The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 89


__ADS_3

Keesokan harinya terlihat kalau Tanaka dan Asuna sedang berada diasrama perempuan, tentu Tanaka kemari secara diam diam atau bisa dibilang ia menggunakan teleportasinya untuk pindah kekamarnya Asuna saat ini.


Terlihat kalau kaki kirinya Asuna dipasang sebuah gips disana, langsung saja Tanaka mulai mengetuk ngetuk gips milik Asuna.


"Tanaka-Kun.. apa yang kau lakukan ?" tanya Asuna yang melihat tingkah Tanaka saat ini.


"Tidak ada.. hanya memastikan kalau gips ini aman untuk kakimu, itu saja.." balas Tanaka dengan wajah serius.


"Tanaka-Kun.. kau berlebihan aku hanya keseleo saja.." kata Asuna yang pusing melihat tingkah Tanaka yang berlebihan saat ini.


"Dan lagi kau tidak perlu membuatku tidak masuk sekolah hanya luka seperti ini, Tanaka-Kun.." lanjut Asuna.


Tentu setelah Asuna dibawa oleh Tanaka menuju UKS langsung saja Perawat yang ada disana memeriksa luka yang dialami oleh Asuna hanyalah luka ringan saja.


Namun karena Tanaka ngotot dia memaksa Perawat itu menggunakan gips sampai izin tidak masuk sekolah, tentu Perawat itu tidak punya pilihan lain dan hanya bisa menuruti permintaannya Tanaka.


"Kau benar.. sepertinya aku berlebihan.." gumam Tanaka yang juga sadar akan sikapnya yang sedikit berlebihan ini.


'Kau baru menyadarinya sekarang !!!' batin Asuna dengan kesal.


"Apa ini karena keadaanku dimisi sebelumnya ?" tanya Tanaka pada dirinya sambil memiring kepalanya dengan bingung.


"Meskipun aku tahu dunia apa itu dari Ritsu dan yang lainnya, namun tetap saja aku masih penasaran mengenai ini, bagaimana kau bisa sembuh secepat itu ?" tanya Asuna dengan wajah serius.


"Yada-San dan Kanzaki-San pernah bercerita padaku kalau tangan kananmu itu patah, namun kau sembuh hanya dalam 3 hari saja, apa kau memiliki sebuah skill penyembuhan ?" tanya Asuna dengan suara pelan karena ini terkait dengan supranatural.


"Tidak.. lebih tepatnya itu skill pasifku yaitu Sloth" balas Tanaka sambil meregangkan badannya.


"Entah kenapa aku bisa menebak fungsi dari skill itu.." gumam Asuna yang memasang wajah aneh ketika mendengar nama skill milik Tanaka.


Ia menyimpulkan kalau skillnya Tanaka akan aktif bila dia bermalasan, maka semua luka yang dialami oleh Tanaka akan mempercepat proses penyembuhannya itulah yang ia pikirkan saat ini.


"Mahh.. aku tidak peduli soal itu, yang lebih penting lagi Tanaka-Kun, bagaimana pandanganmu tentang Mary-Chan ?" tanya Asuna dengan serius.


"Ha ? kenapa kau membahas itu ketika aku bersamamu?" tanya Tanaka yang bingung dengan pertanyaannya Asuna saat ini.


Namun bukan sebuah jawaban melainkan sebuah tatapan tajam yang Asuna berikan padanya ketika mendengar pertanyaannya Tanaka.


Melihat iini Tanaka hanya bisa menghela nafas lelah dan mulai menjawabnya dengan jujur.


"Se.. Sebelum menjawab pertanyaanmu itu.. bisakah kau tidak marah padaku ?" tanya Tanaka dengan gugup.


Asuna yang mendengar ini sedikit bingung apalagi ketika melihat tingkanya Tanaka, langsung saja dia mulai menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.


Tanaka yang melihat ini mulai menyiapkan hatinya dan segera menjawab pertanyaan Asuna dengan wajah serius walau ada sedikit rona merah dipipinya.


"Sebenarnya Kikakujo-San adalah tipe wanita yang aku sukai, Asuna.."


"...."


***


Disisi lain Mary yang saat ini sedang berada dilorong Asrama sambil membawa keranjang penuh buah ditangannya.

__ADS_1


Tentu tujuannya yaitu untuk menjenguk sepupunya yang sedang sakit soal kejadian kemarin, ia tidak habis pikir kalau Tanaka akan memanjakan Asuna sebegitu parahnya sampai ia tidak masuk sekolah hari ini.


"Ha.. entah mengapa aku merasa kalau Asuna sangat beruntung memiliki Tanaka-Kun disisinya.." gumam Mary dengan nada lelah.


"Mungkin aku akan minta saran saja padanya supaya aku bisa lebih dekat dengan Tanaka-Kun.." gumam Mary dengan penuh tekad.


Ketika Mary sudah dekat dengan kamarnya Asuna langsung saja ia mulai mengetuk pintunya, namun sebelum Mary mengetuk pintunya ia tiba tiba saja mendengar suara Asuna dari dalam kamarnya.


"Yang lebih penting lagi Tanaka-Kun, bagaimana pandanganmu tentang Mary-Chan ?"


Tentu Mary yang mendengar ini seketika menghentikan tangannya ketika akan mengetuk pintunya dan memilih untuk mendekatkan kupingnya pada pintunya.


Namun ia tidak mendengar perkataan mereka karena mereka berbicara dengan suara pelan, ketika ia mencoba untuk membuka pintunya secara pelan tiba tiba saja ia mendengar suara Tanaka.


"Sebenarnya Kikakujo-San adalah tipe wanita yang aku sukai, Asuna.."


Tentu Mary yang mendengar perkataannya Tanaka seketika terdiam dengan wajah terkejut dengan apa yang ia dengar saat ini.


***


"Kau tahu wanita yang terlihat kikuk, mudah malu ketika didekat membuatku merasa ingin melindunginya"


"Meskipun aku tahu kalau dia sebenarnya berusaha untuk menyembunyikan sesuatu tentang dirinya tanpa ia sadari saat itu juga" balas Tanaka dengan serius.


Asuna yang mendengar ini tentu membelakkan kedua matanya ketika melihat betapa jujurnya Tanaka ketika memberitahukan soal perasaan yang dirasakan olehnya saat ini.


"Namun aku mengetahui sesuatu darinya dan itu adalah masalah hatinya yang masih terjerat karena sebuah masalah yang masih belum bisa ia selesaikan"


"Bahkan ia memilih untuk memendamnya sembari menghindari masalah yang ia hadapi saat ini" lanjut Tanaka dengan senyum diwajahnya sambil menoleh kearah luar jendela.


Tentu yang Tanaka maksud disini untuk berteman dengannya karena ia melihat kalau Mary sebenarnya masih terjebak pada masa lalunya dan memilih untuk berteman dengannya terlebih dahulu.


Mendengar jawaban langsung dari mulutnya Tanaka tentu membuat Asuna terdiam lalu segera melihat tangannya sendiri yang saat ini masih ia genggam.


"Nee.. Tanaka-Kun ?" panggil Asuna tanpa melihat kearahnya.


"Hmm.." balas Tanaka dengan singkat.


"Jika kita tidak bertemu waktu itu, apa kau masih akan memperlakukanku seperti ini ?" tanya Asuna.


Tanaka yang mendengar ini mulai menoleh kearahnya dan sedang memasang wajah sedih saat ini, Tanaka yang melihat ini langsung mendekatkan dirinya pada Asuna dan mulai menciumnya tepat dibibirnya.


Asuna yang merasakan ini tentu terkejut hingga ia membelakkan kedua matanya melihat aksi Tanaka saat ini dan memilih untuk menikmati ciumannya dengan Tanaka.


Setelah 2 menit mereka berciuman tanpa nafsu sama sekali langsung saja mereka mulai memisahkan bibir mereka hingga jaring air liur mereka terlihat setelah selesai berciuman.


"Ahh.. tentu saja, karena kau adalah salah satu tipe wanita yang baru saja aku bicarakan sebelumnya, Asuna.." balas Tanaka dengan senyum lembut diwajahnya.


"Kau tahu waktu itu aku tidak mendekatimu karena waktu itu aku masih menyibukkan diriku dengan latihan dan mengabaikan sekitarku termasuk kedua orang tuaku kecuali adikku" lanjut Tanaka sambil mengusap pipinya Asuna.


Tentu Asuna yang mendengar ini terkejut bukan main ketika Tanaka mengatakan kalau dirinya sudah termasuk kedalam tipe wanita yang Tanaka inginkan.


"Meskipun aku berbeda dengan 'itu' kau masih tetap ingin memperlakukanku seperti ini ?" tanya Asuna kembali dengan suara pelan.

__ADS_1


Yang Asuna bicarakan saat ini yaitu tentang versi dirinya pada cerita original miliknya, ketika mengetahui ini ia merasa kalau dirinya saat ini bukanlah Asuna yang Tanaka inginkan.


Tentu Asuna yang Tanaka kenal saat ini merupakan salah satu Asuna versi lain dari versi asli animenya atau bisa dibilang Alternatif Universe (AU).


Ketika Tanaka tiba didunia ini ia merasa ada yang berbeda dengan beberapa orang yang ia kenal hingga saat ini, mulai dari dirinya yang memiliki tinggi badan yang lebih tinggi dari animenya walau beda beberapa centi saja.


Lalu dari sifat seperti Ohta, Echizen, Asuna, Shiraishi, Kanzaki, Ritsu, Yada dan masih banyak lagi, apalagi ketika bertemu dengan beberapa karakter anime yang ia kenal memiliki sifat yang berbeda dengan animenya walaupun itu hanya sedikit.


Ia mulai berpikir kalau kalau Dunia yang ia tinggali saat ini memang sudah dirancang oleh Kami-Sama untuk dirinya agar ia bisa lebih bersantai lagi ketika menjalankan misi dari grup chatnya nanti.


"Ahh.. aku akan menyukaimu apa adanya Asuna, jadi jangan pernah berpikir seperti itu lagi, mengerti ?" balas Tanaka yang tersenyum lembut sambil memeluk Asuna dengan erat tanpa menyakitinya.


Asuna yang mendengar ini tentu mulai menitikkan air matanya dengan bahagia dan mulai memeluk Tanaka.


Ia bahkan sudah membuat pilihan tepat untuk menyukai seseorang seperti Tanaka dalam hidupnya setelah perjuangan yang ia lalui hingga saat ini.


'Kami-Sama.. aku berjanji.. apa pun yang terjadi, aku akan tetap mencintai Tanaka-Kun apa adanya' batin Asuna yang membuat janji pada dirinya.


Tanaka yang merasakan Asuna tidak memiliki banyak pikiran dikepalanya mulai tersenyum dengan lega.


Namun ketika mereka sedang berpelukan tiba tiba saja seseorang menerobos masuk kedalam kamarnya Asuna.


Mereka yang mendengar ini tentu melihat kearah suara itu dan melihat Mary yang saat ini sedang membawa keranjang buahnya.


Tentu mereka yang melihat ini segera melepas pelukannya dengan panik, terlihat kalau wajah mereka saat ini memerah ketika melihat Mary didepan mereka saat ini.


"Ma.. Mary-Chan !! i.. ini.. tidak seperti yang kau pikirkan !!" ucap Asuna dengan panik ketika Mary melihat semuanya saat ini.


"Ka.. Kau benar.. i-"


Namun sebelum Tanaka menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja mulutnya ditutup oleh sesuatu, tentu saat ini mulutnya tertutup karena Mary tiba tiba saja mencium Tanaka.


"!!!"


"!!!"


Tentu hal ini membuat Tanaka dan Asuna yang melihat ini terkejut bukan main, setelah cukup lama Mary mencium Tanaka ia mulai melepas ciumannya dan mulai melihat Tanaka dengan mata penuh tekad saat ini.


"Tanaka- tidak Tanaka Yuki dengarkan aku, mulai hari ini dan seterusnya aku Kikakujo Mary mulai menyatakan diriku sebagai salah satu tunanganmu" kata Mary dengan senyum diwajahnya saat ini.


Baik Tanaka maupun Asuna yang mendengar ini tentu terdiam ketika mendengar semua yang Mary katakan pada Tanaka saat ini.


"Aku sudah memilih untuk membuang semua masalah mengenai masa laluku dan memilih untuk maju kedepan bersama denganmu dan juga yang lainnya dimasa depan nanti" lanjut Mary dengan serius.


"Dengan ini aku membuang gelarku sebagai 5 pedang tertinggi dan memilih untuk menjadi tunanganmu dengan alasan jatuh cinta pada pandangan pertama" ujar Mary dengan senyum lembut diwajahnya saat ini.


"Mulai sekarang dan kedepannya tolong jaga aku, Danna-Sama.." ucap Mary yang tersenyum sambil mengangkat sedikit roknya ala bangsawan pada Tanaka.


"...."


Tentu mereka yang mendengar deklarasi nya Mary pada Tanaka terdiam, apalagi melihat betapa beraninya Mary mengatakan ini tepat didepannya Tanaka saat ini.


"Nee.. Asuna.. sepertinya dia lebih berani dari pada dirimu yang dulu.." bisik Tanaka yang melihat ini.

__ADS_1


"Tanaka-Kun !!" teriak Asuna yang terkejut ketika mendengar ini.


Sedangkan Mary yang mendengar perkataan Tanaka hanya bisa tertawa pelan apalagi ketika melihat kejenakaannya Tanaka ketika bersama Asuna.


__ADS_2