The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 78


__ADS_3

"KYAAAA !!"


Tanaka yang mendengar ini mulai menoleh kearah suara itu dan melihat seorang gadis dengan rambut bor menggunakan bikini berwarna merah sedang ditarik paksa oleh 2 pria dengan senyum mesum mereka.


"Ayolah.. nona.. ikut saja dengan kami, aku yakin ini akan menyenangkan" ucap pria pirang itu dengan senyum menyeringai diwajahnya.


"Hehehe.. sudah jangan melawan nona, ini tidak akan sakit kok.." lanjut pria kulit hitam dengan mesumnya.


Sedangkan Tanaka sendiri yang melihat tingkah ke 2 orang itu hanya bisa menatap mereka dengan aneh, bahkan ia juga melihat sekitar kalau beberapa orang hanya menontonnya saja tanpa menyelamatkannya.


"Ha.. inilah kenapa aku benci pantai.. banyak pria yang tidak punya rasa malu sama sekali ketika dipantai" gumam Tanaka yang menghela nafas berat ketika melihat kejadian didepan matanya.


Langsung saja Tanaka mulai pergi membawa Es Serut dan juga Takoyakinya, setelah ia berhenti dibelakang mereka langsung saja ia menuangkan Es Serut yang ditangan kirinya tepat diatas kepala pria pirang itu.


"AHHH !! DINGIN SEKALI !! APA INI !!" teriaknya yang kedinginan saat ini.


Sedangkan temannya yang berkulit hitam yang melihat ini mulai menoleh kearah Tanaka yang saat ini sedang menatap mereka dengan lesu.


"OI !! SIALAN APA YANG KAU LAKUKAN PADA TEMANKU HA !!" teriaknya sambil mengangkat kerah bajunya Tanaka.


"KAU INGIN MATI YA !?" lanjutnya dengan tatapan tajam.


Tanaka yang mendengar ini membelakkan matanya ketika ia mendengar Mati ke telinganya, mendengar ini bukannya takut justru ia tersenyum kecil kearahnya.


"Ha ?" ucapnya yang kebingungan ketika melihat Tanaka tersenyum, begitu juga dengan pria pirang dan juga gadis itu.


Langsung saja Tanaka mulai mengangkat tangan kanannya yang sedang memegang Takoyaki saat ini, tentu pria kulit hitam itu segera melihat kearah Takoyaki itu.


Namun bukan untuk melemparnya ke wajahnya melainkan melepasnya Takoyaki itu ke pasir, tentu pria itu bingung dengan aksinya Tanaka.


Namun sebelum ia bertindak tiba tiba saja Tanaka melakukan sesuatu yang mengejutkan mereka bertiga, termasuk yang melihat ini dari kejauhan.


PLAAAAAKKK !!


Sebuah tepukan terarah ke pria itu hingga membuatnya sekujur tubuhnya lumpuh dan segara melepaskan genggamannya dan mulai pingsan dengan air liur keluar disana.


Tentu pria pirang dan gadis rambut bor itu terkejut bukan main dengan apa yang Tanaka lakukan padanya.


"SIALAN APA YANG KA-"


Namun sebelum pria pirang itu menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja ia merasa dunia sedang berputar saat ini, yang ia alami saat ini karena ulahnya Tanaka yang langsung menjatuhkannya dengan menendang kakinya.


"Ughh !!" geramnya yang menutup mata karena kesakitan ketika kakinya mati rasa.


Tepat ketika ia membuka matanya terlihat Tanaka sudah mengarahkan tusuk gigi tepat dibawah rahangnya, tentu ia yang melihat ini seketika berkeringat dingin dengan apa yang Tanaka lakukan saat ini.


"Dengar.. jangan mencoba untuk mengganggu wanita didepan umum apalagi dipantai seperti ini.. itu sangat menganggu, mengerti ?" ujar Tanaka dengan nada lesu namun terdengar mengintimidasi ditelinga pria itu.


Tentu pria itu yang mendengar ini langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat ketika melihat Tanaka sangat mengintimidasi dirina saat ini.


Langsung saja Tanaka mulai menjauhkan tusuk giginya, tepat ketika ia menjauhkan tusuk gigi itu langsung saja ia lari sambil membawa temannya yang sedang lumpuh karena Tanaka sebelumnya.


"Ahh.. mereka lari.." gumam Tanaka yang melihat mereka lari saat ini, bahkan terlihat debu disepanjang jalur mereka saat ini.


"Jadi.. nona.. apa kau baik baik saja ?" tanya Tanaka pada gadis rambut bor itu.

__ADS_1


"Ehh.. a.. ahh.. i.. itu.. a.. anu.." balasnya dengan panik terlihat kalau wajahnya memerah saat ini.


Tanaka yang melihat ini hanya memiringkan kepalanya dengan bingung, apa dia membuatnya ketakutan karena tepukan itu atau bagaimana.


Namun sebelum Tanaka mengeluarkan kata katanya tiba tiba saja Ohta berteriak memanggil namanya sambil membawa Es Kepal Cokelatnya.


"TANAKA !!"


"Ahh.. Ohta.." balas Tanaka yang langsung menoleh kearahnya dengan lesu.


"TANAKA !! APA KAU BAIK BAIK SAJA !! AKU DENGAR ADA PERKELAHIAN DISINI !!" teriak Ohta dengan panik sambil menepuk pundaknya menggunakan tangan kirinya.


"Ahh.. hanya masalah kecil.. tidak ada yang terjadi disini.." balas Tanaka dengan santainya sambil menguap.


"Ha.. syukurlah kalau kau baik baik saja.. lalu apa yang kau lakukan disini ?" tanya Ohta yang menghela nafas lega sambil menyuap es kepal miliknya.


"Ahh.. aku se-"


Namun sebelum Tanaka menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja gadis yang ada dibelakangnya sudah menghilang, tentu hal ini membuat Tanaka bingung.


"Ehh ? hilang ?" tanya Tanaka sambil mencari cari gadis yang ia selamatkan sebelumnya.


"Kita bahas itu nanti.. lalu dimana Takoyaki ku ?" tanya Ohta yang penasaran mengenai ini.


"Ehh ? bukannya masih ada dikursi sana ?" balas Tanaka sambil menunjuk tempat ia duduk sebelumnya.


"Itu punyamu yang isinya kepiting dengan abon diatasnya, sedangkan aku isi gurita.." ujar Ohta ketika mendengar balasannya.


Tentu Tanaka yang mendengar ini seketika menoleh kearah Takoyaki dan Es Serut yang terjatuh tepat diatas pasir saat ini, begitu juga dengan Ohta.


"...."


Melihat ini langsung saja Tanaka mulai mengeluarkan dompetnya sambil memberikan 1000 yen pada Ohta.


"O.. Ohta.. kita bisa membelinya yang baru, dan maaf aku kira itu punyaku" ujar Tanaka dengan nada suram.


"A.. Ahh.. santai saja.. " balas Ohta yang menepuk pundaknya karena ia mengerti keadaannya Tanaka saat ini.


***


Disisi lain gadis rambut bor yang saat ini sedang bersama gadis yang juga memiliki rambut bor saat ini, yang berbeda adalah warnanya dan juga bentuknya.


Gadis yang diselamatkan oleh Tanaka sebelumnya memiliki rambut berwarna coklat dan rambut di kedua sisinya namun masih memiliki sebagian rambut lurus sampai punggungnya.


Sedangkan yang satu lagi sedang memiliki rambut bor berwarna kuning dikedua sisinya, terlihat kalau ia memiliki perbedaan umur 1 tahun dibawah gadis yang ia bawa pergi sebelumnya.


"Mary Onee-Sama.. apa kau tidak apa apa Desu wa ?" tanya gadis itu yang saat ini masih memegang tangannya.


"A.. Ahh.. aku tidak apa apa.. Choka.." balas Mary yang wajahnya masih memerah saat ini.


"Grr.. berani beraninya ia mengganggu Mary Onee-Sama, akan aku pastikan kalau dia akan dikebiri jika kita bertemu lagi.."


"Tu- Choka !? denga-"


"Tidak !! Mary Onee-Sama !! pria itu memang harus merasakan cambukku biar agar ia tidak merepotkanmu Desu wa !!"

__ADS_1


Tanpa Tanaka sadari ia telah membuat musuh baru karena sebuah kesalahpahaman yang Choka lihat sebelumnya.


***


Kembali ke Tanaka dan Ohta yang sudah memesan kembali pesanannya Ohta, langsung saja mereka mulai berkumpul pada yang lainnya setelah membereskan kekacauan sebelumnya.


Terlihat kalau Saika dan yang lainnya sedang duduk dibawah payung sambil makan bekal mereka yang mereka bawa sebelumnya.


"Ahh !! Tanaka-Kun, Ohta-Kun sini sini !!" panggil Saika sambil melambaikan tangannya pada mereka berdua.


"Ohh.. terlihat ramai disini" balas Ohta yang berjalan kearah mereka sambil melihat banyaknya makanan saat ini.


"Hmm.. Hmm.." balas Tanaka yang saat ini mulutnya sedang penuh dan hanya bisa menganggukkan kepalanya saja ketika mendengar ini.


"Yahh.. itu.. karena semuanya punya Ritsu-San dan juga Asuna-San, makanya terlihat ramai disini.." balas Saika dengan canggung ketika melihat tumpukan makanan saat ini.


"Tanaka-Senpai !! Ohta-Senpai !! ayo kemari kita makan bersama !!" teriak Ritsu dengan senyum diwajahnya.


Tentu mereka yang mendengar ini langsung duduk bersama mereka dan mulai makan bersama, langsung saja Tanaka mulai bertanya sesuatu pada Shimura dan juga Katou.


"Shimura.. bagaimana dengan lomba renang kalian ?" tanya Tanaka dengan penasaran sambil memakan Takoyaki nya.


"Ahh.. hasilnya seri.." balas Shimura dengan nada kecewa, sedangkan Katou hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Hmm.. baguslah.. dari pada kalian menggoda wanita dipantai.." lanjut Tanaka yang langsung memasukkan wadah Takoyaki nya pada kantong plastik dan mulai memakan Es Serutnya yang ia beli sebelumnya.


"Sialan.. bilang saja kalau kau ingin kami berdua sendirian selamanya.." geram Shimura yang sedikit kesal ketika mendengar ini.


"Iya itu benar !!" balas Katou yang setuju dengan Shimura kali ini.


"Tidak.. apa yang Tanaka katakan itu memang benar adanya" ujar Ohta yang mencoba udang buatannya Ritsu.


Tentu mereka yang mendengar ini segera menoleh kearah Ohta dengan bingung.


"Ehh ? kenapa ? apa terjadi sesuatu pada kalian berdua ?" tanya Asuna dengan khawatir saat ini, begitu juga dengan yang lainnya.


"Ahh.. itu benar, tadi Tanaka terlibat dalam perkelahian sebelumnya" balas Ohta yang melihat Tanaka masih makan Es Serut miliknya sambil memegang kepalanya.


"Ehh !! apa kau tidak apa apa Tanaka-Kun !?" tanya Shiraishi dengan panik, begitu juga dengan Komi dengan tubuh bergetar saat ini.


"Benar Master !! apa kau tidak apa apa !!" tanya Miyano dengan khawatir.


Begitu juga dengan Echizen, Saika dan kedua idiot itu yang mendengar Tanaka terlibat dalam perkelahian sebelumnya.


"Ahh.." balas Tanaka dengan singkat.


Tentu mereka yang mendengar ini langsung menghela lega mendengar Tanaka baik baik saja.


Sedangkan Asuna, Ritsu, Kanzaki dan Yada yang mendengar ini hanya biasa biasa saja karena mereka yakin kalau Tanaka akan baik baik saja dengan kemampuannya.


"Jika tadi Tanaka-Senpai terlibat dalam perkelahian lalu kau ada dimana sebelumnya, Ohta-Senpai ?" tanya Kanzaki dengan bingung.


"...."


Tentu mereka yang mendengar ini langsung menatap kearah Ohta yang sedang berhenti memakan Onigirinya, sedangkan Tanaka yang mendengar ini juga mulai menoleh kearahnya.

__ADS_1


"O.. Ohta.. apapun yang terjadi kau akan tetap menjadi sahabatku.. "


"A.. Ahh.. terima kasih, Tanaka.."


__ADS_2