The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 71


__ADS_3

"Uggghhh.. apa kalian berdua masih marah padaku ? kan Ritsu sudah menjelaskan ini pada kalian, apa aku harus menjelaskan itu lagi pada kalian juga ?" tanya Dazai dengan nada lelah saat ini.


Tentu saat ini Dazai, Ritsu, Kanzaki, dan Yada sedang berjalan dijalan, setelah Dazai dan Ritsu menjelaskan semua keadaannya langsung saja Dazai dan Ritsu pamit untuk pulang.


Namun itu dilarang oleh Kanzaki dan Yada yang langsung menarik Ritsu pergi dari kafe tersebut, disisi lain Dazai yang melihat ini hanya bisa menghela nafas saja.


Sedangkan para muridnya hanya menganggukkan kepala mereka saja, bahkan Karasuma dan Irina hanya memberi jempol pada nasibnya Dazai.


"Hmph.. salah mu sendiri karena kau pergi begitu saja tanpa pamit pada kami terlebih dahulu" balas Yada sambil mengembungkan pipinya.


"Benar.. dasar Manusia Mummy.." lanjut Kanzaki sambil menoleh kearah lain.


"Hahahaha.. sepertinya Dazai-Kun memang salah disini" ujar Ritsu dengan senyum diwajahnya ketika mendengar ini.


"Ritsu.. kau tidak membantu sama sekali.." gumam Dazai yang mendengar perkataannya Ritsu dengan nada lelah.


Ritsu yang mendengar ini hanya menertawakan tingkahnya Dazai dan mulai merangkulnya tangan kirinya yang saat ini berada disaku mantelnya.


"Hahaha.. maaf maaf.. habisnya kau lucu ketika dijahili" balas Ritsu sambil mengeratkan pelukannya dengan senyum jahilnya.


"RITSU !!" teriak Kanzaki dan Yada yang kesal ketika melihat tingkah Ritsu saat ini.


Disisi lain Dazai yang melihat ini hanya bisa menghela nafas sambil menoleh kearah atas dan mulai menggumamkan sesuatu pada dirinya.


"Ha.. yang kuinginkan hanya satu.. yaitu tidur dikasur yang empuk begitu juga bantalnya, itu saja apa susahnya.."


"Are~ Dazai.. bukankah ketika kita melakukan misi kau selalu tidur disini" balas Ritsu dengan senyum menggodanya sambil menunjukkan buah dadanya pada Dazai.


Dazai yang mendengar ini seketika terdiam dan mulai menoleh kearah Kanzaki dan juga Yada yang saat ini sedang menatap dirinya dengan tajam.


"Ritsu.. kau benar benar tidak membantu sama sekali.."


***


To LOVE-Ru World.


"Celine-Chan !! aku merindukanmu !!" teriak Lala sambil memeluk Celine dengan erat.


"Mou ?"


Sedangkan Celine yang mendengar ini hanya memiringkan kepalanya saja dengan bingung, sebab ia dari tadi masih menatap tempat Lala dan Asuna pergi sebelumnya.


"Lala-San.. bukankah kamu akan pergi kedunia lain ta-"


Tepat sebelum Mikan melanjutkan kata katanya tiba tiba saja ia melihat kearah Asuna yang saat ini tangan kanannya hilang dan juga mata kirinya yang diperban saat ini.


Asuna yang melihat ini hanya bisa tersenyum tipis pada mereka sambil melambaikan tangannya pada mereka semua, bahkan mereka yang melihat ini mulai terkejut dengan keadaannya Asuna.


"ASUNA / ASUNA-SAN !!" teriak mereka yang mulai menghampiri Asuna saat ini.


"Asuna-San.. tangan kananmu.." gumam Akiho yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.


"Asuna-San !! apa yang terjadi pada tangan kananmu !?" tanya Haruna saat ini.


"Ahahaha.. ini mungkin karena aku terlalu ceroboh ketika melakukan misi bersama Lala" balas Asuna dengan nada lelah sambil memegang tangan kanannya yang terpotong saat ini.


"Kalau begitu kita harus pergi ke kliniknya Mikado-Sensei hari ini !!" ujar Mikan yang panik ketika melihat ini.


"Baiklah.." balas Asuna dengan senyum diwajahnya.


"Ahh.. sebelum itu Asuna-San kita buka dulu hadiahnya aku penasaran soal hadiahnya" ujar Lala yang mulai berjalan kearah Asuna dengan Celine ditangannya.


"Lala.. ini bukan saat nya untuk itu !!" bentak Run yang mendengar perkataan Lala saat ini.


"Itu benar !! ini keadaan genting !!" teriak Yui yang juga membentak Lala soal ini.


"Ahahaha.. tenang saja selama kami mengerjakan misi ini, aku yakin kita bisa menemukan cara untuk menyambungkan tangannya Asuna" balas Lala sambil memberikan Celine pada Momo yang saat ini sedang khawatir.


"Ahh.. kau benar misi !?" ujar Asuna yang mulai mengeluarkan ponselnya.


Tentu Lala yang melihat ini mulai mendekatinya begitu juga dengan yang lainnya, langsung saja Asuna mulai membuka misinya yang ia kerjakan bersama Lala.


[MAIN QUEST TELAH SELESAI !


MISI : FREEDOM FOR HUMANITY

__ADS_1


ISI TUGAS : KALAHKAN KIBUTSUJI MUZAN DAN JUGA PARA IBLIS YANG ADA DIDUNIA KIMETSU NO YAIBA


HADIAH : 2× GIFT CARD]


"Gift ?"


Tentu Asuna dan Lala yang melihat ini merasa penasaran dengan hadiahnya begitu juga dengan yang lainnya, langsung saja Asuna mulai membuka Inventory miliknya dan mulai membukanya.


Tepat ketika ia menyentuh layar tersebut tiba tiba saja 2 buah kartu muncul diudara dengan sebuah nama di kedua kartu tersebut.


Kartu tarot berwarna silver dengan tulisan Asuna disana sedangkan yang berwarna emas bertuliskan namanya Lala, tentu Asuna dan Lala yang melihat ini mulai mengambilnya.


"Ini.." gumam Mikan yang melihat kedua kartu itu dengan tatapan terkejut.


"Aku yakin salah satu kartu tersebut dapat menyambungkan tangannya Asuna" ujar Momo yang melihat kartu itu dengan serius.


"Tapi.. bagaimana cara kita menggunakannnya ?" tanya Asuna dengan bingung sambil melihat kedua kartu itu masih melayang saat ini.


Mereka yang mendengar ini seketika terdiam sambil menatap kartu tersebut, namun ketika melihat kartu tersebut tiba tiba saja ponselnya Asuna dan Lala bergetar.


Asuna yang merasakan ini mulai melihat kearah ponselnya begitu juga dengan Lala, terlihat kalau diponsel mereka terdapat notif disana


[Gift Card (Asuna / Lala) : Sebuah kartu yang memungkinkan pengguna mendapatkan skill Gift dari kartu tersebut (Bungou Stray Dog)


Apa Anda ingin menggunakannya ?


Ya / Tidak]


Tentu Asuna dan Lala yang melihat ini mulai melihat satu sama lain sambil menganggukkan kepala mereka dengan setuju ketika melihat notifnya.


Langsung saja mereka mulai menekan Ya pada layar tersebut, dan tiba tiba saja kedua kartu tersebut mulai melesat masuk kedalam tubuh mereka berdua sesuai nama yang tertera dikartunya.


"ASUNA / LALA / ONEE-SAMA / ANEUE !!" teriak mereka yang melihat kejadian mengejutkan ini.


Tepat setelah kartu itu masuk tiba tiba saja badan mereka mulai bersinar karena efeknya tentu itu tidak bertahan lama.


Setelah cahayanya meredup langsung saja Asuna dan Lala mulai menutup mata untuk melihat Gift apa yang mereka dapatkan.


"Ha.. Yasha Shirayuki.. yahh.." gumam Asuna yang sedikit kecewa karena bukan Gift penyembuhan.


"Hmm.. Yasha Shirayuki !!" ujar Asuna sambil menggunakan Giftnya.


Tepat setelah Asuna mengatakan itu tiba tiba saja dibelakangnya muncul humanoid wanita yang menggunakan kimono berwarna putih kebiruan dengan obi berwarna merah.


Terlihat kalau humanoid itu seperti menggunakan topeng polos dengan mata kuning, memiliki rambut putih sambil membawa katana disana.


"Wow.." gumam mereka yang terpukau dengan Giftnya Asuna.


"Jadi ini Yasha Shirayuki cantiknya.." gumam Yui yang melihat betapa cantiknya penampilan Shirayuki walau ia tidak memiliki wajah sekali pun.


Sedangkan yang lainnya hanya bisa menganggukkan kepala mereka ketika mendengar ucapannya, Asuna sendiri yang melihat ini langsung tersenyum sedih padanya.


"Maafkan aku.. jika aku mengecewakanmu, Shirayuki-Chan" gumam Asuna yang merasa bersalah dengan perkataannya pada Shirayuki sebelumnya.


Tentu Shirayuki yang mendengar ini mulai terbang kearah Asuna sambil menyentuh tangan kirinya dengan lembut, merasakan sentuhan ini Asuna hanya bisa tersenyum lega karena ia tidak tersinggung sama sekali.


"Little Woman ?" gumam Lala dengan bingung ketika mendapatkan giftnya.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearah Lala dan mulai bertanya padanya menengenai gift nya Lala.


"Bagaimana Lala ? apa itu bisa menyambungkan tangannya Asuna ?" tanya Akiho dengan penasaran, begitu juga dengan yang lainnya.


"Ahh.. ini.. gift ini bukan untuk penyembuhan, melainkan gift ini untuk membantuku dalam berpikir cepat ketika aku berada diruangan seorang diri" jelas Lala sambil menggelengkan kepalanya.


"Dan waktu akan terasa terlewat 1/8000 dari waktu normal ketika aku menggunakan gift ini, begitu.." lanjut Lala dengan raut wajah sedih.


Tentu mereka yang mendengar ini seketika terdiam, tentu Asuna yang mendengar ini hanya bisa tersenyum dengan lembut pada Lala dan mulai memeluknya dengan lembut.


"Tidak apa apa Lala-San.. aku yakin Mikado-Sensei bisa menyambungkan tanganku.. jika gagal aku bisa meminta Tanaka untuk menyembuhkannya" ujar Asuna sambil menenangkan Lala yang saat ini sedang gelisah.


Lala yang mendengar ini hanya menganggukkan kepalanya saja sambil membalas pelukannya.


"Kalau begitu ayo kita pergi ke kliniknya Mikado-Sensei"


"Hmm.."

__ADS_1


***


Ansatsu Kyoushitsu World.


"Ha.. aku merasa deja vu saat ini.." gumam Dazai yang saat ini tidur disofa sambil melihat 2 tabung hitam disana.


Tentu saat ini baik itu Dazai dan Ritsu sekarang berada di apartemennya Kanzaki dan Yada tinggal saat ini, tentu apartemen itu merupakan tempat Dazai tinggal sebelumnya.


Melihat ini tentu awalnya Dazai terkejut bukan main dengan apa yang ia lihat saat ini, ia tidak menyangka kalau Kanzaki dan Yada sampai menggunakan uang yang mereka dapatkan dari pemerintah untuk tinggal disini.


Saat ini baik Kanzaki dan juga Yada sekarang sedang berada dikedua tabung itu, tentu saja hal itu dikarenakan mereka ingin mengetahui siapa sebenarnya Dazai.


Dazai yang mendengar ini hanya bisa pasrah dan membiarkan Ritsu yang bekerja saat ini, itu dikarenakan ia saat ini masih kelelahan setelah semua yang ia dan Ritsu lakukan pada sebelumnya.


"Tenang saja Dazai lagipula ini tidak lama kok.. tinggal 2 menit lagi juga beres" balas Ritsu sambil tersenyum tepat diwajahnya, saat ini ia sedang memberikan lap pillow pada Dazai.


Dazai yang berada dipangkuannya Ritsu mulai merasa tenang apalagi ketika merasakan betapa empuknya paha milik Ritsu saat ini.


Ritsu sendiri yang melihat wajah Dazai yang saat ini merasa senang ketika dipangkuannya mulai tersenyum padanya dan mulai mengusap kepalanya.


"Nee.. Dazai ?" tanya Ritsu dengan khawatir namun tidak menghentikan usapannya.


"Ya ?" tanya balik Dazai sambil menoleh kearah Ritsu dengan bingung.


"A.. Apa tidak apa apa jika kita membawa Kanzaki dan Yada kedunia asal kita ?" tanya Ritsu dengan gugup kali ini.


"Tergantung mereka berdua.." balas Dazai dengan senyum diwajahnya sambil memejamkan matanya ketika merasakan usapannya.


Ritsu yang mendengar ini mulai tersenyum kearah Dazai dan mulai mengecup keningnya sambil berkata.


"Terima kasih.."


Dazai sendiri yang mendengar ini hanya bisa tersenyum ketika merasakan ciumannya Ritsu, namun tiba tiba saja ia mengingat soal misinya.


"Benar !! Ritsu.. dimana ponselku ?" tanya Dazai yang mulai bangun dari tidurnya.


"Ahh.. ini.." balas Ritsu yang mulai mengambil ponselnya disaku celananya dan mulai memberikannya pada Dazai.


"Terima kasih.." ujar Dazai sambil mencium bibirnya Ritsu dengan cepat.


Ritsu yang mendapatkan serangan dadakan dari Dazai seketika terdiam dengan wajah memerah.


'Mou..' batin Ritsu yang kesal karena kejadian itu sangatlah singkat untuknya.


Dazai yang melihat ini hanya menggelengkan kepalanya saja lalu mulai membuka ponselnya.


[ MAIN QUEST DI LUNCURKAN !


MISI : TRUE DUNGEON HUNTER FOR SAFETY WORLD


ISI TUGAS : PERGI DAN SELESAIKAN 8 DUNGEON YANG TERSEBAR DISELURUH DUNIA SETELAH PLOT CERITA ANSATSU KYOUSHITSU SELESAI


PROGRES : 8 / 8


HADIAH : SKILL ( GASP OF CAMELIA ) ]


"Gasp of Camelia ?"


Dazai yang melihat hadiahnya sedikit kebingungan dengan nama skillnya yang seperti nama bunga, melihat ini langsung saja ia mulai melihat deskripsi skill tersebut.


[Gasp of Camelia (A+) : Sebuah skill yang memungkinkan Host dapat memanipulasi umur siapapun ketika disentuh (termasuk jiwa)]


"I.. Ini !!" gumam Dazai yang terkejut dengan deskripsi skill miliknya.


Tentu Ritsu yang melihat tingkahnya Dazai hanya memiringkan kepalanya saja dengan bingung, tepat ketika Dazai sedang terkejut tiba tiba saja bagian tubuhnya Ritsu pada Kanzaki dan Yada mulai kembali padanya.


Melihat ini langsung saja Dazai dan Ritsu mulai menoleh kearah Kanzaki dan Yada yang saat ini sedang membuka matanya dan mulai menoleh kearah Dazai.


"R.. Rian.." ucap mereka berdua sambil mengeluarkan air mata mereka ketika menatap Dazai.


Dazai yang mendengar ini langsung saja menoleh kearah Ritsu dengan cepat sambil menatapnya dengan curiga.


Disisi lain Ritsu yang mendengar ini langsung menoleh kearah lain sambil bersiul dengan keringat dingin diwajahnya saat ini.


'RITSU !!'

__ADS_1


__ADS_2