The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 23


__ADS_3

1 bulan telah berlalu setelah keempat wanita itu mengungkapkan perasaan mereka pada Tanaka.


Dan selama beberapa hari ini Tanaka mulai mengunjungi rumah mereka untuk melamar putri mereka namun tidak menikahi mereka karena masih terlalu muda untuk menikah.


Meskipun begitu entah kenapa Tanaka berhasil menyelesaikan masalahnya dengan mudah berkat Lala.


Apalagi selama beberapa hari ini juga Tanaka mulai mengakrabkan diri dengan Akiho dan Mio walau mereka masih malu malu pada Tanaka.


Disisi lain Lala yang melihat keakraban mereka berempat pun merasa senang karena dia berhasil menghilangkan masa depan yang menurutnya kurang baik untuk temannya.


Kenapa ? tentu saja karena ia masih menghargai perasaan temannya Rito dan juga Haruna karena mereka sudah jatuh cinta sama lain semenjak Smp, makanya ia meminta bantuan Tanaka untuk mengubah takdirnya.


Saat ini dirumah Rito dapat dilihat kalau Tanaka saat ini sedang tidur diatas sofa dengan nyenyaknya, dan diatas tubuhnya saat ini ada seorang anak kecil berumur 4 atau 5 tahun disana.


Terlihat kalau rambut panjangnya berwarna hijau daun, diatas kepalanya terdapat bunga berwarna putih dan sedikit warna merah disana.


Tentu gadis kecil itu adalah Celine yang saat ini sedang tertidur diatasnya dengan selimut menutupi mereka, tentu Celine mulai muncul dirumah Rito setelah Rito menyiramnya setiap hari.


Namun anehnya ia lebih dekat ketika bersama Tanaka daripada Mikan dan Rito, bahkan Momo dan Nana yang sering berkunjung pun juga mengalami hal yang sama.


"Tanaka, Celine !! kami pulang !!" teriak Lala yang mulai masuk ke dalam rumah dengan perasaan bahagia.


Namun ketika dia masuk kerumah ia justru melihat Tanaka dan Celine masih tertidur diatas sofa dengan nyenyaknya, terlihat kalau ditubuhnya Tanaka masih ada beberapa perban disana.


"Mou.. mereka masih tidur" lanjut Lala yang melipat kedua tangannya sambil mengembungkan pipinya.


"Mahh.. Mahh.. Lala-San sudahlah, mungkin Tanaka-San kelelahan karena mengurus Celine dirumah" balas Mikan yang mulai masuk kedalam bersama Rito.


"Yahh.. kau benar Mikan, sebaiknya kita biarkan saja mereka berdua tidur" lanjut Rito yang mulai masuk sambil melihat kearah Tanaka dan Celine sedang tertidur.


"Hmm.. baiklah" balas Lala yang mulai pergi kekamarnya untuk mengganti bajunya.


Rito dan Mikan yang melihat ini hanya bisa menggelengkan kepala saja dan mulai mengganti pakaian mereka setelah pulang sekolah.


Disisi lain Tanaka yang sedang tidur tiba tiba saja terbangun dari tidurnya dan segera duduk sambil mengucek matanya.


Tentu Tanaka yang merasakan gerakan Celine yanga ada diatas tubuhnya ikut terbangun dari tidurnya.


"Hmm.. Celine-Chan ? hoaamm.. apa kau sudah bangun ? apa kau lapar ?" tanya Tanaka sambil menguap, tentu Celine yang mendengar ini hanya menganggukkan kepalanya saja sambil memeluk Tanaka dengan manja.


Tentu Tanaka yang melihat ini langsung tersenyum sambil mengelus kepalanya Celine dengan lembut, sedangkan Celine yang menerima elusan Tanaka mulai merasa nyaman dengan elusannya.


"Ahh !! Tanaka kau tersenyum !!" teriak Lala dari lorong rumah dengan wajah terkejut.


"Ohh.. Lala, kau sudah pulang" balas Tanaka dengan lesu ketika melihat Lala sudah pulang langsung duduk disofa dan mulai menguap kembali.


"Hmm.. kau benar benar tampan ketika tersenyum, Tanaka" balas Lala yang mulai berjalan kearahnya dan mulai duduk disebelahnya.


"Ha.. entah kenapa aku merasa kalau kau bermaksud lain ketika memujiku" gumam Tanaka yang merasa kalau Lala punya maksud lain untuk memujinya.


"Ahahaha.. sudah kuduga dari Tanaka, apa kau sudah membuka misimu ?" tanya Lala yang tidak bisa berbohong pada Tanaka.


"Ahh.. kau benar aku belum membukanya" sahut Tanaka yang mulai mengambil ponselnya yang ada diatas meja.


[ SIDE QUEST TELAH SELESAI !


MISI : MENDAPATKAN TUNANGAN IMUT & JENIUS


ISI TUGAS : KALAHKAN ANGGOTA LALA UNTUK MENGUBAH TAKDIRNYA


HADIAH : 10.000 POIN, KEPERCAYAAN ANGGOTA GRUP CHAT


PARTISIPAN : TANAKA (ADMIN) ]


"Yup.. dengan ini aku bisa pulang sekarang" ucap Tanaka dengan santainya.

__ADS_1


Tepat ketika Tanaka mengucapkan kalimat itu tiba tiba saja suasana menjadi sepi.


Bahkan Rito dan Mikan yang baru saja sampai diruang tamu menjatuhkan eskrimnya apalagi Rito yang memegang ponselnya terdengar bunyi suara teleponnya ditutup.


Tentu Tanaka yang mendengar ini segera menoleh kearah mereka yang saat ini terdiam, apalagi Celine yang terlihat wajahnya mulai pucat.


"Ha ? apa ? apa ada yang salah dengan ucapanku ?" tanya Tanaka dengan wajah bingung ketika merasakan suasananya mulai sunyi.


Namun sebelum Rito bertanya tiba tiba saja pintu rumah Rito terbuka dan muncul Akiho yang saat ini menerobos masuk kedalam rumah Rito.


"Ta.. Tanaka !? a.. apa kau benar benar akan pulang !?" tanya Akiho dengan nafasnya yang terengah engah ketika kemari.


"Ehh !? Akiho !? kenapa kau kemari !?" tanya Tanaka dengan terkejut ketika melihat Akiho datang kemari.


"Tentu saja aku mendengar suaramu ditelepon milik Yuuki-Kun" balas Akiho sambil menstabilkan nafasnya.


Tanaka yang mendengar ini segera menoleh kearah Rito yang saat ini masih memegang ponselnya, melihat ini Tanaka hanya bisa menghela nafas sambil melihat kearah Lala dengan serius.


"Lala.. sepertinya kita tidak bisa menyembunyikan ini lebih lama lagi" sahut Tanaka dengan wajah serius.


Tentu Lala yang melihat ini mulai menganggukkan kepalanya dengan wajah seriusnya juga, disisi lain Rito, Mikan dan Akiho yang melihat ini ikut serius juga.


"Semuanya.. ada hal yang ingin aku katakan pada kalian" sahut Tanaka sambil memindahkan Celine ke sofa.


"Mou ?" ucap Celine sambil memiringkan kepalanya dengan bingung.


"Aku.."


Tentu mereka yang melihat Tanaka serius mulai memasang kuping mereka, sedangkan Tanaka langsung menutup matanya sambil bersiap untuk mengeluarkan kata katanya.


"AKU INGIN KETOILET !!" teriak Tanaka yang mulai membuka matanya dan segera berdiri sambil memegang bagian selangkangannya lalu segera pergi ketoilet dengan cepat.


"TOILET !! TOILET !! HA !! HA !! SUDAH DIUJUNG !! CEPAT !! CEPAT !! "


"YANG BENAR SAJA !!" teriak Mikan yang kesal sambil menjambak rambutnya.


Sedangkan Akiho dan Rito hanya bisa memasang wajah datar ketika mendengar ucapannya Tanaka, dan Lala sendiri hanya bisa menertawakan kelakuannya Tanaka.


***


Setelah Tanaka pergi ketoilet langsung saja Tanaka dan Lala mulai menceritakan asal usulnya Tanaka dan keberadaan Grup Chat pada mereka bertiga.


"EHHHH !! TANAKA BERASAL DARI DUNIA LAIN !!" teriak mereka bertiga dengan wajah terkejut sambil melihat Tanaka dengan tidak percaya.


"Hmm.. aku juga tidak menyangka kalau Tanaka berasal dari jepang yang berbeda dengan kita" balas Lala dengan senyum polosnya.


"Ehh.. lalu semua kekuatan Tanaka itu.." ucap Akiho sambil menatap Tanaka.


"Hmm.. ohh.. itu hadiah dari Kami-Sama karena putri mereka tanpa sengaja membunuhku ketika ingin pulang dari misiku" balas Tanaka dengan wajah lesu.


Tentu Tanaka memberitahukan ini dengan maksud lain yaitu tidak ingin menyimpan rahasianya, soalnya dia paling benci menyimpan rahasianya yang merepotkan seperti ini.


"Ehh.. terbunuh ? bukannya kau masih hidup Tanaka ?" tanya Lala dengan wajah bingung ketika mendengar penjelasannya, begitu juga dengan yang lainnya.


"Hmm.. aku sudah pernah mati sekali lohh, apalagi aku sudah bertemu dengan Kami-Sama secara langsung dan sekarang aku bereinkarnasi kedalam tubuh ini" balas Tanaka sambil menguap.


"EHHHH !!" teriak mereka semua yang mendengar ucapan Tanaka.


"La.. Lalu, sebelum kau mati kau kerja apa, Ta.. Tanaka ?" tanya Rito yang penarasan dengan kehidupan Tanaka sebelum bereinkarnasi.


"Hmm.. itu.. pembunuh bayaran" balas Tanaka dengan wajah lesunya.


Tentu hal ini membuat suasana menjadi canggung ketika Tanaka menceritakan tentang masa lalunya pada mereka semua.


"Yahh.. lagipula aku tahu kalau kalian akan bereaksi seperti itu" balas Tanaka yang mulai berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


Namun tiba tiba saja Lala menggenggam tangannya Tanaka dengan erat, tentu Tanaka yang merasakan ini segera menoleh kearah Lala.


"Tidak apa apa Tanaka, kami tidak marah kok" balas Lala dengan senyum lembut diwajahnya.


"Ha ? apa yang kau bicarakan Lala ?" tanya Tanaka dengan wajah bingung.


"Ehh.. bukankah kamu kecewa ketika melihat ekspresi kami ?" tanya Akiho dengan perasaan bersalah ketika mendengar pekerjaannya dulu.


"Tidak.. aku hanya mau mengambil kopi kalengku dikulkas" jawab Tanaka dengan wajah lesunya.


"Ehh ?"


"Kalian tahu.. bercerita membuatku haus makanya aku mau minum dulu"


"JANGAN BERCANDA SIALAN !!"


***


"Begitulah.." lanjut Tanaka sambil meminum kopi kalengnya.


Sebelum Tanaka bereinkarnasi dulu Tanaka atau Rian adalah seorang anak yatim piatu yang diangkat oleh pembunuh bayaran untuk menjadi penerusnya.


Selama 10 tahun Rian kecil itu mulai dilatih dengan cara ekstrem mulai dari membaca buku tentang ekonomi, politik, strategi perang, seni menembak dan juga teknik membunuh kepadanya.


Bahkan gurunya pun tanpa ragu untuk membunuh seorang pria tua tepat dihadapannya ketika berusia 14 tahun, tentu Rian yang waktu itu melihat ini hanya bisa terdiam sambil menatap gurunya dengan mata kosongnya.


Namun meskipun begitu tidak ada rasa benci kepada gurunya, bahkan Rian bersyukur dapat bertemu dengan gurunya karena dirumah panti asuhan itu Rian selalu diusik oleh anak anak disana.


Bahkan para pengasuhnya juga ikut mengusiknya tanpa ada yang membantunya sama sekali, dari situ ia berdoa agar dia diasuh oleh seseorang tidak peduli siapa orang itu yang dia inginkan adalah pergi dari tempat busuk itu.


Bukannya benci kepada gurunya ia justru menghormatinya karena dia mau mengasuhnya, gurunya pun juga merupakan seorang pembunuh bayaran atau Assassin no 1 juga.


Namun karena ia tidak bisa memiliki anak makanya ia mulai mengasuh Rian ketika melihat matanya penuh dengan tekad untuk bertahan hidup walau kondisinya sudah kehilangan mata kanannya atau buta sebelah.


Tentu mereka yang mendengar cerita Tanaka mulai merasa sedih kerena kehidupan dulunya sangat keras untuk anak berumur 6 tahun, apalagi Akiho dan Lala mulai menangis ketika mendengar ceritanya.


Melihat ini Tanaka hanya bisa menghela nafas sambil mengelus kepala mereka saja untuk menenangkan mereka berdua.


"Ha.. sudahlah Lala, Akiho itu hanya masa lalu saja, jangan dipikirkan" sahut Tanaka yang masih mengelus kepala mereka.


"Ta.. Tap-" namun sebelum Akiho mulai membalas perkataanya tiba tiba saja Tanaka mulai mengusap air matanya sambil tersenyum sedih.


Tentu melihat senyuman Tanaka untuk pertama kalinya mereka hanya bisa terdiam, terutama Lala yang melihat Tanaka merasa sedih saat ini.


"itu hanya masa lalu jangan dipikirkan, sekarang aku berbeda aku sudah punya keluarga dan juga adik dirumah makanya aku ingin pulang hari ini" balas Tanaka yang saat ini mulai menutup matanya ketika mengingat Rino didunianya.


"Ba.. Baiklah" balas Akiho yang mulai memegang tangannya Tanaka yang saat ini masih diwajahnya sambil tersenyum kearahnya.


"Yahh.. melihat kondisi kita saat ini mungkin aku akan pulang besok saja" lanjut Tanaka yang ikut mengusap air matanya Lala.


Tentu Lala dan Akiho yang mendengar ini langsung memeluknya dengan perasaan senang, sedangkan Rito dan Mikan yang melihat ini mulai tersenyum ketika melihat ini.


"Jadi.. Mikan bisakah kau memasak untuk kami ? aku sudah lapar" sahut Tanaka dengan wajah lesu namun berbinar.


"Baiklah.. baiklah.. mou.. setidaknya baca situasinya dulu bodoh" balas Mikan dengan kesal.


"Yahh.. jika perutmu berbunyi pun kamu juga pasti akan merusak suasana ini" ucap Tanaka dengan senyum jahilnya.


Tepat ketika Tanaka berbicara seperti itu tiba tiba saja perutnya Mikan mulai berbunyi karena lapar setelah pulang sekolah.


GROOWWWLLL !!


"BAIKLAH BAIKLAH !! AKU AKAN MASAK SEKARANG JUGA !!" teriak Mikan dengan wajah memerah ketika perutnya mulai berbunyi dan segera berlari menuju dapur dengan malu.


Tentu mereka yang mendengar ini hanya bisa menertawakan tingkahnya Mikan ketika mendengar ucapan Tanaka sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2