
"Siapa 'dia' ?"
Tepat ketika Tanaka menanyakan pertanyaan itu suasana menjadi sunyi, bahkan Link pun yang mendengar ini pun juga mulai menatap Tanaka dengan penasaran.
"Dan aku tidak menanyakanmu soal orang lain yang berada didalam tubuhmu itu.." lanjut Tanaka yang mengetahui soal R didalam tubuhnya Cross.
Tanaka mengetahui ini tentu sebab pertemuan pertama mereka ia melihat kalau tubuh Cross dan R tertukar dihadapannya secara langsung itu sendiri.
"Setelah kita bertemu, aku melihat.. seseorang yang cukup menarik, orang itu terlihat seperti orang baik"
"Tapi di lain sisi.. disana ada satu orang lagi.. dan aku harus bilang dia tidak terlihat ramah dan tidak mudah berkawan"
Tanaka yang mulai menceritakan apa yang ia lihat dibeberapa waktu sebelumnya, terlihat ia begitu ragu ketika menceritakan ini pada Cross.
Langsung saja ia mulai menanyakan pertanyaan yang menurutnya akan menjadi masalah utamanya nanti dikemudian hari dengan wajah serius.
"Apakah orang itu melakukan sesuatu padamu ?"
"Kau mungkin bisa bersenang senang drngan jiwaku, tapi jika seseorang seperti 'DIA' memiliki ide yang sama'.."
"Kau ingin tahu apa yang akan terjadi ?"
Tepat setelah mengatakan itu tentu ekspresi dari Cross mulai berubah, ia seketika mulai panik bercampur keringat dan segera melompat mundur dari Tanaka sambil menghilangkan pedang yang ia buat sebelumnya.
"A.. dia tida-"
"CROSS !! DENGARKAN AKU !!" teriak R yang mencoba menenangkan Cross yang panik saat ini.
"Kau bodoh !! dengarkan aku dasar sampah !! dia sedang bermain denganmu !!"
"Kita harus pergi sekarang !! kita sudah punya inti code tempat ini !!" lanjut R yang kemudian melihat Tanaka menghilangkan tengkorak miliknya itu.
Tepat ketika mereka sibuk dengan suasana mereka, Tanaka versi dunia ini mulai terlepas dari kekangan tangan tintanya Link.
"Sial !!" ujar Link yang kesal ketika melihat Tanaka versi lain lepas dari genggamannya ketika ia lengah.
Langsung saja Tanaka versi itu mulai menyerang Tanaka yang terlihat lengah itu dan segera menyerangnya menggunakan tulang dari bawah tanah kearahnya.
Tanaka sendiri yang menyadari ini segera menghindarinya sambil menggunakan telekinesis miliknya untuk menghentakkan dirinya yang lain itu ketanah.
Tentu dirinya yang lain itu mulai terhentak ketanah hingga meninggalkan debu disekitarnya.
"Ok, kau yang pinta itu, Cross.." ujar Tanaka sambil menatap Cross dengan wajah serius.
"Ini waktunya menggunakan serangan spesial milikku"
"CROSS !! KITA BISA PULANG SEKARANG !!" teriak R dengan panik ketika mendengar ini, bahkan ia mencoba untuk menarik lengannya Cross walau ia tidak bisa menggerakkannya.
"Bagus !! kau mendapatkannya, Tanaka !!" ujar Link yang senang ketika melihat ini.
Tepat ketika suasana diantara mereka sedang serius tiba tiba saja sesuatu mulai terlempar dan mulai mengenai wajahnya Cross.
Pluukk !
Tentu itu merupakan sandal miliknya yang ia pakai saat ini, ketika sandal itu mengenai wajahnya Cross seketika suasana menjadi hening disekitar mereka berempat.
Cross yang merasakan ini seketika memasang wajah heran, R sendiri langsung menatap Tanaka dengan wajah heran bercampur aneh.
"Sandal.. serangan spesialmu itu adalah sandal.." ujar Link yang menatap Tanaka dengan wajah datar miliknya..
Tentu awalnya ia sedikit heran ketika melihat Tanaka tiba tiba melepas sandal miliknya, namun melihat apa yang Tanaka lakukan ia hanya bisa terdiam akan apa yang ia lihat saat itu juga.
"Maaf kawan, aku kehabisan ide disini.." balas Tanaka dengan senyum diwajahnya.
"Dengan setengah 'Sole' milikku, aku hanya bisa memberikan tendangan pelan saja padanya.."
"Kau mengerti maksudku, kan ?" ujar Tanaka sambil memberikan kedua telunjuknya pada Link dengan senyum ceria miliknya.
Tentu Link yang mendengar ini awalnya kebingungan, namun setelah mengingat maksudnya Tanaka ia seketika mulai tertawa pelan sambil menutupi mulutnya itu.
Link tahu sebab ia adalah Penjaga AUs dimana ia mengerti semua bahasa dari semua dunia yang ada.
Yang berarti 'Sole' ini merajuk pada permainan kata yang dibuat oleh Tanaka, Soul adalah Jiwa, sedangkan Sole yang dipakai olehnya adalah Sandal.
Link tahu karena cara membaca dan cara mengatakannya hampirlah sama yang dimana ia seketika tertawa ketika mendengar ini.
Di lain sisi Cross seketika kesal karena dipermainkan olehnya dan seketika mengeluarkan pedang merahnya.
Namun pedang merahnya itu tiba tiba saja mulai berubah menjadi pedang besar besi biasa.
"Ughh.. apa yang terjadi ?"
Tepat ketika mendengar suara ini tentu Tanaka dan Link mulai melirik kearah suara tersebut dan melihat Tanaka versi lain mulai sadarkan diri dari pengaruhnya Cross.
__ADS_1
"TIDAK MUNGKIN !!" teriak Cross yang tidak percaya akan apa yang ia lihat saat ini.
Ia benar benar terkejut bahkan R pun juga sama terkejutnya dengan Cross, sebab pedang yang Cross tusukan padanya adalah sebuah skill manipulasi orang atau bisa dibilang mirip dengan puppeter itu sendiri.
"KAU !!" teriaknya yang mengetahui bahwa ia dikendalikan sebelumnya, Link sendiri yang melihat ini mulai bersorak melihat Tanaka versi lain terbebas dari pengaruhnya Cross.
"Kita berhasil !! aku tidak tahu ta-"
Belum juga Link menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja Tanaka versi lain itu mulai menjauhkan Tanaka dan Link dari jalannya dengan mendorong wajah mereka.
"KAU !! KAU AKAN MEMBAYAR ATAS APA YANG KAU PERBUAT !!"
Terlihat kalau Tanaka versi lain itu mulai kesal dan segera mengangkat tangannya keatas dengan kesalnya.
CRAAATT !!
Terlihat tulang dengan ujung yang lancip itu mulai menusuk tangan kanannya Cross.
Merasakan ini ia mulai terduduk ditanah dengan tangannya yang masih menancap pada tulang tersebut.
Disisi lain Tanaka yang merasakan rasa sakit itu mulai memegang tangan kanannya karena setengah jiwanya ada pada Cross.
Melihat ini tentu Tanaka versi lain itu merasa senang ketika melihat ini, di lain sisi Link seketika panik melihat kejadian ini.
"Tidak, tunggu !! jangan lukai dia !!"
WOOOSSHHHH !!
Bukannya dibalas justru Tanaka itu mengeluarkan tengkorak naga yang bersiap untuk menyerang Cross yang terluka saat ini.
Tentu Tanaka dan Link yang melihat ini memasang wajah terkejut, langsung saja tengkorak naga itu mulai menyerang Cross.
BOOOOMMMM !!
Terlihat kalau lasernya itu mulai menyerang Cross, namun sebelum serangan tengkorak itu mencapainya R langsung bertindak dan segera pergi dari sana.
Disisi lain Nightmare yang melihat ini dari kejauhan pun mulai ikut pergi dan segera mengubah tubuhnya menjadi lendir.
Melihat Cross melarikan diri Link seketika terdiam, Tanaka sendiri segera bergerak untuk mengambil sandalnya itu.
"Ughh.. lihatlah kekacuan ini, SIALAN !!" teriak Tanaka versi lain itu dengan penuh rasa kesal.
"Umm.. kami minta maaf.. tapi, setidaknya tidak ada yang mati disini !" ujar Link yang mencoba menenangkan Tanaka versi lain itu.
"Minta maaf.. MINTA MAAF !!"
"FROST WIND SUDAH HANCUR SIALAN !!" teriak Tanaka itu dengan kesal dan segera menarik syalnya Link hingga membuatnya bertambah panik.
"KAU YANG MELAKUKAN INI, KAN !? BAIKLAH !! KAU HARUS MENJELASKAN INI PADA BO-"
Pluukk !
Ketika Tanaka itu sedang mengeluh soal tempat tinggalnya yang hancur sebuah sandal terlempar kearahnya sehingga membuatnya terdiam begitu juga Link.
"Hei.. aku akan menginjakmu menggunakan serangan spesialku, jika kau tidak segera tutup mulutmu itu, kawan.." ujar Tanaka yang melihat versi dirinya ini yang terlihat begitu kasarnya.
"Kau pikir ini sebuah lelucon !?" ujar Tanaka itu yang mulai melepas Link dan segera menunjuk nunjuk kearah bajunya Tanaka.
"KAU MUNGKIN TERLIHAT SEPERTIKU TAPI KAU TERLIHAT LEBIH BODOH DARIKU !!"
Tentu Tanaka yang mendengar ini merasa tersinggung dengan ucapan dirinya versi lain itu dan segera menatapnya dengan wajah serius.
"Apa kau ingin mendengar lelucon yang lain ?"
Tentu Tanaka versi lain itu pun juga mulai memasang wajah serius, terlihat kalau mereka berdua sepertinya akan bertarung habis habisan disini.
"Hei kalian berdua, tenanglah.. " ujar Link yang berada di pinggir mereka berdua.
"Duniamu akan aman, tapi kau dan yang lainnya harus segera mengevakuasi ke Taman Blue Spider Lily yang ada didunia ini demi keselamatan kalian.." ujar Link pada Tanaka lain itu.
"Tanaka ini dan aku aka-"
Sebelum Link menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja tubuhnya dililit oleh benang berwarna biru dan mulai terbawa masuk kedalam portal aneh dibelakangnya.
"LINK !!" teriak Tanaka dengan panik ketika melihat pemandangan ini, tentu hal ini membuatnya dan Tanaka lain terkejut akan apa yang mereka lihat saat ini.
"Apa yan-"
"Bagus.. aku terjebak disini sekarang.." ujar Tanaka sambil melihat sekelilingnya.
Terlihat para warga dunia ini sedang melihat Tanaka dan Tanaka versi lain itu dengan pandangan curiga, bahkan mereka terlihat sedikit menjauh dari mereka berdua saat ini juga.
"Baiklah, aku akan beristirahat sebentar ditempat yang barusan dikatakan olehnya" ujar Tanaka yang langsung melihat kearah dirinya yang lain itu sambil tersenyum kearahnya.
__ADS_1
"Sampai jumpa, diriku yang kasar"
"Hei, tunggu !!"
Tepat ketika Tanaka versi itu akan menghentikan Tanaka, namun tiba tiba saja ia sudah menghilang dari tempatnya itu sambil menggunakan teleportasi miliknya.
Hal ini tentu membuat Tanaka itu terdiam akan apa yang ia lihat saat ini.
KRIIIINGGGG !!
Mendengar suara ponsel berbunyi langsung saja Tanaka itu mulai mengangat teleponnya tanpa melihat siapa yang menelepon dirinya.
"Apa ?" katanya dengan kasar.
"Tanaka.." balas suara wanita dari balik ponsel tersebut.
"A.. Asuna !! ma.. maksudku, Boss !!" ujar Tanaka itu dengan panik ketika mendengar suara tersebut.
"Apa yang terjadi disana ?"
"Frost Wind selalu baik baik saja, tidak ada keanehan ataupun perubahan yang terjadi !!" balas Tanaka itu yang mencoba mengalihkan kenyataannya.
"Lihat kebelakang.."
Tentu Tanaka itu yang mendengar ini seketika terdiam dan segera menoleh kearah belakang dan melihat sebuah tikus dengan kalung peliharaan sambil memegang kamera yang sedang terbaring disisinya.
Melihat ini Tanaka itu seketika terdiam oleh tikus tersebut, ketika melihat ini ia kembali mendengar suaranya Asuna versi itu.
"Aku melihat semua yang kau lakukan.." ujar Asuna itu yang suaranya terdengar berat.
"DAN AKU. TIDAK. SENANG !!"
"A.. Ahh.. B.. Boss.. a.. aku bisa jela-"
"Aku sedang menikmati hari indah ini bersama anak kecil ini, jadi aku akan memberimu kesempatan" potong Asuna dengan serius.
"Aku akan memberimu 10 menit untukmu bersembunyi demi sisa hidupmu itu.."
"KARENA JIKA AKU MENEMUKANMU AKU AKAN MENGGUNAKAN TULANGMU SEBAGAI PAJANGAN PADA API UNGGUN YANG ADA DIRUMAHKU !!"
Tanaka itu yang mendengar ini seketika terdiam dengan wajah ketakutan akan ancamanya Asuna itu.
Tanpa pikir lama lagi Tanaka itu segera menghancurkan kamera yang dibawa tikus itu dengan tulangnya sambil melempar ponsel miliknya itu.
"HEI DIRIKU YANG LAIN !! TUNGGU AKU !!" teriaknya yang langsung menggunakan teleportasinya untuk pindah ketempat yang Link sebutkan sebelumnya.
Ia yakin kalau dirinya yang lain atau Tanaka pasti akan berada disana.
***
Disisi lain Asuna versi lain itu terlihat menggunakan baju yang terlihat seperti preman pada umumnya.
Terlihat ia menggunakan jaket hitam yang lengannya cuma sampai siku, celana ketat dengan sepatu hak hitam, dan gelang duri sebagai aksesorisnya.
Bahkan model rambutnya pun berbeda karena ia menggunakan model kepang.
Disisinya orang yang tadi menghubunginya itu tidak lain adalah Saya versi dunia itu.
"Ehem.."
Mereka berdua yang mendengar ini segera menoleh kearah suara tersebut.
Terlihat anak kecil itu mirip dengan rambut panjang berumur 6 tahun sedang membawa bunga yang terlihat hidup saat ini.
Tentu bunga itu terlihat hidup dan memiliki wajah pada bagian tengahnya walau tidak begitu menyeramkan.
Ia menatap mereka berdua dengan tajamnya sambil menghentak hentakan kakinya beberapa kali.
"Apa ? apa maksudnya itu ?" tanya Asuna yang mencoba untuk tidak kasar didepannya.
"Hmm.. baiklah aku akan memberinya waktu 20 menit.." lanjut Asuna sambil menoleh kearah lain dengan mata tertutup.
Gadis itu yang mendengar ini mulai menepuk keningnya atas sikap kasar Asuna itu.
***
Disisi lain terlihat Link sedang terikat tepat diatas permukaan tanah dengan beberapa benang benang terlilit tepat diatasnya.
"Kau bisa melepaskan ikatan ini, Seth" ujar Link yang terlihat biasa ketika dirinya terikat saat ini.
Tepat setelah mengatakan itu tiba tiba saja seseorang turun dari atas dengan benang sebagai tempat duduknya layaknya sebuah ayunan.
"Aku bisa melihat kalau pertemuan terakhir kita sepertinya sangat tidak berpengaruh seperti yang aku pikirkan.."
__ADS_1
"Kau tidak pernah belajar dari ini, kan ?"