
"Nozaki-Kun !!" teriak seorang gadis berambut jingga sebahu memakai pita berwarna merah dengan polkadot berwarna putih sedang berlari kearah Nozaki yang baru saja keluar dari toilet pria.
"Hmm.. ohh.. Sakura kahh.. ada apa ?" tanya Nozaki yang melihat gadis itu berlari kearahnya.
Tentu gadis itu adalah Sakura Chiyou merupakan salah satu asisten Nozaki dalam membuat Shoujo Manga.
Manga yang dibuat Nozaki cukup terkenal karena ia memiliki nama pena Yumeno Sakiko.
Dan manga nya pun diterbitkan dalam sebulan sekali, saat ini terlihat kalau Sakura sedang membawa shoujo manga bulan ini dengan senyum diwajahnya.
"Nozaki-Kun.. lihat lihat karakter sampingan yang kau buat kali ini cukup terkenal lohh.." ujar Sakura dengan senang sambil menunjukkan manganya pada Nozaki.
"Benarkah.." balas Nozaki yang mengambil manganya.
"Ahh.. apalagi si heroine nya yang terlihat lesu nan feminim dan mudah depresi itu, apalagi ketua kelasnya yang penuh bakat, tampan, keren dan kikuk itu, kyaa !! mengingat kisah cinta mereka aku sangat ingin melihatnya secara langsung !!" ungkap Sakura dengan rinci manga tersebut.
Disisi lain Nozaki yang mendengar perkataan Sakura entah kenapa ia merasa merinding, Nozaki sebenarnya menggunakan orang yang ia kenal sebagai referensi karakternya bulan ini.
"Apalagi mangamu sekarang jadi bahan perbincangan disekolah kita loh" lanjut Sakura dengan mata berbinar dan penuh kekaguman ketika menatap Nozaki terlihat kalau ia saat ini sedang merona ketika melihat Nozaki.
"Hmm.. sy.. syukurlah kalau kau.. dan yang lainnya suka.." balas Nozaki dengan gugup sambil menoleh kearah lain.
"Ahh.. benar juga Nozaki-Kun, apa kau menggunakan orang lain lagi sebagai model ?"
"Apalagi akhir akhir ini kau sering mengamati Mikorin dari jauh" tanya Sakura dengan penasaran.
"Hmm.. memang benar.. tapi aku yakin orang itu akan menyadarinya jika dia membacanya" balas Nozaki dengan nada bersalah.
"Ehh.. memang siapa yang kau pakai sebagai modelnya ?" tanya Sakura yang melihat Nozaki merasa bersalah saat ini.
"Kalau begitu ikuti aku, akan aku tunjukan siapa orangnya" balas Nozaki yang mulai berjalan menuju orang yang ia maksud dengan langkah lambat.
"Ba.. Baiklah.." gumam Sakura yang semakin gugup ketika melihat tingkahnya dan tetap mengikutinya dari belakang.
***
Lorong Kelas.
Terlihat kalau Nozaki dan Sakura saat ini sudah berada dilorong menuju kelas yang dimaksud Nozaki, sedangkan Sakura yang melihat Nozaki semakin melambat hanya bisa terdiam dan tetap mengikutinya.
Saat ini mereka sudah sampai ke kelas 2 - E, tentu Sakura yang melihat ini awalnya bingung kenapa mereka pergi kesini padahal Nozaki hanya mengenal 5 orang saja.
"Khe.. sepertinya memang tidak ada jalan mundur lagi kahh.." gumam Nozaki yang sedang bertekuk lutut dengan pasrah saat ini.
'Memang siapa yang Nozaki-Kun pakai untuk modelnya' batin Sakura yang menatapnya dengan aneh saat ini.
"Hmm.. Nozaki ?" tanya seseorang yang melihat Nozaki saat ini.
Baik Nozaki dan Sakura yang mendengar ini langsung menoleh kearah belakang mereka, tentu orang itu adalah Ohta yang saat ini membawa kantong plastik penuh makanan didalamnya.
"Hii !!" pekik Sakura yang melihat Ohta berada dibelakangnya tentu terkejut dan ketakutan saat ini apalagi ketika melihat wajahnya yang menyeramkan baginya.
Langsung saja Sakura mulai bersembunyi dibalik Nozaki sehingga membuat Nozaki dan Ohta terdiam ketika melihat tingkahnya.
"...."
"A.. Ahh.. Sakura, biar aku perkenalkan dia, dia adalah Ohta Kazuya temanku dari kelas 2 - E " balas Nozaki yang mulai memperkenalkan Ohta pada Sakura.
"A.. Ahh.. ma.. maaf atas tingkahku sebelumnya, Ohta-Kun.." ujar Sakura yang membungkukkan badannya pada Ohta dengan malu.
"Ta..Tadi itu reflek ketika seseorang berada dibelakangku" lanjut Sakura.
"Hmm.. tidak apa apa, itu sudah wajar bila seseorang melihat wajahku" balas Ohra yang sudah terbiasa dengan tingkahnya Sakura akibat wajahnya.
Bahkan Nozaki pun juga merasakan apa yang dirasakan oleh Ohta karena ia juga punya pengalaman yang serupa dengannya.
"Lalu.. apa yang kalian lakukan disini ?" tanya Ohta yang penasaran ketika melihat mereka.
"Ahh.. kami ingin mencari Tanaka-Sensei.. dimana dia ?" balas Nozaki dengan berbinar dan penuh semangat.
"!!!"
Sakura yang mendengar ini langsung menoleh kearah Nozaki dengan cepat sambil menatapnya dengan tatapan tidak percaya.
Sebelumnya Nozaki tadi merasa bersalah dan pasrah sekarang ia justru semangat ingin bertemu temannya.
'Yang benar yang mana !?' batin Sakura yang mengingat kejadian sebelumnya.
"Ahh.. tadi dia keruang guru karena dipanggil Isshi-Sensei, ada sesuatu yang ingin dia tanyakan pada Tanaka makanya ia tidak ada disini" jelas Ohta yang melihat Nozaki ingin mencari Tanaka saat ini.
"APA !?" pekik Nozaki dengan kecewa langsung saja ia bertekuk lutut dibawah ketika mendengar ini.
'Serius !! siapa sebenarnya Tanaka-Sensei ini !?' batin Sakura yang semakin penasaran dengan Tanaka walau ia merasa familiar dengan nama tersebut.
"Hmm.. Nozaki ?" tanya seseorang yang berada dibelakang Sakura dengan lesunya.
"Ahh.. Tanaka.." kata Ohta yang melihat Tanaka saat ini.
Tentu Nozaki yang mendengar ini mulai menoleh kearah Tanaka dengan cepat, begitu juga dengan Sakura yang sudah sangat penasaran saat ini.
Dalam pandangan Sakura ia dapat melihat kalau pria yang berada dibelakang memiliki tinggi sepundaknya Nozaki.
Terlihat ia memakai perban dikedua tangannya dan juga mata kanannya.
'P.. Preman !!' batin Sakura yang menyimpulkan penampilan Tanaka saat ini.
__ADS_1
"TANAKA-SENSEI !? APA YANG TERJADI PADA MATAMU !?" teriak Nozaki yang terkejut ketika melihat matanya Tanaka.
"Ahh.. ini kahh.." gumam Tanaka menyentuh mata kanannya.
Langsung saja ia menunjukkan lukanya pada mereka, terlihat ada lebam biru cukup besar dibalik perban itu langsung saja Tanaka mulai membalas mereka.
"Ini luka sebab dihajar Kohaiku karena membuatnya salah paham, lalu tanpa sengaja aku mengucek lukanya menggunakan tanganku yang sudah memegang bawang bombai"
"...."
Disisi lain Nozaki dan Sakura yang mendengar ini seketika terdiam apalagi bagian bawang bombainya, sedangkan Ohta yang mendengar ini terkejut bukan main.
"Tanaka !! apa kau tahu itu sangat berbahaya bagi dirimu, kan !?" teriak Ohta dengan khawatir sambil memegang kedua pundaknya Tanaka.
"Hmm.." tentu Tanaka yang mendengar ini hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Lalu kenapa masih melakukannya !?" kali ini Nozaki yang bertanya padanya dengan khawatir dan dibalas oleh Tanaka dengan nada lesunya.
"Aku lupa.."
"...."
***
"Hoaaamm.. jadi kenapa kalian kemari ?" tanya Tanaka sambil menguap saat ini.
Terlihat kalau mereka saat ini berada dikelas, tentu ia yang melihat Nozaki membawa temannya sempat terkejut namun itu hanya sebentar karena ia pernah melihatnya diklub seni sebelumnya.
Sedangkan Sakura yang pernah melihat Tanaka diklub seni mulai gugup, karena ketika Tanaka mengunjungi klub seni ia pernah disuruh oleh ketua klubnya untuk menggambar seseorang yang ia kenal.
Dan hasilnya ia malah menggambar Nozaki dengan begitu realistisnya, tentu Sakura yang melihat lukisan Tanaka mulai mengaguminya apalagi ketika ia menggambar Nozaki waktu itu.
Bahkan ia sampai memintanya untuk menggambar Nozaki lagi hingga membuat Tanaka kerepotan ketika menghadapi tingkah fanatiknya Sakura terhadap Nozaki.
"Ta.. Tanaka-Kun.. it.. itu.."
Terlihat kalau saat ini Sakura sedang panik, bahkan ia sempat berpikir kalau Tanaka pasti akan memberitahukan lukisan itu pada Nozaki.
Sedangkan Tanaka yang melihat tingkahnya Sakura hanya bisa memandangnya dengan bingung begitu juga dengan Ohta yang melihat temannya Nozaki saat ini.
"Tenang saja.. aku ti- hoaamm.. menggigitmu kok, lagipula aku ti- hoamm.. tertarik untuk menggigit orang" ucap Tanaka yang menyandarkan kepalanya dengan lesu sambil menguap.
"Hawawawa.." Sakura yang bertambah panik ketika mendengar perkataannya Tanaka yang terpotong itu.
"Tanaka.. aku rasa kata katamu itu tidak membantu sama sekali" sahut Ohta yang melihat Sakura bertambah panik ketika mendengar sebagian perkataannya Tanaka.
"Ehh ? kan aku bilang tidak ak-"
"Tanaka-Kun !!"
"Ehh ? Nozaki-Kun, Sakura-Chan sedang apa kalian disini ?" tanya Asuna yang sempat terkejut melihat mereka berdua.
"Ahh.. hallo.. Asuna-San" balas Sakura yang melambaikan tangannya pada Asuna dengan lega ketika melihat temannya disini.
Sedangkan Nozaki sendiri hanya mengangguk anggukan kepalanya saja.
"Hmm.. ada apa Asuna ? bukankah sebelumnya kau dipanggil oleh Isshi-Sensei juga ?" tanya Tanaka dengan nada lesu seperti biasanya.
"Ahh.. Isshi-Sensei lupa memberitahukan ini padamu kalau besok kita akan pergi kesini" balas Asuna sambil memberikan sebuah surat padanya.
"Ehh.. kemana ?" tanya Tanaka dengan bingung sambil mengambil suratnya, tentu yang lainnya juga sama bingungnya dengan Tanaka.
"Ehh.. bukankah Isshi-Sensei memberitahukanmu sebelumnya kalau besok kita akan ke-"
"Asrama Aichi !?"
Namun sebelum Asuna melanjutkan perkataannya tiba tiba saja Tanaka mulai memotong perkataannya, terlihat kalau wajah Tanaka saat ini memucat ketika membaca isi suratnya saat ini.
"Hmm.. ada apa Tanaka kenapa kau terlihat pucat seperti itu ?" tanya Ohta dengan khawatir, sedangkan Tanaka yang mendengar ini hanya memberikan suratnya pada Ohta.
Tentu Ohta yang melihat ini mulai membacanya begitu juga dengan Nozaki yang penasaran saat ini mulai mengintip dibelakangnya.
Disisi lain Sakura yang melihat percakapan Tanaka dan Asuna merasa familiar, langsung saja dia mulai melihat kembali shoujo manga miliknya tanpa diketahui.
"Pertukaran Murid selama 8 hari !?" ucap Ohta yang terkejut ketika melihat ini.
"Itu.. berarti.." gumam Nozaki yang juga terkejut saat ini.
"Ahh.. aku harus berangkat kesana mulai besok.. ha.." balas Tanaka dengan depresi sambil menghela nafas saat ini.
"Ha.. sungguh merepotkan padahal aku hanya ingin bermalasan saja dirumah dan juga disekolah.." lanjut Tanaka sambil mengeluarkan aura putus asa miliknya.
"Ta.. Tanaka-Kun.. te.. tenanglah aku yakin kalau ka.. kau.. bisa melewatinya dengan mudah" balas Asuna dengan panik ketika mendengar ini.
"Jadi.. semangat.." balas Asuna dengan senyum canggung diwajahnya.
Sedangkan Tanaka yang mendengar ini justru malah mengeluarkan aura putus asa nya ketika melihat senyumnya Asuna.
Ketika Ohta dan Nozaki sedang sibuk mengenai kepergian Tanaka dan Asuna sambil menjaga rahasia ini pada para kohainya.
Sakura sendiri saat ini sedang menatap datar ketika melihat interaksi Tanaka dan Asuna.
Karena tingkah mereka berdua sama persis seperti kedua karakter yang ada di shoujo manga milik Nozaki yang berjudul 'Mari Jatuh Cinta' buatannya.
'Jadi mereka berdua ya..'
__ADS_1
***
Kamar Asuna.
Saat ini Tanaka dan Asuna sedang melihat grup chat mereka, terlihat kalau mereka saat ini mereka sedang melakukan chat dengan yang lainnya.
{ Lala : Ehmm.. pertukaran murid itu.. apa ? }
{ Kanae : Apa itu semacam bertukar pelatihan antara murid asuhku dengan muridnya Himejima-San ? }
{ Rias : Himejima ? tunggu Kanae-San didunia mu ada yang memiliki marga seperti Queen ku !? }
{ Kanae : Ehh ? bukankah kau sudah mengetahui ini dari salinan milikku yang dikirim oleh Tanaka-Kun ? }
{ Rias : Belum.. aku belum melihat semuanya, karena disini aku sedang sibuk berlatih dengan para Peerage ku }
{ Lala : Ahahaha.. sepertinya Rias terlalu sibuk sampai belum melihat beberapa salinan milik kami }
{ Kanae : .... }
{ Tanaka : .... }
{ Asuna : Rias-San.. apa tidak sebaiknya kau istirahat dulu beserta para Peerage mu ? bukankah itu berlebihan bagi mereka ? }
{ Rias : Tenang saja Asuna-San, aku memastikan kenyamanan mereka kok.. saat ini kami sedang berenang dikediamanku }
{ Rias : Ada yang mau kesini ? melihat semua bikini dari Peerage ku ? }
Tentu Rias yang berada dikediamannya saat ini sedang menunggu jawabannya Tanaka karena ia ingin menunjukkan bentuk tubuhnya pada Tanaka.
{ Tanaka : Maaf.. lain kali saja.. apalagi aku tidak tertarik dengan pria yang menggunakan Bikini disana.. }
{ Rias : !!! }
Melihat chat miliknya Tanaka tentu saja Rias terkejut bukan main apalagi Lala dan yang lainnya, sedangkan Asuna yang mendengar ini langsung menatap Tanaka dengan tajam.
"A.. Apa ?" tanya Tanaka dengan gugup ketika melihat tatapannya Asuna.
"Tanaka-Kun.. apa kau belum puas melihat tubuhku sampai sampai kau ingin melihat bikininya Rias dan menundanya untuk nanti, kan ?" tanya Asuna sambil mencubit pipinya Tanaka.
"Mwaaf.. twapi sewpwertinywa kwau swalah pwaham dwiswini, Awsuna" balas Tanaka yang masih menahan sakit dipipinya.
Namun sebelum Asuna mengeluarkan kata katanya tiba tiba saja sebuah notif dari grup chat muncul hingga membuat mereka terkejut ketika melihat ini.
[ Ding ! Sistem mendeteksi ketidakstabilan dalam sebuah misi yang diberikan oleh para anggota ]
[ Jadi Sistem akan melakukan update selama beberapa hari hingga Grup Chat ini dapat digunakan oleh anggota yang lainnya ]
[ Diharapkan untuk para anggota tidak melakukan Chat selama update sedang berlangsung
Terima kasih ]
{ Tanaka : Yup.. tidak ada pilihan lain.. kalau begitu sampai jumpa nanti semuanya.. }
{ Lala : TIDAK !! PADAHAL AKU MAU MAIN KEDUNIAMU TANAKA !! }
Tanaka yang mendengar ini seketika mulai menggigil ketika memikirkan Lala akan datang kedunianya, entah berapa banyak kekacauan yang akan dia buat nanti disini.
Langsung saja dia mulai membalas chatnya Lala dengan cepat dan panik, sedangkan Asuna yang melihat tingkahnya Tanaka hanya bisa menahan tawanya saja.
{ Tanaka : Lala.. tenanglah.. aku yakin kalau itu hanya butuh waktu singkat untuk update didunia kita masing masing }
{ Tanaka : Mungkin bagi kalian 2 atau 3 hari begitu juga disini }
{ Tanaka : Jadi bersabar ya, Lala.. }
{ Lala : .... }
{ Lala : Baiklah.. }
{ Kanae : Mahh.. aku juga sebenarnya ingin kesana untuk belajar mengenai obat obatan disana, tapi saat ini aku sedang sibuk membuka apotek hari ini }
{ Asuna : Ahh.. Kanae, akhirnya kau membuka apotek juga }
{ Asuna : Namun sayang sekali.. padahal ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian semua }
{ Asuna : Kalau begitu sampai jumpa nanti }
{ Lala : Sampai jumpa }
{ Kanae : +1 }
{ Rias : +1}
{ Tanaka : +1}
Tepat ketika mengirim Chat terakhir mereka tiba tiba saja mereka dipaksakan untuk keluar dari grup chat nya, Tanaka dan Asuna yang melihat ini langsung menghela nafas.
"Yup.. aku rasa kita juga akan sibuk disana bukan begitu, Asuna ?" kata Tanaka sambil menoleh kearah Asuna dengan senyum diwajahnya
"Hmm.. kau benar.. tapi aku punya satu hal yang harus aku katakan padamu, Tanaka-Kun.." sahut Asuna dengan senyum diwajahnya.
"Apa itu ?" tanya Tanaka dengan bingung.
"Sepertinya aku akan kesana duluan dari pada dirimu.."
__ADS_1
"Ha ?"