The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 26


__ADS_3

"Onii-Sama.." ucap Rino dengan wajah gelap sambil menatap Tanaka dengan tajam.


"A.. Ada apa Rino ?" tanya Tanaka dengan gugup ketika melihat wajah gelap adiknya.


"Siapa gadis itu ?" tanya Rino dengan suara beratnya ketika melihat orang yang duduk tepat disebelah kakaknya.


Tentu orang yang memeluk Tanaka tidak lain adalah Asuna yang saat ini sedang memeluknya dengan manja terlihat dari senyumannya.


Terlihat kalau Tanaka dan Asuna saat ini sedang berada dikediamannya Tanaka, tentu tujuan Asuna kemari untuk mengunjunginya namun siapa yang menyangka kalau Rino ada dirumahnya saat ini.


"Dia adala-"


"Perkenalkan namaku Yuuki Asuna, aku adalah kekasihnya Tanaka-Kun" potong Asuna yang memperkenalkan dirinya pada Rino sebagai kekasihnya dengan bangganha.


Tentu Tanaka yang mendengar ini mulai memucat ketika mendengar perkataannya Asuna.


Disisi lain Rino yang mendengar kalau Asuna adalah kekasih Tanaka mulai kembali menatap kakaknya dengan mata yang sedang melihat Tanaka seperti sebuah sampah.


"Onii-Chan.. aku butuh penjelasanmu"


***


Beberapa menit telah berlalu, terlihat kalau Tanaka saat ini sedang duduk seiza tepat dihadapannya Rino dan Asuna yang sedang memasak didapur sambil mengobrol dengan asiknya.


Sebenarnya Tanaka ingin menjelaskan hal ini pada Rino, namun tiba tiba saja Asuna mulai membantunya dan mulai menceritakan kronologinya pada Rino.


Mulai dari Asuna yang dulunya diancam oleh anak kecil seumurannya waktu kecil hingga ditolong oleh Tanaka, lalu ia yang berteman dengan Tanaka hingga kelas 5, sampai ia pindah ketempat lain dan mulai bertemu kembali lagi.


Tentu Rino yang mendengar hanya bisa terdiam sambil mendengar ceritanya Asuna dan mulai merelakan kakaknya diambil oleh Asuna walau awalnya ia sempat ragu dengan penjelasannya Asuna.


Dan sebagai gantinya ia ingin Tanaka melakukan seiza dihadapannya hingga sekarang karena telah merahasiakan hal ini darinya.


Tanaka yang mendengar ini hanya bisa menuruti permintaan adiknya saja sambil menahan kram di kakinya selama 2 jam lebih.


Ketika Tanaka sedang menahan rasa sakitnya tiba tiba saja ia mendengar suara Rino memanggil dirinya dari arah dapur.


"Onii-Chan !! waktunya makan malam !!" teriak Rino yang memanggil Tanaka untuk makan bersama dengannya.


Tentu Tanaka yang mendengar ini langsung berdiri sambil meregangkan badannya yang pegal karena duduk terlalu lama dan mulai menghilangkan layarnya.


Langsung saja Tanaka mulai duduk dimeja makan untuk makan bersama dengan Rino dan Asuna, tapi makanan yang disajikan dipiringnya saat ini adalah sebuah brokoli dengan krim keju diatasnya.


Tentu Tanaka yang melihat ini terdiam lalu segera melihat piring milik Rino dan Asuna terdapat sepotong steak sapi dengan kematangan medium tersaji disana.


"Rino ?" tanya Tanaka dengan wajah memucat ketika melihat hidangan mereka yang berbeda.


"Itu makan malammu, jangan banyak protes dan segera makan itu" sahut Rino dengan mata kosongnya.


Melihat ini Tanaka hanya bisa pasrah dan mulai memakan makanannya saja tanpa protes sama sekali walau ada rasa enggan untuk memakannya.


Sedangkan Asuna yang melihat ini hanya bisa terdiam ketika melihat Tanaka harus memakan brokoli itu dengan pandangan kasihan pada Tanaka.


Disisi lain Rino hanya menganggukkan kepalanya saja ketika melihat kakaknya memakan brokoli itu tanpa protes sama sekali.


***


Keesokan harinya terlihat kalau Ohta saat ini berjalan kedalam kelas sambil melihat Tanaka yang saat ini masih memakai perbannya sambil menompang kepalanya.


"Yo.. Tana-" namun sebelum Ohta menyapanya tiba tiba saja ia mencium bau tidak enak dari Tanaka.


"Ta.. Tanaka !! apa yang terjadi kenapa baumu sangat menyengat !!" sahut Ohta yang terkejut ketika merasakan bau menyengat dari tubuhnya Tanaka.


"Ahh.. Ohta pagi.." balas Tanaka dengan suara hampa dan tatapan kosong ketika menyapa Ohta.


"Tanaka !! apa yang terjadi !!" balas Ohta yang mulai memegang kedua pundaknya dan segera menggoyangkan badannya.


Tentu Tanaka yang merasakan ini hanya tertawa hampa saja tanpa menjawab pertanyaannya.


Disisi lain Asuna yang baru sampai melihat Ohta yang menggoyangkan badannya Tanaka mulai berjalan kearah mereka.

__ADS_1


Tepat ketika Asuna mendekati Tanaka tiba tiba ia mencium bau menyengat seperti kemarin ketika memakan masakan Rino sebelumnya.


"Pa.. Pagi.. Ohta, Ta.. Tanaka-Kun" sapa Asuna sambil menutup hidungnya.


Tentu Ohta yang mendengar ini segera berhenti dan mulai melihat kearah Asuna, begitu juga dengan Tanaka apalagi ia melihat Asuna dengan mata kosongnya.


"Ahh.. Asuna.. pagi.." balas Tanaka dengan perasaan hampa ketika melihat Asuna menyapanya.


"Ta.. Tanaka-Kun !!"


***


Setelah bel istirahat mulai berbunyi langsung saja Tanaka, Ohta dan Asuna mulai pergi ke taman sekolah, terlihat kalau Asuna dan Ohta membawa bekal dari rumah.


Sedangkan Tanaka hanya membeli roti lapis isi daging dan juga teh kotak, langsung saja mereka mulai makan dan terjadi suasana canggung diantara Asuna dan Tanaka.


Melihat suasana canggung ini langsung saja Ohta mulai bertanya pada mereka berdua pasal bau menyengat tadi pagi.


"Ehmm.. Tanaka, Asuna-San, apa yang terjadi pada kalian kemarin ?" tanya Ohta yang merasakan suasana canggung diantara mereka.


"Ehh.. itu.. sepertinya semua itu adalah salahku kemarin hingga membuat Tanaka dimarahi oleh adiknya" balas Asuna sambil memainkan jarinya dengan gugup, bahkan terlihat ada rona merah diwajahnya.


Langsung saja Asuna menjelaskan kejadian kemarin pada Ohta hingga membuatnya terdiam mendengar betapa beraninya Asuna mengungkapkan dirinya adalah kekasihnya Tanaka tepat dihadapan adiknya.


Setelah mendengar seluruh ceritanya langsung saja Ohta mulai menyentuh pundaknya Asuna dan juga Tanaka hingga membuat mereka melihatnya.


"Tanaka, Asuna-San aku yakin kalau dia akan baik baik saja, mungkin ia hanya marah melihat kakak satu satunya diambil oleh Asuna itu saja, jadi bersemangat lah.." sahut Ohta pada mereka berdua.


Tentu mereka yang mendengar ini hanya menganggukkan kepala mereka saja dan segera melanjuti makan bekal mereka.


Namun ketika sedang memakan bekal mereka tiba tiba saja Asuna angkat bicara pada Tanaka.


"Ta.. Tanaka-Kun maafkan aku yang sudah merepotkanmu hingga membuat adikmu marah padamu" sahut Asuna sambil menatap bekalnya lalu segera membungkukkan badannya pada Tanaka.


Sedangkan Tanaka dan Ohta yang mendengar ini mulai menatap satu sama lain hingga Ohta menganggukkan kepalanya pada Tanaka.


Tentu Asuna yang merasakan usapan Tanaka mulai menatapnya dengan tatapan percaya, karena apa yang Tanaka lakukan mengingatkannya pada masa sekolah dasarnya bersama Tanaka sebelumnya.


"Hmm.. terima kasih sudah memaafkanku, Tanaka-Kun" ucap Asuna sambil tersenyum lembut kearah Tanaka ketika mengingat usapan lembutnya dimasa lalu.


Sedangkan Tanaka yang melihat senyumnya Asuna segera melepaskan tangannya dari kepalanya Asuna lalu kembali duduk dan mulai memakan rotinya kembali dengan cepat.


Terlihat ada rona merah dipipinya ketika melihat senyuman Asuna sebelumnya, disisi lain Ohta dan Asuna yang pertama kali melihat Tanaka merona mulai memikirkan satu hal yang sama.


'Imutnya..'


***


Setelah pelajaran yang cukup lama telah berlalu langsung saja Tanaka, Ohta dan Asuna mulai pulang bersama setelah masalah mereka telah selesai.


Terlihat kalau mereka saat ini sedang berada di WacRonald untuk memesan sesuatu yang mereka inginkan Tanaka ingin membeli Lucky Set dengan Mainan No 4.


Lalu Ohta yang ingin mencoba eskrim keluaran terbaru dari WacRonald, sedangkan Asuna ia ingin mencoba Burger Double Cheese dan juga Milkshake Rasa Strawberry karena ini pertama kalinya ia ke WacRonald bersama temannya.


Langsung saja mereka masuk kedalam dan mulai mengantri dibarisan yang tersedia didekat kasir, setelah giliran Asuna dan Ohta langsung saja mereka memesan apa yang mereka inginkan sebelumnya.


Setelah Asuna dan Ohta mendapatkan pesanan yang mereka inginkan langsung saja mereka mulai duduk dikursi sambil menunggu Tanaka.


Namun yang Asuna tidak sadar kalau dirinya saat ini menjadi pusat perhatian disana, baik itu para pelanggan maupun karyawan yang bekerja ditempat itu.


Tapi mereka berhenti menatap Asuna ketika melihat tampang Ohta yang mengerikan lalu segera menoleh kearah lain agar tidak ditatap oleh Ohta.


Bahkan Ohta pun tidak menyadari kalau dirinya juga ditakuti di WacRonald dikarenakan tampangnya yang seperti preman itu.


Tentu Ohta yang melihat betapa populernya Asuna mulai terkagum dengan karisma miliknya baik itu disekolah maupun diluar Asuna selalu menjadi pusat perhatian dimanapun ia berada.


Tepat ketika ia memikirkan itu tiba tiba saja sebuah pertanyaan terbesit dipikirannya Ohta tentang pertemuan Tanaka dan Asuna yang katanya mereka adalah teman masa kecil.


"Anu.. Asuna-San, kalau boleh tahu bagaimana pertemuanmu dan juga Tanaka dulu ?" tanya Ohta dengan penasaran akan hubungan mereka berdua sambil memakan kentang gorengnya.

__ADS_1


"Pfffttt"


Tentu Asuna yang sedang meminum Milkshake miliknya mulai tersedak ketika mendengar pertanyaannya Ohta barusan.


Disisi lain Ohta yang melihat Asuna tersedak tentu terkejut dan segera memberikan tisu kepadanya.


"A.. Asuna-San.. apa kau tidak apa apa !? ini tisu tisu !?" sahut Ohta dengan panik sambil memberikan tisu padanya.


"Ahahaha.. aku tidak apa apa Ohta-Kun hanya terkejut saja.. kalau begitu akan aku ceritakan semuanya padamu karena kau mengenal Tanaka" balas Asuna yang menerima tisunya dan mulai menceritakan kisahnya pada Ohta.


"Kau tahu Ohta-Kun.. ketika aku berusia 8 tahun aku sudah menjadi bahan penindasan oleh anak anak seumuranku ketika disekolah dasar" sahut Asuna sambil tersenyum sedih ketika menceritakan masa lalunya pada Ohta.


Tentu Ohta yang mendengar ini terkejut dan tidak menyangka kalau orang berkarisma seperti Asuna memiliki masa lalu yang begitu kelam.


"Ketika kau selalu mendapatkan perhatian dari beberapa guru, maka kau akan dikucilkan oleh orang orang disekitarmu karena terlalu membanggakan bakatmu pada orang lain"


"Baik itu laki laki maupun perempuan mereka semua menjauhiku karena aku terlalu berbakat"


"Bahkan wali kelasku pun juga begitu ketika aku mencoba melaporkan kekerasan ini padanya namun ia menolaknya"


"Bahkan aku juga ingin melaporkan itu pada kedua orang tuaku namun tidak bisa mrlakukannya karena aku takut, takut untuk memberitahukan ini pada mereka berdua" lanjut Asuna dengan wajah sedih ketika mengingat masa lalunya.


Tentu Ohta yang melihat ini ingin segera menghentikannya, namun tiba tiba saja Asuna melanjutkan ceritanya tanpa menunjukkan wajah sedihnya lagi.


"Namun semua itu berubah setelah Tanaka mengulurkan tangannya padaku ia bahkan mau menolongku yang sedang kesusahan, bahkan dia sampai berkelahi untuk menolongku dulu" sahut Asuna dengan rona merah diwajahnya ketika mengingat betapa kerennya Tanaka dulu.


Tentu Ohta yang mendengar perkataannya Asuna mulai membelakkan matanya dengan tidak percaya melihat betapa pentingnya Tanaka pada kehidupannya Asuna.


'Tanaka bisa seni beladiri ?' batin Ohta yang tiba tiba memikirkan itu.


"Nee.. Ohta-Kun.. ketika ia menyelamatkanku dulu dia pernah mengatakan hal ini padaku" lanjut Asuna sambil menatap matanya Ohta.


"Kau seharusnya memberanikan diri dalam mengambil suatu tindakan, walau itu kecil pasti itu akan berguna dimasa depan nantinya" ungkap Asuna dengan perasaan bahagia.


"Mendengar kata katanya saja sudah membuat hatiku berdegup dengan kencang olehnya, betapa berpengaruhnya kata kata itu pada kehidupanku" lanjut Asuna sambil memainkan sedotannya.


"Jika Tanaka tidak membantuku mungkin aku tidak akan pernah memiliki satu temanpun hingga saat ini" ujar Asuna sambil tersenyum kearah Ohta.


Ketika menceritakan masa lalunya langsung saja Asuna mulai meminum kembali Milkshakenya karena haus setelah bercerita tentang masa lalunya yang kelam.


Tentu Ohta yang mendengar ini mulai tersenyum ketika mendengar ceritanya Asuna, ia bangga pada Tanaka karena telah mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik.


"Hmm.. aku tidak menyangka kalau kau berpikir seperti itu tentangku, Asuna" sahut Tanaka yang tiba tiba saja angkat bicara disebelah Ohta.


Terlihat kalau Tanaka saat ini sedang menompang kepalanya dengan tangan kirinya dan duduk tepat disebelah Ohta yang saat ini sedang mendengar ceritanya.


"Pfffttt"


Lagi lagi Asuna yang sedang meminum Milkshake nya mulai tersedak kembali, apalagi ketika mendengar suaranya Tanaka kali ini, bahkan Ohta yang mendengar ini ikut terkejut hingga ia berdiri dari tempat duduknya.


"Tanaka !! kau membuat kami terkejut !!" ucap Ohta sambil mengelus dadanya dan mulai duduk kembali sambil menenangkan dirinya.


"Maaf.. karena ceritanya terlalu asik makanya aku hanya menyimak saja" balas Tanaka dengan singkat sambil mengangkat kedua bahunya.


"N.. Ne.. Ta.. Tanaka-Kun ?" tanya Asuna dengan gugup terlihat kalau tubuhnya pun ikut bergetar ketika menyebutkan namanya.


"Iya ?" tanya Tanaka kembali sambil menunggu Milkshake miliknya mulai mencair.


"Se.. Sejak kapan.. ka.. kau di.. disini ?" tanya Asuna sambil menatap Tanaka dengan panik.


"Hmm.. 8 tahun" balas Tanaka yang mulai mengingat dari kapan ia disini.


Tentu Asuna yang mendengar ini seluruh mukanya mulai memerah hingga ke telinganya, bahkan Ohta yang mendengar ini kembali terkejut dengan perkataannya Tanaka.


'Se.. Sejak awal dia mendengar semuanya !! be.. betapa malunya aku..' batin Asuna yang mulai menutup wajahnya yang sedang memerah saat ini.


Sedangkan Tanaka yang melihat Asuna memerah mulai memikirkan satu hal ketika melihat tingkahnya Asuna, begitu juga dengan Ohta.


'Imutnya..'

__ADS_1


__ADS_2