
"Baiklah.. kalau begitu aku pulang dulu" sahut Ohta yang mulai berpisah dengan Tanaka dan Asuna melalui jalan yang biasa lalui untuk pulang.
"Ahh.. sampai jumpa besok, Ohta" sahut Tanaka sambil melambaikan tangannya pada Ohta.
"Hati hati dijalan, Ohta-Kun" balas Asuna yang ikut melambaikan tangannya pada Ohta.
Setelah mereka berpisah langsung saja Tanaka dan Asuna mulai berjalan bersama menuju kerumah mereka.
Namun suasana diantara mereka saat ini benar benar sangatlah canggung apalagi ketika Asuna menceritakan semuanya tepat dihadapannya Tanaka.
'Ba.. Bagaimana ini !? ini sangat canggung !?' batin Asuna dengan panik namun tidak menunjukkannya didepannya.
Disisi lain Tanaka yang sedang berjalan bersama Asuna mulai merasakan gejolak pada emosinya Asuna, tentu semua itu berkat Kenbunshoku Haki miliknya ia bisa merasakan emosinya saat ini.
Kebetulan ketika Tanaka bingung dengan suasana ini tiba tiba saja ia melihat sebuah taman bermain yang biasa ia dan Ohta pakai untuk mengobrol disana.
"Ohh.. Asuna bagaimana kalau kita kesana terlebih dahulu" ujar Tanaka sambil menunjuk kearah yang ia tunjukkan saat ini.
Sedangkan Asuna yang mendengar perkataan Tanaka segera menoleh ke tempat yang Tanaka tunjukkan, terlihat kalau ia menunjuk kearah taman bermain.
"Ba.. Baiklah" balas Asuna dengan gugup dan mulai menganggukkan kepalanya.
Tentu Tanaka yang mendengar ini mulai menarik tangannya Asuna menuju taman bermain, tentu Asuna yang merasa kalau tangannya digenggam oleh Tanaka wajahnya mulai memerah.
Langsung saja mereka pergi menuju ayunan yang saat ini kosong dan mulai duduk disana, begitu juga Asuna yang duduk diayunan dengan wajah memerah ketika mengingat kejadian sebelumnya.
"Jadi.. Asuna apakah kamu mau menceritakan apa yang terjadi setelah kau pindah waktu itu ?" tanya Tanaka sambil mengayunkan ayunannya pelan pelan.
Sedangkan Asuna yang mendengar pertanyaannya Tanaka segera menatapnya dengan pandangan tidak percaya dengan apa yang ia dengar sebelumnya.
Tanaka tidak membahas soal apa yang terjadi sebelumnya, melainkan soal dirinya yang berada ditempat lain jauh darinya.
Tentu Asuna yang mendengar ini tersenyum kearah Tanaka dan mulai menceritakan masa lalunya selama diluar kota, bahkan Tanaka pun ikut menceritakan masa lalunya pada Asuna.
Mereka berdua tentu mulai berbincang disana dengan asik, bahkan mereka pun tertawa ketika menceritakan masa lalu mereka masing masing hingga mereka berdua lupa waktu karena keasikkan mengobrol.
"Ahh.. Tanaka-Kun lihat sudah sore" ucap Asuna yang melihat matahari sudah mau terbenam saat ini.
"Hmm.. kau benar sebaiknya kita pulang, jika tidak mungkin adikku akan marah lagi nanti" balas Tanaka yang mulai berdiri dari tempat ayunannya.
"Kau benar.. aku juga lupa kalau aku harus mencari tempat tinggalku saat ini" ucap Asuna yang ikut berdiri sambil mengambil tas sekolahnya.
"Ha ? mencari tempat ? lalu kemarin kau tinggal dimana ?" tanya Tanaka dengan bingung ketika mendengar perkataannya Asuna.
"Ahh.. aku menginap dirumah sepupuku namanya adalah Shiramine Risa" sahut Asuna yang menggaruk kepalanya sambil tersenyum pada Tanaka.
Sedangkan Tanaka yang mendengar nama sepupunya Asuna mulai berpikir kalau ia pernah mendengar nama itu disuatu tempat namun ia tidak bisa mengingatnya.
"Ahh.. bagimana kalau kita mencari tempatnya bersama saja ? biar cepat" tanya Tanaka yang menyarankan hal ini pada Asuna.
"Ehh.. apa kau tidak apa apa Tanaka-Kun ? adikkmu akan marah nanti bila kau pulang terlambat" sahut Asuna dengan panik ketika mendengar perkataannya.
"Tidak apa apa.. lagipula aku mengenal daerah sini, jadi akan lebih cepat kau mencarinya nanti" balas Tanaka sambil mengangkat kedua bahunya.
"Kau tidak pernah berubah yahh.. Tanaka-Kun, kau selalu membantuku setiap saat" balas Asuna sambil tersenyum kearahnya.
"Bukankah itu wajar untuk menolong sesama manusia" balas Tanaka yang mulai tersenyum ketika mendengar perkataannya.
"Hahaha.. kau benar" sahut Asuna dengan tawa kecil ketika mendengar ucapannya Tanaka.
"Lalu dimana alamatnya ? apa perlu kita kerumah sepupumu untuk mengambil pakaianmu juga disana ?" tanya Tanaka.
"Ahh.. kalau itu tidak perlu Tanaka-Kun, soalnya ayahku sudah memindahkan barang barang ku ke alamat ini melalui kurirnya, walau aku bisa melakukannya sendiri sih" balas Asuna yang tertawa canggung ketika mengingat tingkah ayahnya.
Langsung saja Asuna mulai mengeluarkan kertas yang berisi alamatnya pada Tanaka, tentu ia melihat ini langsung mengambil kertas itu.
"Coba aku lihat"
Tentu Tanaka yang melihat ini mulai membacanya, namun seiring ia membaca alamatnya tiba tiba saja raut wajahnya berubah menjadi aneh.
Disisi lain Asuna yang melihat raut wajah Tanaka yang mulai berubah seiring dia membaca mulai gugup sambil mencoba menenangkan Tanaka.
"Anu.. Tanaka-Kun, kau tidak perlu memaksakan diri bila kau tidak tahu" ucap Asuna sambil menarik narik lengan bajunya Tanaka dengan gugup.
__ADS_1
"Ahh.. bukan soal itu Asuna, sebenarnya aku tahu alamat ini, tapi.." balas Tanaka sambil menatap kearah kertas yang ada digenggamannya.
"Tapi ?"
***
"A.. Ahh.. jadi begitu" gumam Asuna yang sedang menatap pintu didepannya dengan senyum canggung, namun dihatinya ia merasa senang ketika melihat ini.
Tentu tempat itu adalah apartemen tempat tinggalnya Tanaka dan Rino saat ini, ia tidak menyangka kalau Asuna akan pindah keapartemen tempat ia dan adiknya tinggal saat ini.
"Yahh.. aku tidak menyangka kalau kau akan menjadi tetanggaku, Asuna" ucap Tanaka yang menatap pintu didepannya sambil melihat kearah pintu yang ada disebelahnya.
"Ya.. Yahh.. a.. aku juga tidak menyangka kalau ini akan terjadi padaku, Tanaka-Kun" balas Asuna sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
"Ha.. karena sudah ketemu aku pulang dulu sampai jumpa besok" ucap Tanaka yang mulai berjalan kehuniannya dan adiknya.
Namun sebelum Tanaka berjalan tiba tiba saja Asuna menangkap lengannya Tanaka hingga membuatnya menengok kearah Asuna yang saat ini wajahnya sedang memerah.
"A.. Anu Ta.. Tanaka-Kun" ujar Asuna dengan gugup.
"Iya ?" tanya Tanaka sambil memiringkan kepalanya dengan bingung.
"Bi.. Bisakah aku me..meminta n.. nomor teleponmu ?" tanya Asuna dengan gugup hingga wajahnya mulai memerah hingga seluruh wajahnya.
"Baiklah.." balas Tanaka.
Tentu Asuna yang mendengar ini mulai merasa senang dan segera mengeluarkan smartphone miliknya, begitu juga dengan Tanaka.
Langsung saja mereka mulai menukar nomor kontak mereka satu sama lain, tentu Asuna yang mendapatkan nomornya Tanaka mulai merasa senang.
"Terima kasih Tanaka-Kun, kalau begitu sampai jumpa" sahut Asuna yang mulai mencium pipinya Tanaka dan segera masuk kedalam huniannya dengan cepat.
Tentu Tanaka yang mendapatkan serangan tiba tiba dari Asuna seketika terdiam, apalagi ketika melihat pintunya sudah ditutup.
Melihat ini Tanaka hanya bisa menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya ketika melihat aksi teman masa kecilnya yang begitu berani itu.
Langsung saja ia masuk kedalam huniannya dengan lesu.
***
Terlihat kalau Asuna sedang menutup wajahnya dengan bantalnya ketika mengingat dirinya mencium pipinya Tanaka, tentu hal itu membuatnya malu.
'KYAAAA !! AKU MELAKUKANNYA !! MALUNYA !!' batin Asuna yang malu ketika mengingat kejadian itu bahkan ia sambil menendang nendang kakinya secara cepat.
Namun ketika Asuna sedang memikirkan kejadian itu tiba tiba saja ia mendapatkan telepon dari seseorang, tentu Asuna yang mendengar ini segera mengeluarkan ponselnya dan mulai mengangkatnya.
"Halo ?" sahut Asuna yang mulai duduk ketika mengangkat teleponnya.
"Ahh.. Asuna bagaimana dengan tempat tinggalmu, apa kau senang tinggal disana ?" tanya seseorang dibalik teleponnya Asuna.
Terdengar kalau suara tersebut sangat berat yang berarti yang meneleponnya saat ini adalah seorang pria, tentu Asuna yang mendengar ini menjawabnya.
"Ayah !? kau meneleponku !? tentu saja aku senang bisa tinggal disini, soalnya tidak jauh dari sekolahku" balas Asuna sambil tersenyum ketika mendengar suara ayahnya.
"Ahaha.. syukurlah kau bisa bersama Tanaka-Kun lagi" tawa Ayahnya Asuna ketika mendengar suara anaknya yang begitu bahagia saat ini.
"Ehh ? apa ?" ucap Asuna yang bingung dengan ucapan ayahnya.
"Yahh.. karena ada urusan penting maka Ayah tutup dulu ya, sampai jumpa" lanjut Ayahnya Asuna.
"Ehh !! tu-"
TUUTTT..
Asuna yang mendengar ini seketika terdiam sambil memikirkan kejadian sebelumnya hingga ia sadar kalau tempat tinggalnya ini sudah direncanakan oleh ayahnya.
"MOU.. AYAH BODOH !! JADI SELAMA INI KAU SUDAH MERENCANAKANNYA !!"
***
Disisi lain Tanaka yang saat ini sedang dikamarnya langsung saja mengganti bajunya, tentu Q yang ada dilehernya Tanaka mulai merubah dirinya menjadi bentuk Slimenya kembali.
'Ahh.. syukurlah tidak ada kejadian yang tidak diinginkan, bukan begitu Master' sahut Q yang mulai terbang disebelahnya Tanaka dengan senang.
__ADS_1
"Yahh.. kau benar, lagipula dunia ini sangat aman dan damai jadi kau sebaiknya jangan memaksakan dirimu, Q" gumam Tanaka yang suara Q dikepalanya.
'Master benar, meskipun begitu aku akan tetap menjagamu selama aku disisimu' lanjut Q yang mulai mengelilingi Tanaka dengan semangat.
"Ha.. kau ini.." gumam Tanaka sambil menggelengkan kepalanya ketika melihat tingkahnya Q.
'Master.. apa kau menyukai Asuna-San ?' tanya Q sambil merubah tubuhnya menjadi tanda tanya '?'.
Tentu Tanaka yang sedang memakai kaosnya segera berhenti, lalu segera bertanya pada Q.
"Q.. bagaimana kau bisa menyimpulkan hal itu ? apa itu dari internet ?" tanya Tanaka sambil menatap kearah Q.
'Tidak.. soalnya aku bisa merasakan perasaan hangat dari Master ketika bersama Asuna-San, itu saja' balas Q yang mulai mengubah kembali tubuhnya menjadi bentuk Slimenya.
Tentu Tanaka yang mendengar ini segera memakai bajunya dan mulai berbaring diatas kasurnya, tentu Q yang melihat ini mulai berbaring diatas Tanaka.
"Ha.. sepertinya aku tanpa sadar mulai menyukainya lagi, walau kita baru saja bertemu kemarin setelah cukup lama sejak kejadian itu" gumam Tanaka yang tiba tiba memikirkan senyumnya Asuna.
Tentu Tanaka yang sedang memikirkan Asuna mulai menyadarkan dirinya ketika mendengar ponselnya mulai bergetar.
Mendengar ini langsung saja Tanaka mulai mengambil ponselnya dan melihat kalau itu dari Grup Chatnya, terlihat kalau ada notif muncul diponselnya
[ Selamat anggota Lala dan Kanae berhasil mengubah takdirnya berkat salinan yang Admin kirimkan pada mereka
Host mendapatkan 20.000 poin karena sudah merubah takdir mereka ]
Tentu Tanaka yang melihat ini terkejut ketika ia mendapatkan poin sebanyak itu hanya kerena mengirim salinan tentang dunia mereka.
"Tunggu.. kalau soal Lala yang dapat mengubah takdirnya sih aku mulai mengerti, namun Kocho-San.. sepertinya ia berhasil menghindari kematiannya ketika bertarung dengan Douma sebelum ceritanya" gumam Tanaka yang mengingat cerita Kanae di Anime dan juga komiknya.
Ketika Tanaka sedang memikirkan hal itu tiba tiba saja Kanae yang sudah lama tidak membuka Grup Chat mulai mengirimi pesan disana.
{ Kanae : @Tanaka @Lala maaf yahh.. aku tidak pernah membuka grup chat ini karena aku sedang sibuk melatih diriku dan juga muridku Kanao }
{ Kanae : Aku tidak menyangka kalau Iblis itu akan datang secepat itu dari salinan yang @Tanaka kirim padaku }
{ Tanaka : Ahh.. Kocho-San tidak apa apa, kami juga memiliki urusan lain didunia kami, bahkan kami juga jarang membuka Grup Chat ini }
{ Kanae : Benarkah kalau begitu syukurlah.. dan juga kau bisa memanggil Kanae, Tanaka-Kun }
{ Tanaka : Baiklah Kanae-San, kalau boleh tahu apa yang terjadi selama kamu disana apa kau sudah melawan Douma ?}
{ Kanae : Ahh.. kalau soal itu aku meminta bantuan Himejima-San ketika bertarung melawan Iblis itu walau dia sempat kabur melalui pintu geser yang tiba tiba muncul dibawah kakinya }
{ Kanae : Dan syukurlah aku berhasil menahannya hingga Himejima-San datang tanpa harus menggunakan teknik terakhirku }
{ Kanae : Lalu terima kasih sudah mengirimkan salinan itu padaku, Tanaka-Kun }
{ Tanaka : Ahh.. sama sama Kanae-San, lagipula sesama anggota harus menolong satu sama lain bukan ? jadi sudah sewajarnya aku membantu anggota yang lainnya }
{ Kanae : Fufufu.. Tanaka-Kun memang baik }
{ Lala : Hmm.. Tanaka memang orang yang baik }
{ Tanaka : Ohh.. Lala lama tidak berjumpa }
{ Lala : Mou.. Tanaka kau tidak pernah menghubungiku setelah kau pulang, Akiho dan yang lainnya mengkhawatirkan mu tahu.. }
{ Tanaka : Maaf.. maaf.. soalnya aku sedang sibuk disini, bahkan aku juga baru membuka Grup Chat ini }
{ Tanaka : Dan sampaikan salamku pada yang lainnya kalau aku sudah kembali dengan selamat }
{ Lala : Baiklah.. aku memaafkanmu jadi jangan diulangi yahh.. }
{ Kanae : Ara~ Ara~ sepertinya terjadi sesuatu diantara kalian selama aku sibuk disini }
{ Lala : Ahh.. Kanae-San lama tidak berjumpa apa kau sehat ? }
{ Kanae : Aku baik baik saja disini Lala-San, lalu apa yang terjadi diantara kalian berdua kalau boleh tahu Lala-San ? }
{ Lala : Sebenarnya kami berdua sudah bertunangan }
{ Kanae : .... }
__ADS_1
{ Tanaka : Entah kenapa aku memiliki firasat buruk soal ini }