The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 102


__ADS_3

"Yuki-Senpai.. siapa itu Link ?" tanya Ritsu yang berdiri tepat dibelakang Tanaka.


Terlihat kalau hari ini telah menjelang sore hari dimana Tanaka saat ini kepergok oleh Ritsu sedang berbicara sendiri dengan keadaan khawatir.


"Y.. Yahh.. Ritsu.. se.. seperti yang kau lihat kalau aku sedang berbicara sendiri, jadi.. tidak ada pembicaraan yang begitu penting untuk kita bicarakan saat ini, Ritsu.." balas Tanaka dengan panik sambil mengalihkan pandangannya dari Ritsu.


Tentu Ritsu yang melihat tingkah Tanaka mulai mendekatinya dan segera menarik kerah bajunya Tanaka dengan tatapan tajam yang membuatnya terkejut ketika melihat ini.


Tepat ketika Ritsu melakukan ini setengah jiwa Tanaka mulai muncul tepat dihadapan mereka, tentu hal ini membuat Ritsu terkejut dan segera melepas genggamannya.


"A.. Aku tahu itu, ji.. jiwa mu" ucap Ritsu yang tersentak ketika melihat ini.


Sedangkan Tanaka yang mendengar ini segera menoleh kearah lain dengan wajah serius.


"Ritsu, aku baik baik saja ok ? ini hanya sebuah insiden dengan-"


"Senpai.. kita sudah membuat janji, kan ? jika sesuatu yang buruk terjadi padamu, maka aku harus.."


"Jangan lakukan itu mengerti ?" potong Tanaka sambil menatap Ritsu dengan mata biru menyalanya.


Tepat ketika mereka sedang berbicara seperti itu, Link sudah ada dibelakang mereka sambil menatap mereka berdua dengan canggung.


"Ehh.. ini canggung.." ucap Link sambil menggaruk kepalanya.


"Sepertinya aku tiba diwaktu yang salah.." lanjut Link dengan senyum canggung miliknya.


"Huh.. akhirnya kau disini, Link.. aku sudah memutuskan untuk ikut bersamamu" ujar Tanaka sambil menghela nafas ketika melihat Link datang.


"A.. Apa !! kau serius !?" teriak Link yang terkejut ketika mendengar ini.


"Uh.. he.. hei.. teman.."


Namun ketika melihat Ritsu entah kenapa ia sedikit canggung dengan keberadaannya yang mirip dengan R / Ritsu.


Tentu Ritsu yang melihat ini seketika waspada karena tidak merasakan hawa keberadaannya, namun melihat Tanaka mengenalnya ia mengendurkan kewaspadaannya.


"Link, kan ? apa Yuki-Senpai harus pergi ?" tanya Ritsu dengan bingung bercampur khawatir akan Tanaka yang tiba tiba ikut pergi dengan orang asing.


"Ha.. sepertinya aku harus menceritakan semuanya padamu yahh.." gumam Tanaka sambil memegang pundaknya Ritsu dengan senyum diwajahnya.


***


30 menit telah berlalu terlihat kalau Ritsu saat ini sedang mendengarkan ceritanya Tanaka dengan seksama, Ritsu sebenarnya ingin ikut dengannya dan membantunya mencari Cross.


"Maaf Ritsu, kau harus merahasiakan ini ketika aku pergi.." ucap Tanaka yang sedang berbicara berdua dengan Ritsu.


Link sendiri saat ini sedang menulis sesuatu pada memonya tanpa mengganggu percakapannya Tanaka dengan Ritsu.


"Mungkin yang lainnya akan merasa aneh.. jika aku berhenti bermalasan setelah selama ini, dan.. kau pasti bisa membantuku kan, Ritsu ?" tanya Tanaka yang saat ini memasukkan kedua tangannya pada saku mantelnya.


Disisi lain Ritsu yang mendengar ini mulai menundukkan kepalanya dan segera berbicara padanya dengan nada khawatir.


"Senpai.. berjanjilah padaku jika kau akan kembali dengan selamat.." ucap Ritsu dengan khawatir ketika mendengar ucapan Tanaka yang serius itu.


"Heh.. kau tahu kalau aku benci membuat janji tapi.. aku akan mencobanya" ucap Tanaka sambil menepuk kepalanya Ritsu.


Ritsu yang merasakan itu tentu mulai tersenyum dengan rona merah diwajahnya, langsung saja ia mulai memberikan sesuatu padanya.

__ADS_1


"Kalau begitu bawalah ini, mungkin ini akan berguna disana" ucap Ritsu yang mengeluarkan sesuatu pada Tanaka.


"Ini.." gumam Tanaka yang sempat terdiam ketika melihat apa yang Ritsu berikan padanya.


"Ini teh kotak, seperti yang Asuna-Senpai katakan, kalau kau sangat menyukai teh kotak jika kau tidak bisa minum kopi kaleng yang biasa kau beli itu.." ujar Ritsu dengan senyum diwajahnya.


"Ohh.. terima kasih, Ritsu.." ucap Tanaka yang segera menyimpannya dibalik mantel sebelah kirinya, tepat ketika Tanaka mengatakan itu tiba tiba saja Ritsu menggenggam erat kedua tangannya.


"Baiklah kalau begitu sudah waktunya unt-"


Belum juga Tanaka menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja dia merasakan kalau bibirnya dicium oleh Ritsu.


Tentu Tanaka yang merasakan ini mulai memeluk Ritsu dengan lembut sambil menikmati ciumannya.


Disisi lain Link yang melihat ini segera menoleh kearah lain ketika melihat 2 orang berbeda kelamin berciuman untuk pertama kali selama hidupnya itu.


Setelah sesi ciuman mereka selesai langsung saja Ritsu mulai melepasnya dan segera memeluk Tanaka dengan penuh harap supaya Tanaka selamat selama ia pergi dari dunianya.


"Kumohon.. jaga dirimu baik baik, Senpai.." bisik Ritsu dengan nada lembut.


"Karena-"


" 'Karena mereka semua sangat mengkhawatirkanmu' bukan ?" potong Tanaka sambil memegang liontin hati berwarna silver yang ia pakai saat ini.


Liontin tersebut merupakan liontin buatan Ritsu setelah mereka kembali dari pertukaran murid dengan Akademi Aichi.


Ritsu yang mendengar ini mulai tersenyum kearahnya dan segera melepas pelukannya dengan Tanaka.


Setelah Ritsu melepas pelukannya langsung saja Tanaka pergi kearah Link yang saat ini sedang berdiri tepat dibawah coretan tinta yang ia buat sebelumnya.


"Ta.. Tanaka apa kau yakin ? kau seharusnya tidak melakukan ini.." gumam Link pada Tanaka.


Tentu Link yang melihat ini awalnya merasa ragu, namun setelah melihat keseriusannya Tanaka langsung saja ia mulai serius dan segera mendekati Tanaka.


Tepat ketika ia mendekati Tanaka, ia dan dirinya mulai menoleh kearah Ritsu yang saat ini berdiri dihadapan mereka sambil memasang senyum diwajahnya.


Senyumannya Ritsu terlihat begitu murni dan tulus, senyumannya itu didampingi oleh angin yang membuat rambut ungunya Ritsu ikut terbawa oleh angin tersebut.


Bahkan rambutnya yang terikat itu pun terlepas dan mulai menghembuskan rambut panjangnya itu.


"Senpai.. hati hati dijalan.."


Tanaka yang mekihat ini hanya bisa tersenyum lembut kearahnya, sedangkan Link hanya bisa tersenyum dengan canggung melihat ia harus melibatkan Tanaka dengan urusannya.


***


World Code 349.


Terlihat kalau diarea bersalju ada dua orang sedang berdiri didepan sebuah jembatan, tentu kedua orang itu tidak lain adalah Nightmare dan Cross yang sedang menggunakan tudungnya.


"Disinilah kita, dan ini adalah pemberhentian pertamamu.."


"Orang orang disini sedikit kasar, tapi mereka terlihat bahagia berterima kasihlah pada manusia kecil dan bunga bodoh itu"


Jelas Nightmare dengan raut wajah serius ketika mereka tiba di AU pertama mereka.


Tentu Cross yang mendengar ini hanya menatap kearah jembatan itu yang merupakan tempat terhubungnya kota yang akan mereka kunjungi nantinya.

__ADS_1


"Terima kasih, Nightmare.."


"Bersenang senanglah.." ujar Nightmare dengan ketus dan segera merubah dirinya menjadi cairan lalu pergi dari sana dengan cepatnya.


Tepat ketika Nightmare pergi langsung saja Cross mulai mengambil pedang besar miliknya yang berada dibelakang punggungnya.


'Ayo kita pergi, Cross..' ucap Ritsu yang tepat disebelah Cross saat ini.


"Ahh.."


***


20 menit telah berlalu terlihat kalau Tanaka dan Link sudah tiba di AU code 349, terlihat kalau Tanaka saat ini sedang tertidur diatas tumpukan salju dengan begitu nyenyaknya.


"Psssttt !! hei, Tanaka !! bangun !!" bisik Link yang sedang mencoba bersembunyi sambil memanggil Tanaka dari jauh.


"Hmm.. 5 menit lagi.." gumam Tanaka yang langsung mengumpulkan semua tumpukan salju itu untuk bantal tidurnya.


Namun ketika Tanaka berbicara seperti itu tiba tiba saja ia membuka matanya dan melihat sekitarnya sudah berbeda dari yang sebelumnya.


"WOW TUNGGU SEBENTAR INI SALJU !? DIMANA KITA !?" teriak Tanaka yang terkejut ketika melihat ia tidak lagi didunianya.


"Pffttt, tenanglah kawan, kita saat ini berada di AU code 349, yang lebih tepatnya di desa salju, selamat datang di Frost Wind" ujar Link yang hampur tertawa ketika melihat gelagatnya Tanaka.


"Jadi begitu.. lalu kenapa kau bersembunyi disana ?" tanya Tanaka yang melihat Link sedang bersembunyi saat ini.


"Aku harus menyembunyikan diriku disetiap AU untuk kelangsungan hidup mereka" ucap Link sambil memegang dagunya dengan senyum bangganya.


"Jika kamu sudah berurusan dengan Cross dari dulu, mungkin ini tidak akan pernah terjadi dan aku tidak akan berada disini saat ini" ujar Tanaka dengan wajah serius.


"Apalagi dengan setengah jiwaku dan betapa jauhnya diriku dari rumah" ujar Tanaka sambil menatap Link dengan aneh.


Tentu Link yang mendengar ini seketika membelakkan kedua matanya sambil menatap Tanaka dengan bingung.


"Maaf ?"


"Tidak.. Tidak ada.. jadi, Cross datang kedunia ini yahh.." ujar Tanaka yang melihat pohon cemara yang saat ini diselimuti salju.


"Aku harap begitu.." ujar Link yang mulai keluar dari tempat persembunyiannya.


"Dunia ini adalah dunia buatan para dewa dan dewi, bukan itu saja bahkan mereka mencoba untuk membuat dimana kau dan teman temanmu ada didunia yang mereka buat tersebut melalui versi mereka sendiri" kata Link yang membuat Tanaka terdiam seketika ketika mendengar ini.


"Ha ? Apa ?"


"Tapi aku yakin kalau Nightmare pasti membawanya ketempat ini.." ucap Link yang tidak mendengar ucapannya Tanaka.


"Ehh.. baiklah ayo kita pergi.." balas Tanaka yang mungkin salah dengar.


Langsung saja mereka mulai menggunakan teleportasi mereka dan menghilang dari tempat mereka berdiri saat ini.


***


Kembali lagi pada Ritsu yang melihat Tanaka pergi bersama Link, melihat Tanaka pergi Ritsu hanya bisa menghela nafas saja dan segera pergi dari sana.


Namun tepat ketika Ritsu berbalik terlihat kalau Asuna sedang berdiri disana melihat Ritsu yang sepertinya akan kembali ketempat mereka.


"Ritsu.. kemana Yuki-Kun pergi ?" tanya Asuna yang melihat ekspresi wajahnya Ritsu yang terlihat khawatir itu.

__ADS_1


"I.. Itu.."


__ADS_2