The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 106


__ADS_3

Ditempat lain terlihat sebuah taman yang dipenuhi dengan bunga Blue Spider Lily, terlihat bunga berwarna biru sedikit terang ketika hari sudah malam.


Terlihat langit dipenuhi oleh bintang bintang yang terlihat indah dimata siapapun yang melihat ini.


Disana terlihat kalau Tanaka saat ini sedang berbaring ditanah sambil tertidur disamping bunga bunga itu ditemani indahnya langit dimalam hari itu.


"Zzzz.."


Terlihat ia begitu nyenyaknya ketika tidur disana tanpa diganggu oleh siapapun, namun ketika Tanaka tertidur ia segera membuka matanya dan mulai berbicara pada seseorang yang berada disebelahnya.


"Jadi kau sudah memutuskan untuk mengikutiku, huh ?" tanya Tanaka yang segera menoleh kearah kanannya.


Namun ia mendapati bukan dirinya yang lain itu, melainkan seorang anak kecil memakai gaun putih polos dengan mata hitam yang terlihat menutupi semua bola matanya.


Memiliki rambut bob pendek atau bisa dibilang rambut pendek sebahu sedang menatap dirinya walau terlihat tidak jelas apa yang ia lihat.


Melihat ini tentu Tanaka terkejut namun masih mempertahankan wajahnya yang begitu tenang tersebut.


"Ketika dia terganggu kau bisa menyerangnya untuk mendapatkan kembali jiwa milikmu itu"


"Itulah cara agar jiwamu yang diambil olehnya bisa terlepas dari genggamannya"


Anak kecil itu mulai menyampaikan sesuatu dengan datarnya sehingga membuat Tanaka terdiam ketika mendengar ini.


'Perempuan ?' batin Tanaka yang mendengar suara anak kecil itu.


"Aku minta maaf 'Mereka' telah membawamu kemari, ini kesalahan 'Mereka' bukan kau.."


"Hei !!"


Tanaka yang sedang mendengar ucapan gadis itu seketika teralihkan oleh suara orang lain yang sedang memanggilnya.


Terlihat kalau dirinya yang lain itu sedang berjalan kearahnya.


"Huff.. akhirnya aku menemukanmu" ucap Tanaka itu yang berjalan kearah Tanaka dengan begitu lelahnya.


Disisi lain Tanaka yang melihat ini mulai melirik kearah gadis yang sedang berbicara dengannya, namun mendapati kalau gadis itu sudah tidak ada disana.


"Aku tidak punya pilihan lain selain mengikutimu, orang aneh" ujar Tanaka itu dengan kasarnya sambil berjalan kearah Tanaka dan duduk tepat disebelahnya.


"Mau bagaimana lagi, aku harap ini tidak akan menjadi sebuah masalah karena kita harus menunggu disini hingga Link kembali" balas Tanaka yang kemudian melihat kearah langit malam hari ini.


'Ini salah mereka.. bukan salah kau..'


'Ini salah mereka..'


'Bukan salah mereka..'


'Ini salah mereka..'


Kata kata itu terus terngiang ngilang dikepalanya Tanaka sambil memikirkan perkataan gadis yang ia temui.


'Jika apa yang dikatakan gadis itu benar maka..' batin Tanaka yang mencoba kemungkinan yang ada.


***


Unknown Place.


Disisi lain terlihat kalau Link dan Seth sedang berdiri diatas gundukan tanah dan diiringi oleh sorenya hari ditempat itu.


Terlihat kalau Link sudah dilepas oleh Seth setelah ia menangkap Link sebelumnya.


"Aku benar benar terkejut, Link.."


"Kau membawa hidupnya Tanaka yang diawasi langsung oleh Kami-Sama untuk menghentikan eksistensi bodoh itu.." ujar Seth yang segera memasukan kedua tangannya pada saku jaketnya.


Terlihat kalau ia memiliki kulit sawo matang dengan sebuah tato air mata mengalir pada pipinya.


Ia juga terlihat menggunakan jaket hitam dengan aksen biru merah dengan syal berwarna ungu miliknya.

__ADS_1


"Apa kamu khawatir jika kau tidak bisa melakukan sesuatu sesuai keinginanmu ? atau kau hanya ingin BERMAIN PERMAINAN ANEH YANG KAU PELAJARI DARI ORANG ITU.." ujar Seth dengan senyum gelap ketika menatap Link saat ini.


"APA ITU BAJU BARU !?" teriak Link dengan kagum akan apa yang ia lihat soal penampilannya Seth.


"Kau terlihat seperti orang pengangguran, lihat betapa nyamannya ini" ujar Link yang mulai melihat lihat pakaiannya Seth sambil memegang syalnya.


"AGGHHH !! APA KAU MENDENGARKANKU !?" teriak Seth dengan kesal sambil menarik syalnya itu dari Link.


"MARI KITA POTONG MOMEN BODOH INI !! AKU AKAN LANGSUNG PADA INTINYA !!" teriak Seth yang benar benar kesal dengan tingkahnya Link.


Langsung saja Seth mulai menurunkan sesuatu dari atasnya dan menunjukkannya pada Link.


"Ini.." gumam Link yang memasang wajah serius kali ini, sebab yang ia lihat saat ini adalah jiwanya milik Cross.


Terlihat kalau jiwa Cross memiliki dua warna yang berbeda yaitu setengah merah dan setengah putih.


"Aku harusnya sudah lama menghancurkan benda 'ini' tapi aku tidak melakukannya karena suatu alasan.."


"Kita bisa membuat genjatan senjata, Link."


"Tidak ada lagi kreasi, tidak ada lagi kehancuran" ujar Seth dengan serius.


"Apa kita pernah melakukan itu ? pffftt.. maaf, aku tidak mengingatnya" ujar Link yang ceria seperti biasanya.


"SEMUANYA BAIK BAIK SAJA SAMPAI KAU MENEMUKAN AU BARU YANG KAU TEMUKAN DAN KAU MENCOBA MENGGANGGUKU LAGI !!" teriak Seth dengan penuh kesal sambil mengangkat kedua tangannya.


"Benar benar momen tak terduga.. kurasa.." gumam Link sambil memegang dagunya.


"TIDAK !! KAU YANG MULAI BERBICARA PADAKU SETIAP WAKTU TENTANG TEMAN BARUMU DAN PERMAINAN MENARIK PAYAH MILIKNYA ITU !!"


"DAN SETELAH DUNIA MENJIJIKAN ITU HAMPIR HANCUR KAU MEMILIH UNTUK MELINDUNGI EKSISTENSI ITU YANG KAU SEBUT 'CROSS' ITU !!" teriak Seth sambil menunjuk Link.


"Aku tahu !! kita bisa berbagi syal sekarang juga !!" balas Link yang mulai membuka syal miliknya.


"...."


Tentu hal ini membuat Seth terdiam dengan mulut terbuka ketika melihat tingkahnya Link, hal ini tentu membuatnya semakin curiga dengan Link dan segera menatapnya dengan wajah serius.


Tentu hal ini membuat Link seketika terdiam dan kembali mengikat kembali syal miliknya itu sambil menatap Seth dengan serius.


"Itulah kenapa aku memilih untuk ikut campur.."


"Aku tidak berpikir kau dengan 'Eksistensi' itu hanya mencoba untuk menghentikan Cross, kau.. kau melakukan ini untuk sesuatu yang lebih dari 'Bertingkah Seperti Pahlawan' bukan ?"


"Jika kamu berpikir untuk menambah Anomali lagi, kau akan menyesal karena sudah menghancurkan genjatan senjata kita"


"Aku sudah membuat janji denganmu.. ingat itu.."


Langsung saja Seth mulai merentangkan kedua tangannya sambil menunjukkan senyum jahatnya pada Link.


"Aku akan mengambil alih SEMUA sebagai bonekaku dengan mudahnya, menghapus SEMUANYA selamanya.. tapi aku ingin melihat permainan yang kau mulai itu, Link.."


"Setelah aku menemukan rahasia dibalik dunia itu, aku akan bersiap untuk BERSENANG SENANG layaknya dimasa lalu"


Tepat setelah mengatakan itu Link segera mengatakan sesuatu seolah tidak pernah mendengar semua perkataannya.


"Baiklah, Seth terserah.. bisakah aku pergi sekarang ?" tanya Link dengan senyum diwajahnya.


Namun Seth mengetahui kalau senyum itu berbeda dari yang biasa ia pakai sebelumnya.


"Pergilah dari pandanganku sebelum aku melakukan sesuatu padamu.."


Langsung saja Seth membuat sebuah portal dengan bentuk aneh layaknya sebuah layar rusak dan membiarkan Link pergi melewati portal tersebut.


Link yang melihat ini segera masuk kedalam portal itu dan mulai menginjakkan kakinya ditempat dimana ia menyuruh kedua Tanaka itu untuk kemari.


Segera Link mulai pergi dari sana meninggalkan Seth yang sedang menatap tajam kearahnya.


'Hmm.. menyebalkan..'

__ADS_1


***


Beberapa menit kemudian terlihat kalau Link sedang memegang kuas kecilnya dan segera memperbaiki baju Tanaka lain itu dengan kuasnya.


"Baiklah, sekarang kau terlihat seperti kau habis dilukis, hehehe.." ujar Link yang senang ketika melihat ini.


"Ohh.. sungguh teknik yang berguna.." ujar Tanaka yang melihat kalau bajunya Tanaka lain itu sudah selesai diperbaiki.


"Baiklah, sekarang kau bisa bersembunyi dari boss mu itu selama sisa hidupmu" ujar Link dengan senyum diwajahnya.


"Aku justru penasaran siapa bossmu itu sebenarnya.." gumam Tanaka yang mendengar ucapannya Link sambil melirik kearah dirinya yang lain.


"Ughh.. sebenarnya aku.. tidak bisa.." ucapnya dengan gugup dan itu justru membuat Link kebingungan atas apa yang ia dengar saat ini.


"Ha.. diriku yang kasar itu akan ikut bersama kita, dia khawatir kalau dia sendirian disini.." ujar Tanaka yang menjelaskan situasinya pada Link.


"Dia Ingin memberikan sebuah tendangan pada bokongnya karena sudah dipermainkan olehnya" ujar Tanaka dengan nada bercanda.


"HEI !!" keluh Tanaka lain itu dengan kesal.


"Be.. Benarkah ? woah !! kita akan menjadi sebuah tim !!" ujar Link dengan bahagia.


"A.. AKU PIKIR KALAU AKU TERLALU BERSEMANGAT SEKARANG !!" ujar Link yang terlihat senang sambil mengeluarkan air matanya.


Namun ketika melakukan itu tiba tiba saja ia terlihat sedang menahan sesuatu pada mulutnya.


"Oh tidak.. dia sepertinya akan mengeluarkannya.." ujar Tanaka yang melihat ini dari kejauhan.


"UWEEEHHHH !!"


Tepat ketika mengatakan itu Link mulai muntah tinta dari mulutnya, tentu hal ini membuat Tanaka lain itu tersentak ketika melihat pemandangan ini.


"Apa yang sebenarnya terjadi padamu, Sialan !?" ujar Tanaka itu dengan mata penuh rasa jijik pada Link.


"Kau akan terbiasa dengan itu.." ujar Tanaka ketika mendengar ini.


Langsung saja ia segera berdiri dari tempatnya dan mulai bertanya sesuatu pada Link.


"Hei Link.. kemana kita akan pergi sekarang ?"


"Cross mungkin saja sudah kembali pada dunianya dengan Frost Wind dari tempat ini" balas Link sambil menoleh kearah Tanaka.


"APA !? apa yang kau maksud dengan itu !? aku melihat bagaimana dia menghancurkan segalanya !!" teriak Tanaka lain itu dengan tidak percaya akan apa yang ia dengar saat ini.


"Bukan seperti itu konsepnya, dia sebenarnya mengambil beberapa kode dari duniamu yaitu Frost Wind dan mengirimnya ke dunia kosong miliknyaitu" jelas Link pada mereka.


"Aku mengerti semuanya dan dia pasti akan mengambil beberapa kepingan kode dari semua AU untuk membuat dunianya sendiri, karena.."


"Tunggu apa yang kita bicarakan sebelumnya ?" tanya Link yang pikirannya teralih ketika ingin mengucapkan sesuatu pada mereka.


"Ha.. jika Cross disana, maka kita bisa memberinya kejutan sebelum ia pergi ke AU lain" ujar Tanaka yang menghela nafas ketika mendengar ini.


"Itu sepertinya tidak mungkin.." ujar Link dengan nada khawatir.


"Sebab dunianya begitu besar dan jelas jelas sangatlah kosong, jadi mencari Cross dan Frost Wind akan memerlukan waktu yang lama" lanjut Link pada Tanaka yang hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Dan kita tidak perlu mengambil resiko seperti itu apalagi kau hanya memiliki setengah jiwa saja"


'Benar juga..' batin Tanaka ketika mendengar perkataannya Link.


'Sebentar, kenapa aku bisa berpikir seperti itu ?' batin Tanaka yang kebingungan saat ini.


"Hei.. aku tidak punya banyak waktu seharian, apa kita akan pergi atau apa ?" tanya Tanaka lain itu dengan kesal.


Mendengar ini tentu membuat Link mulai melipat kedua tangannya sambil memasang wajah serius ketika memikirkan rencana selanjutnya.


"Hmm.. sebenarnya aku tidak tahu AU mana yang akan Cross kunjungi kali ini.." ujar Link yang terlihat serius kali ini.


"...."

__ADS_1


"...."


"Kau serius ?"


__ADS_2