The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 55


__ADS_3

Malam hari ini terlihat kalau Dazai sedang berada dirumahnya, terlihat kalau ia sedang menonton TV dan kebetulan sekali ia sedang melihat berita malam ini.


"Disini tempat kejadian pertama, saat ini rangkaian serangan pada toko ponsel di Kunugigaoka telah terjadi.. polisi menduga kalau ini ada kaitannya dengan te-"


TUUTTT..


Langsung saja Dazai mematikan siaran TV nya setelah melihat berita ini, Q yang melihat ini langsung saja ia mengatakan sesuatu pada Dazai.


'Master.. sesuai janji, Shiro-San saat ini sudah mengirimkan uang sebesar 1 miliar Yen ketika rencananya gagal' balas Q yang mulai melayang di sebelahnya Dazai.


"Ahh.. sudah kuduga kalau rencana Shiro-San akan gagal.. walau itu dari anime sih.." gumam Dazai yang tersenyum menyeringai saat ini.


"Jadi.. apa kau sudah membersihkan lalat dirumah ini Q ?" tanya Dazai dengan senyum gelapnya.


'Hmm.. sudah semuanya Master.. aku tidak mengira kalau Shiro-San akan menyimpan beberapa kamera dan alat perekam kecil ketika aku dan Master pergi dari rumah' balas Q yang mengingat kejadian kemarin dengan kesal.


Benar kemarin atau lebih tepatnya malam hari kemarin, tiba tiba saja seorang pria yang memakai pakaian serba putih dengan penutup kepala berwarna putih datang kerumahnya.


Tentu orang itu tidak lain adalah Shiro, tujuannya kemari karena ia pernah mendengar kalau Dazai berhasil memutus tentakelnya Koro-Sensei.


Ia bertujuan kemari untuk meminta Dazai bekerja sama dengannya untuk mengalahkan Koro-Sensei, sebagai gantinya ia akan memberikan kekuatan padanya.


Bahkan ia tidak ragu memberitahukan rencana pembunuhan Koro-Sensei hari ini pada Dazai.


Tentu Dazai yang mendengar ini menerimanya sambil bertaruh pada Shiro, jika rencana gagal ia akan memberikan 1 miliar Yen padanya, begitu juga sebaliknya.


Mendengar ini tentu Shiro setuju dengan tawarannya, namun siapa sangka kalau ia akan gagal dalam rencananya.


"Jangan dipikirkan soal itu, bagaimana kalau kau pergi sekarang saja Q ? aku yakin kalau Shiro-San saat ini sedang menunggu disana" sahut Dazai yang masih mempertahankan senyum gelapnya.


'Tentu saja Master.. mana mungkin aku akan membuang kesempatan ini untuk bertambah kuat' balas Q dengan senangnya bahkan ia membuat tanduk pada tubuh Slimenya.


Tentu Dazai akan menggunakan Q untuk memenuhi janjinya Shiro yang akan memberikan kekuatan padanya, sebenarnya ini adalah permintaan Q pada Dazai.


Awalnya Dazai sempat menolak rencana ini tapi siapa yang mengira kalau Q tidak akan bisa merasakan sakit, mendengar ini tentu saja Dazai menepuk keningnya karena ia lupa dengan salah satu skill miliknya Q.


Dan pada akhirnya ia setuju dengan permintaan Q untuk menambah kekuatannya melalui eksperimen yang dilakukan Shiro padanya.


Tentu semua ini termasuk rencananya Dazai, karena ia memanfaatkan hubungan Parasitisme pada rencananya Shiro-San demi keuntungannya dan juga patnernya.


Orang bodoh mana yang akan membuang kesempatan ini.


"Kalau begitu pergilah.. jangan lupa untuk mengambil beberapa informasi mengenai mereka, Q" sahut Dazai yang saat ini masih mempertahankan senyum gelapnya.


'Baik.. kalau begitu aku pergi dulu, Master' balas Q yang mulai merubah dirinya menjadi Dazai lalu segera melambaikan tangannya pada Dazai.


Dazai yang melihat ini mulai melambaikan tangannya pada Q yang pergi saat ini, setelah pintu tertutup langsung saja ia menghela nafas sambil memandang langit langit apartemennya.


"Siapa yang akan mengira kalau disini aku bisa menambah kekuatannya Q, walau ia sudah cukup kuat bagiku" gumam Dazai dengan senyum bahagia.


"Ahh.. benar sudah lama aku tidak melihat statusku" gumam Dazai yang langsung mengambil ponselnya yang saat ini ada diatas meja.


Langsung saja Dazai mulai membuka grup chatnya laku mulai membuka status miliknya.


[Name : Tanaka / Dazai


Age : 16 years old


Race : High Human, ???


Title : Protagonist, Administrator, Assassin No 1, King Marksman, Lazybones, Maniac Suicide, Mr.Lucky, Perfect Teacher


Atribute :


Strength : B+


Intiligent : EX


Agility : B++


Endurance : C++


Stamina : C++


Charm : A++


Luck : EX


Skill Active : Ningen Shikkaku (EX), Telepotation, Telekinesis, Gaster Blaster, Bone Manipulation, Gun Mastery, Houshaku Haki (A), Konbunshoku Haki (B), Bushosoku Haki (C)


Skill Passive : Sloth (A)


Poin : 80.000]


"Ohh.. sepertinya memang ada yang bertambah, tapi.. Charm milikku naik apa ini tidak apa apa ?" gumam Dazai yang melihat status Charm miliknya naik.


KRIIINGGG ~~ !!


Tentu Dazai yang sedang melihat status miliknya mulai ditelepon oleh seseorang yang tidak ia kenal, melihat ini langsung saja Dazai mengangkatnya.


"Halo ?" tanya Dazai sambil meminum kopi kalengnya ketika sedang bertelepon saat ini.


"Ahh.. Dazai-Sensei.. ini aku Koro-Sensei rekan kerjamu" balas Koro-Sensei yang berada dibalik ponselnya.


Tentu Dazai yang mendengar suara Koro-Sensei diteleponnya mulai terkejut hingga terbatuk, apalagi Koro-Sensei mengetahui nomor teleponnya.


"Pffftt !! uhukk.. uhukk.. a.. ahh.. ada apa meneleponku malam malam begini Koro-Sensei ? dan dari mana kau mendapatkan nomor teleponku ?"

__ADS_1


"Nyuhuhuhu.. sebenarnya aku ingin memberitahukanmu sesuatu, mulai besok ketika kamu mengajar nanti akan ada 2 murid baru disana" balas Koro-Sensei.


"Kau belum menjawab pertanyaan ku dan juga murid baru ? aku tidak pernah diberitahu soal itu ?" tanya Dazai dengan bingung, bahkan ada tanda tanya dikepalanya saat ini.


"Ahh.. yahh.. itu.. sebenarnya.. aku dan yang lainnya lupa memberitahukan ini padamu.. makanya aku baru mengingatnya sekarang.." ujar Koro-Sensei dengan nada gugup.


"Kalau begitu aku tutup yahh.. Dazai-Sensei.. sampai jumpa besok.." lanjut Koro-Sensei dengan nada terburu buru.


"Tun-"


TUUTTT...


Dazai yang belum sempat bertanya pada Koro-Sensei tiba tiba saja ponselnya dimatikan, langsung saja Dazai mulai melihat kearah ponselnya dengan sudut bibir berkedut.


"Ada ada saja.. pantas.. dia terdengar buru buru ditelepon barusan" gumam Dazai sambil menepuk keningnya.


"Mahh.. mulai besok dan seterusnya aku yakin kelas ini akan bertambah menyenangkan nantinya.."


***


Keesokan harinya Dazai saat ini sedang sarapan, namun tiba tiba saja pintu rumahnya terbuka dan menampilkan Q yang saat ini menyamar menjadi Dazai.


"Master.. aku pulang.." gumam Q dengan nada lelah.


"Ahh.. ehmm.. selamat datang.." balas Dazai yang terlihat bingung ketika melihat Q kelelahan saat ini.


Langsung saja Q mulai duduk didepan Dazai yang saat ini sedang sarapan dengan Karage dan salmon, melihat Q yang lelah langsung saja Dazai bertanya apa yang terjadi.


"A.. Apa terjadi sesuatu disana Q ?" tanya Dazai dengan gugup.


"Ahh.. Master.. semenjak aku.. pergi kesana dan menjadi bahan eksperimennya Shiro-San.. aku mulai merasa lapar.." balas Q sambil mendarat kepalanya pada meja dengan keras.


"...."


Melihat ini langsung saja Dazai mulai memberikan sarapannya pada Q termasuk satu piring tumpukan Karage dengan kualitas terbaik yang ia buat padanya.


Tentu Q yang melihat tindakan Dazai mulai melihatnya dengan tatapan bingung, sedangkan Dazai yang melihat ini hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kearah Q.


Ketika melihat senyumnya Dazai tentu Q mulai terharu dengan kebaikan Masternya dan mulai memakan sarapannya dengan lahap.


Melihat Q makan dengan lahap tentu Dazai mulai tersenyum dengan lembut kearahnya, sedangkan Q yang melihat senyumnya Dazai mulai menoleh kearah lain dengan rona merah.


Tentu Dazai yang melihat ini terdiam dan mulai angkat bicara pada Q yang membuat moodnya seketika berubah.


"Q.. aku mohon jangan gunakan wajahku ketika kau malu"


"MASTER !!"


***


Terlihat kalau Kataoka sedang melihat seorang gadis yang berbeda satu tahun dengannya atau bisa dibilang Kohainya yang sedang menyatakan perasaannya pada dirinya.


Tentu Kataoka yang melihat ini sudut bibirnya mulai berkedut sambil berpikir kenapa dia sangat populer dikalangan wanita.


"Maafkan aku.. aku masih ingin fokus pada kelasku, tapi aku sangat senang dengan pernyataanmu" balas Kataoka dengan sopan.


Mereka berdua mengobrol sebentar hingga gadis itu pergi meninggalkan Kataoka dan kembali ke gedung utama, melihat gadis itu pergi langsung saja Kataoka mulai menghela nafas lega.


Langsung saja dia melanjuti perjalanannya, namun ketika ia berbalik terlihat kalau ada orang didepannya yang saat ini dimulutnya penuh dengan Sandwich.


Lalu dikedua tangannya itu terdapat Pisang serta Kotak Susu Rasa Coklat.


Tentu orang itu adalah Dazai yang akan pergi ke gedung sekolah kelas E, terlihat ia sedang menatap Kataoka dengan posisinya yang sedang menghentikan jalannya.


Terjadilah suasana canggung diantara guru dan murid itu.


"...."


"...."


Disisi lain Dazai yang melihat ini langsung menundukkan kepalanya pada Kataoka dan segera pergi dari sana tanpa memperdulikan keadaannya saat ini.


"...."


"DAZAI-SENSEI !?"


***


Kimetsu no Yaiba World.


"Bagaimana dengan kondisimu saat ini, Oyakata-Sama ?" tanya Kanae yang saat ini sedang duduk didepan tuannya atau Ubuyashiki Kagaya.


"Ahh.. aku sudah kembali sehat seperti semula Kanae.. semua ini berkat temanmu Lala.. dan terima kasih sudah menyembuhkanku" balas Kagaya sambil membungkukkan badannya pada Lala.


Tentu bukan hanya Kagaya saja yang menundukkan badannya, istri dan kelima anaknya pun juga ikut membungkukkan badannya pada Lala.


Saat ini Kanae dan Lala sedang berada di kediamannya Ubuyashiki untuk menyembuhkan penyakitnya Kagaya, tentu hal ini termasuk kedalam misinya Asuna dan Lala.


Ketika mereka berdua mendapatkan misi didunianya Kanae, tentu para gadis mulai mendiskusikan siapa saja yang akan pergi kesana.


Sebab partisipan yang bisa pergi kesana adalah 2 orang saja, awalnya Asuna ingin Lala dan Rias saya yang pergi namun siapa sangka kalau Rias menolaknya.


Tentu Rias menolak bukan untuk kepentingan dirinya, ia melakukan itu semua untuk Asuna karena hanya dirinya saja yang belum memiliki kekuatan.


Sedangkan Asuna yang mendengar keputusan Rias hanya bisa menerimanya dengan tangan terbuka saja, makanya ia dan Lala pergi hingga saat ini.


"Ahahaha.. tidak apa apa Kagaya-San, lagipula ini adalah permintaan Kanae mana mungkin aku menolaknya" balas Lala dengan senyum polosnya ketika mendengar perkataan Kagaya.

__ADS_1


"Lala.." gumam Kanae yang melihat kearahnya dengan tatapan tidak percaya.


Melihat ini Kagaya hanya bisa tersenyum melihat senyum polosnya Lala, namun sebelum Kagaya angkat bicara tiba tiba saja burung gagak datang dan mulai mengumumkan sesuatu pada mereka.


"KHAAAKK.. YUUKI ASUNA BERHASIL MENGALAHKAN IBLIS BULAN BAWAH 3 DAN 4 SETELAH SELESAI SELEKSINYA.. KHAAAKK.." teriak gagak itu pada Kagaya danbyang lainnya.


Tentu informasi ini mengejutkan mereka semua termasuk Kanae dan Lala.


"Hmm.. sepertinya teman kalian Yuuki Asuna sudah bertambah kuat, sangat berbeda pada pertemuan pertama kita dulu" balas Kagaya dengan senyum lembut diwajahnya.


"Benar.. Asuna-San memang sangat berbakat yang saya ajarkan hanyalah cara menggunakan teknik pernapasan saja padanya" sahut Kanae dengan senyum diwajahnya.


"Sisanya ia berlatih keras tanpa menyerah hingga menjadi seperti sekarang" lanjut Kanae.


"Hmm.. Asuna memang hebat aku bangga punya teman sepertinya" balas Lala dengan senyum diwajahnya.


"Sepertinya kita akan kedatangan pilar baru kali ini" balas Kagaya dengan senyum diwajahnya.


"Kalau boleh tahu teknik pernafasan seperti apa yang Asuna gunakan ?" tanya Kagaya dengan penasaran.


"Ahh.. katanya ia menciptakan tekniknya sendiri dan itu adalah.."


***


Ansatsu Kyoushitsu World.


"Ha.. bisa bisanya aku kena sial selama 2 hari ini" gumam Dazai yang saat ini matanya kanannya sedang diperban oleh Irina.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu Dazai-Kun, tapi.. bagaimana bisa kau mendapatkan luka lebam seperti ini ?"


"Padahal kau adalah Mantan Pembunuh loh.." sahut Irina yang masih mengikat perbannya dan mulai menempelkan bagian terakhirnya.


"Ha.. aku tidak mau menceritakannya.. padahal baru kemarin luka dimataku sembuh dan sekarang malah terluka lagi" sahut Dazai dengan nada lelah.


"Nyuhuhuhu.. aku yakin itu ulahnya Yada-San dan Kataoka-San benar, Dazai-Sensei ?"


Terlihat kalau Koro-Sensei saat ini dimejanya sedang membaca majalah panasnya dengan senyum mesumnya, terlihat kalau seluruh kulitnya berwarna pink dengan rona merah disana.


"Sialan !! sudah kuduga kalau kau memang seorang penguntit handal !!" gumam Dazai dengan kesal ketika mendengar ini, sedangkan Koro-Sensei hanya tertawa dengan ciri khasnya.


"Sudah selesai.. lain kali kau harus berhati hati pada gurita itu agar rahasiamu tidak ketahuan olehnya " sahut Irina yang sudah selesai mengikat perbannya Dazai.


"Ahh.. terima kasih Irina-Nee.." balas Dazai yang menyentuh perban di matanya.


"Kalau begitu tunggu apa lagi.. kau ada kelas hari ini cepat kerjakan tugasmu.." sahut Karasuma yang saat ini sedang mengerjakan pekerjaannya dilaptop miliknya.


"Baiklah.. baliklah.. aku pergi dulu" balas Dazai dengan nada malas sambil mengambil buku presensi dan juga buku pelajaran Matematikanya.


"Nyuhuhuhu.. kalau begitu yang semangat mengajarnya yahh, Dazai-Sensei"


"Ahh.."


***


Langsung saja Dazai mulai masuk kedalam kelas dengan nada malasnya.


"Hai.. semuanya pagi.." balas Dazai yang masuk ke kelas sambil menguap.


"Pagi Dazai-Sensei !!" balas mereka yang melihat Dazai masuk ke kelas.


Namun mereka mulai melihat kearah mata kanannya Dazai yang saat ini sedang diperban, langsung saja Nagisa bertanya padanya.


"Dazai-Sensei.. apa yang terjadi pada matamu ?" tanya Nagisa dengan penasaran.


"Hmm.. ahh.. ini hanya luka dari seorang gadis yang ku pergok hampir menjalinkan hubungan terlarang itu saja" balas Dazai dengan nada malasnya sambil mengangkat kedua bahunya.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai terkejut dengan perkataannya Dazai kecuali Kataoka yang mukanya memerah ketika mendengar ini.


"Padahal baru saja kemarin mataku sembuh, sekarang harus diperban lagi.. ha.." gumam Dazai sambil menghela nafas panjang.


Sedangkan Yada yang mendengar ini pun wajahnya mulai memerah ketika mengingat itu, langsung saja Dazai mulai membuka buku presensinya.


"Hmm ? Horibe Itona ?" gumam Dazai yang melihat absennya.


"Ya.." balas Itona dengan singkat.


"Ahh.. jadi kau yang dimaksud oleh Kor-"


Namun sebelum Dazai menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja ia melihat kotak besar dengan gambar seorang gadis berambut lavender dengan baju Kunugigaoka disana.


"...."


"KOTAK APA ITU !!"


***


Diruang Guru.


Sedangkan dikantor terlihat kalau Karasuma, Irina dan Koro-Sensei sedang sibuk didunia mereka, namun tiba tiba saja mereka mendengar teriakan Dazai sampai sini.


"KOTAK APA ITU !?"


Tentu Karusama dan Irina yang mendengar teriakan Dazai mulai menghentikan kegiatan mereka, bahkan Irina sampai berkeringat dingin saat ini.


Sebab mereka baru ingat kalau Dazai belum mengetahui murid baru itu, sedangkan Koro-Sensei yang mendengar ini hanya menertawakan teriakannya Dazai.


"Nyuhuhuhu.. sepertinya sudah dimulai.."

__ADS_1


__ADS_2