The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 31


__ADS_3

Saat ini dimeja makan terlihat kalau Tanaka dan Asuna sedang makan malam bersama, namun suasana mereka sangat canggung ketika mengingat kejadian sebelumnya.


Terlihat kalau Tanaka saat ini sedang menyantap ikannya dengan pelan sambil menatap kearah Asuna dengan aneh, disisi lain Asuna yang melihat tatapan Tanaka mulai merasa malu akan tingkahnya.


"Ehmm.. Asuna, kalau boleh tahu apa yang terjadi padamu sebelumnya ?" tanya Tanaka dengan wajah lesunya agar suasananya tidak kembali canggung.


"Ahh.. itu.. sebenarnya tadi ada paket dari orang tuaku, lalu tiba tiba saja sepupuku Risa mulai meneleponku hingga aku kesal karena mereka menggangguku ketika memasak, begitu.." jelas Asuna dengan wajah memerah dan suara kecilnya.


"Jadi maksudmu kau sedang menungguku, tapi bukan aku yang muncul melainkan Tukang Pos dan sepupumu, begitu.." ucap Tanaka dengan wajah datar ketika mendengar penjelasannya Asuna.


"Iya.. EHH !! BU.. BUKAN !! ITU.." ucap Asuna dengan panik ketika mendengar ucapannya Tanaka yang benar mengenai masalah itu.


"Pfftt.. hahaha.. aku tidak menyangka kalau kau masih seceroboh ini Asuna, bahkan setelah 8 tahun kita tidak bertemu kau masih sama seperti dulu hahaha.." tawa Tanaka sambil menggelengkan kepalanya.


Tentu Tanaka yang mendengar ini seketika tertawa untuk pertama kalinya ketika melihat tingkahnya Asuna, disisi lain Asuna yang melihat Tanaka tertawa mulai terdiam.


Tentu Asuna tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini, bahkan ini adalah pertama kalinya ia melihat Tanaka tertawa selama hidupnya.


"Mou.. Tanaka-Kun tidak baik tahu tertawa saat makan, nanti kau tersedak" ujar Asuna sambil mengembungkan pipinya dengan kesal melihat Tanaka menertawakannya.


"Hahaha.. maaf maaf habisnya kau terlihat imut ketika panik, makanya aku tidak bisa berhenti untuk tertawa" balas Tanaka yang mulai menenangkan dirinya setelah tertawa cukup lama.


"I.. Imut !?" gumam Asuna yang membelakkan matanya tidak percaya ketika mendengar ucapannya.


"Hmm.. benar kau imut, apalagi ketika melihat wajahmu yang memerah itu" balas Tanaka yang sedang tersenyum menyeringai kearah Asuna.


Tentu Asuna yang melihat Tanaka mendengar gumamannya mulai memerah kembali hingga menutupi seluruh wajahnya, langsung saja Asuna mulai menghiraukan Tanaka dan kembali pada makanannya.


Sedangkan Tanaka yang melihat ini mulai menggelengkan kepalanya dan segera melanjutkan makan malamnya bersama.


***


"Ahh.. kenyangnya.. makasih untuk makan malamnya Asuna, sudah kuduga masakanmu memang yang terbaik" balas Tanaka yang mulai mengosok perutnya yang sedikit buncit saat ini.


"Sama sama.. lain kali makanlah disini bila kau ada waktu, Tanaka-Kun" sahut Asuna yang saat ini sedang mencuci piringnya.


"Baiklah kalau aku ada waktu luang dan maaf membuatmu kerepotan" ucap Tanaka yang mulai menompang kepalanya ddngan tangannya sambil menatap kearah Asuna yang saat ini sedang mencuci.


"Tidak apa apa Tanaka-Kun aku tidak kerepotan kok" balas Asuna yang saat ini masih fokus pada piringnya.


Setelah mereka berbincang seperti itu tiba tiba saja suasananya menjadi sunyi, tentu hal ini membuat mereka berdua merasa nyaman dengan kesunyian ini apalagi hanya mereka berdua saat ini.


Disisi lain Tanaka saat ini sedang menompang kepalanya sambil melihat kearah Asuna yang saat ini sedang mencuci piring dengan senyum diwajahnya.


Terlihat kalau Asuna saat ini sedang bersenandung menyanyikan lagu OST Undertale yaitu Muffet - Spider Dance dengan bahagianya.


Tentu Tanaka yang mengetahui lagu ini mulai menikmatinya dan setelah Asuna menyelesaikan lagunya langsung saja Tanaka mulai berbicara padanya.


"Sepertinya kau sangat menyukai game Undertale sampai sampai kau menyenandungkan lagunya ketika mencuci" sahut Tanaka yang melihat Asuna sudah menyelesaikan piring piringnya.


"Ahh.. benar lagu itu memang enak untuk didengar, mau berapa kali pun aku mendengar lagu itu tetaplah yang terbaik" balas Asuna yang mulai mengelap tangannya dan mulai duduk didepannya Tanaka saat ini dimeja makan.


"Makasih soal itu, tapi tetap OST Megalovania menjadi yang terbaik selama aku membuat game ini" balas Tanaka yang ingat tentang pertama kali membuat gamenya sambil menyanyikan lagu itu dikamarnya dulu.


"Kau juga yang membuat lagu lagu itu !? itu sungguh menakjubkan Tanaka-Kun, entah kenapa aku merasa kalau kau masih menyembunyikan sesuatu dibalik lengan bajumu" ujar Asuna sambil tersenyum kearahnya Tanaka.


Tentu Tanaka yang mendengar ini membelakkan matanya tidak percaya dengan apa yang Asuna katakan, langsung saja Tanaka mulai bertanya pada Q soal rencana yang ia dan Q buat sebelumnya.

__ADS_1


'Q.. apa kau yakin soal rencana ini ?' batin Tanaka pada Q sambil mengkerutkan keningnya.


'Yakin 100% Master.. Asuna-San akan baik baik saja sisanya serahkan saja padaku'


Sedangkan Tanaka yang mendengar ini segera menghela nafas ketika mendengar rencananya akan berjalan sempurna kali ini.


Tentu Asuna yang melihat perubahan Tanaka segera gugup dan mulai menanyakan sesuatu padanya bila ia melakukan suatu kesalahan pada kata katanya.


Namun sebelum Asuna bertanya tiba tiba saja Tanaka mulai mengatakan sesuatu yang membuatnya terkejut ketika mendengar ini.


"Asuna.. tidak.. Yuuki Asuna, apakah kamu percaya padaku bila aku memberitahukanmu semua rahasia yang aku pegang selama ini ?" tanya Tanaka dengan wajah serius sambil menatap kearahnya.


Tentu Asuna yang mendengar pernyataan Tanaka seketika membelakkan matanya, mendengar ini tiba tiba saja ia mulai berpikir keras mengenai keputusan yang akan ia ambil nanti.


Disisi lain Tanaka yang melihat Asuna sedang bimbang dengan pikirannya tiba tiba saja ia mulai terdiam sambil melihat kearah meja dengan bingung.


Namun itu tidak berlangsung lama karena Asuna langsung mengangkat kepalanya dan mulai menatap Tanaka dengan penuh percaya diri.


"Aku mempercayaimu, Tanaka-Kun.." balas Asuna dengan mata penuh tekad dan keberanian sedang menatap mata kosongnya Tanaka.


"Meskipun harus kehilangan nyawamu apa kau masih percaya padaku ?" tanya Tanaka sekali lagi sambil menatap matanya Asuna dengan tajamnya.


"Aku masih pada pendirianku Tanaka-Kun, apa pun yang terjadi aku tetap mempercayaimu apa adanya" balas Asuna yang masih bertekad pada pendiriannya.


Tentu Tanaka yang melihat ini hanya bisa menghela nafas sambil berbicara pada Q tentang rencananya.


'Q.. tahap pertama sudah selesai, waktunya tahap kedua' batin Tanaka pada Q.


'Baik.. Master' balas Q yang mulai bergerak kedalam bajunya Tanaka tanpa Asuna.


Mendengar ini langsung saja Tanaka mulai berdiri sambil mengajak Asuna untuk ikut berdiri bersamanya, tentu Asuna yang melihat ini ikut berdiri sesuai keinginannya.


"Ehh.." ucap Asuna yang terdiam ketika mendengar perkataannya Tanaka.


JLEEEBB !!


Merasakan ini langsung Asuna mulai melihat kebawahnya, terlihat kalau perutnya ditusuk oleh sebuah pisau berwarna hitam gelap.


Merasakan ini tiba tiba saja ia mulai mulai mengeluarkan darah dimulutnya dan juga perutnya sambil menatap kearah Tanaka.


"Ta.. Tanaka-Kun kenapa ?" tanya Asuna sambil menatap kearah Tanaka dengan tatapan tidak percaya.


"Maaf.." gumam Tanaka dengan raut wajah sedih ketika melihat tatapannya Asuna.


Tepat setelah Tanaka mengatakan hal itu pada Asuna, tiba tiba saja pisau tersebut mulai berubah dan segera menyelimuti Asuna dengan cepat, hingga ia tidak bisa melanjutkan kata katanya.


Tentu pisau itu tidak lain adalah Familiar Tanaka yaitu Q, langsung saja dia mulai membuat bola untuk mengurungi seluruh tubuhnya Asuna tepat didalam dirinya.


'Master.. tahap kedua sudah selesai, lanjut ketahap terakhir tahap ketiga' balas Q yang melihat prosesnya berjalan dengan sempurna.


"Baiklah.. lalu berapa lama proses ini akan berlangsung, Q ?" tanya Tanaka yang melihat kubah didepannya saat ini.


'Tenang saja Master tidak lama kok hanya 10 menit' balas Q yang mulai membuka matanya sambil menatap kearah Tanaka yang saat ini sedang menjadi sebuah kubah saat ini.


"Ha.. semoga saja tidak terjadi masalah kedepannya nanti" gumam Tanaka sambil menghela nafas berat.


***

__ADS_1



'APA MENUSUKNYA YANG BENAR SAJA !!' batin Tanaka yang mendengar rencananya Q.


'Iya.. Master, jika Master ingin mentransferkan seluruh ingatan anda pada Asuna-San anda hanya perlu menikamnya dengan diri saya' balas Q yang mulai melayang di kamarnya Tanaka.


'Ha.. apa tidak ada cara lain selain menikamnya' batin Tanaka sambil memakai bajunya.


'Tidak ada cara lain Master.. soalnya ini pertama kalinya aku memakai skill Memory Manipulation pada orang lain Master' balas Q yang mulai melayang kearah Tanaka yang saat ini sedang menatap cermin.


'Dan jika Master tidak ingin melakukan ini, maka Master harus melakukannya keorang lain baru, aku bisa melakukannya tanpa harus menikam Asuna-San terlebih dulu' jelas Q sambil melihat kearah bawah dengan sedih.


Tentu Tanaka yang mendengar ini langsung menghela nafas sambil mengusap badannya Q dan mulai memberikan kata kata semangat padanya.


'Ha.. sudahlah Q lagipula ini salahku karena tidak bertanya padamu lebih dulu soal skillmu' batin Tanaka dengan perasaan salah.


'Baik.. saya juga minta maaf tidak memberitahukan hal ini pada anda, Master' balas Q yang mulai menikmati usapan Tanaka.


'Baiklah kalau begitu kita mulai rencananya'



***


"Ha.. semoga saja Asuna mau menerima kenyataannya kalau teman masa kecilnya adalah seorang reincarnator" gumam Tanaka sambil menghela nafas ketika mengingat pembicaraan dengan Q sebelumnya.


'Master..' ucap Q dengan nada sedih.


Tentu ia juga pernah melihat memorinya Tanaka melalui lendir yang ia gerakkan pada kepalanya secara diam diam, meskipun masa lalu Tanaka sangat suram untuk anak berumur 6 tahun sepertinya.


Sebenarnya Q berbohong agar ia dapat melihat masa lalunya Tanaka, tujuannya agar ia dapat mendekatkan diri dengan masternya, seperti cara bertarungnya, kebiasaannya dan lain sebagainya.


Namun Q tidak menyangka kalau dirinya dapat melihat masa lalunya Tanaka sebelum bereinkarnasi, tentu hal ini membuatnya terkejut makanya ia terus melihat masa lalunya Tanaka hingga sekarang.


"Jadi.. Q dari mana kau mendapatkan memori tentang masa laluku ? jika kau belum pernah melihatnya" tanya Tanaka dengan datar ketika merasakan gejolak emosinya Q saat ini.


'Ahh.. i.. itu' balas Q yang gugup ketika melihat tatapannya Tanaka.


"Ha.. aku tidak menyangka kalau patnerku membohongiku" gumam Tanaka sambil menepuk keningnya ketika melihat ini.


'Ma.. Maafkan aku..' balas Q dengan nada sedih.


"Ha.. aku tidak mengerti kenapa Kami-Sama memberikan hadiah hadiah ini padaku ? apa dia ingin aku tersiksa dengan kenyataan ini yang benar saja" gumam Tanaka sambil menghela nafas panjang mengenai hadiah yang diberikan oleh Kami-Sama padanya.


'Master.. apa kamu membenciku ?' tanya Q ketika mendengar gumamannya Tanaka.


Tentu saat ini ia merasa sedih dan bersalah, apalagi ketika mendengar perkataannya Tanaka yang lumayan menyayat hatinya itu.


"Tidak.. jika aku membencimu terus kenapa aku masih memanggilmu melalui kontrak itu ? lalu kenapa kita masih menjalankan rencana ini jika aku membencimu ?" tanya Tanaka dengan suara lembut pada Q.


"Tentu saja.. karena aku mempercayaimu Q, karena kau adalah patnerku selamanya" lanjut Tanaka sambil tersenyum lega setelah memberitahukan semua ini padanya.


Q yang mendengar ini seketika terdiam dan mulai menatap Tanaka dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini, terutama ketika melihat senyumnya Tanaka.


'Meskipun aku sudah membohongimu.. namun kau masih mempercayaiku Master.. kenapa.. kenapa kau begitu baik padaku setelah aku membohongimu Master ?' tanya Q yang melihat senyumnya Tanaka.


"Mudah.. karena aku tidak ingin kau menjadi seperti diriku dimasa lalu" balas Tanaka sambil tersenyum sedih kearah Q dan mulai mengelus tubuhnya Q yang saat ini masih menjadi sebuah kubah besar.

__ADS_1


'....'


__ADS_2