The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?

The Lazybones Get Dimensional Grup Chat ?
Chapter 57


__ADS_3

"Yahh.. siapa yang akan menyangka kalau aku dapat libur lagi setelah bermain catur dengan Gakuhou-San, sungguh hari yang sangat menyenangkan" balas Dazai yang saat ini sedang berbaring diatas kasurnya dengan senangnya dan mulai tidur.


Namun ketika Dazai akan tidur tiba tiba saja ponselnya mulai bergetar, mendengar ini langsung saja Dazai mulai membuka ponselnya.


[ SIDE QUEST DI LUNCURKAN !


MISI : DUNGEON HUNTER


ISI TUGAS : PERGI DAN SELESAIKAN DUNGEON YANG ADA DI HUTAN DEKAT KYOTO


HADIAH : 100.000 Poin


HUKUMAN : PARA MONSTER AKAN MELAKUKAN INVANSI KE BUMI


BATAS WAKTU : 2 MINGGU ]


"...."


"Ha.. yang benar saja" gumam Dazai yang wajahnya mulai aneh ketika melihat misinya kali ini.


"Sepertinya akan ada banyak portal yang lain selama 7 tahun ini.." lanjut Dazai dengan nada lelah.


Dan benar saja tepat setelah Dazai mengatakan itu, tiba tiba saja misi baru yang lain mulai keluar diponselnya.


[ MAIN QUEST DI LUNCURKAN !


MISI : TRUE DUNGEON HUNTER FOR SAFETY WORLD


ISI TUGAS : PERGI DAN SELESAIKAN 8 DUNGEON YANG TERSEBAR DISELURUH DUNIA SETELAH PLOT CERITA ANSATSU KYOUSHITSU SELESAI


PROGRES : 0 / 8


HADIAH : ???


HUKUMAN : PARA MONSTER AKAN MELAKUKAN INVANSI KE BUMI DAN MENGHANCURKAN DUNIA


BATAS WAKTU : 7 TAHUN ]


Dazai yang melihat ini mulai memasang wajah serius lalu segera duduk diatas kasur sambil memanggil Q yang saat ini sedang berbaring disebelahnya.


"Q.. berapa banyak klon yang bisa kamu buat ?" tanya Dazai dengan serius.


'Master.. klon yang bisa saya buat saat ini adalah 23 klon saja.. dan saya masih bisa mengembangkan jumlah klon saya, Master' balas Q yang mulai melayang didepannya dengan serius ketika melihat tatapannya.


"Hmm.. aku rasa itu sudah cukup untuk melindungi beberapa tempat bila terjadi suatu hal yang tidak diinginkan nantinya" balas Dazai dengan serius.


Ia yang mendengar ini tentu mulai berpikir keras dengan bencana yang akan datang beberapa bulan kedepan.


"Anu.. Dazai-Sensei.." gumam Ritsu yang mulai muncul diponselnya Dazai.


"Ya ?" balas Dazai yang kaget ketika melihat Ritsu muncul diponselnya.


"Apa itu benar.. kalau.. dunia ini akan hancur ?" tanya Ritsu dengan khawatir ketika melihat isi ponselnya Dazai.


"A.. Ahh.. Ritsu.. tenang saja.. dunia ini tidak akan hancur.. selama aku Dazai Osamu ada didunia ini" balas Dazai dengan nada main mainnya sambil membusungkan dadanya dengan bangga.


"Tapi.. bukankah itu akan membuat nyawamu melayang ?" tanya Ritsu dengan khawatir sambil memasang wajah sedih.


Tentu Dazai yang mendengar ini terkejut dan mulai menatap Ritsu dengan serius.


"Ritsu.. apa kau tahu kalau aku bukan dari dunia ini ?" tanya Dazai dengan serius kali ini.


"Ya.." balas Ritsu.


"Apa kau sudah melihat semuanya termasuk Grup Chat itu ?" tanya Dazai kembali padanya.


"Y.. Ya.." balas Ritsu yang tambah gugup ketika melihat wajahnya Dazai.


"Itulah kenapa aku disini.. Ritsu.." sahut Dazai dengan nada lembut.


"Aku memiliki tugas dan melindungi dunia ini adalah salah satunya.. bukan hanya itu saja, masih banyak diluar sana yang memerlukan bantuanku, baik yang mau ataupun tidak sama sekali" balas Dazai dengan senyum lembut diwajahnya.


"Karena ini sudah menjadi tugasku sebagai Assassin" lanjut Dazai.


"Tapi.." gumam Ritsu yang bertambah khawatir padanya.


"Tenang saja.. Ritsu.. aku memiliki Q disini, ia akan melindungi nantinya bila terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan" sahut Dazai sambil menatap Q yang mulai melayang disamping kepalanya.


"Mungkin aku tidak bisa berjanji padamu, tapi aku bisa memastikan kalau dunia ini dan teman temanmu akan selamat, percayalah.. sebab ini adalah misiku" lanjut Dazai.


Ritsu yang melihat tatapan Dazai yang penuh tekad itu mulai tersenyum dan segera mengangguk anggukan kepalanya pada Dazai sebab ia sudah mulai percaya padanya.


"Nahh.. Ritsu.. aku memiliki penawaran khusus untukmu" ujar Dazai dengan senyum diwajahnya.

__ADS_1


"Penawaran ?" tanya Ritsu dengan penasaran.


"Hmm.. apa kau ingin memiliki tubuh seperti mereka ?"


"Itu.."


***


Kyoto, Arashiyama Hutan Bambu.


Saat ini dihutan bambu Arashiyama terlihat sebuah portal berwarna biru muncul disana, tentu hal ini akan membuat dunia heboh akan kemunculan portal itu.


Namun untung saja portal itu sangat jauh dari para penduduk yang ada di Kyoto, didepan portal itu tiba tiba saja sebuah cairan berwarna hitam mulai muncul dari balik semak semak.


Tentu cairan itu tidak lain adalah Q yang saat ini berhasil menemukan portalnya, langsung saja Q mulai melaporkan ini pada Dazai.


'Master.. portalnya sudah ditemukan akan aku kirimkan gambarannya padamu' ucap Q yang mulai merubah wujudnya menjadi Slime dan mulai melayang didekat portal itu.


"Baiklah.." balas Dazai.


Langsung saja mata Q mulai berubah menjadi warna putih sambil melihat daerah sekitarnya, tepat ketika melakukan itu tiba tiba saja Dazai muncul disana.


"Hmm.. Hutan Bambu ?" gumam Dazai yang melihat sekelilingnya lalu mulai melihat kearah portal yang ada didepannya.


"He.. jadi ini portal yang akan muncul nanti setelah mereka lulus yahh.." gumam Dazai yang melihat portal ada didepannya dengan terpukau akan ukurannya.


Terlihat kalau ukuran portal itu sebesar 7 meter, tentu Dazai yang melihat ini hanya bisa terpana akan ukurannya yang berbeda seperti sebelumnya.


"Jika orang lain menemukan ini dan memasukinya aku yakin mereka akan mati mengenaskan didalam sana" gumam Dazai yang melihat portalnya saat ini.


"Dazai-Sensei.. apa itu benar kalau portal yang dimaksud itu adalah ini ?" tanya Ritsu yang saat ini sedang di saku baju kemejanya Dazai.


"Ahh.. ini dia portal yang isinya tidak diketahui oleh orang orang didunia ini, termasuk aku.. " balas Dazai yang saat ini sedang memasukkan kedua tangannya pada saku mantelnya.


"Begitukah.. ini terlihat indah sekaligus menyeramkan bagi orang orang didunia ini" balas Ritsu dengan penasaran akan isinya.


"Jadi.. Ritsu.. bagaimana dengan tawaranku sebelumnya ? apa kau tertarik ?" tanya Dazai yang melihat kearah ponselnya.


"Hmm.. sudah kuputuskan.. kalau aku akan melakukannya setelah aku dan yang lainnya lulus sekolah ini" lanjut Ritsu dengan semangat.


"Ohh.. baguslah ka-"


"Tapi sebagai gantinya aku akan ikut bersamamu untuk melakukan misi penyelamatan ini, oke ?" balas Ritsu dengan senyum diwajahnya.


"Tidak ada tapi tapian Dazai-Sensei.. aku melakukan ini karena aku sangat mengkhawatirkanmu"


"Bukan itu saja aku yakin yang lainnya juga pasti sangat mengkhawatirkanmu mengenai ini, mengerti ?" potong Ritsu dengan tegas.


"...."


"Ha.. baiklah.. baiklah.. kau menang" balas Dazai dengan nada lelah sambil menggelengkan kepalanya.


Tentu Ritsu yang melihat Dazai mengalah mulai tersenyum, langsung saja Dazai mulai mengajak mereka berdua kedalam portal itu.


"Dan satu lagi Ritsu aku ingin kau merahasiakan ini dari yang lainnya, mengerti ?" sahut Dazai yang mulai mengajak Q masuk.


"Baiklah, kalau begitu aku kembali dulu sampai jumpa setelah liburanmu selesai, Dazai-Sensei.." balas Ritsu yang mulai menghilang dari ponselnya Dazai.


"Baiklah kalau begitu Q.. ayo kita masuk !!"


"Baik, Master !!"


***


Gedung Kelas E.


"Ehh !? Dazai-Sensei mendapatkan libur lagi ? bagaimana bisa !?" teriak Yada yang terkejut ketika mendengar ini.


Tentu bukan hanya dia saja bahkan seluruh kelas E dan guru pun yang mendengar berita ini ikut terkejut.


"Benar !? kita saat ini memerlukan bantuannya untuk melatih kami dalam acara Bo-Taoshi nanti !!" teriak Okajima dengan frustasi.


"Itu benar !? bagaimana bisa Dazai-Sensei mendapatkan libur kecuali aku !?" teriak Koro-Sensei yang menyamar menjadi pegawai kantoran sambil membawa papan protesnya.


"Bukannya kau selalu pergi keluar negeri !? kenapa kau harus iri dengannya !?" teriak Irina dengan kesal sambil menebas Koro-Sensei.


"Memang benar Dazai saat ini sedang berlibur tapi bagaimana caranya ia mendapatkan libur itu ?" gumam Karasuma yang mulai berpikir keras mengenai ini.


Tentu mereka yang mendengar ini mulai berpikir keras juga, kecuali Irina yang saat ini sedang menebas pisaunya pada Koro-Sensei.


"Ritsu ?" tanya Fuwa yang memanggil Ritsu sambil melihat kearah kotak besar yang ada dibelakang kelas.


"Ya ?" balas Ritsu yang mendengar Yuzuki memanggilnya.

__ADS_1


"Apa kau bisa mencari tahu bagaimana Dazai-Sensei bisa mendapatkan liburnya ?" tanya Fuwa pada Ritsu dengan penasaran.


Tentu bukan hanya dia saja yang penasaran bahkan yang lainnya juga ikut penasaran mengenai ini.


"Ahh.. mengenai itu aku mengetahuinya ketika Dazai-Sensei pergi ke ruang kepala sekolah" balas Ritsu dengan senyum diwajahnya.


"Ehh !? Ruang Kepala Sekolah !?" teriak mereka yang terkejut ketika mendengar ini.


Bahkan Karasuma, Irina dan Koro-Sensei yang mendengar ini terkejut bukan main, langsung saja Ritsu mulai melanjuti pembicaraan mereka.


"Waktu itu Dazai-Sensei dan Kepala Sekolah sedang bermain catur sambil bertaruh" lanjut Ritsu.


"Biarku tebak.. Dazai-Sensei memenangkan permainannya dan meminta Kepala Sekolah untuk libur begitu ?" tebak Fuwa dengan aksen detektifnya.


"Ya" balas Ritsu dengan senyum diwajahnya.


"...."


***


Blue Gate, Dungeon Salju.


Saat ini Dazai sedang berjalan menelusuri sebuah hutan yang dipenuhi dengan salju baik itu pohon maupun tanahnya, terlihat kalau Dazai saat ini sedang menggigil kedinginan disana.


"Brr.. sialan.. bisa bisanya aku mengerjakan misi di dungeon yang isinya salju semua" gumam Dazai yang memeluk tubuhnya yang kedinginan saat ini.


"Hachuu.. dan lagi aku tidak melihat siapa siapa disini.." lanjutnya dengan kesal.


Namun ketika sedang menelusuri hutan ini tiba tiba saja sebuah anak panah mulai melesat dari arah belakangnya, tentu Dazai yang merasakan ini mulai memiringkan kepalanya.


TAAAKKK !!


Terlihat sebuah anak panah berwarna biru seperti es mulai menancap dipohon itu, bahkan ketika panah itu sedang menancap disana terlihat kalau es itu mulai merambat walau terlihat kecil disana.


Tentu Dazai yang melihat mulai menoleh kearah belakangnya dengan wajah serius, namun masih mencoba untuk menghangatkan dirinya.


Diatas pohon terlihat kalau ada beberapa orang berkulit biru dengan kuping panjang dan rambut berwarna putih disana, terlihat kalau mereka hanya membawa panah beserta anak panahnya.


Terlihat kalau tinggi mereka sekitar 2 meter, bisa dibilang Ras Elf Salju seperti mereka merupakan ras yang palibg tinggi diantara pada Elf yang lainnya.


Tentu mereka adalah monster didungeon ini yaitu Elf Salju yang saat ini sedang menatap rendah Dazai, bahkan mereka tersenyum menyeringai ketika melihat Dazai sendiri saat ini.


Sedangkan Dazai yang melihat ini bukannya takut, justru ia malah tersenyum menyeringai dengan matanya yang mulai berubah menjadi biru menyala.


"Q !!" teriak Dazai yang memerintahkannya untuk datang.


Tentu Q yang mendengar ini langsung berubah menjadi sebuah sabit besar, langsung saja Dazai mulai menangkap Q lalu mulai berteleportasi didepan mereka dengan senyum mengerikkannya.


"Jadilah bahan untuk latihanku !? kawan !?" teriak Dazai yang mulai membunuh ketiga Elf yang ada didepannya.


Tentu para Elf yang melihat ini terkejut dan mulai menjauhi Dazai, namun itu percuma karena Dazai menggunakan teleportasinya lagi kebelakang salah satu Elf yang lengah saat ini.


"ARGGGHHH !?"


Langsung saja dia mulai menebas Elf itu hingga ia terbelah menjadi dua secara vertikal.


Tentu para Elf yang melihat rekan rekannya mulai berguguran secara satu persatu mulai menembaki Dazai dengan cepat.


Sedangkan Dazai yang melihat beberapa mengarah kearahnya bukannya menghindarinya justru ia malah berlari kearah mereka sambil menangkis panahnya dengan cepat.


TRAANGG !! TRAANGG !! TRAANGG !!


Setiap anak panah yang Dazai tangkis pasti akan terbelah oleh sabitnya Q, apalagi ia menggunakan Bushosoku Hakinya pada Q yang telah mengeraskan dirinya menggunakan skill miliknya.


"AYOLAHH !? APA HANYA SEGINI KEMAMPUAN KALIAN !? LEMAHH !?" teriak Dazai yang memprovokasi mereka semua hingga kesal.


Tentu Dazai yang melihat ini terus melakukan pembantaian pada para Elf Salju itu dengan sangat cepat hingga disetiap tebasannya hanya akan terlihat garis saja disana.


Bahkan beberapa Elf yang melihat rekannya terbunuh oleh Dazai mulai ketakutan padanya hingga sebagian dari mereka ada yang kabur.


Namun semua pelarian itu gagal karena Dazai menggunakan skill Bone Manipulation miliknya untuk melempar tulang itu tepat dikepala para Elf Salju itu dengan cepat apalagi ia menambahkan kecepatannya menggunakan Telekinesis miliknya.


Setelah cukup lama Dazai menghabisi para Elf itu terlihat kalau Dazai menyisakan 1 Elf Salju yang saat ini ketakutan dengan tubuh bergetar.


Dipandang Elf itu terlihat kalau penampilan Dazai saat ini sedang berdiri ditumpukan mayat rekannya dengan senyum menyeringai.


Langsung saja Dazai mulai menoleh kearah Elf yang terakhir dan mulai berjalan kearahnya, tentu Elf itu yang melihat ini mulai pergi melarikan diri dari Dazai.


"Oya.. oya.. apa ini.. kenapa kau tidak lari dan menunjukkan dimana markasmu, tuan Elf ?" tanya Dazai yang memiringkan kepalanya sambil menyeret sabitnya yang penuh dengan darah para Elf.


Tentu Elf itu yang melihat ini mulai kabur dengan kecepatan maksimalnya, Dazai yang melihat ini awalnya terdiam namun ia mulai tertawa dengan keras seperti seorang maniac.


"HAHAHAHAHAHAHAHAHA !?"

__ADS_1


__ADS_2