
"Ha.. benar benar hari yang berat bukan begitu semuanya ?" tanya Dazai yang saat ini sedang bermain catur dengan Ritsu sambil menghela nafasnya.
Tepat ketika Dazai mengatakan itu langsung saja ia memindahkan bentengnya 3 petak kedepan.
"Skak.." sahut Dazai dengan santainya pada Ritsu yang saat ini sedang memasang wajah serius dilayar kotaknya.
"Anu.. Dazai-Sensei.. apa perlu kita melakukan tes lagi ?" tanya Maehara yang saat ini masih mengerjakan tesnya.
"Iya betul.. dan lagi setiap tes yang Dazai-Sensei lakukan, maka kesulitannya juga akan bertambah" balas Yuzuki dengan wajah serius.
Tentu ketika Dazai melihat Ritsu yang merupakan A.I menjadi seorang murid ia merasa bahagia sambil memasang mata berbinarnya ketika melihat ini.
Bahkan ia sampai meminta Ritsu untuk bermain catur dengannya, sedangkan para murid sendiri saat ini sedang mengerjakan tesnya.
"Tentu saja.. aku ingin memastikan apa kalian masih tetap belajar atau tidak ketika libur.." balas Dazai yang melihat Ritsu menggerakkan pencapitnya untuk memakan bentengnya dengan kuda.
"Oke sampai disini saja Ritsu.. Skakmat" sahut Dazai yang mulai memakan kudanya Ritsu dengan ratunya.
Tentu mereka yang mendengar Skakmat dari Dazai mulai menoleh kearahnya dengan tatapan tidak percaya, bahwa guru mereka ini dapat mengalahkan sebuah A.I dalam permainan Catur.
Sedangkan Ritsu yang melihat dirinya kalah bukannya kesal namun terpukau dengan kepintarannya Dazai, langsung saja Dazai mulai bangun dari kursinya lalu pergi ke mejanya.
"Oke.. semuanya waktunya sudah habis.. ayo kumpulkan" sahut Dazai dengan senyum kemenangan diwajahnya sambil duduk disana.
"Baiklah" balas mereka yang mulai mengumpulkan lembarnya pada Dazai.
Tentu mereka sudah terbiasa dengan ulangan dadakannya Dazai ketika belajar bersamanya, setelah mengumpulkan kertas tesnya langsung saja Dazai mulai memeriksanya sammbil menilainya.
"Hee.. sepertinya kalian tetap belajar ketika liburan.." gumam Dazai sambil tersenyum ketika melihat hasil tes mereka, tentu mereka yang mendengar ini merasa senang dengan pujiannya.
"Tentu saja.. mana mungkin kami akan mengecewakanmu lagi" balas Yuzuki dengan sombongnya.
"Benar benar.." lanjut Nakamura yang menyibak rambutnya dengan begitu sombongnya.
Tentu Nagisa dan Kaede yang melihat tingkah mereka berdua hanya bisa tertawa canggung, begitu juga dengan yang lainnya.
"Dan seperti biasa Terasaka.. kau masih kesulitan dibagian Aritmatika dan Logaritma" lanjut Dazai sambil menunjukkan kertas tesnya Terasaka yang nilainya 87.
"Egghhhh.." geram Terasaka yang melihat nilai tesnya dari Dazai.
"Itona-Kun.. untuk murid baru yang tiba tiba mendapatkan tes dadakan kau lumayan juga mendapatkan nilai yang bagus seperti ini" sahut Dazai sambil menunjukkan nilai 79 disana.
"Ahh.. terima kasih.. Sensei" balas Itona dengan datar namun dalam hatinya ia merasa senang akan pujiannya.
"Mahh.. seperti biasa kalian tidak mengecewakanku.. maka dari itu.. Ritsu.." sahut Dazai sambil menoleh kearah Ritsu.
"Ya ?" tanya Ritsu yang mendengar Dazai memanggil namanya.
"Apa kau sudah melihat isi ponselku ? kalau begitu bisakan kau kirimkan linknya pada mereka semua ?" tanya Dazai yang mulai berdiri dari kursinya.
"Baiklah.. Dazai-Sensei" balas Ritsu dengan senyum diwajahnya.
Tepat ketika Ritsu mengatakan itu tiba tiba saja ponsel mereka semua mulai berdering, mendengar ini langsung saja mereka membuka ponselnya dan mulai menekan linknya.
"Dazai-Sensei.. ini.." gumam Isogai yang melihat apa didalamnya.
"Game ?" lanjut Hayami dengan bingung.
Tentu bukan hanya mereka berdua saja, namun yang lainnya juga.
"Hmm.. game.. bukankah kalian sangat menyukai game ?" balas Dazai dengan senyum diwajahnya sambil menompang kepalanya.
"Iya sihh.. tapi.." gumam Nakamura yang melihat gamenya dengan ragu.
"KENAPA HARUS ADA MATEMATIKA DIGAME ACTION RPG SEPERTI INI !?" teriak Yoshida dan Terasaka dengan kesal.
"Tentu saja untuk mengubah sudut pandang kalian.." balas Dazai dengan santai.
"Mengubah sudut pandang kami ?" tanya Kanzaki dengan bingung, tentu mereka yang mendengar ini mulai menatap kearah Dazai.
"Ahh.. kebanyakan anak jaman sekarang lebih terpaku pada sebuah permainan diponsel mereka, jadi kenapa aku tidak membuat game ini sebagai media belajar kalian ?" balas Dazai yang tersenyum kearah mereka.
'JENIUS !!'
Tentu mereka yang mendengar ini mulai menatap Dazai dengan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar saat ini.
__ADS_1
"Kalau begitu.. Okajima ?" tanya Dazai sambil memanggil Okajima yang saat ini masih terpaku pada ponselnya.
"Ya ?" tanya Okajima yang mulai melihat kearah Dazai.
"Aku tahu kalau kau memainkan gamenya.. tapi bisakah kamu buat karaktermu mati terlebih dahulu ?" tanya Dazai yang melihat Okajima asik memainkan gamenya.
"EHHH !! KENAPA !? AKU SEDANG MELAWAN MINI BOSS DISINI !?" teriak Okajima yang tiba tiba saja mendengar perkataannya Dazai.
Tentu mereka yang mendengar Okajima sedang bermain game buatan Dazai mulai menatapnya dengan aneh, karena dia memainkan gamenya terlebih dahulu daripada yang lainnya.
"Sudah lakukan saja.." balas Dazai dengan nada malasnya.
"Ehh.. baik-"
Namun sebelum Okajima melanjutkan perkataannya tiba tiba saja ia melihat karakter miliknya sudah mati ketika ia mengobrol dengan Dazai.
"NYUHUHUHUHU !! KAU TERLALU NAIF BOCAH MESUM !! GAME OVER !! NYUHUHUHU !!"
Terlihat kalau diponselnya Okajima terdapat wajah Koro-Sensei dengan belang hijau disana sedang mengejek Okajima dengan sangat sarkas.
Tentu mereka yang mendengar suara Koro-Sensei mulai terdiam, langsung saja mereka mulai melihat kearah Dazai.
"Bagaimana ? dengan ini kalian lebih termotivasi bukan ?" balas Dazai dengan senyum menyeringai.
"Bahkan aku meminta Koro-Sensei secara langsung untuk mengisi suara digame itu" lanjut Dazai.
Tentu mereka yang mendengar ini mulai termotivasi dengan mata berapi api apalagi ketika mendengar ejekkan Koro-Sensei, langsung saja mereka mulai berteriak dengan semangat.
"MANA MUNGKIN AKU AKAN MENERIMA KEKALAHAN SEPERTI ITU !?"
"AKAN KAMI BUKTIKAN KALAU KAMI LEBIH BAIK DARI OKAJIMA !?"
"BENAR BENAR !? MANA SUDI AKU MENERIMA EJEKKAN KORO-SENSEI YANG SEPERTI ITU !?"
"KENAPA HARUS AKU !?"
Tentu Dazai yang melihat ini mulai tersenyum dengan lebar langsung saja ia berdiri dan mulai mengumumkan sesuatu pada mereka.
"BAIKLAH SEMUANYA DENGARKAN AKU !? SETIAP SEMINGGU SEKALI KALIAN AKAN MENGHADAPI PERANG YANG SEPERTI INI !?" teriak Dazai pada mereka.
"SIAP PAK !?" balas mereka dengan tegas.
"Bagus.. selamat berjuang menghadapi bos terakhirnya.. kelas E" ucap Dazai sambil memberi hormat pada mereka.
***
"Hoamm.. sungguh hari yang melelahkan.. akhirnya aku bisa tidur dengan tenang" gumam Dazai yang saat ini sedang berjalan pulang sambil menguap.
"Manusia Mummy !?" teriak Kanzaki yang mulai berlari kearah Dazai, tentu ia tidak sendirian karena Kanzaki saat ini bersama dengan Toka dan Kaede.
"Ahh.. Nyonya Kanzaki, siapa yang akan menyangka kalau kau masih memanggilku dengan nama sandi itu ? dan sepertinya kau juga bersama Selamanya Rata dan Te.. ***** Kuda disini" balas Dazai dengan senyum menyeringai pada mereka bertiga bahkan ia berusaha untuk tidak tertawa ketika mengucapkan itu.
Tepat ketika jam istirahat sebelum pelajarannya Karasuma dimulai, tiba tiba saja Koro-Sensei memanggil dirinya untuk berpartisipasi dalam memberikan nama sandi pada mereka semua.
Dazai yang mendengar ini langsung ikut berpatisipasi walau ia sempat berpikir untuk tidak ikut karena ia ingin tidur namun ia tetap melakukannya, langsung saja dia mulai menuliskan beberapa nama panggilan yang ia pikirkan saat itu sesuai arahan Koro-Sensei.
Namun siapa yang menyangka kalau Dazai akan mendapatkan nama sandi Manusia Mummy yang ditulis oleh Kanzaki saat itu.
"Grr.. serius.. siapa yang memberikan nama sandi itu padaku ? aku ingin sekali memukulnya" geram Yada yang kesal ketika mendengar nama sandinya.
"Itu benar !? dan kenapa aku harus menggunakan nama sandi itu coba !!" teriak Kaede dengan kesal sambil menjambak rambutnya.
"Su.. Sudahlah aku yakin orang itu sudah pulang.." balas Dazai yang melihat kearah mereka bertiga dengan santainya sambil menahan tawanya.
Tentu nama sandi yang Yada gunakan saat ini merupakan salah satu nama sandi yang Dazai tulis sebelumnya, makanya ia mencoba untuk mengalihkan pembicaraan ini dari mereka.
"Benar juga" gumam Kaede dan Yada yang setuju ketika mendengar perkataannya.
"Ehmm.. jadi apa kalian ingin mengumpulkan tugas yang waktu itu ? bisakah besok saja aku ada urusan dengan seseorang" sahut Dazai yang melihat kearah mereka bertiga dengan malas.
"Tidak bisa begitu Manusia Mummy.. jika kami menundanya lagi maka kami akan lupa besoknya" balas Yada dengan serius, sedangkan Kaede hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Ha.. baiklah baiklah.. kalau begitu mana tugasnya ?" balas Dazai yang mulai meminta tugas mereka berdua.
Tentu mereka yang mendengar ini mulai mengeluarkan kertas yang diberikan Dazai ketika libur, lalu memberikan tugasnya pada Dazai.
__ADS_1
"Kalau begitu.. kami pulang dulu, Manusia Mummy !!" balas mereka yang mulai pergi menjauh sambil meneriaki nama sandinya.
Tentu Dazai yang mendengar ini mulai kesal dan ingin memarahi mereka namun mereka berdua sudah terlalu jauh untuk Dazai teriaki.
Sedangkan Kanzaki yang melihat Dazai kesal hanya bisa menahan tawanya saja.
"Ha.. kalau bagitu apa perlu kita pergi ? Ojou-Sama ?" tanya Dazai sambil memberikan tangannya pada Kanzaki dengan senyum diwajahnya.
Tentu Kanzaki yang melihat tingkahnya Dazai mulai memerah namun mencoba untuk meraih tangannya, sebelum Kanzaki memegang tangannya Dazai tiba tiba saja tangannya Dazai mulai ditarik kembali.
"Upss.. terlalu lama.. hahahaha !!" tawa Dazai yang puas menjahili Kanzaki dan mulai pergi meninggalkannya yang saat ini terdiam akan aksinya Dazai.
"MANUSIA MUMMY SIALAN !?"
"HAHAHAHAHA !!"
***
Gedung Utama Sekolah Kunugigaoka, Ruang Kepala Sekolah.
"Bagaimana persiapan untuk semester 2 nya ? tentu sebagai anakku kau pasti tahu kalau 'kurang baik' tidak diterima dikelas A" sahut seorang pria berambut sambil memegang bola basket ditangannya.
Tentu orang itu tidak lain adalah Gakuhou Asano selaku kepala sekolah, saat ini ia berbicara dengan salah satu murid dikelas A yang tidak lain adalah putranya.
Tentu namanya adalah Gakushu Asano memiliki rambut coklat pendek seperti ayahnya namun memiliki mata berwarna violet.
"Berjalan sesuai rencana.. bila ada murid yang tertinggal sedikit saja akan langsung aku urus" balas Gakushu dengan serius.
"Aku akan mengincar UTS dan melatih mereka lebih keras" lanjut Gakushu dengan serius.
"Sungguh bisa diharapkan.." balas Gakuhou dengan senyum diwajahnya.
"Tapi.. para murid masih membicarakanmu saat kelas E berhasil menang di semester 1"
"Itu adalah fakta ketidakmampuanmu" lanjut Gakuhou sambil melempar bola basket yang ada ditangannya kearah putranya dengan kencang.
Tentu Gakushu yang melihat ini mulai menangkapnya sambil berbicara pada ayahnya.
"Aku pasti akan menghancurkan mereka.. sebagai yang terkuat" balasnya sambil melempar balik bola basketnya dengan kecepatan yang sama.
Gakuhou yang melihat ini mulai menangkap bola tersebut tanpa berkedip sama sekali, langsung saja dia mulai melanjutkan obrolan mereka sambil memberi saran pada Gakushu putranya.
"Kalau begitu aku pergi dulu, Kepala Sekolah.." balas Gakushu sambil menatapnya dengan tajam, setelah itu langsung saja dia keluar dari ruangannya.
Namun sebelum Gakushu meraih pintunya tiba tiba saja pintu itu terbuka dan mulai menampilkan seorang pria dengan mantel berwarna coklat, lalu dikedua tangan dan juga mata kanannya terdapat perban disana.
'Siapa ?' batin Gakushu yang penasaran ketika melihat seseorang yang seumuran dengannya berdiri tepat dihadapannya.
"Ehmm.. sepertinya aku datang diwaktu yang tidak tepat, Kepala Sekolah.. " ujar Dazai yang melihat ada orang didalam kantor kepala sekolah.
Tentu saja orang itu adalah Dazai ketika ia akan pulang dan pergi jalan jalan bersama Kanzaki, namun siapa yang akan menyangka kalau kepala sekolah akan memanggilnya.
"Yahh.. Dazai-Sensei maaf tiba tiba memanggilmu.. ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu berdua" balas Gakuhou yang mulai berdiri dari kursinya sambil tersenyum kearahnya.
'SENSEI !! ORANG INI !!' batin Gakushu yang terkejut ketika mendengar perkataan Gakuhou.
'JADI DIA YANG DIRUMORKAN SEBAGAI GURU TERMUDA DI SEKOLAH INI !!' batin Gakushu sambil menatap Dazai dengan tidak percaya.
"Begitu.. tapi sepertinya kau memiliki tamu penting disini" balas Dazai dengan senyum sambil melihat kearah Gakushu.
Tentu tinggi mereka berdua terpaut jauh yaitu Dazai hanya 169 sedangkan tinggi Gakushu sekitar 175.
"Tenang saja.. Dazai-Sensei urusanku dengannya sudah selesai" balas Gakuhou yang masih mencari sesuatu dibawah mejanya.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Sensei.." sahut Gakushu yang mengerti maksud ayahnya.
"Tentu.. semoga harimu menyenangkan.." balas Dazai dengan senyum sambil memberikannya ruang untuk pergi.
Gakushu yang melihat ini tentu mulai membungkukkan badannya pada Dazai dan segera pergi dari ruangan itu, langsung saja Dazai mulai masuk sambil menutup pintunya.
"Hmm.. sungguh anak yang sangat serius, bukankah begitu Gakuhou-San ?" tanya Dazai yang saat ini sedang menutup pintunya.
"Ahh.. dia benar benar sangat serius pada tugasnya, kalau begitu bagaimana kalau kita bermain catur 3 ronde sambil membicarakan pengalaman mengajarmu disana, Dazai-Kun ?" sahut Gakuhou yang membawa papan caturnya sambil duduk disofa dan mulai menyusunnya.
"Tentu saja, Gakuhou-San.."
__ADS_1