
Tentu mereka yang mendengar ini terdiam karena mereka saat ini bingung dengan pembicaraan mereka berdua saat ini, kecuali Karma yang sudah mengetahuinya.
"Kalau begitu.. lepaskan kalung mereka terlebih dahulu, Koro-Sensei" sahut Dazai yang memberikan penjepit rambut pada Koro-Sensei.
"Nyuhuhuhu.. kau benar benar hebat dalam berakting Dazai-Sensei.."
"Kalau itu entahlah.."
Langsung saja Koro-Sensei mulai mengambilnya lalu mulai membuka semua kalung para murid itu dan mulai membuangnya ke jeruji itu kebelakangnya.
Tentu melihat kalungnya lepas langsung saja mereka menoleh kearah Dazai yang saat ini tersenyum kearah mereka.
"Tenang saja.. akan aku keluarkan kalian dari sini"
Terlihat kalau Dazai mulai mengeluarkan Yamato dari balik mantelnya, tentu mereka yang melihat Katana itu tentu terkejut begitu juga Koro-Sensei.
"A.. Anu.. Dazai-Sensei.. dari mana kau mendapatkan pedang itu ?" tanya Isogai dengan gugup melihat pedang keluar dari mantelnya
"Kalian mundurlah sedikit.. aku akan memotongnya" sahut Dazai yang mulai memegang gagangnya sambil menghiraukan perkataannya Isogai.
Tentu mereka yang mendengar ini mulai mundur dan membiarkan Dazai melakukan tugasnya sebagai guru yang baik.
SRIIIINGGGG !!
Langsung saja Dazai mulai memotong jerujinya menggunakan Yamato membentuk segitiga, setelah beres memotong jerujinya langsung saja mereka keluar dari sana dengan tatapan ragu kearah Dazai.
Terlihat kalau Dazai saat ini memasukan kembali Yamato itu pada sarungnya secara perlahan.
Sedangkan Koro-Sensei sendiri langsung saja ia mulai menyabotase semua kameranya, agar ia tidak melihat keanehan yang terjadi didalam sana.
BOOOMM !?
Tepat setelah Koro-Sensei menyabotase kameranya, tiba tiba saja kalung kalung itu mulai meledak hingga mereka terkejut ketika melihat ini.
"Mahh.. sepertinya rencana berikutnya sudah dimulai" sahut Dazai yang langsung menyimpan kembali Yamatonya kedalam mantelnya.
"Benar.. jadi apa yang akan kita lakukan selanjutnya, Dazai-Sensei ?" tanya Koro-Sensei padanya.
"Mudah, aku ingin kau melihat keadaannya dulu.. jika Karasuma-Sensei dalam berbahaya kau bantu dia tanpa ikut campur urusannya" balas Dazai sambil mengangkat kedua bahunya.
"Baiklah.. kalau begitu aku pergi dulu sebentar.. jangan lupa tanggung jawabnya yahh.. Dazai-Sensei.. Nyuhuhuhu.." tawa Koro-Sensei yang mulai pergi menyusul yang lainnya dengan kecepatannya.
"Ehh ? ap-"
"Ehemm.."
Belum selesai Dazai menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja suasananya menjadi sepi, bahkan mereka saat ini sedang menatap Dazai dengan tatapan tajam kearahnya apalagi para gadisnya.
Tentu Dazai yang merasakan tatapan mereka mulai berkeringat dingin sambil menoleh kearah lain, langsung saja ia angkat bicara pada mereka dengan panik.
"Ma.. Mahh.. itu.. ba.. bagaimana kalau kita pe.. pergi dari sini saja ?"
"DAZAI-SENSEI !?"
***
Beberapa menit telah berlalu dan terlihat kalau Karasuma saat ini sedang membantu Irina yang sempat terjebak dibalik puing puing bangunan roboh itu.
Tentu Karasuma membantu Irina karena ia mendengar suara Koro-Sensei dan Kurahashi dibalik Walkie Tokie yang Koro-Sensei pegang saat ini.
Awalnya Karasuma menolak permintaan Kurahashi namun setelah mendengar semua ceritanya yang ia katakan Karasuma mulai berubah pikiran dan membantu Irina.
Saat ini terlihat kalau Karasuma sedang membuka bajunya dan mulai menyobeknya untuk melakukan pengobatan pertama pada lengan kirinya Irina.
"Tangan kirimu sepertinya patah, apa ada luka yang lain ?" tanya Karasuma yang sedang membaluti tangannya Irina.
Tepat ketika Karasuma mengatakan ini tiba tiba saja hidungnya Irina mulai mimisan.
"Oii.. kamu mimisan" ujar Karasuma dengan panik.
"Bukan.. aku cuma kagum melihat tubuh gagahmu" sahut Irina yang menoleh kearah lain dengan wajah memerah dengan hidung berdarahnya.
Sedangkan Karasuma yang mendengar ini hanya menatapnya dengan kesal.
"Aku kira kepalamu cedera tapi ini normal bagimu, ya ?"
***
Disisi lain para murid dan Koro-Sensei saat ini masih ditempat sebelumnya dengan Dazai yang saat ini sedang diikat dengan pipi lebam karena ditampar oleh para gadis.
"Jadi begitu.. dari awal semua ini sudah direncanakan oleh Dazai-Sensei kah.." gumam Itona yang mendengar semua ceritanya dari Koro-Sensei.
"Benar sekali.. semua ini sudah direncanakan oleh Dazai-Sensei setelah ia kembali dari liburannya" sahut Koro-Sensei dengan wajahnya yang berubah menjadi jingga dengan lingkaran merah disana.
"Tunggu.. jika Dazai-Sensei sudah merencanakan ini, kenapa kita tidak pergi membantu Karasuma-Sensei ?" tanya Sugino pada Koro-Sensei.
"Ternyata kau masih belum mengerti yahh.. Sugino" balas Karma dengan sarkasnya.
Tentu mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearah Karma dan menghiraukan perkataannya pada Sugino sebelumnya.
"Jika kita pergi membantu Karasuma-Sensei.. maka kita hanya akan menjadi beban untuknya bukankah begitu.. Dazai-Sensei ?" jelas Karma sambil menoleh kearah Dazai.
"A.. Ahh.. itu.. benar sekali.." balas Dazai yang mulai berdiri dengan tubuhnya yang terikat.
Tentu mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearah Dazai yang saat ini sedang berusaha berdiri dari tempatnya, langsung saja Karma mulai melanjutkan perkataannya mengenai situasi mereka saat ini.
"Dan lagi jika kita pergi kesana.. maka kita hanya akan menjadi sanderanya saja, yang bisa kita lakukan saat ini hanyalah menunggu kemenangan Karasuma-Sensei seperti yang direncanakan Dazai-Sensei"
Tentu mereka yang mendengar ini hanya menganggukkan kepalanya saja yang setuju dengan ucapannya Karma.
Bahkan Dazai dan Koro-Sensei yang mendengar ini hanya menganggukkan kepala mereka sambil tersenyum kearahnya setelah mendengar deduksinya.
__ADS_1
Tepat setelah mereka mendengar ini tiba tiba saja mereka mendengar suara keras dibelakang mereka, tentu mereka yang mendengar ini mulai menoleh ke asal suara itu.
"Itu tadi suara apa ?" tanya Kaede yang mendengar suara keras itu.
"Jadi sudah dimulai yahh.." gumam Dazai yang saat ini sedang mengelus lukanya yang ada dipipi kirinya.
Tentu mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearah Dazai kembali yang saat ini sedang mengelus pipinya dengan tali yang ada dibawah kakinya.
'Bagaimana caranya kau melepas ikatan sekuat itu !!' batin mereka yang melihat Dazai sedang mengelus pipinya, sedangkan Karma merasa penasaran dengan yang satu ini.
"Kalau begitu, Koro-Sensei aku serahkan sisanya padamu.." ujar Dazai yang mencoba mengobati lukanya dengan kotak pertolongan pertamanya yang ia bawa khusus untuk dirinya.
"Baiklah.. aku pergi dulu Dazai-Sensei.." balas Koro-Sensei yang mulai pergi meninggalkan mereka lagi untuk pergi kearah Karasuma.
"Jadi.. Dazai-Sensei.. apa yang akan kita lakukan sekarang ?" tanya Isogai yang mewakili mereka semua sambil melihat Dazai memasang kapas pada pipinya.
"Mudah.. kita semua tinggal pergi ketempatnya Irina-Nee saat ini.. aduhh.. duhh.. sial ini sakit sekali" balas Dazai yang salah tekan pada pipinya ketika sedang mengobati lukanya.
"Ba.. Baiklah.."
***
Beberapa saat setelah para murid menemukan Irina langsung saja Karasuma dan Koro-Sensei mulai membawa Shinigami menuju permukaan setelah pertarungan singkat mereka.
"Jadi.. semua ini memang sudah kau rencanakan yahh.. Dazai ?" tanya Karasuma dengan kesal ketika mendengar ceritanya.
"Ahh.. jika aku memberitahukan ini padamu kau hanya akan mengacaukan rencananya, Karasuma-Sensei.." balas Dazai dengan nada main main.
Tentu Karasuma yang mendengar ini ingin sekali memukul Dazai, terlihat kalau beberapa urat muncul dikeningnya dan juga punggung tangannya.
"Mahh.. aku rasa urusan kita semua belum selesai kan ? Irina-Nee ?" tanya Dazai sambil menoleh kearah Irina.
Tentu mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearah Irina yang saat ini sedang berusaha kabur secara diam diam.
Ketika melihat ini tentu saja Irina mulai terdiam dengan keringat dingin ketika mendengar ini, namun Irina tetap mencoba kabur dari mereka secara perlahan.
"DASAR ****** !?"
"KENAPA KAU MALAH KABUR !?"
"IIHHHH !?"
Terlihat kalau mereka mulai mengejar Irina sampai ia tertangkap, sedangkan Dazai dan Karasuma yang melihat ini hanya bisa menggelengkan kepala mereka saja.
"Nyuhuhuhu.."
***
Keesokan harinya terlihat kalau Karasuma sedang berada diruang atasannya sambil memberikan laporan tentang kejadian kali ini beserta syarat baru padanya.
"Jadi.. 'jika ada murid yang terkena dampak saat pembunuhan, maka hadiah buruan tidak akan dibayarkan' yahh ?" sahut pria itu pada Karasuma setelah membaca laporannya.
"Kamu sepertinya mulai menyukai anak anak yahh.. Karasuma" lanjutnya sambil menatap kearah Karasuma.
"Baiklah.. aku terima syaratnya, lagipula kami sudah tidak menyewa pembunuh bayaran lagi.." ujarnya yang mulai menyimpan laporan Karasuma.
"Karena itu kami melanjutkannya dengan koalisi internasional yang akan menjadi rencana pembunuhan terakhir" lanjutnya sambil meletakkan dokumennya diatas meja.
"...."
***
Beberapa hari telah berlalu kembali dan sekarang sudah bulan November dimana waktu untuk para murid kelas E untuk membunuh Koro-Sensei tinggal sebentar lagi.
Saat ini dikantor terlihat kalau Dazai sedang mengeluarkan Bento miliknya, karena hari ini dimana Dazai bisa makan tenang dikantor.
Tentu selama beberapa pekan terakhir ketika Dazai akan memakan Bentonya ia pasti akan selalu meminta sedikit Bentonya itu.
Apalagi ketika ia membawa Dessert bahkan pernah ada khasus dimana Koro-Sensei tidak tahan lagi dengan bau Shortcake miliknya mulai mengambilnya secara diam diam.
Mengingat kejadian itu tentu saja Dazai mulai kesal karena Koro-Sensei selalu mengganggu waktu tenangnya apalagi ketika jam istirahatnya.
Sedangkan sekarang ini terlihat kalau Bento Dazai saat ini sangat simpel yaitu Onigiri dengan isi Daging Ayam lalu Telur Gulung dan Karage.
"Yahh.. akhirnya aku bisa makan dengan tenang karena hari ini mereka semua sibuk pada dunia mereka masing masing" gumam Dazai dengan senyum diwajahnya.
"Karasuma yang saat ini masih di kementerian, lalu Irina-Nee yang saat ini sedang mengobrol dengan para muridnya"
"Sedangkan Koro-Sensei sendiri saat ini sedang pergi ke India untuk mencoba makanannya disana setelah mengadakan konseling karier mereka kemarin"
"Dengan begini aku bisa makan dengan tenang"
Terlihat kalau saat ini Dazai sedang mengeluarkan air mata bahagianya setelah sekian lama ia menunggu momen ini, langsung saja Dazai mulai mengambil Onigirinya.
"SELAMAT MAKAN !!"
Langsung saja Dazai yang mulai memakan Onigirinya, namun belum juga satu gigit dia memakan Onigirinya tiba tiba saja pintu kantornya terbuka.
Tentu yang membuka pintunya tidak lain adalah para murid yang saat ini sedang menatap Dazai, bahkan Dazai yang mendengar ini mulai menoleh kearah mereka.
"Ahh.. sewmwuanywa swedwang apwa kwalian dwiswini ?" tanya Dazai sambil memakan Onigirinya ketika melihat para muridnya masuk kedalam.
Tentu mereka yang mendengar ini hanya mengabaikan perkataannya dan mulai mengelilinginya yang saat ini sedang makan bekalnya dengan begitu bahagianya.
"Hmm.. ini enak ayo cobalah.." ajak Dazai yang menelan Onigiri tanpa merasa curiga sama sekali terhadap para muridnya.
Namun ketika merasa kalau suasananya menjadi aneh tiba tiba saja Dazai mulai melihat kearah mereka yang saat ini sedang menatapnya.
Tentu Dazai yang merasakan suasana canggung seperti ini ia mulai melihat kearah mereka dengan tatapan curiga.
"J.. Jadi.. ada yang bisa aku bantu ?" tanya Dazai dengan keringat dingin ketika melihat mereka mengelilingi kantor ini.
__ADS_1
Baik itu pintu maupun jendela mereka semua menghalangi jalan keluarnya Dazai, sebenarnya bisa saja Dazai menerobos keluar kantor ini dengan mudah.
Namun ia memilih untuk tidak memakai kekerasan karena itu bukan pilihan yang bijak ketika berbicara dengan para muridnya yang sudah lengket dengannya.
Langsung saja Terasaka dan Yoshida mulai merangkul lengannya tanpa memperdulikan tatapannya yang sedang bingung saat ini.
Sedangkan Hayami mulai mengeluarkan borgol dan memasangnya tepat dikedua tangannya Dazai yang masih memegang Onigirinya.
"Deja vu !?"
"Tidak !! tunggu dulu !? semuanya bisakah kita bicarakan sesuatu dengan baik baik !?" tanya Dazai yang melihat tangannya diborgol saat ini.
Tentu mereka yang mendengar ini tidak memperdulikan perkataannya Dazai dan mulai pergi ke kelas mereka, sedangkan Terasaka dan Yoshida mulai menyeretnya.
"TUNGGU !! SETIDAKNYA BIARKAN AKU MENGHABISKAN BEKALKU DULU !?"
"AHHHHH !!"
***
Dikelas terlihat kalau Dazai saat ini badannya sedang diikat oleh tali begitu juga dengan kakinya, terlihat kalau mereka saat ini sedang menatap Dazai dengan tajam.
"Anu.. bisa kalian jelaskan apa yang terjadi disini ?" tanya Dazai dengan keringat dingin saat ini.
"Dan juga.. Irina-Nee bisakah kau membantu Kohaimu ini ?"
Langsung saja Dazai mulai menoleh kearah Irina yang saat ini bersama mereka semua, terlihat kalau saat ini Irina sedang memakai pakaian tertutup setelah kejadian waktu itu.
"Ma.. Maafkan aku Dazai-Kun.. a.. aku tidak bisa.. me.. membantumu ka.. karena aku sangat.. penasaran.."
"YANG BENAR SAJA !?"
"KAU PENASARAN SOAL APA !?"
"Dazai-Sensei.. kami disini ingin membahas sesuatu yang sangat penting padamu" ujar Hayami yang menatap Dazai dengan aneh ketika mendengar pembicaraan mereka.
Tentu bukan hanya dia saja bahkan para murid perempuan yang lainnya juga memiliki tatapan mata yang sama seperti Hayami.
Kecuali Kanzaki, Yada, Okano dan Kurahashi yang saat ini wajah mereka sedang memerah, tentu Dazai yang melihat ini mulai merasa curiga pada mereka berempat.
Sedangkan para laki lakinya hanya duduk diam dibangku mereka sambil menungu giliran mereka tiba jika urusan para perempuan telah selesai.
"Sesuatu yang penting ?" tanya Dazai sambil memiringkan kepalanya dengan bingung.
Tentu mereka yang mendengar ini mulai menganggukkan kepalanya, langsung saja Nakamura mulai mengambil ponselnya Kurahashi lalu membuka fotonya.
"Bisa jelaskan apa ini, Dazai-Sensei ?" tanya Nakamura dengan tajam sambil memperlihatkan isinya pada Dazai.
Tentu Dazai yang mendengar ini hanya bisa kebingungan kenapa Nakamura menunjukkan ponselnya Kurahashi padanya.
Tanpa basa basi lagi langsung saja Dazai mulai melihat isinya, tentu Dazai yang melihat ini terdiam dengan wajah pucat.
Terlihat kalau yang ditunjukkan oleh Nakamura saat ini adalah foto dirinya yang saat itu sedang tidur dengan Kanzaki dan Yada yang sedang memeluknya.
"Jadi.. Dazai-Sensei alibimu ?" tanya Hayami dengan tatapan tajamnya.
"TU- KURAHASHI-SAN !! BUKANKAH AKU SUDAH MENYURUHMU UNTUK MENGHAPUS FOTO ITU WAKTU ITU !!" teriak Dazai yang panik ketika melihat ini.
"MAAFKAN AKU DAZAI-SENSEI !! AKU TIDAK BISA MENGHAPUSNYA !! KARENA WAJAH MU SAAT TIDUR TERLIHAT SANGAT IMUT !!" teriak Kurahashi yang sedang membungkukkan badannya pada Dazai dengan wajah memerah.
"...."
Tentu mereka yang mendengar ini seketika terdiam sambil menatap Kurahashi dengan datar, sedangkan Dazai yang mendengar ini seketika mulai remuk.
Seharusnya ia bilang kalau Dazai itu sangat tampan namun ia justru mengatakan kalau ia sangat imut, tentu Dazai yang mendengar ini seketika terdiam dan tidak bisa mengatakan apa apa ketika dirinya dipanggil imut.
"HAWAWAWAWA !!"
Terlihat kalau Kurahashi saat ini panik dengan seluruh wajahnya yang memerah ketika rahasia besarnya terbongkar tepat dihadapan teman temannya, apalagi didepan orangnya.
Langsung saja ia mulai bersembunyi dibelakang Okuda dan Kaede yang saat ini menatapnya.
Tentu Okuda yang melihat ini mulai menenangkan dirinya bersama Kaede yang melihat Kurahashi hampir menangis saat ini.
"Aku tidak menyangka kalau kau melakukan itu pada muridmu sendiri.. Dazai-Sensei.." gumam Kataoka sambil menatap Dazai dengan tatapan sedang menatap sampah.
"Anu.. Kataoka-San.. semuanya.. aku yakin ini hanya kesalahpahaman saja.." gumam Dazai dengan keringat yang membasuhi keningnya saat ini.
"Apa itu benar Dazai-Sensei ? tapi aku merasa kalau kau melakukan itu pada mereka berdua" lanjut Fuwa yang mulai menatap Dazai dengan curiga ketika melihat dirinya berkeringat.
"Aku berani sumpah kalau ini hanya ke-"
"Tidak mungkin kau tidak melakukan itu setelah melihat wajah polos mereka yang saat ini sedang tidur !!" potong Nakamura yang mulai menunjukkan fotonya kembali pada Dazai.
"Nakamura-San.. Aku sudah bilang kalau i-"
"Sudahlah Dazai-Sensei.. kau sudah tidak bisa kemana mana lagi setelah bukti dan tanggalnya ada diponselnya Kurahashi-San"
Tentu Sumire langsung memotong perkataannya Dazai sambil menatapnya dengan tajam, langsung saja mereka mulai meminta kebenarannya pada Dazai.
"Iya benar itu !?"
"Kau harus bertanggung jawab Dazai-Sensei !?"
"Benar katakan yang sejujurnya saja pada kami Dazai-Sensei demi kehormatan wanita !?"
"Iya itu benar !! demi kehormatan wanita !?"
"Jadi.. alibimu Dazai-Sensei ?"
Terlihat Hayami dan para gadis mulai memojokkan Dazai dengan pertanyaan mereka sambil menatapnya dengan tatapan tajam mereka, begitu juga dengan Irina.
__ADS_1
"SUDAH KUBILANG !! INI SALAH PAHAM !?"