The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 76


__ADS_3

"Baiklah.. Tanaka-Kun silahkan mulai !!" teriak Saika yang sedang duduk dikursi wasitnya sambil melihat Tanaka yang saat ini sedang berdiri disana dengan lesu.


"Tanaka !! berjuanglah !!" teriak Ohta yang saat ini sedang menyemangatinya dari sisi lapangan.


Tentu bukan hanya Ohta saja yang sedang menyemangatinya Shiraishi dan yang lainnya juga sedang menyemangati Tanaka, termasuk Yada yang menyemangati mereka berdua.


"Kanzaki-San !! Tanaka-Senpai !! semangat !!" teriak Yada sambil memeluk Miyano dan menggosok pipinya dengan pipinya Miyano.


"Ehh.. Yada-San.. geli tahu.." ujar Miyano yang saat ini sedang dimanja oleh Yada.


"Mou.. habisnya Miyano-Senpai imut sekali !!" teriak Yada yang masih memeluk Miyano sambil mempercepat gerakan kepalanya ketika menggosok kepalanya Miyano.


"Ahahaha.." tawa Miyano yang tidak bisa melawan dan hanya bisa menikmati elusan Yada saja.


Tentu kegiatan mereka berdua membuat Echizen merasa cemburu akan kedekatan mereka berdua.


Sedangkan para gadis yang ada diklub mulai semangat dengan pertandingan ini, apalagi ketika melihat Tanaka bermain dengan wajah serius saat ini.


"Kyaaa !! Tanaka-Senpai berjuanglah !!"


"Semangat Senpai !!"


"Kyaaa !! kerennya !!"


Sedangkan Tanaka yang sedang bersiap untuk memukul bolanya entah kenapa ia mulai menggigil ketika mendengar para gadis sedang menyemangatinya.


"Tanaka-Senpai, aku sudah siap loh.." ujar Kanzaki yang melihat Tanaka terdiam disana.


"Baiklah.. tapi aku masih tidak menyangka kalau kau akan masuk kedalam klub tenis, Kanzaki.." balas Tanaka dengan lesu namun memasang wajah serius kali ini.


"Ehh ? kenapa memangnya Senpai ?" tanya Kanzaki yang bingung ketika mendengar ini.


"Tidak apa apa.. bisa kita mulai ?" tanya Tanaka yang mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka.


"Ba.. Baiklah.." balas Kanzaki yang sedikit curiga dengan kata katanya.


Langsung saja Tanaka mulai memantulkan bolanya tenis sambil melihat kearah Kanzaki yang saat ini sedang menunggu bolanya tepat disisi kanannya.


Melihat ini langsung saja Tanaka mulai menarik nafas panjang dan mulai melempar bola dengan tinggi, tentu mereka yang melihat ini mulai menatap Tanaka dengan serius termasuk Kanzaki.


Setelah bolanya berada posisi yang pas untuk dipukul langsung saja Tanaka mulai memukulnya dengan sangat kencang.


TAAKK !!


Terlihat kalau bola tenis itu mulai melesat kedaerahnya Kanzaki tanpa membalas serangannya tersebut, bahkan bolanya juga sampai melewati pipinya Kanzaki tanpa ia sadari.


"...."


Tentu mereka yang melihat kecepatan bola tersebut terdiam, dan mulai melihat kearah Tanaka yang saat ini sedang memutar pergelangan tangan kanannya.


"Argghh.. sial.. harusnya aku peregangan terlebih dahulu" gumam Tanaka saat ini.


"0 - 15 untuk Tanaka !!" teriak Saika yang terkejut ketika melihat kecepatan bola tersebut, ia yakin kalau pukulan Tanaka setara dengan pemain internasional.


"KYAA !! TANAKA-SENPAI KEREN !!"


"TANAKA-SENPAI !! LIHAT KEMARI !!"


"SENPAI !! KAMI MENCINTAIMU !!"


Sedangkan disisi lain seperti Ohta dan teman temannya yang melihat ini seketika terdiam melihat aksinya Tanaka, langsung saja Echizen mulai menarik kerahnya Ohta dengan kencang.


"Oii !! Ohta sialan !! apa apaan dengan pukulannya itu ha !!" teriak Echizen yang terkejut ketika melihat ini sambil menggoyangkannya.


"Mana mungkin pemalas sepertinya bisa mengayunkan raket secepat dan sekuat itu !!"


"B.. Bahkan akupun juga tidak tahu soal ini, E.. Echizen-San.." balas Ohta dengan panik ketika mendengar ini.


Tentu mereka yang mendengar ini langsung menoleh kearah Tanaka dan mulai menyoraki Kanzaki kali ini, disisi lain Kanzaki yang melihat ini ia mulai serius sekarang dan segera melempar bolanya pada Tanaka.


"Tanaka-Senpai.. aku serius kali ini, jadi tolong seriuslah.." ujar Kanzaki dengan raut wajah serius kali ini.


"Ahh.." balas Tanaka dengan singkat dan segera menangkap bolanya.


Sedangkan Yada yang masih memeluk Miyano mulai melihat raut wajahnya Kanzaki mulai serius kali ini, langsung saja dia mulai menggumamkan sesuatu pada dirinya.


"Hee.. sepertinya Kanzaki-San mulai serius kali ini" gumam Yada yang masih mengelus kepalanya Miyano.


"Ehh.. memangnya kenapa kalau Kanzaki-San serius ?" tanya Miyano yang hanya bisa pasrah dan menikmati elusannya Yada.


"Ahh.. sebenarnya Kanzaki-San adalah Ace diklub kami, begitu juga denganku" balas Yada yang menjelaskan ini pada Miyano dengan bangganya.


Tentu Ohta dan yang lainnya mulai melihat kearah Yada saat ini, sedangkan Shiraishi yang mendengar ini mulai bertanya padanya.


"Ahh.. kalau tidak salah kalian berdua pernah berlomba dengan sekolah sebelah bukan ? ketika ada turnamen 2 bulan yang lalu ?" tanya Shiraishi yang mengingat perlombaan mereka 2 bulan yang kemarin.

__ADS_1


"Yahh.. itu benar makanya aku dan Kanzaki-San dijadikan Ace baik itu single maupun double" balas Yada sambil menganggukkan kepalanya.


"Meskipun pukulannya Tanaka-Senpai sangat cepat namun itu masih bisa diatasi oleh Kanzaki-San walau ia masih kesulitan ketika melihatnya" lanjut Yada dengan senyum diwajahnya.


"Ehh !! benarkah !!" teriak Echizen dan Ohta kali ini.


Namun ketika mereka sedang mengobrol mengenai ini tiba tiba saja mereka mendengar suara Saika yang mengumumkan poinnya pada mereka.


"15 - 15 untuk Kanzaki-San.." teriak Saika yang membuat mereka terkejut ketika mendengar ini.


"Gila.. dia benar benar memasukkan bolanya" gumam Echizen ketika melihat ini, sedangkan yang lainnya hanya menganggukkan kepala mereka saja.


"Ayo Kanzaki-San semangat !! kau pasti bisa mengalahkan Tanaka-Senpai !!" teriak Yada yang mulai menyemangati Kanzaki saat ini.


Terlihat kalau Kanzaki saat ini sedang tersenyum kearah Tanaka karena melihat ia tidak bisa membalasnya, langsung saja Kanzaki mulai berbicara padanya.


"Ada apa Senpai ? apa kau capek ? kalau kau capek kita selesaikan saja disini" ucap Kanzaki yang mulai memprovokasinya, tentu Tanaka yang mendengar ini sedikit kesal dan mulai membalasnya.


"Tidak.. aku hanya belum siap saja, selanjutnya aku akan serius" balas Tanaka dengan serius kali ini.


Terlihat kalau dilapang saat ini suasananya sangat berat sebab Kanzaki dan juga Tanaka sedang serius kali ini.


Bahkan Ohta dan yang lainnya bisa merasakan kalau Tanaka dan Kanzaki sedang mengeluarkan aura tempur mereka saat ini.


"O.. Ohta-Kun.. sepertinya Tanaka-Kun mulai serius kali ini.."


"A.. Ahh.."


***


"30 - 40 Game Set, pemenangnya Tanaka-Kun !!" teriak Saika yang mengumumkan kemenangannya Tanaka.


"WOAAHH !! TANAKA-SENPAI MENANG !!"


"KAU LUAR BIASA SENPAI !!"


"KYAAA !! TANAKA-SENPAI SANGAT KEREN !!"


"DONT MIND !! KANZAKI-SAN !!"


"TETAP SEMANGAT KANZAKI-SAN !!"


Terlihat kalau para anggota klub sedang bersorak pada mereka berdua, bahkan Ohta dan yang lainnya juga ikut bersorak sambil bertepuk tangan pada mereka.


Sedangkan Tanaka saat ini sedang berdiri disana dengan keringat yang membasuhi keningnya saat ini, begitu juga dengan Kanzaki.


"Ahh.. kau juga" balas Tanaka sambil menganggukkan kepalanya.


"Tanaka !! selamat atas kemenanganmu !!" teriak Ohta yang mulai berjalan kearahnya dengan bangga, begitu juga dengan yang lainnya termasuk Saika.


"Hmm.. sama sama.." balas Tanaka yang menganggukkan kepalanya pada mereka.


"Tanaka-Senpai, Kanzaki-San.. ini handuk untuk kalian" ujar Yada yang memberikan handuk untuk mereka berdua dengan senyum diwajahnya.


"Ahh.. terima kasih" balas Tanaka yang mulai mengambil handuknya.


"Terima kasih.. Yada-San.." balas Kanzaki yang menerima handuknya juga.


"Sama sama.." balas Yada dengan senyum diwajahnya namun pandangannya menuju kearah Tanaka.


Apalagi ketika melihat Tanaka mengelap keringatnya yang menurutnya cukup keren untuk dilihat, begitu juga dengan yang lainnya.


"Jadi.. bagaimana Tanaka ? apa kau sudah memutuskannya ?" tanya Saika kali ini.


"Hmm.. sudah aku putuskan" balas Tanaka yang sudah selesai mengelap keringatnya.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai menatap Tanaka sambil berpikir kalau Tanaka akan masuk kedalam klub ini, begitu juga dengan Kanzaki dan Yada mengenai ini.


"Aku tidak akan masuk kedalam klub ini"


"Ehh !?"


***


Klub Memasak.


"Ehh !? Tanaka-Kun ingin masuk klub !? tidak mungkin !?" teriak Asuna yang tidak percaya saat ini.


"Hmm.. aku juga berpikir seperti itu.." balas Echizen sambil menganggukkan kepalanya.


Terlihat kalau Tanaka sedang diangkat oleh Ohta karena kelelahan sebelumnya, setelah Tanaka dan yang lainnya mengunjungi klub tenis langsung saja mereka mulai mencari klub lain untuk dikunjungi.


Dan hasilnya sama seperti sebelumnya Tanaka menolak semuanya baik itu bidang seni, lalu drama, basket, upacara minum teh bahkan klub yang sedang populer saat ini yaitu panahan dan baseball.


Tanaka yang mengunjungi setiap klub itu mulai mencobanya satu persatu karena permintaan mereka sehingga Tanaka membuat keributan disetiap klub yang ia kunjungi.

__ADS_1


Tentu keributan itu bukan soal Tanaka yang membuat masalah, melainkan Tanaka yang melakukan kegiatan klub mereka dengan sempurna tanpa kesalahan sekalipun.


Bahkan ketua klub dari masing masing klub mulai berbondong bondong untuk memasukkan Tanaka kedalam klub mereka hingga terjadi pertengkaran disana.


Untung saja Ohta dan yang lainnya ikut membantu Tanaka dalam menghadapi masalahnya yang ia buat sebelumnya.


"Meskipun begitu percuma juga sih kalau kalian memaksa Tanaka-Kun untuk memasukkannya kedalam klub" sahut Asuna yang menoleh kearah Tanaka saat ini.


Terlihat kalau Tanaka saat ini sedang tertidur dengan nyenyaknya ketika diangkat oleh Ohta.


Tentu Shiraishi yang mendengar ini mulai menganggukkan kepalanya yang setuju dengan ucapannya Asuna.


"Iya juga sih.. itu karena Tanaka-Kun orangnya memang begitu" balas Shiraishi yang mengingat sifatnya.


"Sudah kuduga dari Master !!" teriak Miyano sambil melihat kearah Tanaka dengan mata berbinar.


"Hmm.. hmm.. " balas Echizen yang menganggukkan kepalanya ketika mendengar perkataannya Echizen.


"Ahh.. itu bukan karena kemalasannya Tanaka-Kun melainkan memang dianya yang sudah berbakat dari dulu, makanya dia tidak masuk kedalam klub manapun disekolah ini" balas Asuna dengan canggung ketika mendengar ini.


"Ehh !! dia !! pemalas ini !!" teriak Echizen yang terkejut sambil menunjuk Tanaka yang sedang tidur saat ini.


"Hmm.." balas Asuna yang menganggukkan kepalanya, tentu mereka yang mendengar ini mulai menoleh kearah Tanaka yang saat ini sedang tidur dengan nyenyaknya.


"Bahkan jika Tanaka-Kun masuk kedalam klub ini pun ia tetap akan menolaknya, karena ia juga bisa memasak sendiri dirumah" lanjut Asuna sambil menggaruk pipinya dengan senyum canggung.


"Ahh.. kalau tidak salah Tanaka pernah menceritakannya padaku tahun lalu, kalau ia pernah memasak makanannya sendiri ketika adiknya Rino sedang tidak ada dirumahnya" gumam Ohta yang mengingat kejadian waktu itu.


Sedangkan mereka yang mendengar ini tentu saja terkejut, langsung saja Miyano mulai bertanya mengenai kunjungan pertama mereka ke klub komputer.


"Kalau klub komputer gimana, Asuna-San ?" tanya Miyano yang mengangkat tangannya pada Asuna.


"Ketika kami mengunjungi klub itu, Master memang tidak melakukan apa apa disana" lanjut Miyano.


"Hmm.. itu benar, kami bahkan melihat Tanaka-Kun pergi dari sana dengan bosannya" ujar Shiraishi yang juga mengingat kejadian itu.


"Ahh.. kalau soal itu aku pernah melihat komputernya Tanaka-Kun, mungkin jika kalian mengunjungi rumahnya kalian semua pasti akan terkejut ketika melihatnya" balas Asuna yang mulai mengambil ponselnya sambil mencari fotonya.


"Ehh.. memangnya Tanaka punya komputer ? seingatku Tanaka memiliki laptop gaming spek tinggi yang aku tidak ketahui itu apa namanya" ujar Ohta yang bingung soal komputer dan juga nama laptop keluaran terbaru tahun lalu.


"Ehh !?" teriak mereka bertiga yang kaget ketika mendengar perkataannya Ohta.


"Ahh.. ini dia, coba lihat" balas Asuna sambil memberikan ponselnya pada mereka.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai melihat kearah layar ponselnya Asuna, terlihat kalau disana terdapat komputer dengan tiga monitor ukuran besar tepat diatas meja.


Dan itu adalah Acer Predator X34 yang dirancang untuk performa dan gaya gaming terbaik, rasio aspek 21:9 dan layar melengkung 34 inci.


Ini juga merupakan monitor melengkung pertama di dunia yang menampilkan teknologi NVIDIA G-SYNC untuk menghilangkan robekan layar yang memberikan pengalaman gaming epik kepada para gamer.


Sedangkan PC yang ia gunakan adalah Predator Orion 9000 merk Acer, merupakan PC yang lumayan langka dicari karena dapat menampung semua jenis game no 1 dengan lancar.


"Waktu itu Tanaka-Kun pernah bilang padaku, kalau ia memerlukan uang kurang lebih 30 juta yen hanya untuk mencarinya dan juga 10 juta yen untuk mengupgrade PC nya karena saking langkanya" lanjut Asuna yang tersenyum canggung ketika menunjukkan ini pada mereka.


'Ini bukan masalah Tanaka nya, ini masalah bakatnya !!'


***


"Ughh.. semua badanku pegal sekali hari ini.." gumam Tanaka yang saat ini sedang berjalan pulang bersama Asuna.


"Ahahaha.. aku rasa mereka berlebihan kali ini" balas Asuna yang mengingat kejadian sebelumnya.


"Ha.. benar benar hari yang melelahkan.." gumam Tanaka sambil menghela nafas lelah.


"Y.. Yang sabar yahh.. Tanaka-Kun.." balas Asuna yang mencoba untuk menenangkannya.


Tanaka yang mendengar ini hanya menganggukkan kepalanya saja sambil berjalan bersamanya, Asuna sendiri yang melihat ini hanya bisa tersenyum dengan lembut dan ikut berjalan tepat disebelahnya.


Ketika suasana diantara mereka cukup sunyi tiba tiba saja Asuna mulai menggenggam tangannya Tanaka.


Tanaka yang merasakan ini tentu langsung menoleh kearah Asuna yang saat ini sedang tersenyum padanya dengan lembut.


Melihat ini Tanaka juga ikut tersenyum dan mulai membalas genggamannya dan mulai berjalan menuju tempat tinggal mereka.


Namun yang mereka tidak sadari kalau sebenarnya Ritsu, Kanzaki, dan juga Yada saat ini sedang membuntuti mereka berdua dari belakang.


"Nee.. Ritsu.. apa benar kalau mereka berdua teman masa kecil ?" tanya Yada yang sedikit cemburu ketika melihat mereka berjalan bersama saat ini.


"Hmm.. itu memang benar, kalau tidak salah Senpai pernah menyelamatkan Asuna-Senpai dari penindasan ketika duduk dibangku SD, itu yang aku ingat darinya" balas Ritsu sambil memotret kebersamaan mereka menggunakan kameranya.


"Apa kalian tidak menyadari kalau kelakuan kita saat ini sangat mirip dengannya sebelum kemari, bukan ?" tanya Kanzaki yang merujuk pada Koro-Sensei.


"...."


"Anu.. mau dilanjuti ?"

__ADS_1


"...."


"Hmm.."


__ADS_2