
Terlihat kalau Tanaka saat ini sedang melihat kearah murid baru itu yang tidak lain adalah Yuuki Asuna, benar saja kalau hari ini akan menjadi hari yang sulit baginya.
Terlihat kalau Asuna memiliki paras cantik dengan rambut panjang dan sebagian rambutnya dikepang kebelakang serta memiliki rambut berwarna coklat muda yang sangat cocok dengannya.
Setelah memperkenalkan dirinya langsung saja guru itu menyuruh Asuna untuk duduk disebelah Tanaka, tentu Asuna sempat terkejut ketika mendengar nama Tanaka dan segera duduk dikursi kosong itu.
Sedangkan para pria yang melihat kalau Asuna akan duduk disebelah Tanaka, mulai menatap kearah Tanaka dengan pandangan iri dan cemburu begitu juga dengan Shimura dan Katou namun tidak dengan Ohta yang menurutnya biasa saja.
Ketika Asuna duduk dibangku yang kosong dan melihat siapa teman sebangkunya itu, langsung saja dia mulai melihat Tanaka yang saat ini sedang merasa kesal tanpa menatapnya.
Tentu Asuna yang melihat ini hanya bisa tersenyum kecil ketika melihat orang yang ia pikirkan itu benar, dan orang itu adalah Tanaka atau lebih tepatnya teman masa kecilnya dulu.
***
Setelah bel pelajaran berbunyi langsung saja para murid mulai mengerumuni bangku Asuna dan mulai mengenalkan diri mereka masing masing padanya hingga membuat Asuna sendiri kewalahan dengan tingkah teman temannya ini.
Sedangkan Tanaka dan Ohta hanya membiarkan mereka saja dan segera pergi ke kantin dan mulai memesan makanan mereka masing masing.
"Hmm.. sudah kuputuskan Ohta bayarkan dulu punyaku, nanti akan kuganti" balas Tanaka sambil melihat kearahnya.
"Oke.." balas Ohta yang saat ini sudah membulatkan tekadnya untuk memesan makanannya.
Setelah itu langsung saja Ohta memesan makanan mereka pada bibi kantin itu untuk dimakan oleh mereka nanti ditaman.
"Maaf membuat kalian menunggu, pesanan kalian 'Roti Prancis ukuran besar' lalu 'Puding Strawberry Denmark' dan Muffin Karamel' nya" langsung saja bibi itu memberikan pesanan Tanaka dan Ohta tepat dihadapan mereka tanpa terbalik.
Sedangkan Tanaka dan Ohta yang melihat ini langsung mengambil pesanan mereka tanpa terbalik seperti beberapa hari yang lalu.
Tentu bibi kantin yang melihat ini langsung tersenyum dengan bahagia ketika melihat pesanan mereka tidak tertukar lagi.
***
Saat ini Tanaka dan Ohta sedang duduk ditaman sekolah sambil memakan roti dan puding mereka masing masing, namun tiba tiba saja Ohta bertanya pada Tanaka sambil memakan pudingnya.
"Tanaka menurutmu bagaimana dengan murid baru itu ? kalau tidak salah namanya Yuuki-San, bukan ?" tanya Ohta sambil memakan pudingnya.
"Kedatangannya hanya akan membawa masalah baru pada kehidupan damaiku, bahkan kehadirannya pun sama persis dengan Shiraishi-San" balas Tanaka sambil mengunyah makanannya dengan kesal.
"Aku yakin jika dia mendengar ini mungkin dia akan mulai menjauhimu, tapi kau benar juga mengenai itu" gumam Ohta sambil mengelus dagunya ketika mengingat kalau kehadiran Asuna terlihat sama dengan Shiraishi yaitu mencolok.
"Hmm.. aku yakin kalau Asuna sudah memiliki kelompok pelindungnya sendiri disekolah ini, sama seperti Shiraishi-San dan beruang beruang itu" gumam Tanaka sambil menganggukkan kepalanya.
"Asuna ? sepertinya kalian cukup dekat, apa kalian memiliki hubungan ?" tanya Ohta sambil menatap kearah Tanaka dengan penasaran.
Sedangkan Tanaka yang mendengar pertanyaan Ohta segera terdiam karena mulutnya keceplosan ketika ia membicarakan Asuna pada Ohta.
Namun sebelum Tanaka menjawab pertanyaan Ohta tiba tiba saja suara seseorang yang tidak ingin dia dengar mulai terdengar dari kejauhan sedang memanggil namanya.
"Tanaka-Kun !!" teriak Asuna sambil berlari kearahnya dan juga Ohta sambil membawa bento buatannya.
Sedangkan Tanaka yang mendengar ini langsung saja mulai berdiri dan kabur dari hadapannya Asuna, tentu hal ini membuat Ohta terkejut dengan tingkahnya Tanaka.
Namun baru saja beberapa langkah dia kabur tiba tiba saja Asuna menarik kerah bajunya yang membuat Tanaka berhenti seketika.
"Tunggu dulu Tanaka-Kun, kau mau kemana ? bukannya kau lagi makan ? lalu kenapa kita tidak makan bersama saja sambil mengobrol sudah lama kita tidak bertemu, bukan ?" tanya Asuna sambil tersenyum kearahnya.
Semua pertanyaan dilontarkan kearah Tanaka bahkan ia tidak segan segan untuk menarik kerahnya Tanaka kembali ketempat semula.
Tanaka yang mendengar ini hanya bisa terdiam dan membiarkan Asuna menariknya kembali ke bangku tempat ia makan tadi bersama Ohta sebelumnya.
Tentu Ohta yang melihat kedekatan Asuna dan Tanaka kembali terkejut untuk kedua kalinya, dia berpikir kalau mereka berdua cukup dekat sampai sampai ia menganggap kalau mereka adalah sahabat.
Setelah Asuna menyeret Tanaka kembali ketempatnya langsung saja dia mulai memperkenalkan dirinya pada Ohta.
"Kau pasti temannya Tanaka-Kun bukan ? kalau begitu biarkan aku perkenalkan diriku sekali lagi, namaku Yuuki Asuna dan terima kasih sudah menjaganya selama ini" sahut Asuna yang tersenyum sambil membungkukkan badannya pada Ohta.
"Oii !!" protes Tanaka ketika mendengar ucapannya Asuna pada Ohta.
"Ahh.. tidak masalah Yuuki-San, kau juga bisa memanggilku Ohta seperti yang lainnya dan sepertinya kalian berdua cukup dekat yahh.. Yuuki-San" balas Ohta yang memperkenalkan dirinya juga pada Asuna sambil melihat kedekatan mereka.
__ADS_1
"Yahh.. sebenarnya kami sudah lama mengenal satu sama lain, bisa dibilang pemalas ini adalah teman masa kecilku" balas Asuna dengan santainya sambil menghela nafas lelah ketika mengingat masa lalunya.
Sedangkan Ohta yang mendengar ini langsung terdiam dan mulai menatap kearah Tanaka sambil mencoba untuk berkomunikasi melalui tatapan mereka.
'Oii.. apa itu benar ?' batin Ohta yang mencoba berkomunikasi melalui tatapannya Tanaka.
'Ahh.. itu benar' batin Tanaka yang mengerti ketika melihat tatapannya Ohta dan mulai menganggukkan kepalanya.
Tentu Asuna yang melihat ini mulai batuk pelan untuk mendapatkan perhatian mereka berdua sambil membuka bentonya pada Tanaka dan Ohta.
"Ehem.. Tanaka-Kun, Ohta-Kun bagaimana kalau kita makan terlebih dahulu, tidak baik kalau kalian berdua menyianyiakan makanan, bukan ? " tanya Asuna sambil tersenyum pada mereka berdua.
Sedangkan mereka yang mendengar ini langsung menganggukkan kepala mereka dan segera melanjutkan makan mereka.
Namun sebelum Tanaka mulai mengigit rotinya tiba tiba saja dia disuguhkan telur oleh Asuna ketika melihat ini langsung saja dia menatap kearah Asuna.
"Tanaka-Kun kebetulan aku membuatkan telur ini untukmu, jadi buka mulutmu, ahh.." sahut Asuna sambil mengarahkan telur gulungnya pada mulut Tanaka.
Sedangkan Tanaka yang melihat ini awalnya ingin protes pada Asuna, namun karena melihat senyuman Asuna yang cukup mengerikan baginya dia hanya bisa pasrah dan mulai memakan telur itu dengan perasaan takut dihatinya.
"Hmm.. ini enak" gumam Tanaka yang merasakan telur gulung milik Asuna.
"Benarkah !? kalau begitu tambah lagi, ahh.." ucap Asuna dengan perasaan senang.
Bahkan bagi beberapa orang yang melihat Asuna menyuapi Tanaka mungkin akan melihat sebuah latar belakang dengan bunga bermekaran disekitar mereka.
Disisi lain Ohta yang melihat Asuna sedang menyuapi Tanaka, mulai berpikir kembali kalau mereka berdua bukanlah teman masa kecil melainkan sepasang kekasih.
"Tanaka.. Yuuki-San.. sepertinya aku hanya akan mengganggu kalian saja mungkin sebaiknya aku pergi sa-"
Namun sebelum Ohta menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja Asuna langsung memotongnya.
"Ahh.. Ohta-Kun kau tidak perlu pergi kau bisa makan juga bento ini bersama kami" sahut Asuna sambil mengeluarkan Makaron dengan berbagai jenis warna didalam kotak makanan yang lainnya.
"Kebetulan aku juga membuat Makaron untuk kita semua dan kau bisa memanggilku Asuna sama seperti Tanaka, Ohta-Kun" lanjut Asuna dengan senyum diwajahnya.
Sedangkan Tanaka yang melihat ini hanya memasang wajah datar pada Ohta karena dirinya mudah dibujuk oleh manisan yang dibuat oleh Asuna.
'Ohta.. kau mudah disuap oleh manisan'
***
Ketika bel pulang sekolah berbunyi langsung saja Asuna mulai menghampiri Tanaka untuk pulang bersama sambil bermain kerumahnya.
"Tanaka-Kun.. ayo kita pulang bersama" ajak Asuna dengan senyum diwajahnya.
Tentu hal ini membuat Shimura dan Katou yang mau mengajaknya pulang bersama seketika terdiam, bahkan para lelaki yang mendengar ucapan Asuna pun ikut terdiam juga.
Sedangkan Tanaka yang mendengar ini hanya mengabaikan perkataannya Asuna saja lalu segera berjalan keluar kelas dengan cepat karena tidak tahan oleh tatapan para pria dikelasnya.
Asuna sendiri yang melihat ini langsung saja mengikutinya dengan senyum diwajahnya yang cantik itu sambil menghiraukan tatapan para pria yang menuju kearahnya.
Disisi lain Shimura dan Katou yang melihat mereka berdua sudah mulai membicarakan Tanaka, betapa beruntungnya dia dapat berjalan bersama gadis cantik seperti Asuna.
"Sial.. aku benar benar iri dengan Tanaka" gumam Shimura yang kesal ketika melihat Asuna dan Tanaka yang pulang bersama.
"Cihh.. Tanaka benar benar beruntung" decih Katou sambil mengeratkan tangannya dengan kesal.
Sedangkan Shiraishi yang melihat Tanaka berjalan bersama dengan Asuna mulai merasa tidak nyaman ketika melihat mereka berjalan bersama, namun dia tidak akan menyerah dengan cintanya.
"Hmm.. sepertinya mereka benar benar teman masa kecil" gumam Ohta yang dapat didengar oleh Shiraishi dan Miyano yang saat ini ingin berbicara dengan Shiraishi.
"Ehh.. Master dan Yuuki-San adalah teman masa kecil pantas saja aku melihat mereka berdua cukup akrab ketika kalian makan tadi ditaman" sahut Miyano yang mendengar gumamannya Ohta.
"Bahkan Yuuki-San sampai menyuapi Master sebelumnya" lanjut Miyano dengan wajah dan senyum polosnya, tentu Shimura, Katou dan Shiraishi yang mendengar ini mulai terkejut.
"APAA !!"
***
__ADS_1
"Anu.. Asuna-San ?" sahut Tanaka dengan wajah tidak nyaman.
"Hmm.. ada apa Tanaka-Kun ?" balas Asuna dengan senyum diwajahnya.
"Kenapa kau memeluk tanganku ?" tanya Tanaka yang saat ini melihat Asuna memeluk tangannya sambil berjalan pulang.
"Hmm.. tentu saja karena kita berdua adalah kekasih, bukan ?" balas Asuna dengan bingung ketika mendengar ucapan Tanaka.
"Mana ada !!" teriak Tanaka dengan kesal melihat wajah polosnya Asuna.
"Ahahaha.. Tanaka-Kun, kau masih sama seperti dulu tidak suka diganggu ataupun dijahili" tawa Asuna dengan puas sambil melepas pelukannya.
"Justru hal ini terjadi karena kamu terus melakukannya padaku" balas Tanaka yang mulai menepuk keningnya dengan sikap Asuna.
Tentu Tanaka mengenal Asuna semenjak ia masuk sekolah dasar bahkan ia pernah sekelas dengannya dulu, karena Asuna kecil dulu selalu diancam oleh anak seumurannya karena terlalu menarik perhatian.
Pernah suatu hari beberapa laki laki berkumpul sambil melempar batu batu kecil kearah Asuna karena pernah menolak ajakan mereka.
Tanaka yang melihat kejadian ini tidak tahan dan mulai melindunginya tanpa mengetahui kalau orang itu adalah Asuna.
Kerena penampilannya dulu terlihat sangat culun atau bisa dibilang ia memiliki penampilan yang hampir mirip seperti Shiraishi dulu.
Tentu anak anak itu yang melihat Tanaka melindunginya mulai menyerang Tanaka dengan perasaan kesal hingga terjadi perkelahian diantara mereka.
Namun semua itu diatasi oleh Tanaka dengan mudah tanpa menerima luka sama sekali, disisi lain Asuna yang melihat Tanaka melindunginya mulai terpana dengan aksi heroiknya dan mulai memberanikan diri untuk mendekatinya.
Awalnya Tanaka menolak untuk berteman dengan Asuna karena ia hanya mengganggu ketenangannya saja ketika tidur nanti.
Namun secara tidak sengaja Tanaka dan Asuna mulai dekat satu sama lain tanpa Tanaka sadari hingga mereka berdua digosipkan sebagai pasangan kekasih.
Namun ketika mereka mulai masuk ke kelas 5 tiba tiba saja Asuna mulai pindah sekolah ketika mendengar kalau orang tuanya mengetahui soal kekerasan disekolah itu dari wali kelas mereka dulu.
Tentu saja kedua orang tua Asuna mulai menuntut sekolah itu karena tidak becus dalam melakukan tugas sebagai guru.
Sedangkan kepala sekolah yang mendengar tuntutan kedua orang tua Asuna mulai mengeluarkan guru yang pernah menjadi wali kelas mereka dulu.
Tentu tuntutan itu berhasil berkat bantuan Tanaka yang secara diam diam memasang alat perekam dibawah meja wali kelasnya tanpa sepengetahuannya.
Bahkan tanpa ragu kepala sekolah melaporkan hal ini pada polisi tentang kekerasan pada anak kecil, hingga ia difonis hukuman kecil karena tindakannya.
Tentu guru itu atau wali kelas mereka yang menerima hukuman itu mulai menyesali apa yang telah ia perbuat pada Asuna yang ia hiraukan sebelumnya.
Melihat Tanaka membantu Asuna orang tuanya mulai berterima kasih padanya karena telah berteman dengan Asuna.
Setelah berterima kasih pada Tanaka langsung saja mereka segera pergi untuk mencari tempat tinggal yang baru dan juga sekolah baru untuk Asuna.
Disisi lain Asuna yang mendengar kalau dirinya akan pindah sekolah merasa sedih akan berpisah dengan Tanaka.
Langsung saja Asuna mulai memberikan sebuah gantungan dengan pola bunga chrysanthemum / bunga krisan yang memiliki arti kesetiaan.
Tentu Tanaka kecil yang melihat Asuna memberikan gantungan itu mengambilnya dengan senang hati tanpa mengetahui arti dibalik bunga itu sendiri.
Melihat ini Asuna kecil merasa senang dan segera pergi bersama orang tuanya sambil meninggalkan janji diantara mereka berdua.
Kalau suatu hari mereka bertemu kembali maka ia akan tetap bersamanya untuk selamanya, tentu orang tua Asuna yang mendengar ini mulai tersenyum kearah Asuna.
Sedangkan Tanaka kecil yang mendengar itu dulu mungkin hanya menganggapnya sebagai sebuah candaan saja, namun siapa yang menyangka kalau dia akan bertemu dengannya hari ini.
Bahkan ketika melihat penampilannya itu ia mulai berpikir kalau semua ini adalah ulah Kami-Sama dan juga Aeris.
"Ha.. aku tidak menyangka kalau kau benar benar akan pindah kesini" sahut Tanaka yang mulai menghela nafas lelah ketika melihat tingkahnya Asuna.
"Mou.. kau tidak boleh begitu pada teman masa kecilmu, Tanaka-Kun" balas Asuna yang kesal ketika mendengar perkataannya dan mulai menarik pipinya Tanaka dengan keras.
"Mwaafkwan awku.." ucap Tanaka sambil menahan rasa sakit dipipinya.
"Baguslah kalau kau mengerti" balas Asuna yang mulai melepas tarikannya dan mulai berjalan meninggalkan Tanaka dengan senyum diwajahnya.
Sedangkan Tanaka yang melihat ini hanya bisa menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya saja, ia berpikir kalau kehidupan sekolahnya akan berakhir karena kehadirannya.
__ADS_1