The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 18


__ADS_3

"Ha.. terima kasih untuk makanannya, Lala-Sama" gumam Tanaka yang saat ini sedang mengusap perutnya yang terlihat buncit saat ini.


"Tanaka-San.. kau terlalu rakus, lama kelamaan kau mirip panda nanti" gumam Mikan dengan bibir berkedut ketika melihat perutnya Tanaka.


"Hmm.. syukurlah kalau kau menyukainya" balas Lala dengan bahagia melihat Tanaka kenyang saat ini.


Terlihat dimeja ada 3 piring bekas makan Tanaka yang mulai menumpuk disana, tentu Haruna, Yui dan Akiho yang melihat ini hanya bisa tertawa canggung.


"Kalau begitu.. waktunya tidur.." gumam Tanaka yang mulai tidur dimeja makan dan menghiraukan yang lainnya.


"Tanaka-San.." gumam Mikan yang melihat Tanaka tidur setelah makan hanya bisa memijat keningnya.


"Ahahaha.. sepertinya Tanaka sangat menikmati masakanku" tawa Lala yang bangga ketika melihat Tanaka sangat puas dengan masakannya.


"Lala-San.. apa Tanaka-San memang seperti ini ?" tanya Yui yang melihat Tanaka tertidur sesudah makan.


"Hmm.. Tanaka biasanya begitu ketika sudah makan, tapi tidak biasanya ia tidur pagi ini" balas Lala yang menganggukkan kepalanya.


"Yahh.. dia benar benar orang yang merepotkan, aku jadi khawatir dengan masa depannya" gumam Mikan yang melihat sifat pemalasnya Tanaka.


"Namun.. meskipun begitu Tanaka-Kun masih terlihat keren dan tampan walau ia sedang tertidur saat ini" balas Akiho sambil menatap Tanaka dengan penuh arti.


"Onee-Chan.." gumam Haruna yang merasa pusing dengan tingkahnya.


Sedangkan Yui yang melihat ini hanya bisa menyemangati Haruna dengan menepuk pundaknya saja, tiba tiba saja ponsel milik Lala mulai berbunyi hingga membuatnya terkejut.


"Halo ?" ujar Lala yang mulai mengangkat teleponnya.


Tentu Haruna dan yang lainnya mulai melihat kearah Lala yang saat ini sedang mengangkat telepon dari seseorang, sedangkan Akiho masih menatap kearah Tanaka sambil mencolek pipinya.


"Hmm.. baiklah aku tunggu kalian berdua disini, sampai jumpa" balas Lala yang menganggukkan kepalanya sambil menutup teleponnya.


"Lala-San.. siapa yang meneleponmu ?" tanya Haruna yang penasaran dengan siapa Lala berbicara sebelumnya.


"Ahh.. itu adalah adik adikku, katanya mereka mau kemari sekarang" balas Lala dengan senyum bahagia diwajahnya.


Sedangkan Tanaka yang mendengar ini langsung membuka matanya dengan terkejut sehingga membuat Akiho ikut terkejut juga ketika melihat Tanaka membuka matanya.


Langsung saja Tanaka mulai berdiri dan berjalan kearah Lala dengan tatapan serius.


Tentu hal ini membuat Haruna dan yang lainnya ikut terkejut ketika melihat tingkahnya Tanaka yang saat ini sedang menghampiri Lala.


"La.. Lala-Sama.. ja.. jangan bilang kalau ini semua adalah mimpi, kan ?" bisik Tanaka dengan wajah serius sambil memegang pundaknya Lala.


"Hahaha.. Tanaka kau bisa saja bercandanya, tentu saja ini nyata" tawa Lala dengan senyum dan tingkah polos.


"Gehh.." gumam Tanaka yang mulai bertekuk lutut dilantai sambil memegang wajahnya yang pucat dengan frustasi.


"Ta.. Tanaka-Kun.. a.. apa kau tidak apa apa ?" tanya Akiho yang melihat tingkahnya Tanaka, begitu juga dengan yang lainnya.


"Sial.. dengan kedatangannya mereka, aku yakin kehidupan damaiku akan segera berakhir disini" balas Tanaka yang memegang wajahnya dengan serius.


"JIKA ITU YANG KAU KHAWATIRKAN !! MAKA SEBAIKNYA KAU MANDI SAJA SANA !! DASAR BAU !!" teriak Mikan yang mengerti maksud dari perkataannya dan mulai melempar handuk pada Tanaka.


Sedangkan Akiho dan Haruna hanya bisa tertawa canggung ketika melihat tingkahnya Tanaka dan juga Mikan yang terlihat lucu seperti itu.


Lala sendiri hanya tertawa dengan senyum diwajahnya ketika melihat ini dan Yui sendiri yang melihat ini hanya menepuk keningnya saja.


Namun yang mereka tidak sadari kalau ucapan Tanaka barusan akan menjadi kenyataan ketika kedua adiknya Lala akan datang kemari.


***


"ONEE-SAMA / ANEUE" teriak gadis kembar yang mulai berlari kearah Lala dan mulai memeluknya.


"Momo.. Nana.." balas Lala yang mulai membalas pelukannya.


"Aneue.. apa kamu sudah menemukan Calon Tunanganmu ? kata ayah hari ini adalah hari terakhir kamu mencarinya" balas Nana dengan khawatir.

__ADS_1


"Benar.. kami kesini karena khawatir kalau kau masih belum dapat calon tunanganmu" lanjut Momo.


"Calon tunangan ?" tanya Akiho dan Haruna yang mendengar perkataan Momo dan juga Nana.


"Hmm.. Aneue, siapa mereka ?" tanya Nana yang melihat ada banyak orang disini apa lagi ketika melihat seorang pria sedang tidur disofa saat ini.


"Ahh.. mereka semua adalah teman temanku" balas Lala yang mulai mengenalkan teman temannya pada adik adiknya.


Tentu Haruna, Akiho, Yui dan Mikan yang mendengar perkataannya Lala mulai memperkenalkan diri mereka pada kedua adiknya Lala yaitu Momo dan Nana.


"Jadi begitu.. kalau begitu perkenalkan namaku Nana Asta Deviluke dan ini adalah adik kembarku Momo Belia Deviluke" sahut Nana yang memperkenal dirinya dan juga Momo pada mereka semua.


"Salam kenal semuanya" ujar Momo sambil mengangkat roknya ala putri kerajaan pada mereka.


"Salam kenal Momo-San, Nana-San" balas Mikan dan juga yang lainnya pada mereka berdua.


"Lalu Onee-Sama.. siapa pria itu ?" tanya Momo yang melirik kearah Tanaka yang saat ini masih tidur setelah mandi sebelumnya.


"Ohh.. dia adalah Tanaka Yuki, dia adalah calon tunangan yang aku pilih" balas Lala dengan senyum diwajahnya.


"Ha ?" sahut Momo dan Nana yang terkejut ketika mendengar ini, begitu juga dengan Akiho dan yang lainnya kecuali Mikan.


Langsung saja mereka semua mulai menoleh kearah Tanaka yang saat ini sedang tidur dengan nyenyaknya sambil memakai pakaian assassin dan juga senjata rakitannya.


"Dia ? pria malas ini ? Aneue apa kau yakin ?" tanya Nana yang mulai memegang kedua pundaknya Lala.


"Hmm.." balas Lala sambil menganggukkan kepalanya pada Nana.


Sedangkan Nana yang mendengar ini hanya bisa menghela nafas pasrah saja ketika melihat mata polos kakaknya ini, untuk Momo sendiri dia hanya menggaruk pipinya sambil tertawa canggung.


Disisi lain Akiho yang mendengar ucapan Lala kalau Tanaka adalah calon tunangannya mulai merasa sakit hati sambil menggenggam erat tangannya namun masih mempertahankan senyumnya agar tidak curiga.


Tentu Haruna yang mendengar ini mulai merasa khawatir dengan kakaknya apalagi ketika melihat tangan kakaknya sambil memasang senyum palsunya.


"Lagipula orang itu adalah pilihanmu Onee-Sama, jadi kami tidak bisa apa apa mengenai ini" sahut Momo yang mulai berjalan kearah Tanaka sambil mengeluarkan borgol dari saku miliknya.


"Baiklah.. kalau begitu kita berangkat !" teriak Lala sambil mengeluarkan ponselnya dan mulai menekannya.


"Ha ?"


Langsung saja Lala dan yang lainnya mulai berteleportasi dan menghiraukan perkataan Mikan dan yang lainnya, setelah mereka pergi tiba tiba saja Rito mulai turun dari lantai atas.


"Mikan.. kenapa kau tidak membangunkanku ?" tanya Rito yang mulai berjalan keruang tamu.


Namun tidak ada siapa siapa disana karena mereka semua pergi entah kemana, tentu Rito yang melihat Mikan dan yang lainnya tidak ada dirumah ini mulai kebingungan.


"Mikan ?"


***


"Bocah.. woi bocah bangun"


Terlihat kalau pria dengan tubuh cebol itu mulai menendang kepalanya Tanaka beberapa kali.


Tentu Tanaka yang merasakan tendangan seorang anak kecil mulai membuka matanya dan melihat kearah anak kecil dengan rambut hitam runcingnya sedang menatap dirinya dengan tatapan kesal.


Melihat ini langsung saja Tanaka mulai bangun dari tidurnya dan mulai duduk sambil melihat sekelilingnya kalau saat ini dia sedang berada disebuah ruang latihan dengan beberapa orang disini.


"Hmm... akhirnya kau bangun juga" balas anak kecil itu yang mulai berjalan kearah kursi singgasana miliknya.


Sedangkan disebelahnya ada seorang wanita berambut merah muda seperti Lala tentu orang itu adalah Sephie Michaela Deviluke atau lebih tepatnya ibunya Lala.


Tentu Tanaka yang melihat ini mulai mengerti kalau dia saat ini berada dikapal luar angkasa milik anak kecil itu yang tidak lain adalah Gid Lucione Deviluke atau ayahnya Lala.


"Oii.. bocah perkenalkan dirimu" ujar Gid yang duduk diatas singgasananya sambil menompang kepalanya.


"Hmm.. dimana ini dan kenapa aku diborgol ?" sahut Tanaka yang melihat sekelilingnya sambil melihat tangannya yang diborgol dengan bingung.

__ADS_1


Sedangkan Gid yang merasa dihiraukan ingin sekali memukulnya, namun karena ada istrinya atau Sephie ia hanya bisa menahan diri dengan beberapa urat dikepalanya.


Disisi lain Sephie yang melihat calon tunangan yang Lala pilih hanya bisa terkekeh ketika melihat betapa polosnya Tanaka pada tempat asing.


"BOCAH SIALAN !! PERKENALKAN DIRIMU DULU !!" teriak Gid yang kesal ketika melihat wajah lesu dan polosnya.


"Ohh.. kau anak kecil yang tadi" balas Tanaka pada Gid meskipun ia tahu siapa itu Gid namun ia tetap mengikuti alurnya sebagai orang yang tidak tahu apa apa.


Tentu Gid yang mendengar dirinya dipanggil anak kecil oleh Tanaka mulai mengeluarkan petir diseluruh tubuhnya sambil menatap tajam kearah Tanaka.


"Otou-San / Chichiue" sahut Momo dan Nana yang saat ini sedang duduk dikursi sebelah Sephie terkejut ketika melihat ayahnya marah.


"Ehmm.." batuk Sephie dengan pelan namun dapat didengar oleh Gid.


Tentu Gid yang mendengar ini seketika mulai menghilangkan petir yang ada ditubuhnya dan mulai duduk dengan tenang, namun didalam hatinya ia benar benar takut akan peringatan istrinya sambil mengutuk Tanaka.


"Maafkan aku atas sikap suamiku dan perkenalkan namaku Sephie Michaela Deviluke lalu suamiku yang kau panggil anak kecil sebelumnya adalah Gid Lucione Deviluke" jelas Sephie yang memperkenalkan dirinya dan juga suaminya.


"Kalau boleh tahu siapa namamu ?" tanya Sephie sambil melihat kearah Tanaka yang saat ini sedang mendengarnya.


"Sa.. Sayang !?" sahut Gid yang terkejut ketika mendengar istrinya mengenalkan dirinya pada Tanaka.


"Hmm ? namaku Tanaka Yuki, anda bisa memanggil saya Tanaka, Sephie-Sama" balas Tanaka sambil menundukkan kepalanya.


Tentu hal ini membuat Gid terkejut begitu juga dengan Sephie, Momo dan Nana yang melihat perbedaan perlakuan Tanaka pada Gid.


"Ahahaha.. sudah kuduga dari Tanaka" sahut Lala yang mulai berjalan kearah dirinya dari gerbang kanan sambil menggunakan baju sekolahnya.


"Lala-Sama !?" teriak Tanaka yang terkejut ketika melihat Lala berjalan seorang diri kemari.


"Lala-Sama ?" gumam Momo dan Nana yang mendengar perkataannya Tanaka.


Tentu Gid yang mendengar perkataan Tanaka langsung menatapnya dengan penasaran, sedangkan Sephie hanya menutup mulutnya yang terkejut ketika mendengar ini.


"Hahaha.. maaf ya Tanaka, aku tidak bilang kalau hari ini adalah hari pengetesannya" lanjut Lala sambil tertawa dengan polosnya.


"Yang benar saja.." gumam Tanaka dengan wajah pucat ketika mendengar ini dari Lala.


"Oii.. bocah, kau tahu kau adalah orang pertama yang berani menghiraukanku sang penguasa galaxy ini" gumam Gid yang merasa terhiraukan oleh mereka semua terlihat kalau matanya saat ini ditutupi oleh poninya.


"Ohh.. terima kasih" balas Tanaka dengan wajah lesunya.


"ITU BUKAN PUJIAN SIALAN !!"


***


Setelah beberapa menit Sephie menjelaskan keadaannya pada Tanaka, terlihat kalau Gid saat ini sedang terduduk disinggasananya dengan muka bonyok dan beberapa benjol dikepalanya karena istrinya menyeret dirinya ketempat sepi dan mulai memukulnya habis habisan.


"Hmm.. jadi singkatnya aku harus bertarung melawan Lala-Sama dengan Borgol Kesetaraan ini, begitu ?" jelas Tanaka yang mendengar seluruh penjelasan Sephie.


Tentu ia pernah melihat Borgol Kesetaraan ini dishop grup chat, dengan borgol ini maka kekuatan orang yang menggunakan ini akan dikurangi hingga menyamai pemiliknya.


Namun sebelum Sephie membalasnya tiba tiba saja Nana mulai melompat kedalam arena, tentu hal ini membuat mereka semua terkejut ketika melihat ini.


"Hahaue.. sebelum memulai pertandingan mereka berdua bolehkah aku mengetesnya ? aku tidak yakin dengan pria pemalas ini mempunyai kekuatan sepeser pun" tanya Nana dengan wajah serius.


"Nana.." gumam Momo yang melihat kejadian ini sambil memijat keningnya.


"Ti-"


"Boleh" potong Gid dengan singkat.


Tentu Gid bertujuan untuk melihat kekuatannya Tanaka, apakah dia pantas bertarung melawan Lala atau tidak nantinya.


"Sayang.. apa kau yakin ? jika Nana terluka kau harus bertanggung jawab yahh.." balas Sephie dengan nada lembut namun terdengar seperti nada mengancam ditelinganya Gid.


"Te.. Tentu saja, la.. lagipula aku ingin melihat seberapa hebat calon yang dipilih oleh Lala" ujar Gid dengan panik ketika mendengar ucapannya.

__ADS_1


'Semoga saja aku tidak mempunyai istri yang memiliki sifat menyeramkannya seperti Sephie-Sama' batin Tanaka yang melihat Gid ketakutan oleh istrinya.


__ADS_2