
"Ehem.. baiklah karena Tanaka-Dono sudah b.. bangun dari tidurnya maka pertandingan menentukan calon suami untuk Lala-Sama sama akan segera dilanjutkan" jelas Zastin sambil melihat kearah Lala yang sedang berdiri diarena bersama dengan Tanaka.
Namun sebelum Zastin mengumumkan pertandingannya tiba tiba saja ia mendapatkan sebuah pesan dari Sephie yang tiba tiba memanggilnya.
Tentu Zastin yang melihat ini segera menghampirinya dan mulai mendengar permintaannya, tentu hal ini membuat Tanaka dan Lala mulai bingung dengan tingkah Zastin.
Namun Tanaka yang melihat ini justru ia memiliki perasaan buruk mengenai bisikan Sephie yang akan membuatnya merasa lelah mental nantinya.
"Ba.. Baiklah" balas Zastin dengan gugup sambil berjalan kembali ketempatnya.
"Entah kenapa aku memiliki firasat buruk mengenai ini" gumam Tanaka yang melihat kearah Sephie dengan tatapan curiga.
"Ehem.. seperti perintah Sephie-Sama, sebelum memulai pertandingan kami akan memanggil semua teman Lala-Sama untuk menonton pertandingan mereka" sahut Zastin yang mengumumkan perintah Sephie pada mereka semua.
"Ha ? yang benar saja !?" gumam Tanaka dengan tidak percaya akan perkataannya Zastin.
Sedangkan Sephie yang melihat raut wajahnya Tanaka mulai tertawa kecil sambil menutup mulutnya, namun Momo dan Nana yang melihat ibu mereka sedang menjahili Tanaka hanya bisa tertawa canggung.
Tepat setelah pengumuman itu disampaikan oleh Zastin tiba tiba saja muncul beberapa kursi penonton tepat dibelakang singgasananya Gid dan yang lainnya.
Lalu tiba tiba saja muncul cahaya disetiap kursi itu dan muncul beberapa orang disana, tentu orang orang tersebut merupakan orang yang Tanaka kenal baik secara langsung maupun tidak.
Rito, Mikan, Haruna, Yui, Akiho, Mio, Risa ditambah Tenjouin Saki, Kujou Rin dan Fujisaki Aya.
"Ehh ? Rin, Aya dimana kita ?" tanya Saki yang panik melihat kalau dia saat ini sedang berada distadium, begitu juga dengan yang lainnya.
"Saki-Sama.. kami juga tidak tahu dimana ini" balas Rin yang saat ini duduk disebelahnya, sedangkan Aya yang melihat ini hanya menganggukkan sambil memeluk tangannya Rin.
"Risa.. d.. dimana kita ? bukankah kita ada dimall tadi ?" tanya Mio dengan panik.
"Aku juga tidak tahu" balas Risa dengan tenang sambil melihat sekelilingnya.
"Risa !! semuanya kenapa kalian ada disini !? begitu juga dengan Senpai yang lainnya" balas Rito yang melihat orang orang yang dia kenal berada disini.
Tentu terjadi keributan dikursi penonton karena mereka semua tiba tiba saja dipindahkan, melihat kejadian ini langsung saja Gid mulai berbicara pada mereka semua dengan memunculkan layar hologram didepan mereka.
"Ehem.. wahai makhluk bumi, kalian pasti merasa kaget karena kalian semua telah dikirim kemari, kami mengirim kalian kemari karena kalian mengenal anakku Lala.." jelas Gid.
"Tujuan kami memanggil kalian yaitu untuk menonton pertandingan putriku Lala melawan T.. Tanaka untuk menjadikannya sebagai calon tu.. tunangan putriku" lanjut Gid sambil menyebutkan namanya Tanaka dengan enggan.
Tentu hal ini membuat mereka yang datang kemari terkejut, kecuali yang sudah menonton pertandingan Tanaka sebelumnya.
Melihat ini tentu saja mereka mulai terdiam, langsung saja Gid mulai menjelaskan hal ini pada mereka dengan panjang lebar.
Disisi lain terlihat kalau Tanaka saat ini mulai duduk kembali sambil menompang kepalanya dan mulai tertidur lagi disana karena mendengar ceritanya.
"Begitulah.." jelas Gid dengan bangga ketika menceritakan dirinya dan juga keluarganya pada teman temannya Lala.
Sedangkan mereka semua yang mendengar ini hanya menganggukkan kepala mereka saja sambil terpukau ketika mendengar cerita Gid.
"Baiklah kalau begitu, Zastin kau bisa mu-" namun sebelum melanjutkan percakapannya Gid tiba tiba saja ia berhenti dan melihat Tanaka yang saat ini sedang tertidur disana ketika mendengar seluruh ceritanya.
"BOCAHH SIALAN !! JANGAN TIDUR KAU !!"
***
"Ehh.. baiklah karena Tanaka-Dono sudah bangun lagi maka pertandingan akan segera dimulai" jelas Zastin yang mengumumkan keadaannya saat ini.
Bahkan ia dapat melihat kalau Tanaka saat ini sedang menggosok kepalanya yang sakit karena Gid melemparkan apel kearahnya.
'Memangnya aku newton..' batin Tanaka yang masih mengosok kepalanya dengan tangannya yang saat ini diborgol.
__ADS_1
"Baiklah.. Pertandingan Lala Satalin Deviluke melawan Tanaka Yuki akan segera dimulai dalam.." ujar Zastin sambil menghitung mundur.
"3.."
"2.."
"1.."
"MULAI !!" teriak Zastin yang memulai pertandingannya.
Disisi lain diatas Arena terlihat kalau Lala langsung saja mengeluarkan ponsel (smartphone) miliknya dan mulai mengeluarkan pedang dengan bilah hitam ditangannya.
Tentu hal ini membuat mereka semua yang melihat aksi Lala mulai terkejut terutama Saki yang baru pertama kali melihat ini.
Sedangkan Rito dan Mikan yang melihat Lala mengeluarkan senjatanya merasa hal itu sudah biasa ketika tinggal dengannya.
Tentu itu dikarenakan setiap paginya Lala selalu membuat keributan dengan berbagai macam ledakan dirumah mereka, jadi mereka sudah biasa kalau Lala selalu mengeluarkan alat alat aneh dari ponselnya.
Sedangkan Akiho yang pertama kali melihat ini tentu terkejut melihat temannya Haruna dapat mengeluarkan senjata dari ponselnya.
"Tanaka !! bersiaplah !!" teriak Lala dari kejauhan sambil melambaikan tangannya pada Tanaka.
"Entah kenapa aku memiliki fira-"
Namun sebelum Tanaka menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja Lala muncul dihadapannya dan mulai menebas kearahnya.
Tentu Tanaka yang melihat ini terkejut dan langsung menahan serangan Lala dengan rantai di borgolnya.
TINGGG !! CRAAKK !!
Tepat ketika Tanaka menahannya pedangnya lantai yang ia pijaki mulai retak ketika menahan tebasannya Lala, tentu hal ini membuatnya mengeluarkan sebagian kekuatannya untuk menahan serangannya Lala.
"Oii.. oii.. oii.. yang benar saja !? Lala dengan kekuatan sebesar ini bukankah kamu bisa bertarung setara dengan ayahmu ?" tanya Tanaka yang saat ini masih menahan pedangnya Lala.
"Bukankah kamu juga kuat, Tanaka ?" tanya Lala.
'Yang benar saja !! bisa bisa mati aku disini !!' batin Tanaka yang mendengar perkataannya Lala.
Tepat ketika mereka sedang berbicara tiba tiba saja rantai yang dipakai untuk menahan pedangnya Lala mulai retak, tentu Tanaka yang melihat ini mulai mendorong Lala secara paksa.
Sedangkan Lala yang merasa kalau dirinya didorong pun mulai melompat mundur sambil mengambil ancang ancang, terlihat kalau Lala dan Tanaka mulai menjaga jarak satu sama lain disana.
***
"Hoo.. bocah itu lumayan juga" puji Gid yang melihat Tanaka dapat menahan serangannya Lala.
"Gid-Sama.. melihat ini bukankah seharusnya kekuatan Tanaka-Dono sudah dikurangi ?" tanya Zastin yang mendengar ucapan Gid.
"Yupp.. kau benar, lalu kenapa ?" tanya Gid yang mulai menoleh kearahnya.
"Tapi.. kenapa Tanaka-Dono tidak menghindari serangannya Lala-Sama bila kekuatannya hanyalah seorang manusia bumi ? lalu kenapa Tanaka-Dono masih bisa menahannya ?" tanya Zastin dengan bingung.
"Ahh.." gumam Gid yang baru menyadari hal ini dari Zastin.
***
"He.. Hebat siapa pria tampan itu dia kuat sekali !?" sahut Saki yang menatap Tanaka dengan mata cintanya, seolah olah dia memang jatuh cinta pada Tanaka.
"Ehh.. Saki-Sama bukannya kesatria itu sudah membicarakan ini pada kita kalau pria itu adalah Tanaka Yuki" balas Rin yang melihat Saki tuannya sedang jatuh cinta.
"Ahh.. Tanaka-Sama betapa kerennya dia, dia seperti seorang pangeran tidur" balas Saki sambil memegang kedua pipinya dengan bahagia, sedangkan Rin dan Aya yang melihat ini hanya bisa tertawa canggung akan sikap tuannya.
__ADS_1
"Gila.. apa itu benar benar Tanaka ?" gumam Rito yang melihat Tanaka dapat menahan serangan kuat Lala sebelumnya.
"Aku tidak pernah melihatnya memasang wajah serius, bahkan ini pertama kalinya aku melihat wajah seriusnya" balas Mikan yang melihat wajahnya Tanaka.
"Apa Tanaka-Kun tidak apa apa ? kalian lihat bukan kalau lantainya retak ketika Tanaka menahan serangannya Lala" balas Mio yang khawatir ketika melihat retakan diatas Arena, begitu juga dengan Akiho.
"Sepertinya Tanaka-Kun baik baik saja melihat ia sedang mengobrol dengan Lala saat ini" balas Haruna yang melihat Tanaka sedang mengobrol.
"Tapi.. bukankah pertandingan ini berbahaya untuk Tanaka meskipun ia dapat menahan serangannya Lala, tapi dia masih manusia" lanjut Akiho yang berada disampingnya Haruna saat ini.
"Itu.." ucap Haruna yang tidak bisa membalas perkataan kakaknya lalu segera menoleh kearah Tanaka sedang berbicara dengan Lala.
***
Disisi lain Tanaka yang melihat Lala menjaga jarak langsung saja ia mulai berbicara padanya.
"Lala-Sama, bukankah ini tidak adil ? kau bisa menyerang ku semaumu sedangkan aku harus menghindari setiap serangan milikmu" sahut Tanaka yang mencoba untuk mengulur waktu.
"Memang ini tidak adil, tapi beberapa orang yang melawanku dulu pun dapat bertarung denganku dengan mematahkan rantai itu, walau mereka tidak bisa melepaskan borgol itu sepenuhnya" balas Lala yang menjelaskan rantai itu pada Tanaka.
"Jadi.. bisa dibilang kekuatanku akan tetap setara denganmu bila aku masih memakai borgol ini meskipun rantainya sudah lepas, begitu ?" tanya Tanaka yang menyimpulkan tentang borgol ini.
"Itu benar" balas Lala dengan singkat namun masih mempertahankan senyumnya.
"Kalau begitu akan aku beritahukan kamu satu hal padamu, Lala-Sama" sahut Tanaka yang mulai menatap Lala dengan lesu.
"Apa itu ?" tanya Lala yang melihat perubahan sikap Tanaka saat ini.
"Kau tahu Lala-Sama.. borgol ini tidak akan berguna bila dipasang kepadaku" balas Tanaka sambil menunjukkan borgolnya pada Lala.
"Ehh.. kenapa ?" tanya Lala yang bingung dengan perkataannya Tanaka.
"Mudah.. karena skill yang kumiliki dimana setiap barang atau benda spritual yang aku pegang tidak akan berguna dan hanya akan menjadi hiasan saja" balas Tanaka.
Tentu Lala yang mendengar ini langsung terkejut dan mulai paham akan apa yang dibicarakan oleh Tanaka saat ini.
"Singkatnya.. borgol ini adalah borgol biasa yang sering dipakai oleh para polisi dibumi, begitu" lanjut Tanaka sambil memasang senyum licik kearahnya.
Setelah memberitahukan semua itu padanya langsung saja Tanaka mulai menjentikkan jarinya.
CTAAKK !!
Tepat ketika Tanaka menjentikkan jarinya tiba tiba saja borgol yang ia pakai lepas dan mulai jatuh kelantai.
"!!!"
Tentu hal ini membuat mereka yang melihat ini terkejut dengan aksinya Tanaka termasuk Lala yang saat ini mulai terdiam.
Sedangkan Gid yang melihat borgol yang dipasang tepat ditangannya Tanaka pun akhirnya mulai lepas, dan langsung saja ia berdiri diatas singgasananya dengan wajah terkejut.
"Ha.. akhirnya borgol menyebalkan ini lepas juga" gumam Tanaka sambil menggosok bagian pergelangannya yang diborgol sebelumnya.
"Ehh !! bagaimana bisa kamu melepas borgol itu ?!" teriak Lala yang terkejut melihat Tanaka melepas borgolnya dengan cara yang begitu keren dimatanya.
"Tentu saja itu rahasia, aku akan beritahukan ini padamu nanti" balas Tanaka dengan wajah serius sambil meletakkan jarinya pada bibirnya.
"Mou.. Tanaka pelit.." balas Lala dengan kesal sambil mengembungkan pipinya, namun tidak melepaskan kewaspadaannya.
"Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita lanjutkan pertandingan ini, Lala-Sama ?" tanya Tanaka sambil mengeluarkan bilah yang ada disenjata rakitannya.
"Tenang saja, aku akan serius menghadapimu kok, walau kau menahan sebagian kekuatanmu itu" lanjut Tanaka.
__ADS_1
Lala yang mendengar perkataannya Tanaka mulai tersenyum sambil menganggukkan kepalanya juga, disisi lain orang orang yang menonton Tanaka melepas borgol itu mulai terpukau dengan aksinya.