
"Hwa ? cwap izwin kweluar dwari sewkolah iwni ?.. mwemwangnywa adwa ?" tanya Tanaka yang mulutnya penuh dengan Onigirinya saat ini.
"Tanaka.. setidaknya habiskan dulu makananmu itu, aku tidak mengerti apa yang kau katakan.." gumam Nomura yang sedang memegang sumpit sambil dengan Karage disumpitnya.
"Gulp.. maaf kebiasaan buruk ketika ditanya.." balas Tanaka dengan santainya sambil melanjuti makannya.
"Tanaka-Kun.. setidaknya biasakan lah untuk tidak berbicara sambil makan" gumam Asuna dengan nada lelah sambil memakan Kroketnya.
"Benar.. benar.. aku yakin kau pasti bisa melakukannya" lanjut Mary yang juga sedang makan bersama mereka sembari menyemangatinya.
"Sekali lagi maaf.. tapi.." gumam Tanaka dengan bibir berkedut saat ini, begitu juga dengan Nomura.
"Tapi ?" tanya Asuna dan Mary secara bersamaan.
"Kenapa kalian berdua juga kesini ?" tanya Tanaka sambil menatap kearah Rin dan Choka dengan aneh, bahkan ia berkali kali melirik kearah mereka berdua.
Saat ini mereka berdua sedang berada diatap sekolah ketika bel istirahat telah berbunyi, tentu bukan hanya Tanaka dan Nomura saja yang berada disana.
Mereka berdua ditemani oleh keempat gadis saat ini Rin dan Choka yang sedang berdiri tepat dihadapan mereka berdua, sedangkan Asuna dan Mary sedang duduk tepat disebelah kiri dan kanannya Tanaka.
Tentu Rin dan Choka sekarang ini sedang mengawasi mereka berempat yang sedang makan siang bersama, langsung saja Nomura mulai bertanya pada mereka ketika Tanaka bertanya pada mereka.
"Bukankah kalian punya pekerjaan lain sebagai 5 pedang tertinggi disekolah ini ?"
"Sekarang ini juga termasuk menjalankan pekerjaanku" balas Rin yang menatap tajam kearah Tanaka dan Nomura saat ini.
"Itu benar Desu wa, kami disini untuk mengawasi kalian berdua agar tidak melakukan sesuatu yang melanggar hukum disekolah ini Desu wa" jelas Choka saat ini sedang menatap Tanaka dengan benci.
Tanaka yang melihat tingkahnya Choka hanya bisa menghela nafas sambil menoleh kearah lain ketika memakan bekal yang ia buat sebelumnya.
"Aku tidak begitu peduli sih.. tapi.." balas Nomura yang melihat kearah bawahnya Rin sambil berkata.
"Itu kelihatan loh.." lanjut Nomura yang melihat kearah roknya Rin tanpa melihat kondisinya saat ini.
'Bodoh !!' batin Tanaka yang terkejut mendengar ucapannya Nomura yang blak blakan itu.
Rin yang mendengar ini langsung saja melihat kearah roknya yang berkibar itu, melihat ini tentu saja Rin langsung menahan roknya dengan malu.
Disisi lain Choka langsung melihat kearah Rin, ia terlihat biasa saja karena ia menggunakan rok panjang saat ini, sedangkan Asuna dan Mary yang melihat ini entah kenapa langsung mencubit pinggangnya Tanaka.
"A.. Asuna.. Ki.. Kikakujo-San.. a.. apa yang kalian la.. lakukan ?" tanya Tanaka yang berusaha kesakitan agar terlihat alami didepan mereka.
"Kau sudah tahu soal itu kan, Tanaka-Kun ?" tanya Asuna dengan kesal ketika melihat tingkahnya.
Baik Asuna dan Mary yang mengamati gerak gerik Tanaka dari tadi mulai curiga, kenapa Tanaka beberapa kali melirik kearah Rin dan Choka yang sedari tadi berdiri tepat dihadapan mereka.
Dan mereka mengetahui maksud dari tatapannya itu.
Tanaka sendiri yang mendengar ini tidak menjawab pertanyaannya mereka dan hanya diam saja sambil melanjuti makannya, tentu Asuna dan Mary yang melihat tingkah Tanaka langsung menguatkan cubitan mereka.
"Mesum.." gumam mereka berdua pada Tanaka.
"M.. Maaf.."
***
"Aloha.. halo jepang.. halo sekolah campuran.. Warabi sudah kembali dari Hawai.." ucap Warabi yang saat ini memakai kalung bunga berwarna merah muda dengan kulitnya yang sedikit gelap sambil memakai kacamata hitamnya.
Terlihat kalau ia saat ini berdiri tepat diatas beruangnya Kyobo, tentu Warabi hari ini baru pulang dari perjalanan wisatanya di Hawai.
"Aloha.. oye.." lanjut Warabi dengan senangnya bisa kembali kesekolahnya.
"Gaw.." balas Kyobo yang saat ini memakai baju Hawai berwarna biru.
"Alo-"
"NOMURA !!"
__ADS_1
Belum juga Warabi menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja ia mendengar suara teriakan Rin dari atas sekolah.
Warabi sendiri yang mendengar ini mulai menoleh keatas dan melihat Nomura sedang diserang oleh Rin juga Choka saat ini, sedangkan Tanaka saat ini sedang diinterogasi oleh Asuna dan Mary soal kejadian sebelumnya.
"Berani beraninya kau melakukan itu padaku !!" teriak Rin sambil menebas Nomura.
"Woaahh !!" teriak Nomura yang menghindari serangannya Rin sambil memegang kotak bekalnya.
"Jangan mengindari terus Desu wa !!" teriak Choka yang mulai memecut cambuknya pada Nomura.
"Woopss !! hampir saja !?" balas Nomura yang bekalnya hampir jatuh ketika menghindar cambukannya Choka.
Tentu Warabi yang melihat ini ketiga orang itu mulai penasaran dengan tingkahnya Rin, namun yang menjadi perhatiannya saat ini yaitu.
"Tanaka-Kun.. aku tahu kau pasti melihatnya bukan ?" tanya Asuna dengan tatapan tajamnya sedang menatap Tanaka saat ini.
"Ti-"
Namun sebelum Tanaka menjawabnya tiba tiba saja sebuah bilah rapier mulai menusuk tepat dikepalanya Tanaka, tentu Tanaka yang melihat ini mulai menghindarinya.
"Oii !! apa kau mau membunuhku !?" teriak Tanaka yang kesal ketika diinterupsi oleh Mary saat ini.
"Tentu saja tidak.. ini adalah hukuman yang aku dan Asuna janjikan jika kau melakukan sesuatu pada gadis disekolah ini" balas Mary dengan senyum polos diwajahnya.
"Jangan memasang senyum polos seperti itu !? apalagi ketika kau menebasku !? dan sejak kapan kalian berdua membuat janji seperti itu !?" teriak Tanaka yang kesal saat ini ketika mendengar ini sambil menunjuk mereka berdua.
"Entahlah.." balas Asuna dengan senyum lembut diwajahnya.
"Aku juga tidak tahu.." lanjut Mary yang memasang senyum lembut sambil menutup mulutnya dengan tangan kirinya.
"Hentikan !?" teriak Tanaka yang menjambak rambutnya dengan kesal ketika melihat senyum mereka berdua saat ini.
"Fufufu.." tawa mereka ketika melihat tingkahnya Tanaka saat ini.
Disisi lain Warabi yang melihat tingkah mereka berlima mulai merencanakan sesuatu pada mereka nantinya.
***
Beberapa menit kemudian.
"Ugghh.. aku benar benar tidak bisa tidur.. jika Onigawara terus membangunkanku seperti itu.." gumam Tanaka memakai baju olahraga, terlihat kalau Tanaka kelelahan saat ini.
"Tanaka-Kun.. kau benar benar tidur seharian ini kau tahu ? dan kau bilang kalau kau tidak bisa tidur karena diganggu oleh Rin-San, aku rasa kau yang salah disini" balas Mary yang menatap Tanaka dengan aneh.
Meskipun begitu Mary tetap menatap Tanaka dengan rona merah saat ini ketika melihat betapa lemahnya Tanaka saat ini, begitu juga dengan Asuna saat ini walau ia berusaha menahannya saat ini.
"Itu benar.. kau harus memperhatikan pelajaran yang guru itu berikan bukannya tidur dikelas" ucap Rin yang setuju dengan ucapannya Mary.
"Lalu kenapa kau tidak membangunkan Nomura saja ? padahal ia juga tidur di-"
Namun sebelumnya Tanaka menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja Nomura menepuk pundaknya, tentu Tanaka yang merasakan ini mulai melihatnya.
Melihat Tanaka meresponnya Nomura hanya bisa menepuknya secara berkali kali saja sambil menganggukkan kepalanya saja.
"Jadi kau juga yahh.." gumam Tanaka yang memiliki nasib sama sepertinya.
"Sial.. aku bersumpah ingin ingin sekali menebas mereka berdua saat ini juga, tepat disini" gumam Rin yang sedang memegang katananya yang masih dipinggangnya dengan sangat kesal.
"Ma.. Mahh.. itu memang sudah kebiasaan Tanaka-Kun.. ketika ia tidur dikelas setiap harinya.." lanjut Asuna yang berusaha menenangkan Rin ketika berjalan bersama mereka saat ini.
"Ehh !! benarkah !?" teriak Mary yang terkejut ketika mendengar informasi ini.
Sedangkan Nomura dan Rin yang mendengar ini hanya bisa menatap Tanaka dengan aneh, semenjak Tanaka datang kesekolah ini ia akan selalu tidur seperti biasanya.
Meskipun begitu ia tetap dapat mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru disekolah itu, tentu Rin yang melihat Tanaka tidur dikelas mulai membangunkannya dengan cara menendang kakinya hingga ia terbangun.
Mengingat kejadian itu Nomura hanya bisa menghela nafas saja sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Sedangkan Rin hanya bisa memijat keningnya sambil menahan kesalnya ketika setiap hari harus membangunkan Tanaka seperti itu terus.
"Aku rasa kau sudah mendapatkan kedamaian yang kau inginkan Tanaka, hanya saja.. keberadaannya itulah yang mengganggumu.." ujar Nomura yang merujuk pada Rin.
"Ahh.. kau benar.." balas Tanaka yang setuju dengan perkataannya Nomura sambil melihat kearah Rin.
"Apa ?" tanya Rin yang kesal ketika ditatap oleh Tanaka saat ini.
"Tid-"
"KYAAA !!"
Namun sebelum Tanaka menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja mereka mendengar suara gaduh para gadis yang saat ini sedang sibuk melihat sesuatu.
Tentu Tanaka dan Nomura yang mendengar ini mulai berjalan kearah mereka dan mulai melihat apa yang para gadis itu lihat saat ini.
"Ma.. Masuko !?" teriak Nomura yang terkejut ketika melihat ini, begitu juga dengan Tanaka.
"Maskodera-Kun !? apa yang terjadi padanya !?" tanya Asuna yang juga mengikuti Tanaka tepat dibelakangnya.
Terlihat kalau saat ini Maskodera sedang diikat diatas tiang dengan hidungnya yang bercucuran darah, terlihat kalau ia pingsan diatas sana.
"Masuko !! tunggulah sebentar !! aku akan segera menurunkanmu !!" teriak Nomura yang berusaha untuk menurunkan Masuko.
Namun sebelum Nomura bergerak tiba tiba saja Rin menahan pundaknya.
"Nomura.. berhenti.." ucap Rin dengan serius kali ini, tentu Tanaka dan Nomura yang mendengar ini mulai menoleh kearah Rin.
"Ini.. aku merasa akan terjadi sesuatu yang buruk kali ini.." balas Mary yang juga serius kali ini.
"Tapi apa ?" tanya Asuna yang bingung saat ini.
"Syoshoshosho.."
Mendengar tawa itu tentu mereka mulai menoleh kearah suara itu dan melihat Warabi diatas gedung sekolah sedang memakai baju olahraga sambil memegang mic saat ini.
"Surgapun tahu, bumipun tahu, begitu juga denganku, wahai orang yang mencoreng nama baik sekolah ini !!" ucap Warabi sambil menunjuk kearah Tanaka dan yang lainnya.
"Ha ?" gumam Tanaka yang bingung dengan apa yang diucapkannya.
"Huhuhu.. sungguh menyedihkan.." gumam Warabi yang menggunakan lengan baju olahraganya untuk mengusap air mata palsunya saat ini.
"Tubuh dan mental yang sudah ternodai.. begitu juga dengan harga diri yang sudah ternodai.." lanjut Warabi sambil menatap mereka dengan tajam.
"Aku tak punya pilihan lain selain melakukan ini"
Tepat ketika Warabi mengatakan itu tiba tiba saja sebuah spanduk turun dari atas hingga kebawah, terlihat kalau spaduk itu tertulis 'Festival Olahraga Kematian' disana.
"Festifal Pertumpahan Darah.."
"Festifal Olahraga Berdah.."
"Bersama dengan menu spesial dari Hanasaka Warabi"
"Warabimpick dinyatakan telah dibuka !?"
"Sudah kuduga.." gumam Rin yang khawatir ketika melihat spanduk itu.
"Dia sudah menyiapkan semuanya yahh.." lanjut Mary yang juga khawatir ketika melihat ini.
"Tentu saja, pertunjukkan utamanya adalah dia.." lanjut Warabi yang tersenyum mengejek sambil menatap seseorang saat ini.
"Tanaka Yuki !!"
"...."
"Ha ? apa ? aku ?"
__ADS_1