
"A.. Anu.. Kanzaki-San.. Yada-San ?" tanya Dazai yang saat ini duduk disofa dengan gugup.
"Ya ?" tanya mereka berdua dengan senyum diwajah mereka.
"Kalian terlalu menempel, aku tidak bisa bergerak.." balas Dazai dengan nada lelah saat ini.
Tentu saat ini disofa terlihat kalau Kanzaki saat ini sedang merangkul tangan kanannya, sedangkan Yada sendiri saat ini sedang menyuapi Dazai dengan Kare.
"Mou.. kau terlalu memikirkan itu Tanaka-Senpai" ujar Kanzaki dengan senyum diwajahnya.
"Benar.. kau terlalu memikirkannya Senpai" balas Yada yang mulai menyendok Kare nya.
"Kalau begitu.. katakan Ahh.." lanjut Yada dengan senyum diwajahnya sambil menyodorkan sendoknya pada Dazai.
Dazai yang mendengar ini langsung membuka mulutnya dengan malu dan mulai memakan Kare nya, Yada yang melihat ini tentu merasa senang.
"Bagaimana Senpai apa Kare nya enak ?" tanya Yada dengan senyum diwajahnya.
"E.. Ehmm.. ini enak" balas Dazai dengan wajah sedikit merona ketika diperlakukan seperti ini.
"Kyaa !! Senpai imutnya !!" teriak Yada yang melihat wajah Dazai yang merona mulai memeluknya, begitu juga dengan Kanzaki.
'Ughh.. mentalku tersiksa karena mereka berdua' batin Dazai yang melihat kedua muridnya terlalu manja saat ini.
"Jadi.. bagaimana Dazai ? kau seharusnya senang bukan dikelilingi oleh Kohaimu yang cantik cantik ini ?" tanya Ritsu dengan bangga sambil memeluknya dari belakang.
"Yahh.. aku memang senang, tapi aku merasa kelelahan saat ini.." balas Dazai dengan nada lelah.
"Bisakah aku.. tidur sekarang ? aku sudah mengantuk saat ini.." lanjut Dazai.
"Baiklah !!" ucap mereka bertiga dengan semangat, langsung saja Kanzaki dan Yada segera menyeret Dazai ke kamar mereka.
Dazai yang diseret hanya bisa pasrah akan sikap mereka berdua dan membiarkannya saja, setelah sampai langsung saja mereka mulai meletakkan Dazai diatas kasur.
'Huaaahhh.. surganya dunia' batin Dazai yang saat ini merasa diberkahi ketika tidur diatas kasur yang empuk saat ini.
Namun semua itu langsung kacau ketika Kanzaki dan Yada mulai tidur disebelahnya dengan senyum diwajah mereka, sedangkan Ritsu diatas dirinya.
Tentu Dazai yang merasakan ini seketika terdiam dan mulai menoleh kearah mereka bertiga sambil bertanya mengenai ini.
"Anu.. Kanzaki-San, Yada-San, Ritsu ? sedang apa kalian disini ?" tanya Dazai yang saat ini tidak bisa bergerak saat ini.
"Tentu saja tidur bersamamu, Tanaka-Senpai" balas Kanzaki yang masih merangkul tangannya, sedangkan Yada hanya menganggukkan kepalanya saja.
Mendengar ini tentu ia merasa ragu karena ia merasa gejolak emosi mereka sedang kacau atau bisa dibilang saat ini mereka berdua sedang mengkhawatirkan sesuatu.
"Kalau begitu.. kenapa kalian tidak bercerita saja padaku ? aku yakin kalian ingin mengatakan sesuatu bukan ?" tanya Dazai sambil mengelus kepalanya Yada.
Tentu mereka yang mendengar ini seketika terdiam bahkan mereka berdua tidak tersenyum saat ini, langsung saja mereka berdua mulai angkat bicara padanya.
"M.. Maafkan kami.." gumam Kanzaki dan Yada sambil mengeratkan pelukan mereka.
"Maaf ? untuk apa ?" tanya Dazai dengan bingung.
"Maaf soal kami yang bersikap kasar padamu sebelumnya, Senpai.." balas Yada dengan nada bersalah.
"Hmm.. ka.. kami tidak seharusnya bersikap begitu.. pada penyelamat kami.." ujar Kanzaki dengan wajah sedih.
"Kau mau mengorbankan nyawa untuk kelangsungan hidupmu untuk kami semua baik itu keluarga kami, teman kami, sahabat kami, orang asing dan masih banyak lagi"
"Tapi.. tapi.. kami membalasnya dengan cara kasar padamu tanpa mengerti keadaannya, kami.. kami.."
Terlihat kalau Kanzaki saat ini sedang mencurahkan kesalahannya pada Dazai sambil menangis, terlihat air mata mulai berlinang disana.
Tentu bukan hanya ia saja bahkan Yada juga saat ini sedang menangis ketika mengingat semua kejadian itu, apalagi ketika melihat semua masa lalunya Dazai.
Dazai sendiri yang melihat mereka berdua menangis mulai merasa sedih ketika mendengar ini, disisi lain Ritsu yang mendengar ini langsung bangun dari tidurnya dan mulai memberi ruang untuk mereka bertiga.
Langsung saja Dazai mulai mengusap air mata Kanzaki menggunakan tangan kirinya, sedangkan Kanzaki yang merasakan ini mulai menoleh kearah Dazai saat ini.
"Tidak apa apa.. aku tidak marah kok.. lagipula itu sudah sepadan dengan apa yang aku lakukan pada kalian sebelumnya" balas Dazai dengan senyum lembut diwajahnya.
"Tapi.. tanganmu.." gumam Yada sambil melihat tangan kanannya yang saat ini dipasang gips disana.
"Santai saja.. lagipula aku memiliki Ritsu yang dapat menyembuhkan tanganku bukankah begitu Ritsu ?" tanya Dazai sambil menoleh kearahnya.
"Hmm.."
Ritsu yang mendengar ini langsung tersenyum dengan lembut sambil menganggukkan kepalanya.
"Kalau kalian masih merasa bersalah kenapa kalian tidak ikut bersamaku lalu menjadi tunanganku untuk merawatku disana" balas Dazai dengan wajah polosnya.
"Ehh !?"
Tentu Kanzaki dan Yada yang mendengar ini membelakkan mata mereka dengan wajah memerah.
Sedangkan Ritsu yang mendengar ini seketika terdiam sambil menatap Dazai dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini.
Sedangkan Dazai yang mengatakan itu tiba tiba saja terdiam dengan wajah hampa dan mulai menutup wajahnya dengan bantal sambil menggumamkan sesuatu yang membuat mereka semua terkejut ketika mendengarnya.
"Aku bajingan.. aku bajingan.. aku bajingan.."
"Tu- Se.. Senpai !!"
***
To LOVE-Ru World.
"Bagaimana Asuna-San ? apa kau bisa menggerakkannya ?" tanya Mikado saat ini yang melihat tangan kanannya Asuna penuh dengan perban saat ini.
Asuna yang mendengar ini mulai menggerakkan tangan kanannya secara perlahan begitu juga dengan jari jarinya.
__ADS_1
Setelah dirasa kalau ia bisa menggerakkan tangannya langsung saja ia mulai mengangkat gelas yang ada dimeja.
Tentu Asuna yang melihat tangannya bisa digerakkan lagi mulai tersenyum dengan senang melihat tangannya bisa digerakkan.
"Hmm.. aku bisa menggerakkannya.. terima kasih banyak, Mikado-Sensei" ujar Asuna yang berterima kasih pada Mikado sambil membungkukkan badannya.
"Hmm.. tapi kau tidak boleh melakukan kegiatan berat dulu ketika menggunakan tangan kananmu, Asuna-San"
"Kalau bisa tunggu sampai kau benar benar sembuh" ucap Mikado sambil menganggukkan kepalanya.
"Baiklah.." balas Asuna yang tersenyum lega ketika mendengar ini.
"Tapi aku tidak menyangka kalau konsep dunia lain itu benar benar ada" gumam Mikado yang meletakkan jarinya pada dagunya.
"Yahh.. siapa yang akan menyangka kalau iblis itu benar benar kuat sampai memotong lengannya Asuna" balas Lala dengan senyum diwajahnya.
"Ahahaha.. tentu saja itu karena kita berbeda pengalaman Lala-San" tawa Asuna dengan canggung ketika mendengar perkataannya Lala.
"Meskipun begitu kau dan yang lainnya masih bisa mengalahkannya bukan ? Pilar Cahaya-Sama ?" balas Lala dengan senyum polos diwajahnya.
"Lala !! bukankah kau sudah berjanji untuk tidak memanggilku seperti itu !?" teriak Asuna dengan wajah memerah ketika Lala membicarakan gelarnya itu.
Selama setahun didunianya Kanae, Asuna mulai mendapatkan gelar Pilar Cahaya setelah mengalahkan iblis bulan bawah waktu itu.
Bahkan ia menjadi pilar hanya dalam waktu 1 bulan saja setelah ia menyelesaikan seleksinya, dalam pencapaiannya itu Asuna telah menjadi Pilar Cahaya karena teknik pernafasannya yang begitu cepat dari para pilar yang lainnya.
Semua itu berkat bantuannya Lala dan Kanae yang sering membantunya dalam melatih teknik pernafasan miliknya hingga Asuna dapat menciptakan Teknik Pernafasan Cahaya miliknya.
Meskipun begitu ia hanya membuat teknik pernafasannya sendiri dalam membuat 6 bentuk saja, 4 bentuk untuk menyerang dan 2 bentuk untuk pergerakan dan menghindar.
Selama 11 bulan Asuna mendapatkan gelar itu tentu saja ia mulai merasa malu apalagi ketika mendengar beberapa orang memanggilnya dengan sebutannya Pilar Cahaya.
Bahkan Lala dan Kanae juga mulai memanggilnya dengan gelar tersebut termasuk beberapa penghuni yang ada dikediaman kupu kupu.
"Hahaha.. maaf maaf.." tawa Lala dengan menyesal meskipun tidak terlihat seperti itu.
Disisi lain Asuna yang melihat ini hanya mengembungkan pipinya dengan wajah memerah ketika melihat Lala mempermainkan dirinya.
"Fufufu.. sepertinya kalian bersenang senang disana yahh.. Lala-San, Pilar Cahaya-San" ujar Mikado sambil tertawa pada mereka berdua.
"MIKADO-SENSEI !!" teriak Asuna yang semakin malu ketika mendengar ucapannya.
"Hahahaha !!"
***
Ansatsu Kyoushitsu World.
Keesokan harinya di apartemen terlihat kalau Ritsu sedang memasak Sup Miso dan juga Salmon dengan perasaan bahagia saat ini.
Terlihat kalau dimeja makan Dazai saat ini sedang duduk bersama Kanzaki dan Yada dengan senyum bahagia.
Tentu ini mengenai kejadian kemarin semenjak hari dimana Dazai mengatakan itu mereka mulai merasa senang ketika ia mencurahkan isi hatinya pada mereka berdua.
Impian mereka untuk menikahi Dazai dimasa depan akhirnya terwujud langsung dari mulutnya Dazai.
"Hehehe.. tunangan.." gumam Yada dengan perasaan bahagia, bahkan Dazai dapat melihat bunga bunga mengelilinginya saat ini.
"Hehehe.. menikah dengan Tanaka-Senpai.." gumam Kanzaki sambil memegang kedua pipinya dengan malu.
'Mu.. Mulutmu harimaumu..' batin Dazai yang malu dicampur depresi ketika melihat tingkah mereka berdua saat ini.
Karena saat ini ia merasa malu dengan kejadian kemarin langsung saja Dazai mulai mengambil ponselnya dan segera membuka status terbarunya.
[ Name : Tanaka / Dazai
Age : ???
Race : High Human, ???
Title : Harem Protagonist, Administrator, Assassin No 1, King Marksman, Lazybones, Maniac Suicide, Mr.Lucky, Perfect Teacher, Dungeon Hunter, Bastard, Harem King ?
Atribute :
Strength : A
Intiligent : EX
Agility : A
Endurance : B+
Stamina : B
Charm : A++
Luck : EX
Skill Active : Ningen Shikkaku (EX), Telepotation (EX), Telekinesis (A+), Gaster Blaster (A+), Bone Manipulation (A+), Gun Mastery (B), Houshaku Haki (A++), Kenbunshoku Haki (A+), Bushosoku Haki (A), Vergil Sparda Swordmanship (A), Gasp of Camelia (A+)
Skill Passive : Sloth (A)
Inventory : Historisch Waffen (A), Yamato (A)
Poin : 350.000 Poin]
'Ha.. untung saja aku mendapatkan poin dari menjual beberapa barang di dungeon tersebut walau sedikit, lalu kenapa umurku menjadi tanda tanya ?' batin Dazai yang terdiam ketika melihat statusnya.
Apalagi ketika melihat beberapa statusnya mulai berubah termasuk title miliknya.
Ia saat ini benar benar kehilangan semangat untuk hidup ketika melihat title 'Harem Protagonist' dan 'Bastard' miliknya.
__ADS_1
"A.. Anu.. Tanaka-Senpai apa terjadi sesuatu padamu ?" tanya Kanzaki dengan gugup ketika melihat Dazai pucat saat ini.
"A.. Apa kau me.. membenci ka.. kami ?" tanya Yada dengan tubuhnya yang bergetar ketika mengatakan ini, begitu juga dengan Kanzaki.
"Ti.. Tidak bukan begitu !!" balas Dazai yang panik ketika melihat wajah suram mereka berdua.
"La.. Lalu apa yang terjadi padamu Senpai ? sampai sampai kau kehilangan semangatmu seperti itu ?" tanya Yada dengan gugup.
Meskipun mereka berdua terlihat gugup namun dihati mereka saat ini merasa senang kalau Dazai tidak membenci mereka tentang kejadian kemarin.
Dazai yang melihat ini tidak punya pilihan lain selain menjawabnya, namun untung saja Ritsu datang ke meja sambil membawa makanannya.
"Semuanya !! makanan sudah siap !!"
Tentu mereka berdua yang mendengar ini mulai menoleh kearah Ritsu dan mulai membalasnya
"Baik !!"
Langsung saja mereka berdua mulai membantu Ritsu untuk membawakan sarapan mereka ke meja, sedangkan Dazai yang mendengar ini langsung menghela nafas lega.
'Syukurlah semuanya baik baik saja bukan begitu, Master' batin Ritsu yang menggunakan telepatinya sambil tersenyum pada Dazai.
'Ahh.. terima kasih banyak, Ritsu'
***
Original World, Jepang.
Saat ini diapartemennya Asuna terlihat sebuah cahaya muncul diruang tamunya, terlihat ada 4 orang sedang berdiri saat ini.
Tentu keempat orang itu tidak lain adalah Tanaka, Ritsu, Kanzaki dan juga Yada yang baru saja tiba didunianya tempat Tanaka tinggal saat ini.
"Ughh.. Senpai.. aku ingin muntah" gumam Yada yang sedang menahan mulutnya agar tidak muntah saat ini, begitu juga dengan Kanzaki.
"Ahh.. kalau begitu biar aku antar mereka" gumam Ritsu yang melihat ini.
"Hmm.. aku serahkan mereka padamu, Ritsu" balas Tanaka yang menganggukkan kepalanya ketika mendengar ini.
Langsung saja Ritsu mulai membawa mereka berdua ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perut mereka selama perjalanan singkat mereka.
"Ha.. siapa yang akan menyangka kalau perlu waktu untuk mengurus semua persiapan mereka" gumam Tanaka sambil menghela nafas ketika melihat ini.
Sebelum Tanaka dan yang lainnya pergi langsung saja mereka mulai berpamitan dulu pada teman teman mereka.
Bahkan mereka juga berpamitan pada keluarganya Yada sambil memanipulasi ingatan mereka agar melupakan putrinya.
Tanaka sedikit bersalah karena dia mengambil putri mereka meskipun sudah mendapatkan izin dari mereka.
Langsung saja ia meminta Ritsu untuk mengganti ingatan kedua orang tuanya dan juga saudaranya.
Sebenarnya Yada sedikit enggan untuk meninggalkan kedua orang tuanya dan juga saudaranya setelah mendapatkan ijin dari mereka.
Namun ia sudah bertekad untuk hidup mandiri tanpa membebani mereka, tentu kedua orang tuanya yang mendengar ini hanya bisa tersenyum melihat tekad putrinya.
Meskipun Yada harus menangis dipelukan kedua orang tuanya ketika memberitahukan soal ini, tentu ia akan tetap mengingat mereka berdua yang telah membesarkan putrinya hingga saat ini.
Tentu bukan keluarganya Yada saja yang dibuat lupa tentang keberadaannya, Ritsu juga bahkan membuat orang orang yang Yada kenal diganti ingatannya.
Sedangkan Kanzaki sendiri dari awal hanya tinggal bersama ayahnya meskipun beliau sudah meninggal 1 tahun yang lalu dan sekarang hanya tinggal Kanzaki sendiri saat ini.
Tanaka yang mendengar ini tentu merasa sedih dan meminta padanya untuk mengunjungi makamnya terlebih dahulu sebelum mereka pergi.
Dan semua itu memerlukan waktu 2 hari untuk persiapan mereka berdua untuk pergi kedunianya, saat ini Tanaka sendiri ingin mencoba untuk menghubungi Asuna kalau ia sudah pulang hari ini.
Namun sebelum Tanaka menghubunginya tiba tiba saja sebuah portal muncul dihadapannya hingga seseorang muncul dari portal tersebut, tentu orang itu tidak lain adalah Asuna itu sendiri.
Melihat Asuna sendiri yang keluar dari portal itu tentu ia mulai membelakkan matanya dengan terkejut, orang yang ia rindukan akhirnya muncul dihadapannya.
Sedangkan Asuna yang melihat Tanaka versi dewasanya sedang menatapnya mulai terkejut dan segera berjalan kearahnya secara perlahan.
"Ta.. Tanaka-Kun ?" gumam Asuna yang memanggilnya dengan nada khawatir bahkan tubuhnya bergetar saat ini.
Tentu Tanaka yang melihat ini hanya menganggukkan kepalanya dengan senyum sedih diwajahnya, Asuna yang melihat ini mulai berlari kearahnya dan mulai memeluknya.
"HUAAAA !!"
Terlihat kalau Asuna saat ini sedang menangis disana, tentu Tanaka yang mendengar ini mulai memeluknya dengan lembut sambil menenangkan dirinya.
Disisi lain Ritsu, Kanzaki dan Yada yang mendengar ini hanya bisa terdiam dikamar mandi sambil tersenyum sedih melihat Asuna sedang menderita ketika melihat kekasihnya sedikit menua saat ini.
***
Beberapa jam telah berlalu setelah Tanaka menenangkan Asuna, langsung saja dia mulai memperkenalkan Ritsu, Kanzaki dan Yada padanya.
Terlihat kalau saat ini Tanaka, Asuna, Kanzaki dan Yada sedang duduk dimeja makan, sedangkan Ritsu sedang memasak saat ini.
Tentu selama beberapa jam ini Tanaka mulai menjelaskan keadaannya ketika melakukan misi disana, bahkan ia menjelaskan keadaan mereka berdua padanya.
"Jadi.. kau membawa Kanzaki-San dan Yada-San karena kau meminta mereka untuk menjadi tunanganmu begitu ?" tanya Asuna dengan senyum diwajahnya, namun senyuman itu terlihat menakutkan bagi Tanaka saat ini.
"A.. Ahh.. itu.. Ehmm.." gumam Tanaka dengan gugup sambil menganggukkan kepalanya.
Asuna yang mendengar ini mulai menghela nafas lelah ketika mendengar penjelasannya, langsung saja dia mulai memaki Tanaka hingga ia terdiam ketika mendengarnya.
"BAJINGAN !! TIDAK TAHU DIRI !! MANIAK BUNUH DIRI !! PEMALAS !! MESUM !! TIDAK BERGUNA !! SAMPAH MASYARAKAT !!"
"...."
Tanaka yang mendengar makiannya Asuna seketika depresi, apalagi disetiap katanya yang ia keluarkan pada Tanaka sangat menusuk hatinya hingga hatinya Tanaka remuk ketika mendengarnya.
Sedangkan Ritsu yang mendengar ini hanya menghela nafas saja, bahkan Kanzaki dan Yada yang melihat ini hanya bisa menggigil ketakutan ketika melihat kemarahan Asuna saat ini.
__ADS_1
'SERAAMMM !!'