The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 24


__ADS_3

Original World, Jepang.


Terlihat sebuah portal berwarna ungu mulai muncul disebuah kamar, terlihat seseorang mulai keluar dari portal itu yang tidak lain adalah Tanaka.


Setelah Tanaka keluar tiba tiba saja portal itu mulai menghilang dan waktu dibumi mulai berjalan kembali ketika Tanaka tiba dikamarnya,


Langsung saja Tanaka mulai melihat kearah jam weker digital miliknya yang menunjukan pukul 16.00 sore disana, melihat ini langsung saja Tanaka mulai menghela nafas lega.


"Ha.. syukurlah kalau waktunya benar benar berhenti" gumam Tanaka yang melihat jam diatas mejanya.


Setelah itu langsung saja ia segera melepas perban yang ada dimatanya dan mulai memasukkannya kedalam tong sampah dan segera berganti pakaian.


Tentu Tanaka juga mengganti perban yang ada ditangannya agar tidak terinfeksi karena perbannya tidak diganti.


***


Kamar Tanaka, pukul 21.00 malam.


"Ha.. akhirnya aku bisa beristirahat dengan tenang tanpa memikirkan misi" gumam Tanaka yang mulai menjatuhkan dirinya diatas kasur dengan tenang.


Tentu Tanaka yang sedang tertidur diatas mulai berpikir tentang misi sebelumnya sambil berpikir apa dia benar benar diperbolehkan untuk mendapatkan kebahagiaannya karena Grup Chat ini.


Namun ketika dia sedang memikirkan masa depannya tiba tiba saja ia mengingat tentang hadiah yang ia dapat sebelumnya dan segera mengambil ponselnya dan menekan gambar scroll diinventorynya.


[ Familiar Summon (A) : Sebuah kontrak yang memungkinkan Host untuk memanggil familiar spesial dan bertarung bersama anda selama misi berlangsung


Kontrak ini diberikan khusus untuk anda dari Kami-Sama


Apa Host ingin menggunakannya ?


Ya / Tidak ]


Langsung saja Tanaka mulai menekan tombol Ya tepat ketika ia menekan tombol Ya tiba tiba saja sebuah lingkaran sihir muncul dibawah.


Terlihat kalau lingkaran sihir itu berwarna hitam pekat bahkan lebih gelap dari kegelapan itu sendiri, melihat ini Tanaka mulai berpikir apakah rumahnya akan hancur.


Tepat ketika memikirkan itu tiba tiba saja muncul sebuah gumpalan berwarna hitam dilantai, setelah gumpalan itu muncul tentu saja lingkaran sihir itu mulai menghilang.


Tentu Tanaka yang melihat ini mulai duduk diatas kasur sambil menatap gumpalan hitam itu.


"...."


"Ehh.. Slime ?" gumam Tanaka yang melihat gumpalan hitam itu sambil memiringkan kepalanya dengan bingung.


Tentu gumpalan itu seketika membuka matanya, terlihat kalau gumpalan hitam itu memiliki mata berwarna putih polos tanpa campuran warna lain.


Ketika ia melihat Tanaka tiba tiba saja gumpalan itu mulai melayang hingga membuat Tanaka membelakkan matanya ketika melihat gumpalan hitam itu bisa melayang.


Langsung saja matanya mulai berubah bentuk terlihat kalau gumpalan itu menunjukkan bahwa ia merasa senang ketika melihat Tanaka dan segera menghampirinya dengan cepat.


Tentu Tanaka yang melihat ini segera menangkapnya, terlihat kalau gumpalan itu mulai menggosok dirinya pada Tanaka.


Melihat ini langsung saja ia mulai mengusap gumpalan itu dengan senyum diwajahnya, namun tiba tiba saja ponselnya mulai bergetar.


Merasakan ini langsung saja Tanaka mulai mengambil ponselnya dan melihat apa yang ada diponselnya saat ini.


[ Name : -


Race : Dark Slime (A-Class)


Gender : Female


Skill : Transformation, Regeneration, Anti Pyshical & Magic, Super Healing, Fly ]


Tentu Tanaka yang melihat statusnya terkejut bukan main, apalagi ketika melihat kalau Slime yang ada dipelukannya ini memiliki jenis kelamin perempuan.


"Kau pasti bercanda" gumam Tanaka yang melihat status familiar miliknya.


"Dan lagi bagaimana bisa Slime memiliki jenis kelamin ?" tanya Tanaka pada dirinya.

__ADS_1


Sedangkan Slime yang melihat tingkah Tanaka hanya memiringkan badannya sambil membuat simbol tanda tanya '?' pada tubuhnya.


Tentu Tanaka yang melihat ini mulai tersenyum pada Slime sambil berpikir satu hal yang membuatnya tiba tiba saja merasakan sesuatu ketika melihat Slime ini.


'Imut..'


***


"Baiklah kalau begitu saatnya memberi nama untukmu, Nona Slime" gumam Tanaka pada Slime itu agar suaranya tidak terdengar oleh adiknya.


Tentu Slime yang mendengar ini merasa senang dan mulai terbang mengelilingi Tanaka, melihat ini tentu Tanaka hanya bisa tersenyum sambil memikirkan namanya.


"Hmm.. karena warnamu hitam gelap maka namamu adalah Kuro, tapi karena nama itu untuk seekor anj*ng maka namamu adalah Q, bagaimana ?" sahut Tanaka Tanaka sambil mengangkat jarinya ketika akan memberikan namanya pada Familiarnya.


Sedangkan Slime yang mendengar ini langsung berubah bentuk menjadi sebuah emot bahagia, tentu Tanaka yang melihat mulai tertawa pelan melihat tingkahnya.


Namun tiba tiba saja tubuhnya Q mulai mengeluarkan sinar berwarna hitam, tentu Tanaka yang melihat ini segera menutup matanya agar tidak silau.


Setelah selesai langsung saja Tanaka mulai membuka matanya dan melihat Q dengan perasaan khawatir terjadi apa apa dengan Familiarnya.


Namun tidak terjadi apa apa padanya, tentu Tanaka yang melihat ini mulai kebingungan dengan cahaya yang dikeluarkan oleh Q.


Tepat ketika cahaya sudah mulai meredup tiba tiba saja ponselnya Tanaka mulai bergetar, tentu Tanaka yang merasakan ini segera melihat ponselnya kembali.


[Name : Q


Race : Queen Demon Slime (S-Class)


Gender : Female


Skill : Transformation, Regeneration, Anti Pyshical & Magic, Super Healing, Fly, Telepaty, Adaptation, Harden, Memory Manipulation, Clone]


Tentu Tanaka yang melihat ini mulai membuka mulutnya dengan terkejut ketika melihat Q berevolusi hanya diberikan nama olehnya.


'Terima kasih sudah memberikanku Nama, Master' ucap Q yang berbicara didalam kepalanya Tanaka.


"Onii-Chan, sudah malam jangan teriak teriak !! aku sedang belajar !!" teriak Rino dari kamar yang ada didepan kamarnya Tanaka.


"!!!"


Sedangkan Tanaka yang mendengar ini terkejut karena suaranya terdengar keluar, langsung saja Tanaka mulai membalasnya.


"Maafkan aku Rino, aku hanya terkejut ketika melihat pesan di laptopku itu saja !!" teriak Tanaka dari kamarnya.


"Baiklah !!" balas Rino dengan singkat, tentu Tanaka yang mendengar ini mulai menghela nafas lega.


'Ma.. Maafkan aku Master, sudah merepotkanmu' balas Q yang mulai berbicara pada Tanaka sambil menunjukkan emot sedih padanya.


"Tidak apa apa Q, aku hanya terkejut itu saja" gumam Tanaka sambil mengelus Q dengan lembut.


Sedangkan Q yang sedang melayang hanya menganggukkan badannya saja.


"Kalau begitu.. kau gunakan laptopku untuk belajar tentang pengetahuan umum, ekonomi, strategi, politik dan yang lainnya, mengerti ?" sahut Tanaka pada Q sambil tersenyum kearah.


'Hmm.. baiklah Q akan belajar semalaman agar dapat berguna untuk Master kedepannya nanti' balas Q dengan mengubah wujudnya menjadi emot senang.


"Hmm.. yang penting jangan berlebihan, dan jika bisa jangan membuat keributan ya supaya adikku tidak masuk kekamar, mengerti ?" balas Tanaka yang mulai memberi instruksi lain pada Q.


'Baiklah, Master !!' sahut Q dengan semangat dan mulai melayang kearah Laptop Tanaka dan mulai berubah menjadi Flashdisk sambil menyaring semua informasinya yang ada dilaptopnya.


Sedangkan Tanaka yang melihat ini hanya menggelengkan kepalanya dan segera tidur setelah menjalani misi berat hari ini.


***


Beberapa hari telah berlalu dijalan terlihat kalau Tanaka sedang berjalan menuju sekolah dengan tangannya yang diperban, sedangkan dilehernya terdapat kalung dengan tulisan F&Q.


Tentu kalung itu tidak lain adalah Q yang sedang berubah atas permintaannya Tanaka, tepat ketika Tanaka sedang berjalan tiba tiba saja Ohta datang tepat dibelakangnya.


"Yo.. Tan-" namun sebelum menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja ia melihat kearah lengannya Tanaka yang saat ini diperban.

__ADS_1


"TANAKA !! APA YANG TERJADI DENGAN TANGANMU !!" teriak Ohta yang melihat tangan temannya diperban, padahal beberpa hari yang lalu ia melihat Tanaka menggunakan baju lengan panjang.


"Ohh.. Ohta kah.. hanya seekor kucing yang mencakar lenganku itu saja" balas Tanaka yang mengangkat kedua tangannya dengan leluasa.


"Ohh.. sepertinya kau sedang sial ya hari ini" balas Ohta sambil meletakkan tangannya pada dagunya.


"Yahh.. begitulah" balas Tanaka sambil menoleh kearah lain dengan wajah aneh.


'Mana mungkin aku memberitahumu kalau aku dipukul oleh tunanganku didunia lain'


***


Saat ini Tanaka dan Ohta sedang berjalan dikoridor sekolah setelah berjalan cukup lama dijalan, namun tiba tiba saja mereka dipanggil Miyano dengan seorang gadis bersamanya.


Terlihat kalau gadis itu memiliki rambut pendek pirang seperti warna rambutnya Ohta, terlihat kalau lengannya bajunya digulung hingga siku dan memakai rok panjang.


Tentu gadis itu tidak lain adalah Echizen orang yang pernah Miyano ceritakan sebelumnya pada Tanaka dan Ohta dulu, tepat sebelum kejadian Shiraishi tiba tiba saja Echizen menantang Tanaka diatas atap sekolah.


Namun semua itu berakhir dengan cepat karena Tanaka secara diam diam meminta Shimura untuk memanggil Miyano keatas atap sekolah karena ia tidak memiliki nomor seorang perempuan selain Shimura, Katou, Ohta dan adiknya Rino.


"Master !! Ohta-Kun !!" teriak Miyano yang mulai menyapa mereka berdua, tentu mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearah Miyano dan gadis itu.


"Ahh.. Miyano, Echizen" balas Ohta ketika melihat mereka berdua, sedangkan Tanaka hanya melihat mereka hanya bisa menguap sambil melambaikan tangannya pada mereka.


"Master !! apa yang terjadi pada tanganmu !! apa selama ini kau menyembunyikannya dengan lengan bajumu !!" lanjut Miyano yang melihat tangannya diperban.


"Hmm.. palingan dia dicakar oleh kucing dan menggunakan perban untuk bergaya saja" balas Echizen sambil tersenyum mengejek Tanaka.


Tentu Tanaka yang mendengar ucapannya Echizen segera pergi kesudut lorong sambil menggumamkan sesuatu dengan penuh depresi.


"Ahh.. benar, lagipula aku hanya manusia gagal hahaha.." gumam Tanaka dengan suara hampa dan juga tatapan kosongnya.


"MASTER !! / TANAKA !!" teriak mereka bertiga yang terkejut ketika melihat Tanaka depresi karena ucapannya Echizen.


***


"Ecchan kau berlebihan" ujar Miyano yang mulai menceramahi temannya


"Ma.. Maafkan aku, Tanaka" sahut Echizen yang mulai membungkukkan badannya berkali kali pada Tanaka.


"Ahh.. ehmm.. tidak apa apa, aku memang manusia gagal kok, hahaha.." balas Tanaka dengan suara hampa dan tatapan kosong.


"Tanaka.. kau tidak boleh berpikir seperti itu, Echizen hanya bercanda bukankah begitu, Echizen" sahut Ohta yang mulai menghibur Tanaka agar tidak depresi lagi.


"Ahh.. i.. itu benar !!" balas Echizen dengan panik, tentu Miyano yang melihat ini ikut menganggukkan kepalanya pada Tanaka.


Sedangkan Tanaka yang melihat ini langsung saja berkata sesuatu dengan wajah lesunya hingga membuat mereka bertiga terdiam kerena ucapannya.


"Mahh.. lagipula aku hanya bercanda, kalau begitu sampai jumpa nanti bila kita bertemu, Ecchan" balas Tanaka dengan wajah lesunya dan mulai meninggalkan mereka dengan cepat.


"...."


"SINI !! KAU SIALAN !!" teriak Echizen yang melihat dirinya dipermainkan oleh Tanaka.


"ECCHAN / ECHIZEN !!"


***


Bel sekolah berbunyi menandakan kalau pelajaran hari ini akan dimulai, terlihat saat ini Tanaka sedang duduk dibelakang Ohta dengan lesunya.


Namun sebelum pelajaran dimulai tiba tiba saja guru datang dan segera mengumumkan sesuatu yang membuat semua murid kegirangan kecuali dirinya.


"Baiklah semuanya hari ini kebetulan sekolah kita menerima murid baru, silahkan masuk !!" teriak guru itu pada orang yang berada diluar kelas itu.


'Entah kenapa aku memiliki firasat buruk soal murid baru ini' batin Tanaka ketika mendengar kata murid baru dari gurunya.


Ketika mendengar teriakan guru itu langsung saja murid itu masuk hingga membuat seluruh kelas mulai heboh, kecuali Tanaka yang saat ini wajahnya sudah pucat ketika melihat orang yang dia kenal saat ini.


"Perkenalkan nama saya Yuuki Asuna, semoga kedepannya kita bisa akrab"

__ADS_1


__ADS_2