
Keesokan harinya atau lebih tepat sore hari terlihat kalau Nagisa dan yang lainnya sedang berada diujung gua laut sedang berdiri sambil menatap Irina yang saat ini sedang memandang lautan.
Banyak kejadian yang tidak terduga terjadi kemarin seperti setengah dari kelas E mulai keracunan, lalu sebagian Kelas E yang mulai menyusup untuk mengalahkan dalang semua kasus ini yang tidak lain adalah Takaoka dan masih banyak lagi.
Namun kali ini kasusnya berbeda karena hari ini atau lebih tepatnya sore ini mereka semua ingin menjodohkan Irina dengan Karasuma.
"Nyuhuhuhu.. semuanya mari kita bersiap untuk membantu Irina-Sensei" ucap Koro-Sensei dengan senyum gelapnya, begitu juga dengan yang lainnya.
"Tapi aku tidak melihat Dazai-Sensei dari kemarin, kemana dia ?" tanya Sumire sambil melihat sekelilingnya.
"Benar.. setelah kejadian itu dia tidak pernah terlihat hingga saat ini" balas Kimura yang ikut mencarinya juga.
"Apa karena racun yang ia berikan waktu itu ?" tanya Yada yang mengingat kejadian kemarin.
"Racun ? bukankah racun yang kita minum itu adalah dari Takaoka waktu itu bukan ?" balas Maehara dengan bingung.
"Ahh.. soal itu sebenarnya kalian semua sudah meminum racun khusus dari Dazai-Sensei yaitu obat depresi" ujar Fuwa yang menceritakan kejadiannya pada mereka yang pingsan waktu itu.
"Obat depresi ? pantas saja aku merasa melihat wajah Dazai-Sensei yang kecewa waktu aku pingsan" gumam Kirara yang depresi ketika mengingat kejadian itu.
"Aku juga.." gumam Sumire yang mulai depresi ketika mendengar itu.
"Apa karena itu kita tidak melihatnya disini dari kemarin ?" gumam Fuwa yang mulai curiga dengan sikapnya Dazai.
"Entahlah.." balas Sugaya yang terdiam ketika mendengar ini, begitu juga dengan yang lainnya.
"Semuanya.. biarkan Dazai-Sensei untuk sendiri terlebih dahulu" ujar Koro-Sensei yang mendengar pembicaraan mereka semua.
"Mengingat kejadian kemarin aku yakin kalau dia saat ini merasa bersalah karena tidak memberitahukan itu dulu pada kalian sebelumnya" jelas Koro-Sensei sambil tersenyum kearah mereka.
"Yang bisa kita lakukan saat ini hanyalah membiarkan dia sendiri terlebih dahulu" lanjut Koro-Sensei sambil memainkan tentakelnya.
Tentu mereka yang mendengar ini sedikit enggan, namun mereka lebih memilih untuk mendengarkan Koro-Sensei kali ini, melihat ini langsung saja Koro-Sensei mulai melanjuti penjodohan Irina dan Karasuma.
"Kalau begitu semuanya sudah waktunya kita menjalankan rencana penjodohan mereka" lanjut Koro-Sensei pada mereka semua.
"Ya !!"
***
Beberapa saat telah berlalu dan terlihat kalau Kelas E dan Koro-Sensei sedang berbicara dengan Irina mengenai masalah pakaiannya.
"Yang pertama cara pakaian *****-Sensei itu dari awal sudah tidak benar" sahut Maehara yang melihat pakaian Irina yang terlihat seksi saat ini.
"Benar benar.. kalau terbuka terlihat bagus, kan ?" balas Nakamura.
"Karasuma-Sensei tidak akan suka itu karena dia adalah pria jepang tradisional, harusnya *****-Sensei berpakaian rapi ketika didepannya" saran Nakamura mengenai penampilannya Irina.
"Be.. Berpakaian rapi kah.." gumam Irina yang mendengar saran Nakamura.
"Berpakaian rapi.. yang berarti Kanzaki-Chan kah.. " ucap Nakamura sambil melihat foto diponselnya, tentu Kanzaki yang mendengar ini langsung melihat kearahnya.
"Kalau bajumu yang kemarin sudah kering, boleh kami pinjam ?" tanya Nakamura sambil menunjukkan foto Kanzaki padanya.
"Iya boleh kok.." balas Kanzaki sambil tersenyum kearah Nakamura.
***
Beberapa saat telah berlalu setelah pakaiannya Kanzaki kering langsung saja Nakamura mulai memberikannya pada Irina untuk digunakan olehnya.
"Tuh kan, cuma dengan ganti pakaian.." ucap Nakamura yang terhenti ketika melihat pakaian Kanzaki yang digunakan oleh Irina justru terlihat seksi dipakainya.
"KE.. KENAPA MALAH TAMBAH SEKSI !!" teriak mereka yang terkejut ketika melihat postur tubuhnya Irina.
"Lagipula ukurannya sudah jelas berbeda lah.." ucap Sugaya yang melihat postur tubuhnya Irina.
"Saat memikirkan Kanzaki memakai pakaian seksi seperti itu.." ujar Okajima yang mimisan sambil melihat kearah Kanzaki yang saat ini sedang menutup wajahnya dengan malu ketika mendengar perkataannya.
"Aku yakin.. Kanzaki-San ingin menggoda Dazai-Sensei dengan baju itu, melihat kau berusaha ingin mendekatinya" lanjut Koro-Sensei yang mulai menepuk pundaknya sambil menggodanya
"Ti.. Tidak !! bukan begitu !!" teriak Kanzaki dengan malu, namun hal itu justru tidak di dengar oleh para gadis dan justru semakin menjahilinya.
Tentu hal itu membuat Kanzaki semakin malu hingga asap mengepul tepat diatas kepalanya ketika mendengar ucapan Koro-Sensei dan temannya yang terus menggodanya itu.
Langsung saja mereka mencoba berbagai cara untuk membantu Irina, namun mereka semua saat ini buntu ketika melihat Karasuma tidak memiliki celah sama sekali soal percintaan.
__ADS_1
Tentu Koro-Sensei tidak menyerah sampai disini ia mulai melakukan rencana lain untuk menjodohkan mereka berdua yaitu dengan makan malam romantis.
Tentu rencana ini dibantu oleh murid murid Kelas E agar penjodohan mereka berdua berjalan dengan lancar, baik itu tata rias Irina maupun meja dan peralatannya.
Awalnya semuanya baik baik saja ketika makan malam, namun semua kacau karena Irina membuat suasananya menjadi suram diantara mereka berdua.
Hal ini membuat sebagian Kelas E dan Koro-Sensei mulai mengejeknya karena sudah menghancurkan suasananya, tentu Irina yang mendengar ini mulai kesal dan mulai memarahi mereka.
Ketika mereka sedang kesal tiba tiba saja Kurahashi melihat Dazai yang berada ditepi pantai dengan baju assassin miliknya sambil membawa 2 gelas kaca Champage Flute yang diisi jus leci dan juga wine ditangannya.
"Nee.. semuanya lihat disana" gumam Kurahashi sambil menunjuk kearah Dazai.
Tentu mereka yang mendengar ini mulai melihat kearah Dazai yang ditunjuki oleh Kurahashi sebelumnya, terlihat kalau Dazai saat ini sedang melihat matahari terbenam dengan raut wajah sedih dan mata kosong saat ini.
"Dazai-Sensei terlihat sedih hari ini.." gumam Yada yang melihat Dazai sedih.
"Hmm.." balas Kurahashi yang menganggukkan kepalanya ketika melihat ini.
"Apa kita tidak bisa apa apa mengenai ini ?" tanya Kataoka dengan nada sedih.
Tentu mereka yang melihat ini mulai merasa sedih dengan kejadian waktu itu, langsung saja mereka mencoba meminta Kanzaki untuk berbicara padanya.
"Nee.. Kanzaki-San kenapa tidak kau bantu Dazai-Sensei saja untuk menenangkan dirinya ?" tanya Irina yang mulai melihat kearah Kanzaki.
"Iya.. itu benar" balas mereka yang setuju dengan Irina.
"A.. Anu itu.." gumam Kanzaki dengan panik, namun sebelum Kanzaki menjawab tiba tiba saja Koro-Sensei menepuk kepalanya Kanzaki.
"Kanzaki-San.. semuanya.. biar Sensei yang urus ini.. kali ini kasusnya berbeda dari apa yang kalian pikirkan" balas Koro-Sensei yang menepuk kepalanya Kanzaki lalu segera meninggalkan mereka dan mulai pergi kearah Dazai.
Tentu mereka yang mendengar ini hanya terdiam sambil membiarkan Koro-Sensei pergi untuk mengajak bicara pada Dazai saat ini.
"Ada apa Dazai-Sensei ? kau terlihat sedih dari kemarin.." tanya Koro-Sensei sambil berjalan kearahnya.
"Koro-Sensei kah.. mau minum denganku ?" tanya Dazai sambil memberikan segelas wine yang ada ditangan kirinya pada Koro-Sensei.
Tentu Koro-Sensei yang melihat ini mulai mengambilnya sambil berdiri disebelah Dazai dan ikut menatap matahari terbenam bersama sama dalam waktu yang cukup lama.
Disisi lain kelas E dan Irina yang melihat ini mulai memandang Koro-Sensei dan Dazai dengan serius, namun tiba tiba saja Karasuma datang dari belakang mereka.
"Ada apa ini ?" tanya Karasuma yang penasaran ketika melihat mereka berkumpul saat ini.
"Tsuuuttt... Karasuma-Sensei jangan berisik.." gumam Isogai sambil menunjuk Dazai dan Koro-Sensei.
Tentu Karasuma yang mendengar ini bingung namun ketika melihat Koro-Sensei dan Dazai sedang berdiri disana dia mulai mengerti apa maksud mereka saat ini.
"Dazai-Sensei terlihat sedih belakangan ini.. makanya Koro-Sensei berusaha untuk menenangkannya.." gumam Kaede yang menjelaskan ini pada Karasuma.
"Jadi begitu.. apa soal kejadian waktu itu ya ? mungkin aku berlebihan padanya" gumam Karasuma yang mengingat kejadian waktu itu.
Tentu mereka yang mendengar ini hanya menganggukkan kepala mereka sebagai jawabannya, tentu Karasuma yang mendengar ini mulai menatap kearah Koro-Sensei dan juga Dazai yang saat ini sedang mengobrol.
"Dazai-Sensei.. apa ini soal kejadian waktu itu ?" tanya Koro-Sensei yang mencoba untuk berbicara padanya.
"Ya dan tidak" balas Dazai yang pandangannya masih menatap matahari terbenam.
"???"
Tentu Koro-Sensei yang mendengar ini bingung dan mulai menatap kearahnya, sedangkan Dazai yang melihat ini mulai menceritakan kronologinya pada Koro-Sensei.
"Ha.. sebenarnya.. aku bukan memikirkan kejadian para murid itu, melainkan pembunuh bayaran yang akan memberikan racun pada mereka waktu itu" lanjut Dazai sambil menghela nafas berat ketika memikirkan kejadian itu.
"Ahh.. Smog kahh.." balas Koro-Sensei sambil menunjukkan satu jari tentakelnya pada Dazai.
"Ahh.. iya dia.. apa kau ingat dimana dia tiba tiba lupa ingatan setelah kejadian itu ?" tanya Dazai sambil menutup matanya.
"Hmm.. Karasuma bilang kalau orang itu tidak mengingat apa apa setelah ia mencoba memberikan racun pada para muri-" namun tiba tiba saja Koro-Sensei mulai berhenti lalu segera menatap kearah Dazai.
"Benar.. semua itu adalah ulahku" sahut Dazai sambil membuka kedua matanya.
Tentu Koro-Sensei yang mendengar ini terkejut lalu mulai mendengarnya dengan seksama.
Langsung Dazai mulai melanjutkan pembicaraan mereka degan senyum sedih diwajahnya ketika ia sedang memandang lautan disore hari ini.
"Kau tahu Koro-Sensei.. kenapa dia tidak mengingat kejadian itu ? semua itu karena aku menyiksanya dengan cara tidak wajar hingga aku terpaksa menghapus sebagian ingatannya"
__ADS_1
Tentu Koro-Sensei yang mendengar ini hanya bisa terdiam lalu mulai melihat kearah laut dengan tenangnya, tentu ia juga menikmati angin pantai bersama Dazai saat ini.
"Nahh.. Koro-Sensei.. bisakah kau menjawab pertanyaanku dengan singkat namun semua itu dari lubuk hatimu ?" tanya Dazai pada Koro-Sensei.
"Tentu saja, Dazai-Sensei.." balas Koro-Sensei dengan serius namun dengan nada lembut pada suaranya.
"Apa aku masih bisa disebut manusia setelah melakukan penyiksaan pada musuhku dengan senyum lebar ?" tanya Dazai dengan serius sambil melihat matahari terbenam.
"Ya.." balas Koro-Sensei dengan nada lembut dan senyum diwajahnya.
"Apa aku bisa berubah setelah melakukan pembunuhan dan penyiksaan keji seperti itu ?"
"Ya.."
"Terakhir.. apa aku boleh mengirim video memalukan tentang dirimu ke internet ?" tanya Dazai kembali dengan senyum menyeringainya.
"Ya.. " balas Koro-Sensei pada Dazai.
Namun tiba tiba saja Koro-Sensei berhenti karena ia baru menyadari sesuatu dan mulai melihat kearah Dazai yang saat ini sedang menyeringai.
"AHH !! TIDAK !! DAZAI-SENSEI AKU MOHON JANGAN KIRIM VIDEO ITU !! AKU MOHON !!" teriak Koro-Sensei dengan panik ketika melihat senyumnya Dazai.
"Ahahaha.. santai saja Koro-Sensei, aku hanya bercanda.. hanya bercanda.." tawa Dazai yang melihat Koro-Sensei panik saat ini.
Tentu Koro-Sensei yang mendengar ini mulai menghela nafas lega karena Dazai menempati janjinya, sedangkan Dazai yang melihat ini langsung menggelengkan kepalanya.
"Nahh.. Koro-Sensei apa kau tahu julukan yang cocok untuk pembunuh profesional seperti Irina, Lovro dan yang lainnya termasuk diriku ?" tanya Dazai dengan senyum puas kali ini.
"Nyu !? apa itu Dazai-Sensei ?" tanya Koro-Sensei yang terkejut ketika mendengar ini.
"Stray Dogs" balas Dazai dengan senyum tulusnya.
Tentu Koro-Sensei yang mendengar ini seketika terdiam sambil menatap kearah Dazai dengan pandangan terkejut, langsung saja dia mulai menoleh kembali kearah matahari terbenam.
"Kalau begitu.. bagaimana kalau kita saling bersulang untuk sesama mantan pembunuh, Koro-Sensei ?" tanya Dazai yang mulai berbalik kearahnya.
"Kau tidak pernah bisa membuatku berhenti terkejut, Dazai-Sensei.." balas Koro-Sensei yang juga ikut berbalik kearah Dazai.
"Hahaha.. kalau itu entahlah.." balas Dazai dengan nada main mainnya, langsung saja Dazai menaikkan gelas Champagenya sambil tersenyum kearah Koro-Sensei.
Tentu ketika ia mengangkat gelasnya tiba tiba saja angin datang dan rumbaian mantelnya mulai berkibar terbawa angin begitu juga dengam rambutnya.
"Stray Dogs.." sahut Dazai pada Koro-Sensei, tentu Koro-Sensei yang melihat ini mulai mengangkat gelasnya sejajar dengan gelasnya Dazai.
"Stray Dogs, Dazai-Sensei.." balas Koro-Sensei yang mulai bersulang bersama.
TRAAANGGG ~~ !!
Setelah bersulang langsung saja mereka berdua mulai meminum minumannya yang ada pada gelasnya dan mulai melanjuti pemandangannya.
"Nyuhuhuhu.. bukankah kita terlihat keren, Dazai-Sensei ?" sahut Koro-Sensei yang memakai kacamata hitam saat ini.
"Koro-Sensei.. kau baru saja menghancurkan momen keren kita, kau tahu itu.." balas Dazai dengan nada lelah namun ia tersenyum kearahnya.
Sedangkan Koro-Sensei hanya tertawa saja ketika mendengar ini, langsung saja mereka berdua mulai mengobrol sambil meminum minuman mereka.
***
Disisi lain para murid Kelas E yang melihat ini mulai ceria kembali setelah melihat Koro-Sensei berhasil menenangkan hatinya Dazai ketika melihat Dazai tertawa.
Bahkan Karasuma dan Irina yang melihat ini pun mulai tersenyum ketika melihat Dazai kembali seperti sebelumnya, namun tiba tiba saja mereka melihat Dazai dan Koro-Sensei bersulang dengan begitu kerennya.
"GILAAA !! BETAPA KERENNYA DAZAI-SENSEI !!" teriak Okajima dengan suara pelan ketika melihat momen mereka berdua.
"RI.. RITSU A.. APA KAU MEREKAMNYA ?" tanya Yada dengan penasaran mengenai ini sambil melihat kearah ponselnya.
"Ya.. sudah terekam dengan sempurna" balas Ritsu yang senyum diwajahnya sambil memberikan jempol padanya.
"Ri.. Ritsu bolehkah kami meminta fotonya Dazai-Sensei yang barusan !?" tanya Kurahashi dengan gugup dan penasaran mengenai ini, begitu juga dengan para gadis.
"Ya.. sudah selesai kalian tinggal membukanya saja" balas Ritsu yang sedang mengirim fotonya Dazai pada para gadis.
Tentu mereka yang mendengar ini mulai membuka ponselnya lalu menjadikan fotonya Dazai sebagai wallpaper mereka, disisi lain para pria yang melihat ini mulai iri dengan Dazai betapa populer dirinya.
Sedangkan Karasuma dan Irina yang melihat tingkah mereka hanya menggelengkan kepala mereka, langsung saja mereka berdua melihat kearah Dazai dan Koro-Sensei yang sedang mengobrol saat ini.
__ADS_1
"Seperti biasa Dazai-Kun sangat populer dikalangan wanita, walau ia terlihat sedih sebelumnya" gumam Irina yang tersenyum ketika melihat tingkah murid Kelas E.
"Ahh.."