The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 34


__ADS_3

POV Orang ke 3.


Terlihat kalau Tanaka saat ini masih berdiri didepan Q yang saat ini masih menyelimuti tubuhnya Asuna, namun tiba tiba saja Q mulai angkat bicara padanya.


'Master.. 10 menit telah berlalu proses menyalin ingatan pada Asuna-San telah berhasil' ucap Q yang memberitahukan hal ini pada Tanaka.


Tentu Tanaka yang mendengar ini mulai menghela nafas sambil mempersiapkan dirinya, tepat setelah Q memberitahukan hal ini padanya.


Langsung saja Q mulai melepaskan diri dari tubuhnya Asuna secara perlahan dari kaki sampai kepalanya, setelah lepas darinya langsung saja Q mulai melayang disebelahnya Tanaka.


Terlihat kalau Asuna saat ini masih berdiri dengan mata tertutup, namun tiba tiba saja ia membuka matanya dan mulai melihat kearah Tanaka dengan tatapan kosongnya.


"Ta.. Tanaka-Kun ?" ucapnya dengan nada terbata bata ketika melihat Tanaka.


Tentu Tanaka yang mendengar ini ingin menjawabnya, namun ketika melihat tatapannya entah kenapa ia menoleh kearah lain agar tidak dilihatnya.


"Tanaka-Kun.. apa.. apa itu benar kalau 'dia' itu adalah kamu ?" tanya Asuna dengan gugup mengenai dirinya dimasa lalu.


Disisi lain Tanaka yang mendengar ini tidak menjawabnya justru ia hanya diam disana, tentu Asuna yang melihat ini mulai berjalan kearah Tanaka.


Tentu Tanaka yang melihat Asuna mendekatinya mulai menutup matanya sambil merapatkan giginya, ia berpikir kalau Asuna akan menamparnya setelah melihat masa lalunya.


Namun bukan tamparan yang Tanaka dapatkan melainkan sebuah sentuhan lembut dipipinya, tentu Tanaka yang merasakan ini mulai membuka matanya dan melihat kearah Asuna.


Terlihat kalau ia saat ini sedang memandang wajahnya Tanaka dengan tatapan sedih, tentu Tanaka yang melihat ini mulai membelakkan matanya dengan terkejut.


"Kenapa ?" tanya Tanaka dengan nada sedih ketika melihat raut wajahnya.


"Harusnya itu pertanyaanku.. kenapa kau merahasiakan ini padaku, Tanaka-Kun ?" tanya Asuna yang mulai mengusap pipinya Tanaka.


"Itu.." gumam Tanaka yang ingin melanjutkan kata katanya, namun ia tidak bisa mengeluarkannya.


"Apa kau berpikir kalau aku akan menjauhimu benar begitu, Tanaka-Kun ?" tanya Asuna.


Tentu Tanaka yang mendengar ini seketika terdiam, setelah itu dia mulai menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya, Asuna yang melihat ini mulai terdiam sambil menundukkan kepalanya.


"Tanaka-Kun.. apa kau lupa dengan kata kata yang kau katakan dulu padaku ? padahal baru beberapa hari lalu aku memberitahukannya padamu" sahut Asuna sambil menatap matanya.


Tentu Tanaka yang mendengar ini mulai membelakkan matanya dan mulai menatap kearah Asuna yang saat ini sedang menatapnya dengan serius.


"Kau pasti tahu soal itu bukan Tanaka-Kun, kau seharusnya tahu soal itu.. namun kenapa kau tidak melakukan apa yang kau katakan padaku sebelumnya !?" teriak Asuna sambil mengeluarkan air matanya pada Tanaka.


Melihat ini Tanaka hanya bisa terdiam sambil mendengar kata katanya saja.


"Apa karena kau takut aku menjauhimu, apa itu benar ?" tanya Asuna kembali pada Tanaka dengan suara pelan.


Sedangkan Tanaka yang mendengar ini hanya bisa menganggukkan kepalanya saja, melihat ini tentu Asuna seketika terdiam.


Disisi lain Tanaka yang melihat Asuna terdiam mulai angkat bicara.


"Asun-" namun sebelum Tanaka menyelesaikan kata katanya tiba tiba saja Asuna mulai menyegel mulutnya dengan mulutnya Asuna.


Tentu Tanaka yang melihat aksi Asuna seketika terdiam sambil menatapnya yang saat ini masih menciumnya sambil menutup matanya.


Merasakan ini langsung saja Tanaka mulai menutup matanya dan mulai menikmati ciumannya dan mulai memeluk pinggangnya.


Sedangkan Asuna yang merasakan dirinya dipeluk pun ikut memeluk Tanaka dilehernya, terlihat suasana romantis diantara mereka.


Disisi lain Q yang melihat ini langsung menoleh kearah lain dan segera pergi keatas meja lalu segera mengubah dirinya menjadi sebuah kalung.


Setelah 5 menit mereka berdua berciuman langsung mereka mulai melepas ciuman mereka, bahkan jembatan saliva mereka terlihat disana.


"Asuna.. aku-"


Namun sebelum Tanaka melanjutkan kata katanya tiba tiba saja Asuna menghentikannya dengan meletakkan jarinya tepat dibibirnya Tanaka.


"Tanaka-Kun, aku menyukaimu.. jadi aku mohon jangan ada rahasia lagi, mengerti ?" tanya Asuna sambil menatap matanya Tanaka dengan penuh harap.


Tentu Tanaka yang mendengar ini mulai tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dan mulai memeluknya, tentu Asuna yang merasakan ini ikut memeluknya juga dengan senyum diwajahnya.


Namun ketika mereka sedang menikmati suasana ini tiba tiba saja, ponsel mereka mulai berdering secara bersamaan.


Tentu mereka yang sedang menikmati suasana romantis mulai kesal dan mulai membuka ponsel mereka.


[ Ding ! karena Admin Tanaka sudah menyelesaikan misi pertamanya maka System akan menambahkan 2 anggota baru pada Grup Chat ini ]


[ Exhibitionist telah bergabung kedalam grup chat ]


[ Flash Queen telah bergabung kedalam grup chat ]

__ADS_1


Tentu Tanaka yang melihat notifikasi dari Grup Chatnya mulai terkejut apalagi ketika melihat Flash Queen muncul sebagai anggota.


"Flash Queen ?" gumam Asuna sambil melihat kearah ponselnya dengan bingung.


Tentu Tanaka yang mendengar ini bertambah terkejut apalagi melihat kalau gadis yang ada didepannya saat ini adalah anggotanya.


{ Exhibitionist : Ara~ bentar bentar.. ada apa dengan nickname ini !? }


{ Flash Queen : A.. Anu.. siapa kalian ? }


{ Kanae : Ara~ anggota baru sepertinya mereka berdua adalah perempuan, terutama @Exhibitionist betapa beraninya dia fufufufu... }


{ Lala : Ahh.. anggota baru !? perkenalkan namaku Lala Satalin Deviluke aku adalah tunangannya Tanaka salam kenal }


{ Flash Queen : TU.. TUNANGAN !! }


{ Kanae : Ara~ sepertinya anggota baru kita terkejut ketika mendengar ucapannya Lala-San }


{ Kanae : Dan perkenalkan namaku Kocho Kanae aku adalah pemburu iblis }


{ Exhibitionist : PEMBURU IBLIS !! }


{ Tanaka : Baiklah.. baiklah.. semuanya dengarkan aku terlebih dahulu ada yang ingin aku katakan pada kalian }


{ Lala : Tanaka !! }


{ Kanae : Ara~ Tunangan-Kun.. }


{ Exhibitionist : Admin-San !? }


{ Flash Queen : .... }


Tentu Asuna yang melihat nama Tanaka disana mulai terdiam lalu mulai menatap dirinya dengan tajam bahkan terlihat ada aura hitam mulai keluar ketika menatapnya.


Melihat tatapannya Asuna langsung saja Tanaka mulai membalas chatnya dengan terburu buru.


{ Tanaka : Sebelum itu.. aku ingin memastikan ini terlebih dahulu }


{ Tanaka : @Exhibitionist apa kau Rias Gremory ? }


{ Exhibitionist : !!! }


{ Tanaka : Aku hanya asal menebaknya.. aku kira kau adalah Himejima Akeno atau yang lainnya, ha.. padahal aku ingin menebaknya satu persatu }


{ Exhibitionist : .... }


{ Lala : .... }


{ Kanae : .... }


{ Flash Queen : .... }


Tentu Asuna yang melihat ini mulai bertambah kesal sampai sampai Tanaka dapat melihat auranya Asuna semakin gelap, tentu hal ini membuat Tanaka dan Q ketakutan.


Langsung saja Tanaka mulai mengirimkan sesuatu pada mereka semua.


[ Ding ! Tanaka telah mengirim Anime / Novel High School DxD ]


{ Tanaka : Baiklah aku telah mengirim salinan ini pada kalian jadi aku berharap tidak ada kesalahpahaman disini, oke ? }


{ Tanaka : Dan @Kanae aku mohon lihatlah terlebih dahulu baru mendiskusikan hal ini pada sesama anggota }


{ Tanaka : @Exhibitionist juga bila ada sesuatu yang ingin kau tanyakan, tanyakan saja pada @Lala oke ? }


{ Tanaka: Dan maaf aku ada urusan dengan @Flash Queen kalau begitu aku pergi dulu }


Setelah memberitahukan hal ini pada mereka langsung saja ia menatap kearah Asuna yang saat ini sedang tersenyum kearah Tanaka.


Namun senyuman itu terlihat mengerikan dimatanya, setelah Asuna melihat pesan ini langsung saja ia bertanya pada Tanaka mengenai ini.


"TA-NA-KA-KUN.. bisakah kau jelaskan apa maksudnya ini ?" tanya Asuna yang masih mempertahankan senyum mengerikannya sambil mencubit pinggangnya Tanaka.


Tentu Tanaka yang merasakan cubitannya Asuna hanya bisa menahannya sambil menganggukkan kepalanya pada Asuna dengan cepat.


***


DXD World, Jepang, Kuoh.


Disisi lain terlihat seorang gadis berambut merah sedang memainkan ponselnya dengan tatapan serius dikamarnya, tentu orang itu tidak lain adalah Rias Gremory.

__ADS_1


Tentu Rias yang melihat grup chat ini mulai berpikir kehidupannya akan berubah, terutama ketika melihat notifikasi yang muncul pada ponselnya.


[ Apa kamu menginginkan kekuatan untuk mengubah takdirmu yaitu membatalkan pertunanganmu dengan kekuatanmu sendiri ? ]


[ Maka bergabunglah dengan Dimensional Grup Chat ini


Ya / Tidak ]


Tentu Rias yang melihat ini mulai menekan Ya pada ponselnya dan mulai bergabung kedalam grup chat itu, awalnya ia berpikir kalau itu hanya sebuah lelucon saja.


Namun ketika ia masuk kedalam Grup Chat ia tiba tiba saja terkejut ketika melihat nickname nya yaitu Exhibitionist.


Tentu selama hidupnya hanya satu laki laki saja yang melihat tubuhnya ketika ia berumur 1 tahun dan laki laki itu adalah kakaknya, jadi bagaimana bisa Exhibitionist adalah nicknamenya ?


Namun tiba tiba saja Admin / Tanaka ini mulai mengirimkan sesuatu padanya dan juga yang lainnya yaitu Anime dan Novel.


Tentu Rias yang melihat ini terkejut bukan main, kenapa Admin-San mengirimkan anime ini padanya ? dan tanpa pikir panjang langsung saja ia menontonnya.


Setelah cukup lama ia menontonnya tentu saja Rias mulai terdiam dan mulai berpikir, apa semua ini benar ? kalau dunianya hanyalah sebuah hiburan semata saja ?


Melihat ini ia langsung saja bertanya pada Lala mengenai ini mengenai salinan itu, setelah mendapatkan jawabannya dari Lala tentu saja ia terdiam karena salinan itu merupakan masa depan yang akan terjadi pada dunianya.


Tentu Rias yang mendengar ini awalnya tidak percaya dengan perkataannya, namun Lala mulai memberitahukan padanya kalau masa depan bisa berubah.


Bahkan masa depan Lala pun sudah berubah berkat salinan itu bahkan Lala juga menyarankan dirinya untuk menonton salinan To LOVE-Ru padanya.


Dan benar saja Rias terkejut mengenai salinan tentang dunianya Lala karena temanya sama yaitu Ecchi melihat ini ia mulai berpikir kembali, kalau Lala bisa mengubah takdirnya kenapa ia tidak bisa ?


Tanpa Rias sadari kalau hari dimana ia mendapatkan Grup Chat ini kehidupannya mulai berubah, terutama sikap manja seperti seorang putrinya akan secara perlahan mulai menghilang berkat Grup Chat ini.


***


Kembali lagi ke Tanaka dan Asuna yang saat ini sedang mengobrol dikamarnya Asuna, setelah Asuna bergabung kedalam Grup Chat ia mulai menjelaskan semuanya padanya.


Tentu Asuna yang mendengar penjelasan ini mulai terkejut kalau konsep dunia lain benar benar ada karena Grup Chat ini.


Bahkan tanpa ragu Tanaka memberitahukan tentang masa depannya Asuna tepat dihadapannya, tentu Asuna yang mendengar ini mulai terdiam sambil menyimak ceritanya Tanaka.


"Begitu.." ucap Tanaka yang telah menjelaskan semuanya pada Asuna.


"Hmm.." balas Asuna yang sedang melipatkan kedua tangan sambil menatap kearah Tanaka dengan dingin.


"Tunggu sebentar.. kenapa kau menatapku seperti itu ? apa kau tidak percaya padaku ?" tanya Tanaka sambil mengeluarkan keringat dingin ketika melihat Asuna menatapnya dengan dingin.


"Aku percaya.." balas Asuna dengan nada dingin.


"La-"


"Lalu.. kenapa kau belum menjelaskan tentang Lala-San ini, Tunangan-Kun" potong Asuna sambil tersenyum kearahnya namun ia tetap mempertahankan tatapan dinginnya pada Tanaka.


Tentu Tanaka yang mendengar ini hanya bisa terdiam sambil menghela nafas dan mulai menjelaskan hal ini pada Asuna agar tidak terjadi kesalahpahaman.


Bahkan perlu 1 jam Tanaka menjelaskan semuanya pada Asuna hingga ia terdiam ketika mendengar ceritanya Tanaka selama ini.


"Jadi maksudmu.. semua yang kau lakukan didunianya Lala-San itu adalah karena sebuah misi dan sebuah notifikasi undangannya Lala-San masuk kedalam grup ini, begitu ?" ucap Asuna sambil memegang dagunya setelah menyimpulkan semua ceritanya Tanaka.


"I.. Iya.." balas Tanaka dengan nada lelah menjelaskan semuanya pada Asuna.


"Ha.. baiklah aku percaya" balas Asuna sambil menghela nafas lega setelah mendengar ceritanya.


Tanaka yang mendengar ini langsung menghela nafas dan segera menyandarkan tubuhnya pada sofa dengan lelah setelah menceritakan semuanya pada Asuna.


Sedangkan Asuna yang melihat ini hanya bisa cekikikan akan tingkahnya Tanaka.


'Ma.. Master.. adikmu Rino mengirimkan pesan padamu, kenapa kamu belum pulang ? apa aku harus membalasnya ?' tanya Q sambil melayang didepan mereka berdua walau ia terlihat gugup saat ini ketika mengingat auranya Asuna.


Tentu Asuna yang melihat Q terkejut karena ini adalah pertama kalinya ia melihat sebuah Slime melayang tepat dihadapannya.


"Hmm.. Asuna, mungkin sebaiknya aku pulang dulu, sepertinya Rino khawatir kalau aku belum pulang jam segini" sahut Tanaka sambil melihat kearah jam dindingnya.


Tentu Asuna yang mendengar ini mulai melihat kearah jam juga terlihat kalau jam itu menunjukkan angka 22:07 malam, melihat ini langsung saja Asuna mulai menyarankan sesuatu pada Tanaka.


"Nee.. Tanaka-Kun sudah larut malam kenapa tidak menginap disini saja ?" tanya Asuna sambil menatap kearah Tanaka dengan rona merah kecil dipipinya.


"...."


Tanaka yang mendengar ini mulai menoleh kearah Asuna dengan tatapan tidak percaya akan apa yang dia dengar dari mulutnya.


"Asuna.. aku tidak menyangka kalau kau sangat berani menyarankan itu padaku" gumam Tanaka yang masih mempertahankan nada lesunya walau ia terkejut saat ini.

__ADS_1


"TANAKA-KUN !!"


__ADS_2