
"Ha.. aku tidak menyangka kalau toko itu mengeluarkan menu baru" ucap Ohta yang mengingat rasa donat yang ia makan waktu itu.
"Hmm.. kau benar Ohta-Kun, rasanya benar benar enak apalagi Rasa Oreo Strawberry mereka" balas Asuna sambil memegang kedua pipinya ketika mengingat rasa donat itu.
"Ha.. bilang saja kalau kau senang ketika aku membayar makananmu, Asuna" sahut Tanaka sambil menghela nafas ketika mengingat Asuna makan donat hingga 2 nampan sebelumnya.
"Tentu saja.. terima kasih Tanaka-Kun kau benar benar baik" balas Asuna yang berterima kasih pada Tanaka sambil tersenyum manis kearahnya.
"Ha.. perut wanita memang seperti lubang hitam ketika menyangkut soal makanan manis, mereka tidak akan pernah bisa berhenti mengonsumsinya" ucap Tanaka sambil menghela nafas ketika melihat tubuhnya Asuna masih langsing setelah makan banyak donat sebelumnya.
"Fufufu.. kalau soal manisan wanita adalah nomor 1" balas Asuna sambil tersenyum dengan bangga ketika mendengar ucapannya Tanaka.
"Benar.. soal manisan wanita adalah nomor 1" balas Ohta yang setuju dengan perkataannya Asuna.
"Aku rasa kata kata itu tidak berlaku padamu Ohta, bahkan jika kita membahas makanan manis kau pasti lebih feminim dari kebanyakan wanita" gumam Tanaka sambil menatap Ohta dengan datarnya.
"Ohh iya.. Tanaka-Kun, dari mana kau mendapatkan uang sebanyak itu, bahkan kau membayarnya menggunakan kartu kreditmu, apa kau menabung ?" tanya Asuna yang mengingat kejadian didalam toko donat sebelumnya.
"Ahh.. itu.. sebenarnya aku mendapatkan uang dari sebuah game yang aku buat sebelumnya, itu saja" balas Tanaka sambil mengangkat kedua bahunya.
"Ehh.. kau membuat game ya Tanaka ? aku tidak menyangka, kalau boleh tahu apa nama game itu ? biar aku mencobanya nanti dirumah bersama adikku" tanya Ohta yang mendengar perkataan Tanaka sebelumnya, bahkan ia bangga ketika mendengar ini.
"Game ? aku tidak tahu kalau kau bisa membuat sebuah game Tanaka-Kun ? lalu kapan kamu membuat game itu ?" tanya Asuna dengan bingung ketika mendengar ini.
Namun tetap saja Asuna merasa penasaran ketika mendengar perkataannya tentang Tanaka yang pernah membuat game sebelumnya.
"Ke.. Kenapa kalian sangat penasaran soal itu ?" tanya Tanaka dengan gugup ketika melihat tatapan mereka, seperti mereka dapat melihat seluruh tubuhnya.
"Tentu saja.. aku ingin mencoba game buatan temanku secara langsung, walau itu jelek aku akan tetap memainkannya" balas Ohta dengan wajah serius.
"Kalau aku ingin mengenalkan game itu pada sepupuku nanti, sebenarnya aku dan dia pernah memainkan beberapa game terkenal, makanya aku penasaran" lanjut Asuna yang saat ini sedang menatap Tanaka dengan mata berbinarnya.
Sedangkan Tanaka yang melihat tatapan mereka hanya bisa menghela nafas sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
"Ha.. Undertale" ujar Tanaka sambil meninggalkan mereka.
Tentu mereka yang mendengar kalau Tanaka adalah pembuat game terkenal dengan judul Undertale mulai terdiam sambil menatap Tanaka dengan tidak percaya.
"...."
"DAZAI-SENSEI !! TUNGGU !! KAMI MAU TANDA TANGAN ANDA !!" teriak Ohta dan Asuna yang mulai mengejar Tanaka yang sudah meninggalkan mereka saat ini.
***
"Humu.. humu.. aku yakin Risa-Chan akan iri ketika melihat aku memiliki tanda tangan Dazai-Sensei saat ini" sahut Asuna dengan senang sambil menatap tanda tangan dikertas yang ia pegang saat ini.
"Ha.. kau seharusnya bersyukur karena Dazai-Sensei tidak pernah menampakkan dirinya di depan publik" sahut Tanaka sambil menghela nafas melihat tingkahnya Asuna.
"Untung saja tidak ada siapa siapa waktu itu jika tidak mungkin dunia akan heboh saat ini" lanjut Tanaka yang memasukkan kedua tangannya pada saku celananya.
"Yahh.. kau benar Tanaka-Kun, tapi aku masih tidak menyangka kalau kamu bisa membuat game, apa kau berencana untuk membuat game lain ?" tanya Asuna dengan perasaan bahagia sambil menyimpan tanda tangannya ditas.
"Hmm.. kalau itu entahlah, soalnya aku membuat game dikala sedang bosan saja, tapi aku masih tidak menyangka kalau gameku akan terkenal hingga seluruh dunia ini" balas Tanaka mengingat penghasilannya terakhir kali.
"Yahh.. aku juga tidak menyangka kalau hari ini adalah hari keberuntunganku ketika bersama denganmu, Tanaka-Kun" ucap Asuna dengan senyum diwajahnya.
"Kau benar.. sepertinya keberuntungan selalu mengitarimu, namun tidak denganku" sahut Tanaka dengan kesal ketika mengingat wajah Aeris saat membahas soal keberuntungan.
__ADS_1
'Sepertinya akan ada pesta lagi bila aku berada disana nanti' batin Tanaka yang menginginkan kejadian itu terulang lagi.
Disisi lain Aeris yang mendengar dan melihat ini tentu menggigil sebab ia benar benar takut dengan keberadaannya Tanaka.
"Mahh.. mahh.. yang penting kau sudah berusaha keras, Tanaka-Kun" balas Asuna sambil tersenyum canggung ketika mendengar perkataannya.
Tanpa mereka sadari kalau Tanaka dan juga Asuna saat ini sudah berada diapartemen mereka, langsung saja Asuna mulai mengucapkan selamat tinggal padanya.
"Ahh.. kalau begitu sampai jumpa besok, Tanaka-Kun" sahut Asuna yang melambaikan tangannya pada Tanaka.
"Hmm.. sampai jumpa" balas Tanaka sambil mengeluarkan kunci ruangannya.
"Ohh.. iya Asuna" sahut Tanaka yang tiba tiba memanggil namanya Asuna.
"Iya ?" tanya Asuna yang ikut berhenti membukakan pintunya ketika mendengar Tanaka memanggilnya.
"Terima kasih untuk hadiahnya kemarin, aku menyukainya" balas Tanaka sambil tersenyum kearah Asuna dan segera masuk kehuniannya.
Disisi lain Asuna yang mendengar ini seketika terdiam dan mulai masuk sambil menutup pintunya dengan pelan, namun ia tidak bergerak ketika masuk kehuniannya.
Terlihat kalau tangannya mulai menyentuh dadanya kalau saat ini jantungnya sedang berdegup dengan kencang, bahkan wajahnya terlihat ada rona merah disana ketika memikirkan perkataan Tanaka sebelumnya.
'Aku menyukainya.. aku menyukainya.. aku menyukainya..'
Kata kata itu terus terngiang ngiang dibenaknya setiap kali ia memikirkannya apalagi dengan senyumnya Tanaka, langsung saja wajah Asuna mulai memerah dengan cepatnya.
'KYAAA !! TANAKA MENYUKAINYA !! TIDAK KENAPA AKU MEMIKIRKAN HAL ITU BODOHH !! BODOH !! BODOH !!' batin Asuna yang sedang linglung saat ini.
Terlihat kalau Asuna sedang memegang kedua pipinya ketika memikirkan perasaannya yang saat ini sedang campur aduk antara senang maupun malu.
***
Terlihat kalau Tanaka saat ini sedang memeluk bantal sambil menonton acara televisi, ketika ia memikirkan kejadian sebelumnya tiba tiba saja wajahnya mulai memerah.
Langsung saja Tanaka mulai menutup wajahnya dengan bantal miliknya, bahkan ia tidak menyangka kalau dirinya akan bertindak seperti remaja pada umumnya.
Benar ia saat ini sedang jatuh cinta pada Asuna, namun semua pikiran itu berhenti ketika ia memikirkan Lala dan yang lainnya.
'Hmm.. aku kepikiran apakah Asuna akan menerima kenyataannya kalau aku sebenarnya memiliki tunangan didunia lain, apalagi aku memiliki banyak tunangan disana' batin Tanaka dengan perasaan bersalah ketika memikirkan perasaan Asuna ketika ia mendengar hal ini darinya.
'Master.. apa kau tidak pernah melihat berita di televisi ataupun diinternet ?' tanya Q yang saat ini sedang masih menjadi kalung.
'Hmm ? tidak memangnya kemapa ?' batin Tanaka yang mendengar pertanyaannya.
'Ehmn.. Master.. sebenarnya anda tidak perlu takut untuk mengungkapkan perasaan anda pada Asuna-San' batin Q.
'Ha.. kenapa ? bukankah itu hanya membuatnya sakit hati ketika mendengar kalau aku memiliki tunangan lain diluar sana, apalagi ia tidak terlibat dalam hal supranatural' batin Tanaka dengan wajah serius ketika mendengar perkataannya Q.
'Ehh.. itu memang benar sih Master, tapi..' batin Q dengan gugup.
'Apa itu ?' batin Tanaka dengan serius.
'Tap-'
'APA !?'
'KARENA DUNIA INI MEMPERBOLEHKAN POLIGAMI MASTER !!' batin Q dengan panik memberitahukan hal ini padanya.
__ADS_1
"...."
Tentu Tanaka yang mendengar ini seketika terdiam dan segera mengeluarkan ponselnya sambil mencari beritanya dengan wajah datar.
Ketika Tanaka menemukan beritanya ia mulai kembali membacanya dengan teliti tanpa kesalahan sedikitpun.
Setelah ia menemukannya langsung saja Tanaka mematikan ponselnya.
Setelah mematikan ponselnya langsung saja dia menyimpannya diatas meja lalu segera melempar bantal yang ia pegang kelantai dengan kencangnya.
'YANG BENAR SAJA !!'
'Ma.. Maafkan aku Master !!'
***
Beberapa hari telah berlalu dan hari ini adalah hari dimana seluruh kaum perempuan memberikan coklat pada pria, benar hari ini adalah hari Valentine.
Terlihat kalau Ohta saat ini sedang masuk kedalam kelas dengan baju sekolah yang lebih gelap karena hari ini cuaca mulai dingin.
Tepat ketika Ohta sampai ketempat duduknya terlihat kalau Tanaka baru saja masuk kekelas dengan tangannya yang basah setelah mencuci tangan.
"Ohh.. Ohta pagi" sapa Tanaka dengan tangannya yang basah.
"Ohh.. Tanaka pagi, tumben sekali kau datang sepagi ini apa terjadi sesuatu ?" tanya Ohta yang melihat Tanaka tidak biasanya datang sepagi ini.
"Ahh.. sebenarnya aku datang kesekolah sepagi ini karena aku ingin menghindari para wanita yang melihat kearahku dengan tatapan ganas mereka, itu saja" balas Tanaka yang langsung pergi ke mejanya.
'Walau perempuan dikelas kita masih menatapmu dengan mata lapar mereka ?' batin Ohta yang melihat tatapan para wanita yang mengarah pada Tanaka.
"Hmm.. kanapa kau ingin menghindari mereka ?" tanya Ohta yang mencoba memastikan sesuatu pada Tanaka.
"Mudah.. hari ini adalah hari Valentine" balas Tanaka sambil membuka tasnya untuk mengambil sapu tangannya.
"Valentine, kahh.." gumam Ohta yang berpikir sambil mengelus dagunya.
Disisi lain Tanaka yang sedang membuka kantongnya tiba tiba saja ia melihat 2 coklat didalam kantongnya, melihat ini langsung saja Tanaka mulai mengeluarkan kedua coklat itu.
"Ohh.. sepertinya kau mendapatkan coklat Tanaka" ucap Ohta yang terkejut ketika melihat ada 2 coklat ditangannya Tanaka.
"Aku yakin ini dari adikku, tahun lalu ia pernah melakukan hal yang sama seperti menyimpan coklat dikantong bajuku" sahut Tanaka yang melihat kedua coklat ini.
Yang satu merupakan kotak coklat dengan 6 isi berbagai bentuk didalamnya, dan yang satu lagi merupakan coklat hitam / Black Choco, tentu coklat itu masih mempertahankan bungkus pertamanya ketika dibeli.
"Adikmu ? aku tidak menyangka kalau adikmu memberikan coklat padamu Tanaka"
"Sepertinya adikmu sudah semakin percaya padamu, apalagi ia memberikan coklatnya padamu, Tanaka" balas Ohta dengan kagum ketika mendengar hal ini darinya.
"Iya.. itu memang benar, tapi entah kenapa aku merasa kalau hari ini keberuntunganku akan hilang tanpa diketahui karena coklat ini" gumam Tanaka yang melihat kearah coklatnya dengan tatapan curiga.
"Yoo.. Ohta, Tanaka pa-" sapa Shimura yang tiba tiba berhenti ketika melihat coklat ditangannya Tanaka.
"Oosss.. Ohta, Tanak-" sapa Katou yang ikut berhenti ketika melihat coklat ditangannya Tanaka.
"...."
"TANAKA !! SIALAN KAU !! DARI MANA KAU MENDAPAT COKLAT ITU HAAA !!"
__ADS_1
'Ha.. ada ada aja..'