
"Ahh.. jadi begitu" balas Kataoka dengan senyum leganya saat ini.
"Syukurlah kalau kalian tidak melakukan itu" lanjut Sumire dengan senyum diwajahnya.
"Benar.. benar.." balas Hayami yang mulai menganggukkan kepalanya.
Tentu bukan hanya mereka saja yang mendengar ini, bahkan para perempuan yang mendengar penjelasan Dazai juga mulai menghela nafas lega setelah mendengar kebenarannya.
"Hikss.. padahal aku tidak tahu apa apa.. tapi kenapa kalian sampai menginterogasiku separah ini, apa kalian berencana untuk menghancurkan mentalku ?" gumam Dazai sambil mengeluarkan air mata palsunya.
"Ahahaha.."
Sedangkan para perempuan yang mendengar ini hanya hanya bisa tertawa canggung padanya, disisi lain para laki laki yang melihat ini hanya bisa menghela nafas saja.
"Mahh.. Mahh.. semuanya kita disini bukan untuk menginterogasi Dazai-Sensei.. melainkan meminta sesuatu padamu.." ujar Isogai yang mulai menenangkan mereka semua sambil membantu Dazai.
"Meminta sesuatu ?" tanya Dazai.
Tentu Isogai dan yang lainnya yang mendengar ini mulai menganggukkan kepalanya ketika mendengar pertanyaannya Dazai.
".... '
"GEEHHHH !? TERUS UNTUK APA AKU DIIKAT MENGGUNAKAN BORGOL DAN TALI INI !! HA !?" teriak Dazai yang mulai kesal ketika mendengar ini.
Tentu para gadis yang mendengar ini langsung menoleh kearah lain ketika melihat Dazai sedang protes dengan kesalnya, begitu juga dengan yang lainnya.
"Ahh.. ini soal ibunya Nagisa"
Tentu Sugino yang mendengar ini mulai membalas perkataannya Dazai sambil menghiraukan protesnya dan mulai melepas ikatannya bersama Maehara.
"Ehh ? memangnya kenapa dengan ibunya Nagisa ?" tanya Dazai kembali ketika mendengar ini.
"Ahh.. itu soal ibunya yang ingin Nagisa pindah dari kelas ini begitu.." balas Isogai yang mulai menjelaskan kronologinya.
"Hmm.. katanya ia ingin meminta konfirmasi pada Karasuma untuk membicarakan ini, namun Karasuma saat ini sedang ada perlu" jelas Irina mengenai kondisinya Nagisa.
"Sedangkan Koro-Sensei.. aku merasa tidak yakin dengannya" lanjut Nakamura yang merasa ragu padanya, begitu juga dengan yang lainnya.
"Jadi.. kalian ingin aku menyamar menjadi Karasuma dan memintanya agar Nagisa tidak dipindahkan, begitu ?" tanya Dazai yang menyimpulkan keadaannya Nagisa setelah dirinya lepas dari ikatannya.
"Yahh.. bisa dibilang begitu" balas Sugino yang menganggukkan kepalanya ketika mendengar ini.
Tentu mereka yang mendengar ini juga ikut menganggukkan kepala mereka, langsung saja Nagisa mulai meminta bantuan pada Dazai mengenai masalahnya.
"Dazai-Sensei.. aku mohon tolong bantu aku.."
Terlihat kalau saat ini Nagisa sedang membungkukkan badannya pada Dazai, tentu Dazai yang melihat ini langsung menghela nafas dan mulai membalasnya.
"Ha.. baiklah baiklah.. lalu kapan ibumu akan datang Nagisa ?" tanya Dazai yang saat ini sedang berdiri didepan mereka.
"Ahh.. itu.. hari ini pas jam istirahat kata ibuku" balas Nagisa yang menggaruk kepalanya ketika mengatakan ini padanya
"...."
Tentu Dazai yang mendengar ini seketika terdiam, langsung saja dia mulai menyuruh Kimura untuk mengambil sesuatu dikantornya.
"Kimura-Kun !? cepat ambil koper yang ada dibawah mejaku !? cepat !?" teriak Dazai dengan panik ketika mendengar kalau hari ini ibunya Nagisa akan datang.
"Ahh.. ba.. baiklah !?" balas Kimura yang mulai berlari kearah kantor untuk mengambil kopernya.
"Sial.. kenapa harus mendadak sih.. Ritsu.. bisakah kau mencari identitas ibunya Nagisa dan apa yang ia lakukan hingga saat ini ?" tanya Dazai yang mulai menoleh kearah kotak besar dibelakang kelasnya.
"Tentu saja bisa Dazai-Sensei" balas Ritsu sambil memberi hormat ala tentara padanya.
"Bagus.. kirimkan semuanya pada ponselku" lanjut Dazai dengan serius.
Tentu mereka yang melihat tingkahnya Dazai terkejut apalagi ketika mendengar perintahnya, namun tiba tiba saja Kimura mulai masuk sambil membawa kopernya.
"Dazai-Sensei !? gawat ibunya Nagisa sudah sampai !?" teriak Kimura dengan keringat dikeningnya ketika memberitahukan ini padanya.
"APA !?"
Tentu mereka yang mendengar ini mulai mengintip dari balik jendela sambil melihat Ibunya Nagisa yang saat ini sedang berjalan kemari sambil mengomentari penampilannya.
"Jadi itu ibunya Nagisa"
"Beliau cantik sekali"
"Tapi ia terlihat tegas sekali"
Ketika mereka sedang sibuk melihat ini tiba tiba saja Ritsu mulai berbicara pada Dazai hingga pandangan mereka kembali tertuju padanya.
"Dazai-Sensei.. semuanya sudah saya kirim ke ponsel anda" balas Ritsu dengan senyum diwajahnya.
"Bagus.. terima kasih atas bantuannya Ritsu" balas Dazai yang mulai mengambil ponselnya yang saat ini ada disaku mantelnya.
Namun hal itu terhambat karena ditangannya Dazai ada borgol, tentu dia yang melihat ini mulai kesal sedangkan Hayami yang melihat Dazai kesusahan mulai membantunya.
__ADS_1
"Ahh.. Dazai-Sensei ini ku-"
CTAAAKK !!
Namun sebelum Hayami menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja Dazai mulai menjentikkan jarinya hingga borgol yang ada ditangannya lepas hingga terjatuh kelantai.
'KERENNYA !!'
Tentu hal ini membuat mereka terperangah ketika melihat aksinya, langsung saja Dazai mulai mengambil ponselnya sambil berbicara pada Nagisa.
"Nagisa.. sebisa mungkin tahan ibumu dulu, jika gagal bilang saja aku sedang ada konseling dikelas" ujar Dazai yang pandangannya masih pada ponselnya ketika melihat identitas ibunya Nagisa.
"Ba.. Baiklah !!" balas Nagisa yang mengikuti perintahnya Dazai dan mulai pergi menuju ibunya.
Setelah Nagisa pergi langsung saja Dazai mulai memasukkan kembali ponselnya pada saku mantelnya dan mulai membuka kopernya.
Terlihat kalau ada sebuah dasi berwarna hitam, lalu topeng opera berwarna putih dan juga setelan jas kantor didalamnya.
"Setelan jas, dasi dan topeng ?" gumam Nakamura yang melihat isi kopernya Dazai.
Tentu mereka yang melihat ini mulai bingung dengan apa yang mereka lihat saat ini, langsung saja Dazai mulai membuka mantelnya dan mulai mengganti pakaiannya.
Sedangkan celananya ia pakai saja tanpa membuka celana yang ia pakai saat ini, setelah selesai berganti pakaiannya langsung saja ia mulai mengambil topeng dan juga dasi itu.
"Jalankan operasi KT begitu juga dengan suaranya" ujar Dazai yang mulai memakai topeng dan juga dasinya.
"OPERASI KT DIMULAI !!"
Terdengar kalau topeng dan dasi itu mulai mengeluarkan suaranya ketika Dazai memberikan perintah barusan, tentu mereka yang mendengar ini terkejut.
Namun mereka semua bertambah terkejut ketika wajahnya Dazai mulai berganti ketika ia memakai topengnya dan mulai berubah menjadi wajahnya Karasuma, terlihat kalau Dazai saat ini benar benar mirip dengannya.
Setelah memasang penyamarannya langsung saja Dazai mulai merapikan pakaiannya, terlihat kalau saat ini ia sudah selesai melakukan penyamarannya.
"Bagaimana dengan penyamarannya ? apa ada yang kurang ?" tanya Dazai yang saat ini bertanya pada mereka, bahkan suaranya juga benar benar mirip dengannya.
Tentu mereka yang mendengar ini seketika terdiam sambil memberikan jempol padanya dan mulai membalasnya dengan tatapan berbinar.
"SANGAT SEMPURNA !!"
Tentu Dazai yang mendengar ini mulai menganggukkan kepalanya, langsung saja ia menoleh kearah Irina yang saat ini menoleh kearah lain.
"Hmm.. ada apa Irina ? apa kau demam ?" tanya Dazai yang mulai menyentuh keningnya Irina.
"Bi.. Bisakah kau serius mengenai ini Da.. Dazai-Kun !?" teriak Irina yang wajahnya memerah ketika melihat Dazai mempermainkannya lalu mulai menepis tangannya.
"Kalau begitu semuanya aku pergi dulu.. doakan aku.."
"Ba.. Baik !?"
***
Sedangkan dikantor saat ini terlihat kalau Ibunya Nagisa dan Nagisa sendiri saat ini sedang menunggu Karasuma datang.
Disisi lain Nagisa yang sedang menunggu Dazai mulai khawatir, namun tiba tiba saja mereka mulai mendengar suara pintu terbuka.
Tentu mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearahnya suara itu dan melihat kalau yang membuka pintunya saat ini adalah Karasuma / Dazai yang saat ini sedang menyamar.
"Maaf sudah membuat kalian menunggu Nagisa-Kun.. dan juga Ibunya Nagisa" ucap Dazai yang membungkukkan badannya pada mereka berdua.
Tentu Nagisa yang melihat Karasuma yang datang kali ini terkejut, sedangkan ibunya Nagisa mulai angkat bicara padanya dan mulai memperkenalkan dirinya pada Dazai.
"Ahh.. tidak apa apa Karasuma-Sensei.. dan maaf saya belum memperkenalkan diri saya pada anda, perkenalkan saya ibunya Nagisa, Hiromi Shiota"
"Ahh.. kalau begitu Hiromi-San bagaimana kalau anda minum terlebih dahulu ? saya yakin kalau anda pasti kelelahan ketika menuju kemari" ujar Dazai yang mulai berjalan menuju mereka sambil menyuguhkan air minum padanya.
"Terima kasih banyak Karasuma-Sensei.. tapi saya tidak haus saat ini" balas Hiromi yang menolak tawarannya.
"Jadi begitu.. lalu Hiromi-San bisakah anda menceritakan tujuan anda kemari kalau boleh saya tahu ?" tanya Dazai padanya.
"Ahh.. ini soal masa depannya Nagisa" balas Hiromi sambil menepuk kepalanya Nagisa.
"SMA Kunugigaoka berpeluang besar diterima di Universitas Keisetsu, bila SMP nya ia tidak lulus maka kuliah dan kariernya bisa rusak, maka dari itu saya mohon bantuan anda untuk mengeluarkannya dari kelas E"
Tentu Hiromi mulai menjelaskan tentang masa depannya Nagisa bila ia terus diam dikelas ini, sedangkan Dazai yang mendengar ini justru terdiam sebentar dan mulai membalasnya.
"Lalu.. apa anda sudah membicarakan ini pada Nagisa-Kun putra anda ?"
"Dia masih belum tahu apa apa mengenai ini.. jadi sudah sewajarnya orang tua tidak ingin anaknya merasakan kegagalan yang orang tuanya alami bukan ?"
Terlihat kalau Hiromi sedang menjelaskan keadaannya pada Dazai, namun ketika Nagisa ingin berbicara pada ibunya tiba tiba saja ia menyuruh Nagisa untuk diam.
Tentu Dazai yang melihat ini hanya bisa terdiam sambil menghela nafas, langsung saja Dazai mulai membalas perkataannya Hiromi.
"Maafkan aku Hiromi-San.. tapi sepertinya saya memang harus menolak permintaan anda" ujar Dazai sambil menganggukkan kepalanya.
"Ehh !? kenapa !?" teriak Hiromi yang mulai berdiri dari kursinya ketika mendengar jawabannya Dazai.
__ADS_1
"Mudah.. karena dari yang saya lihat kalau anda selalu menentukan pilihannya Nagisa dari pada dirinya" balas Dazai sambil menatap matanya Hiromi.
"Hiromi-San, hidup Nagisa bukanlah seperti sebuah alat yang bisa anda pakai secara terus menerus, Nagisa-Kun juga bisa membuat pilihannya sendiri asalkan itu dapat membahagiakan anda"
"Sebagai wali kelasnya akan aku perjelaskan ini pada anda Hiromi-San.. kecuali Nagisa ingin maka saya tidak akan mengeluarkannya dari kelas E ini" jelas Dazai dengan tatapan tajam padanya.
Tentu Nagisa yang mendengar ini mulai menatap Dazai dengan tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini, sedangkan Hiromi yang mendengar ini langsung meneriakinya.
"APA APAAN KAMU INI !? PADAHAL KAMU CUMA GURU TAPI KAU BERANI SEKALJ BILANG BEGITU PADA ORANG TUA !! APA KAU MENGHINAKU !? MEMANGNYA KA-"
PLAAAKKK !!
Tepat ketika Hiromi sedang menceramahinya tiba tiba saja Dazai mulai menepuk tangannya dengan sangat keras sehingga ia berhenti dan mulai duduk dikursinya.
Terlihat kalau Hiromi saat ini terdiam dengan keringat dingin ketika ia tidak bisa mengendalikan tubuhnya hanya karena sebuah tepuk tangan saja.
Bukan dia saja bahkan Nagisa dan para murid yang sedang menguping pembicaraan mereka pun ikut terdiam ketika mendengar ini.
Tentu apa yang Dazai lakukan saat ini yaitu menggunakan tepukan pelumpuh yang pernah diajarkan oleh Lovro pada Nagisa.
Kerena kupingnya lumayan tajam jadi ia mulai mengerti bagaimana cara menggunakannya, hanya saja ia membuat versinya lebih tinggi agar dapat menenangkan hati mereka ketika mendengar tepukannya.
"Hiromi-San.. bisakah kamu mendengar apa yang akan saya bicarakan nanti padamu ?" tanya Dazai dengan serius sambil menatapnya dengan tajam.
Tentu Hiromi yang mendengar maupun melihat tatapannya Dazai yang saa ini sedang menyamar hanya bisa menganggukkan kepalanya saja dengan ragu ragu.
Sedangkan Dazai yang mendengar ini mulai menghela nafas sambil melanjuti pembicaraan mereka berdua.
"Saya tahu kalau anda khawatir dengan masa depannya Nagisa-Kun, Hiromi-San.. tapi sebagai wali kelas saya juga sangat peduli pada masa depannya Nagisa-Kun"
"Sebelum saya melanjutkan pembicaraan kita coba anda lihat ini terlebih dahulu, Hiromi-San" sahut Dazai yang mulai memberikan kertas padanya.
Tentu Hiromi yang melihat ini mulai mengambil ini lalu melihat isi kertasnya, tentu isi kertas itu adalah hasil ulangan mereka dari UTS sampai UAS nya.
"Ini.."
"Benar.. itu adalah hasil ulangan mereka disemester pertama, apa anda melihatnya ? kalau hasil UAS mereka tiba tiba menurun sedang UTS mereka nilainya bagus, Hiromi-San ?" tanya Dazai dengan tenangnya.
"E.. Ehmm.. itu benar" balas Hiromi yang mulai melihat hasil ulangan kelas E yang lainnya.
"Itu semua karena ada campur tangan dari saya makanya nilai ulangan mereka tiba tiba menurun" ujar Dazai yang menjelaskan ini pada mereka.
Tentu mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearahnya dengan tatapan terkejut, langsung saja Dazai mulai menjelaskan kembali padanya.
"Saya melakukan ini karena saya mendapatkan laporan kalau salah satu dari mereka tanpa sengaja melukai seorang pria tua hingga ia dirawat"
"Meskipun begitu saya tetap menghukum mereka selama 2 minggu tanpa belajar materinya sebelum UAS dimulai, makanya nilai mereka menurun"
"Saya melakukan ini bertujuan agar para murid menyadari dengan apa yang telah mereka perbuat setelah mereka membuat kesalahan seperti itu meskipun itu bukan kesalahan Nagisa-Kun sekalipun"
Terlihat kalau Dazai saat ini menjelaskan keadaan Nagisa dan yang lainnya pada Hiromi tepat sebelum UAS terjadi, kejujuran dapat digunakan dalam masalahnya Nagisa saat ini
Tentu Hiromi yang mendengar ini hanya bisa terdiam sambil menatap putranya Nagisa.
"Hiromi-San.. saya tahu anda khawatir dengan masa depannya Nagisa-Kun.. meskipun ia berada dikelas E sekalipun ia akan tetap diajar oleh guru terbaik yang kelas kami miliki"
"Jadi.. saya mohon tolong anda dengarkan sekali saja permintaan Nagisa-Kun dari lubuk hati anda tanpa menyinggung perasaan putra anda, Hiromi-San"
Terlihat kalau saat ini Dazai mulai membungkukkan badannya pada Hiromi setelah menjelaskan semua itu padanya.
"Karasuma-Sensei.." gumam Nagisa yang tertegun ketika melihat gurunya sampai membungkukkan badannya pada ibunya.
Tentu Hiromi yang melihat ini hanya bisa terdiam ketika mendengar penjelasannya, begitu juga dengan Nagisa dan yang lainnya juga.
Langsung saja Hiromi mulai menatap Nagisa yang saat ini sedang menunduk kebawah ketika mendengar ucapannya Karasuma, melihat ini ia mulai berpikir apakah dia sudah terlalu berlebihan pada anaknya karena keegoisannya.
"Ha.. anda benar Karasuma-Sensei.. sepertinya saya telah berlebihan pada putraku tanpa memperdulikan perasaannya" balas Hiromi yang setuju dengan ucapannya Dazai / Karasuma
"Dan terima kasih karena sudah menyadarkanku, Karasuma-Sensei" lanjut Hiromi yang mulai membungkukkan badannya pada Dazai.
"Tidak apa apa Hiromi-San, itu sudah tugas saya sebagai guru dan juga wali kelasnya"
***
Setelah pembicaraan mereka telah selesai terlihat kalau Hiromi selaku ibunya Nagisa sudah pergi dari kantornya, terlihat kalau Dazai dan Nagisa saat ini masih didalam.
"Anu.. Karasuma-Sensei atau Dazai-Sensei ?"
Terlihat kalau Nagisa saat ini sedang kebingungan apakah dia benar benar Karasuma atau Dazai yng saat ini sedang menyamar.
Tentu Dazai yang mendengar ini hanya menghiraukannya dan segera membuka jendela yang ada dibelakangnya.
Terlihat kalau saat ini ia sedang melihat murid muridnya sedang menguping pembicaraan mereka, mereka yang kepergok oleh Dazai pun mulai terkejut bukan main.
"Ehh !? semuanya !?"
Sedangkan Nagisa yang melihat ini tentu terkejut karena teman temannya sedang menguping pembicaraan mereka, Dazai yang melihat ini segera bertanya pada mereka semua.
__ADS_1
"Jadi.. bisa kalian jelaskan.. apa yang kalian lakukan disini ?"