
"Festival ?" tanya Dazai yang saat ini kedatangan tamu tak diundang yaitu Koro-Sensei.
Tentu setelah Dazai dan yang lainnya pulang dari Pulau Selatan di Okinawa, lalu sisa hari libur mereka dilakukan untuk kegiatan mereka masing masing.
Disisi lain setelah ia pulang kerumahnya, Dazai hanya berdiam diri dikamarnya dan tidur, jika ia merasa bosan maka ia akan menyibukkan dirinya dengan membuat materi baru untuk muridnya.
Dan secara kebetulan hari ini adalah hari Festival Kembang Api, karena Dazai tidak melakukan kegiatan apapun mungkin ia akan membuka lapak untuk berjualan hari ini.
Namun sebelum ia berangkat tiba tiba saja Koro-Sensei datang bertamu kerumahnya, tentu setelah kejadian itu mereka berdua mulai akrab walau Koro-Sensei sebagai targetnya.
"Benar.." balas Koro-Sensei sambil meniup tehnya secara beberapa kali.
"Aku lupa kalau lidahmu sensitif, maafkan aku.." gumam Dazai sambil menggaruk pipinya dan mulai duduk didepannya.
"Tidak apa apa Dazai-Sensei.. jadi apa kau ingin datang kesana ?" tanya Koro-Sensei yang mulai meminum tehnya walau perlu waktu lama.
"Tentu saja dan kebetulan kau datang kemari diwaktu yang pas, Koro-Sensei" balas Dazai sambil meminum tehnya.
"Nyu ? memangnya ada perlu apa denganku Dazai-Sensei ?" tanya Koro-Sensei dengan bingung.
"Tentu saja.. untuk membantuku membuka kios disana.. kebetulan aku sedang bosan, kenapa aku tidak berjualan saat festival saja" balas Dazai sambil tersenyum kearahnya.
"Jadi begitu.. aku mengerti, kau ingin aku bekerja untukmu selama festival berlangsung begitu ?" tanya Koro-Sensei yang tersenyum ketika mendengar ucapannya Dazai.
"Seperti yang aku kira darimu Koro-Sensei dan tenang saja aku akan menggaji mu nanti" balas Dazai yang mulai berdiri dari sofanya dan mulai mengambil mantelnya yang berada digantungan.
"BENARKAH !!" teriak Koro-Sensei dengan bahagia ketika mendengar ini.
"Tentu.. tapi sebelum itu aku ingin kau memanggil mereka terlebih dahulu" sahut Dazai sambil tersenyum kearahnya.
"Mereka ?"
***
"Jadi kenapa kita disini Dazai-Sensei ?" tanya Isogai yang saat ini bersama Maehara.
Tentu mereka berdua kemari karena Koro-Sensei yang membawa paksa mereka kemari, terlihat kalau mereka saat ini disebuah stan milik Dazai yang bernama Pancake Souffle.
"Tentu saja untuk bekerja disini, apa kalian tidak mau uang jajan dariku ?" tanya Dazai dengan senyum menyeringai kearah mereka berdua.
"BEKERJA / UANG !!" teriak Maehara dan Isogai secara bersamaan ketika mendengar ucapannya Dazai.
Tentu Maehara yang mendengar ini terkejut seharusnya ia berlibur sambil menikmati liburan musim panasnya dengan teman temannya.
Sedangkan Isogai yang mendengar uang jajan malah bersemangat, tentu hal ini membuat Maehara menatap Isogai dengan aneh.
Disisi lain Dazai yang melihat tingkah mereka langsung tertawa hingga menarik perhatian mereka berdua.
"Hahaha.. tenang saja tidak lama kok hanya sampai jam 23:00 malam saja, lagi pula aku buka nya juga jam 18:00 sore jadi santai saja" tawa Dazai sambil memindahkan alat pemanggangnya ke lapak miliknya.
"Jam 18:00 sore.. tunggu bukankah itu sebentar lagi !?" teriak Maehara yang mulai melihat ponselnya yang sekarang pukul 17:50 sore.
"Yahh.. sebenarnya bisa saja aku meminta Koro-Sensei tapi pasti aku akan kerepotan karena cuma berdua saja, makanya aku minta bantuan kalian" ujar Dazai yang mulai berjalan kearah mereka.
"Tunggu..bukankah.. ada Koro-Sensei ? kenapa justru mereka kerepotan ?" tanya Maehara pada dirinya ketika mendengar perkataannya Dazai.
"Tenang saja aku akan menggaji kalian berdua kok, 3000 yen per menitnya" lanjut Dazai dengan senyum diwajahnya.
"3.. 3000 YEN PER MENIT !!" teriak mereka berdua yang terkejut ketika mendengar ini.
"Bagaimana ? lumayan bukan untuk uang jajan kalian terutama kau Isogai-Kun ? belum lagi ditambah bonus dari saya.." sahut Dazai dengan senyum menyeringai kearah mereka sambil menaikkan kedua alisnya beberapa kali.
Tentu mereka yang berdua yang mendengar ini mulai saling pandang sambil tersenyum, langsung saja mereka menerima tawaran Dazai untuk bekerja ditempatnya.
"KAMI SETUJU !!" teriak mereka berdua dengan semangat.
"Ho.. sungguh semangat anak muda !!" balas Dazai sambil memberikan jempol kearah mereka berdua.
"Padahal umur kau juga tidak beda jauh dengan kami.." gumam Maehara ketika mendengar ini, sedangkan Isogai hanya tertawa canggung padanya.
"Baiklah aku akan bagi pekerjaan kalian, jadi bersiaplah untuk kelelahan yahh.." sahut Dazai sambil memberikan kantong pada mereka berdua.
Tentu mereka yang melihat ini bingung dengan apa yang Dazai berikan, ketika melihat isinya langsung saja mereka mulai melihat kearah Dazai dengan tatapan tidak percaya.
"Karena kita masih memiliki waktu, bagaimana jika aku memberikan kalian beberapa saran ketika berjualan nanti ?"
***
Dan 4 jam telah berlalu, terlihat kalau Kaede saat ini sedang menunggu Nagisa datang kemari karena dia dan yang lainnya dipaksa Koro-Sensei untuk datang kemari.
"Nagisa-Kun !! sini sini !!" teriak Kaede yang memanggil Nagisa dari jauh, terlihat kalau ia menggunakan Yukata berwarna merah muda.
"Ahh.. Kaede-San kau sudah datang apa kau sudah lama menunggu ?" tanya Nagisa yang mulai berjalan kearahnya.
"Ahh.. tidak aku juga baru sampai kok" balas Kaede dengan senyum diwajahnya.
"Syukurlah.. kalau begitu kita kemana dulu ?" tanya Nagisa yang mulai berjalan bersama Kaede.
"Itu.." gumam Kaede yang bingung sekarang ini.
"PANCAKE SOUFFLE D !! HANYA 300 YEN SAJA !! DATANG KEMARI !! KAMI MASIH MEMILIKI BANYAK STOCK DISINI SEBELUM JAM 23:00 MALAM !!"
__ADS_1
Tentu mereka berdua yang mendengar ini mulai memandang satu sama lain dan mulai pergi kearah suara itu yang tidak lain teman mereka Isogai.
Setelah mereka sampai terlihat kalau Isogai saat ini sedang menggunakan Jinbei berwarna hitam dengan bandana putih disana sambil membawa spanduk.
"ISOGAI-KUN !!" teriak Nagisa dan Kaede yang mulai berjalan kearahnya.
"Ahh.. Nagisa-Kun, Kaede-San apa kalian mau pancake ?" tanya Isogai yang saat ini sedang menjaga antrian yang panjangnya hingga 55 orang disana.
"Hmm.. kebetulan aku mendengarmu disini, jadi kenapa kita tidak mencobanya saja ?" balas Nagisa yang melihat antrian panjang ini.
"Benar benar.. tapi kau bekerja ditoko siapa Isogai-Kun ?" tanya Kaede yang penasaran dengan siapa ia bekerja.
"Ahh.. aku dan Maehara bekerja dikiosnya Dazai-Sensei" balas Isogai dengan senyum diwajahnya.
"KERJA !? KIOS DAZAI-SENSEI !?" teriak mereka yang tidak percaya akan apa yang mereka dengar saat ini.
Langsung saja mereka melihat kearah kios itu dan melihat Dazai yang saat ini menggunakan Jinbei berwarna biru dengan bandana hitam sedang memasak Pancake disana.
Sedangkan Maehara menjadi kasirnya, terlihat kalau ia memakai Jinbei berwarna merah gradiasi jingga dengan bandana putih disana.
"Nona nona cantik sekalian.. rasa apa saja yang kalian inginkan ?" tanya Maehara dengan senyum lembut kearah pelanggan wanita yang ada didepannya.
"Ahh.. anu.. itu.. yang coklat dan vanilla saja" balas mereka dengan wajah memerah ketika melihat senyumnya Maehara.
"Baiklah tunggu sebentar.." sahut Maehara yang mulai memasukkan 2 pancake pada kotak sambil memberikan krim sesuai pesanan dengan cepat.
"Ini untuk kalian berdua.. nona nona yang cantik, silahkan dinikmati" ucap Maehara sambil mengedipkan matanya pada mereka.
"KYAAA !! KERENNYA !!" teriak mereka yang melihat atraksinya Maehara.
"Ahahaha.. aku tidak menyangka kalau Maehara-Kun bisa melakukan hal seperti itu" gumam Nagisa sambil tersenyum canggung ketika melihat Maehara menggoda para pelanggannya.
"Aku yakin dia belajar dari Dazai-Sensei.." balas Kaede dengan senyum kecut ketika melihat ini.
"Ahahahah.."
"Ahahahah.."
Bahkan Nagisa dan Isogai yang melihat ini hanya bisa tertawa canggung ketika mendengar perkataannya Kaede.
Namun tiba tiba saja Isogai mengatakan sesuatu pada mereka berdua.
"Ahh.. Nagisa-Kun, Kaede-San.. jika kalian ingin pancakenya maka kalian harus menunggu Dazai-Sensei menutup kiosnya" ujar Isogai.
Tentu ia juga melakukan tugasnya sambil mengarahkan pelanggannya pada barisan yang kosong saat ini.
"Katanya dia akan mentraktir kalian dan seluruh kelas E nanti" lanjut Isogai dengan senyum diwajahnya.
Tentu mereka berdua yang mendengar ini mulai tersenyum dengan bahagia ketika mendengar Dazai akan mentraktir mereka, namun tiba tiba saja teriakan Dazai terdengar oleh telinga mereka bertiga.
"KORO-SENSEI !! KITA KEHABISAN ADONAN !" teriak Dazai yang saat ini sedang memasak.
"Baik !! bahan bahannya sudah saya buat Dazai-Sensei sesuai resep !!" balas Koro-Sensei sambil membawakan 1 baskom adonan pancakenya pada Dazai.
"Terima kasih !! nanti aku beri bonus untukmu !!" balas Dazai dengan senyum diwajahnya.
"BENARKAH !! TERIMA KASIH BANYAK DAZAI-SENSEI !!" teriak Koro-Sensei yang berterima kasih pada Dazai sambil membungkukkan badannya beberapa kali ketika mendengar bonus darinya.
"Ahh.. jadi Koro-Sensei bekerja disana juga yahh.."
"Ahahaha.. bahkan aku bisa melihat siluet dirinya di kios lain"
***
Setelah Dazai menutup kiosnya terlihat kalau sebagian murid Kelas E sedang berada dibawah kaki gunung yang telah disewa oleh Dazai agar dapat melihat kembang api disana.
Terlihat kalau saat ini mereka sedang memakan pancakenya Dazai dengan senyum diwajah mereka.
"Hmm.. pancakenya Dazai-Sensei memang yang terbaik !!" sahut Kurahashi dengan senyum diwajahnya ketika memakan pancakenya.
"Benar benar.. Dazai-Sensei memang yang terbaik kalau soal manisan !!" balas Kataoka sambil menyuap pancakenya.
"He.. lumayan juga, harusnya aku beli tadi" ucap Karma yang ikut memakan pancakenya bersama Nagisa dan Kaede.
"Benar.. untung saja Dazai-Sensei membuatkan pancake untuk kita, jika tidak mungkin kita akan memerlukan waktu yang lama ketika mengantri" lanjut Kaede sambil memakan pancakenya dengan senyum diwajahnya.
"He.. pasti panjang jika kita mengantri" balas Yada yang juga ikut memakan pancakenya.
"Bagaimana semuanya apa kalian mendapatkan pancakenya ?" tanya Maehara yang saat ini berjalan bersama Isogai kearah mereka.
Terlihat kalau mereka berdua saat ini menggunakan yukata dan haori yang berbeda kali ini, terlihat kalau Maehara menggunakan yukata berwarna hijau dengan pola garis putih.
Sedangkan Isogai memakai yukata berwarna hitam dengan haori biru muda dengan corak kotak kotak disana, tentu mereka yang melihat ini mulai mengagumi yukata Maehara dan juga Isogai.
"KEREENN !!" teriak Okajima yang melihat yukata mereka berdua, begitu juga dengan yang lainnya.
"ITU COCOK SEKALI UNTUK KALIAN BERDUA !!" sahut Nakamura yang melihat yukata mereka berdua.
"BENAR BENAR !!" balas Kurahashi sambil mengangguk angguk kepalanya yang setuju dengan perkataan Nakamura
"KALIAN BERDUA TERLIHAT COCOK !!" sahut Kataoka ketika melihat yukata mereka, apalagi ketika melihat yukatanya Isogai.
__ADS_1
"DIMANA KALIAN MEMBELINYA !?" tanya Sumire dengan semangat ketika melihat Yukata Maehara dan Isogai.
"Ahh.. kami tidak membelinya" balas Maehara yang melihat Yukatanya.
"Hmm.. ini pemberian Dazai-Sensei, katanya ia yang membuat ini khusus untuk kami karena telah bekerja dikiosnya" lanjut Isogai dengan senyum diwajahnya.
"DAZAI-SENSEI MEMBUATNYA !?" teriak mereka yang terkejut ketika mendengar ini.
"Sial.. Dazai-Sensei memang sangat berbakat, aku iri dengannya.." gumam Sugaya yang melihat yukatanya Maehara dan Isogai.
"Benar.. kenapa ia tidak membagikan yukatanya pada kita juga" gumam Yuzuki yang iri ketika melihat yukata mereka.
"Ahh.. sebenarnya yukata ini adalah bonus dari kerja kita sebelumnya" balas Maehara yang mendengar gumaman mereka.
"Kerja ? ahh.. yang Nagisa katakan sebelumnya yahh.." ujar Kurahashi yang mengingat perkataan Nagisa sebelumnya.
"Benar.. dan untung saja gaji yang Dazai-Sensei berikan cukup menggiurkan, bukankah begitu Isogai-Kun ?" balas Maehara dengan senyum jahilnya sambil menyenggol Isogai.
"Hmm.. kalau tidak salah Dazai-Sensei menggaji kita sebesar 900.000 yen, kan ?" gumam Isogai yang mengingat gaji sebelumnya.
"APA !! 900.000 YEN !?" teriak mereka yang tidak percaya dengan apa yang mereka dengar saat ini.
"Nyuhuhuhu.. sepertinya kalian berdua mendapatkan bonus dari Dazai-Sensei.." sahut Koro-Sensei yang datang sambil membawa 2 kantong berisi uang ditentakel miliknya.
"KORO-SENSEI !?" teriak mereka semua yang melihat Koro-Sensei datang dengan kaosnya.
"Nyuhuhuhu.. bukan hanya kalian saja yang mendapatkan bonus darinya, aku juga mendapatkan bonus yang cukup besar dan tentu saja itu rahasia" lanjut Koro-Sensei dengan bangga sambil menunjukkan corak garis hijau diwajahnya.
"Entah kenapa aku kesal ketika melihat ini.." gumam Kataoka yang melihat pola wajahnya Koro-Sensei.
"Sama aku juga.." balas Toka yang setuju dengan perkataannya Kataoka.
"Ahh.. benar Maehara-Kun, Isogai-Kun.. Dazai-Sensei sendiri dimana dia ?" tanya Nagisa dengan penasaran pada mereka berdua.
"Ahh.. katanya ia sedang mengganti pakaiannya" balas Maehara.
"Hmm.. dan juga ia akan menyusul nanti setelah dia membereskan semua peralatannya" lanjut Isogai.
Sedangkan para gadis yang mendengar ini seketika terdiam dan mulai berkumpul untuk melakukan diskusi darurat setelah mendengar perkataan mereka berdua.
"Nee.. apa itu seperti yang aku pikirkan saat ini ?" tanya Kurahashi dengan suara kecil.
"Hmm.. hmm.." balas Fuwa dan Kaede yang menganggukkan kepala mereka setuju dengan ucapannya Kurahashi.
"Bukankah ini sangat langka untuk melihatnya memakai itu ?" bisik Yada dengan serius.
"Benar.. benar.. mungkin aku akan memotretnya untuk dijadikan wallpaper yang baru" balas Okano yang juga menganggukkan kepalanya.
Mendengar ini tentu para gadis mulai tersenyum aneh dengan rona merah ketika memikirkan Dazai menggunakan Yukata di festival kembang api ini.
Bahkan para pria yang melihat ini hanya tertawa canggung akan sikap mereka, bahkan para gadis pun tidak menyadari kalau Koro-Sensei sedang menulis sesuatu dimemonya dengan senyum diwajahnya
"Yahh.. semuanya !! bagaimana dengan pancakenya !?" teriak Dazai dari kejauhan sambil melambaikan tangan padanya.
Tentu para gadis yang mendengar ini detak jantung mereka mulai berakselerasi, karena mereka saat ini sedang penasaran dengan penampilannya Dazai.
Bahkan mereka sempat memikirkan berbagai macam jenis yukata apa yang dipakai Dazai saat ini, setelah menguatkan hati mereka langsung saja mereka menoleh kearah Dazai dengan wajah memerah.
Namun tepat ketika para gadis menoleh terlihat kalau Dazai saat ini masih menggunakan mantel coklat yang biasa dia pakai ketika mengajar disekolah.
"...."
"...."
Melihat ini seketika mereka terdiam dengan wajah hampa ketika melihat pakaiannya Dazai saat ini, bahkan ada yang kecewa ketika melihat ini terutama Kanzaki dan Yada.
"Hmm.. ada apa semuanya ? a.. apa jangan jangan pancakenya tidak enak !?" tanya Dazai yang terkejut ketika melihat murid muridnya kecewa.
"BUKAN BEGITU GURU BODOH !!" teriak Terasaka, Okajima dan Nakamura yang kesal melihat tingkahnya Dazai.
"Dazai-Sensei.. tidak baik membuat para gadis kecewa" ujar Maehara yang mulai mengaitkan lengannya pada tangan kiri Dazai.
"Benar.. benar.. mereka sangat berharap sesuatu pada pakaianmu, Dazai-Sensei" lanjut Isogai yang juga ikut ikutan mengaitkan lengannya pada tangan kanannya Dazai.
"Ehh ? entah kenapa aku merasa deja vu.." gumam Dazai yang berkeringat dingin ketika melihat tingkah Maehara dan Isogai.
"Tenang saja Dazai-Sensei.. aku telah mengambil yukata dan juga haori yang ada dirumahmu.." sahut Koro-Sensei yang saat ini sedang membawa yukata dan haori yang Dazai buat dirumah sebelumnya.
Terlihat kalau yukata itu berwarna biru tua dengan pola tapak kaki rubah yang berwarna biru muda disana, lalu haorinya yang berwarna hitam digantung disana.
"OI !! KAU PASTI MENYUSUP KERUMAHKU LAGI KAN !? KAN !?" teriak Dazai yang kesal ketika melihat yukata dan haori miliknya berada ditangannya Koro-Sensei.
'Ma.. Maafkan aku Master, a.. aku ceroboh !!' ucap Q yang berkomunikasi melalui telepatinya.
"Nahh.. karena yukata dan haorinya sudah ada ayo kita ganti bajumu dulu.. Dazai-Sensei.." sahut Maehara dengan senyum diwajahnya.
Langsung saja Maehara, Isogai dan Koro-Sensei mulai pergi dengan senyum menyeringai diwajah mereka sambil menyeret Dazai saat ini.
"SUDAH KUDUGA KALIAN BERTIGA ADALAH SEKUTU !!"
"AAAHHHHH !?"
__ADS_1