi kalung saat ini.
"Selamat siang anak anak sekalian"
Terlihat kalau Irina sedang berjalan layaknya seorang model kearah para murid kelas E yang ada dijalur ekonomi dengan baju yang sedikit seksi itu pada mereka.
"*****-Sensei.. kenapa kau berpakaian seperti artis hollywood ?" tanya Maehara yang melihat Irina dan Dazai saat ini, begitu juga dengan yang lainnya.
"Lalu.. kenapa Dazai-Sensei terlihat sangat mengantuk ?" tanya Okano yang melihat Dazai sudah tidak tahan untuk tidur saat ini.
"Sebagai wanita pembunuh itu sudah wajar, wanita yang hebat harus memperhatikan penampilan saat perjalanan" balas Irina dengan bangganya.
Bahkan ia juga mulai melepas kacamatanya agar terlihat keren dengan menghiraukan pertanyaannya Okano.
Sedangkan Dazai sendiri sedang tidur dalam kondisi tertidur sembari berdiri karena ia sudah tidak bisa menahan kantuknya lagi, para murid yang melihat Dazai tidur sambil berdiri hanya bisa tertawa canggung akan tingkahnya.
"Kamu terlalu mencolok cepat ganti baju, itu tidak pantas dipakai oleh guru pendamping" ujar Karasuma yang mulai datang tepat dibelakang Irina dan Dazai.
"Jangan kaku seperti itu Karasuma, aku ajari anak anak untuk menjadi dew-"
"LEPASKAN ! GANTI !"
***
"Hikss.. hikss.."
Terlihat kalau saat ini didalam kereta ekonomi kalau Irina sedang duduk sambil menangis disebelah kanan Dazai yang saat ini sedang tertidur dengan nyenyaknya.
"Sebenarnya siapa yang akan menjadi guru pendamping kita sih ?" tanya Kataoka dengan suara pelan melihat tingkahnya Irina.
"Karena dia hanya bisa membunuh demi uang, pasti ia tidak akan paham dengan perasaan orang lain" balas Isogai yang juga melihat tingkahnya.
"Mahh.. yang lebih penting lagi kenapa Dazai-Sensei tidak membawa koper ?" tanya Yada yang melihat Dazai tidur saat ini dengan nyenyaknya.
"Benar.. bahkan aku juga tidak melihat koper *****-Sensei dan Karasuma-Sensei disini" balas Isogai yang berusaha mencari tas mereka.
"Ahh.. kalau soal itu ia bilang kalau koper milik para guru akan dia kirim ketempat penginapan melalui caranya, jadi kami tidak perlu repot repot membawa kantong begitu" balas Karasuma sambil memainkan tabletnya.
"EHHHHHH !! CURANG !!"
***
Tentu mereka yang melihat ini ada sedikit kekecewaan disana, namun itu memang diperlukan karena Koro-Sensei mengikuti mereka.
Disisi lain terlihat kalau Karasuma saat ini sedang mengangkat Dazai tepat dipundaknya, bahkan Irina yang melihat ini hanya bisa menahan tawa karena Karasuma terlihat sedang menculik Dazai saat ini.
"Oii.. Dazai aku tahu sudah bangun !! cepat turun !!" ucap Karasuma yang saat ini sedang kesal ketika mengangkat Dazai tepat dipundaknya.
"Yahh.. siapa yang menyangka kalau aku akan mendapatkan perhatian khusus dari Karasuma-Sensei" balas Dazai yang mulai turun dari pundaknya sambil meregangkan badannya yang pegal saat ini.
"Ahh.. Dazai-Sensei kau sudah bangun" ucap Okano yang melihat Dazai turun dari pundaknya Karasuma, begitu juga dengan yang lainnya.
"Yo.. pagi semuanya" sapa Dazai yang mengangkat tangannya pada mereka.
"Ini sudah sore Dazai-Sensei" gumam Isogai sambil tersenyum canggung kearahnya ketika mendengar ini.
"SORE !!" teriak Dazai yang terkejut sambil melihat langitnya sudah berwarna jingga.
Tentu selama perjalanan berlangsung Dazai hanya tidur sampai penginapan Kyoto tanpa melihat pemandangan didalam kereta.
Bahkan para murid yang melihat betapa nyenyaknya Dazai tidur tidak bisa untuk tidak berisik dikereta karena mereka dapat peringatan dari Karasuma dan Irina untuk tidak berisik ketika Dazai tidur.
Mereka yang mendengar ini tentu penasaran dan mulai bertanya pada mereka berdua, mendengar ini langsung saja Irina menjawab kalau Dazai orangnya sangat sensitif apalagi soal tatapan.
Tentu mereka yang mendengar ini hanya menuruti mereka saja walau mereka sedikit penasaran ketika melihat Irina mengeluarkan keringat dingin ketika membahas ini.
"Mahh.. yang penting aku sudah bangun dan juga terima kasih untuk tumpangannya, Karasuma-Sensei" sahut Dazai yang menepuk punggungnya Karasuma beberapa kali.
"Ahh.. anggap saja ini sebagai bayaran karena sudah mau membawakan kantong kami" balas Karasuma dengan tegas.
Walau ia sedikit kesal ketika mendengar dirinya adalah sebuah angkutan untuknya.
"Oke.. kalau begitu waktunya mencari wanita untuk diajak bunuh diri denganku hyahaha" ucap Dazai dengan nada main main sambil meninggalkan mereka dan mulai masuk kepenginapan.
"!!!"
Tentu mereka yang mendengar ini terkejut bukan main, siapa yang akan menyangka kalau Dazai akan pergi untuk mencari wanita di Kyoto.
"Oii !! kau harus menjaga nama baik sekolah !! bukan malah merusaknya !!" teriak Karasuma yang langsung menarik lengannya Dazai hingga ia berhenti.
"Ehh !? padahal banyak wanita wanita cantik disini, bahkan jika aku memilih murid muridku pun mereka pasti akan me-"
Namun sebelum Dazai menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja ponselnya mulai bergetar, tentu Dazai yang merasakan ini segera mengambil ponselnya dan mulai melihatnya.
"Cih.. penganggu" gumam Dazai yang berdecih ketika melihat isinya.
__ADS_1
"A.. Ada apa Dazai-Kun ?" tanya Irina yang melihat perubahan sikap Dazai, begitu juga dengan yang lainnya.
"Tidak apa apa hanya diminta untuk menemui teman lama, kalau begitu aku pergi dulu" balas Dazai yang mulai pergi meninggalkan mereka sambil melambaikan tangannya pada mereka.
"Ahh.. satu lagi jangan lupa bawakan kantongku ya Irina-Nee, bila Koro-Sensei melupakan sesuatu mungkin dikantongku ada barang yang dia inginkan disana" lanjut Dazai yang mulai melompat keatas atap dan segera pergi menjauh dengan melompati setiap atapnya.
"Ba.. Baiklah" balas Irina yang melihat Dazai pergi dengan cara mencolok.
Tentu mereka yang melihat gerakan Dazai mulai kagum padanya, disisi lain Dazai sendiri saat ini sedang menjauh dengan kecepatan sedang.
Setelah menjauh dari mereka langsung saja Dazai mulai membuka kembali ponselnya dan melihat apa yang ada grup chat itu keluarkan kali ini.
[ EMERGENCY QUEST DI LUNCURKAN !
MISI : SELAMATKAN PEJUANG TAK TERKALAHKAN
ISI TUGAS : SELAMATKAN YUKIKO KANZAKI AGAR RAHASIANYA TIDAK TERBONGKAR
HADIAH : 20.000 POIN
BATAS WAKTU : 1 HARI ]
"Ha.. bahkan aku tidak diberi waktu istirahat ketika berwisata" gumam Dazai yang melihat misi digrup chatnya.
'Q, sepertinya kita dapat pekerjaan tambahan dalam liburan kita' batin Dazai sambil melihat langit saat ini.
'Baik.. Master, padahal aku ingin berkencan denganmu' balas Q namun dengan suara kecil agar tidak terdengar oleh Dazai.
'Hmm ? apa kau mengatakan sesuatu ?' batin Dazai yang tak bisa mendengarnya.
'AHHH.. TIDAK APA APA MASTER ITU HANYA IMAJINASIMU SAJA !!' balas Q dengan panik.
"...."
***
Dan disinilah Dazai saat ini ia sekarang sedang diatap sambil menonton drama antara anak sma dan anak smp atau lebih tepat muridnya yaitu kelompoknya Nagisa dan juga murid dari sekolah lain.
"Ada apa Onii-San ? kok tampangnya bukan mau liburan" ucap Karma dengan santainya.
"Laki laki itu harus menjaga dan mengantar pulang wa-" namun sebelum anak sma itu menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja Karma mulai membantingnya.
"Lihatlah Nagisa-Kun, bila tidak ada saksi mau berkelahi pun bukan masalah" sahut Karma pada Nagisa yang saat ini sedang melihatnya.
Namun tiba tiba saja salah satu dari mereka mulai mengeluarkan pisau untuk menyerang Karma, tentu Karma yang melihat mulai mengambil kain yang ada disebelahnya untuk menutupi pandangannya dan mulai menghajarnya.
"Mau menusuk ? berdiri saja susah" ucap Karma yang melihat salah satu dari mereka terjatuh.
Namun tiba tiba saja Kanzaki dan Kaede ditangkap untuk dijadikan sandera, tentu hal ini membuat fokus Karma teralihkan.
Tentu Boss atau salah satu orang yang memimpin preman sma itu mulai menghajar Karma hingga tersungkur tentu mereka yang melihat mulai menghajarnya.
Bahkan Sugino yang mau menolong mereka pun ikut dihajar hingga menabrak Nagisa, disisi lain Dazai yang melihat Kanzaki dan Kaede mau dibawa segera pergi dan mulai menghajar kedua orang itu dengan gerakan cepat.
"ARGGGHHH !!"
"ARGGGHHH !!"
Terlihat kalau mereka berdua mulai tersungkur karena serangan Dazai.
"Dazai-Sensei !!" teriak Kanzaki dan Kaede yang melihat Dazai datang dan berdiri didepan mereka.
"Cihh.. ada yang datang lagi, CEPAT HAJAR DIA DAN BAWA KEDUA GADIS ITU" teriak pemimpin preman itu pada teman temannya.
Mendengar ini langsung saja mereka mulai menyerang Dazai disaat bersamaan.
"Kalian berdua diam disitu.. ini tidak akan lama" ucap Dazai dengan nada serius sambil mengambil berjalan kearah mereka.
Tentu Dazai kali ini hanya menggunakan cara damai untuk saat ini, langsung saja dia menggunakan Houshoku Haki pada preman sma itu.
Sedangkan para preman itu yang hampir mendekati mulai berjatuhan dengan busa dimulut mereka, tentu hal ini membuat Kanzaki, Kaede, Sugino, Nagisa, Karma yang melihat ini terkejut bukan main.
Bahkan orang yang merupakan pemimpin preman sma ini pun terkejut ketika melihat teman teman mereka pingsan sebelum mendekati Dazai.
"Oii.. oii.. apa hanya segini kemampuan anak sma, menyedihkan" sahut Dazai sambil memprovokasi pemimpin mereka dengan tatapan kosongnya.
"JANGAN MAIN MAIN DENGANKU SIALAN !!" teriak pemimpin itu sambil mengeluarkan pisau untuk menyerang Dazai.
Tentu Dazai yang melihat ini hanya menghela nafas ringan saja sambil menangkap tangannya dan mulai menendang perut pemimpin tersebut dengan keras.
"ARGGGHHH !" rintih pemimpin tersebut ketika Dazai menendangnya, langsung saja Dazai mulai mencekiknya lalu segera membantingnya ketanah hingga ia mengeluarkan batuk darah.
"Ada apa.. bocah.. apa kau ketakutan sekarang ?" tanya Dazai dengan senyum iblisnya sambil menatap mata pemimpin tersebut.
Tentu dia yang melihat senyumnya Dazai mulai ketakutan dengan tubuh bergetar hingga ia pingsan sambil mengompol dicelana karena ketakutan.
"Ara~ aku tidak menyangka kalau kau akan pingsan secepat itu" gumam Dazai yang melepas cekikannya.
"Apa kalian semua tidak apa apa ?" tanya Dazai sambil tersenyum kearah mereka berlima.
"Dazai-Sensei !!"
__ADS_1