TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Rencana Reunian


__ADS_3

Mereka duduk menikmati makanan yang sudah tersaji di atas meja. Hani menikmati tiap sendok yang dimakannya,seolah sudah seabad belum terisi makanan. Monas melihat tiap gerak - gerik istrinya itu dengan senyuman khas nya.


" Alhamdulillah!" kata Hani setelah menghabiskan Timlo di mangkoknya.


" Tambah lagi dek?" kata Monas sambil tersenyum.


"Cukup sayang, ini sudah membuat kenyang istri abang." kata Hani.


"Nas! aku ke rumah Arifah ya?" kata Ridwan sambil mengusap mulutnya dengan tissue.


" Oh, baiklah kami antar kalian pulang dulu."sahut Monas.


" Kamu kapan balik Jakarta Nas?" tanya Ridwan.


" Hem, nanti aku kabari secepatnya." jawab Monas sambil melirik ke arah Hani.


" Senin, aku sudah mulai ngajar lagi Nas." kata Ridwan menjelaskan.


" Oke siap!" jawab Monas.


" Sudah selesai semua makannya?" sahut Monas sambil melihat mangkok - mangkok kosong di atas meja.


" Dek!" panggil Hani pelan sambil memberi kan dompetnya. Lalu Hani melangkah menuju kasir rumah makan itu.


Setelah selesai, Monas menghidupkan mobilnya. Hani,Arifah dan Ridwan masuk ke dalam mobil itu.


" Biar adek yang nyetir bg!" kata Hani.


" Gak usah, biar Abang saja." kata Monas sambil mengusap kepala Hani.


" Heemhem." Arifah ber dehem.


" Kamu kenapa Fa? keselek cicak?" tanya Hani sambil menoleh kebelakang di tempat duduk Arifah.


" Mana ada cicak disini." jawab Arifah sambil tersenyum.


" Di rumahmu ada siapa saja Fa?"


" Ada adikku saja."


" Mangga depan rumah sudah berbuah belum Fa?" tanya Hani sambil melirik Monas.


" Ehh?" Monas tersenyum.


" Maaf,kemarin Abang lupa mengambil mangga di rumah." sahut Monas tersenyum.


" Hehe, cepat sekali sadarnya yah?" sahut Hani.

__ADS_1


" Kamu pun cepat sekali ngidamnya Han." sahut Ridwan.


" Hah?" Hani terkejut.


" Nanti Abang belikan di jalan." kata Monas.


" Heeem." Arifah kembali ber dehem.


" Ini ke kanan atau kiri,dek?" tanya Monas.


" Ke kanan saja bg." jawab Hani.


" Nanti ada rumah tingkat tiga, dengan pagar melati disekelilingnya."


" Itu rumah siapa Han?" tanya Ridwan.


" Rumah tetangganya Arifah!" jawab Hani.


" Hahahaha." Arifah tertawa.


" Rumah Arifah mana nya?" tanya Monas.


" Rumah Arifah sebelahnya." jawab Hani.


" Hehe."


" Hah?" Hani terkejut sambil melirik Monas.


" Datang saja! Abang tidak pernah melarang." sahut Monas sambil melirik Hani.


" Mana tahu, yang dulu belum tersampaikan, akan disampaikan." sambung Monas.


Hani tersenyum dan menatap ekspresi Monas ketika bicara.


" Loh, benar kan Fa?" tanya Monas.


" Aku gak dengar!" kata Arifah sambil menutup kedua telinganya dengan telapak tangan nya.


" Ini kanan atau kiri, sayang?" tanya Monas.


" Lurus saja!" jawab Hani.


" Kanan atau kiri? jawabannya lurus saja." kata Ridwan mengulangi kalimat Monas dan Hani.


" Satu Minggu ini, aku mau bolos ke Jakarta lagi ah." kata Hani sambil melirik Monas.


" Abang tidak melarang, tapi kerjaan dan tanggungjawab adek mencerdaskan kehidupan bangsa,gimana?" kata Monas.

__ADS_1


" Hehe."Hani tertawa.


"Lagi pula ada acara reuni juga bukan? rugi kalau di lewatkan begitu saja."


" Hadeuh!" sahut Hani sambil menarik nafas panjang.


" Memang nya berapa mantan Hani di kampus nya itu Nas?" tanya Ridwan.


" Loh,kok tanya aku sic,mana aku tahu?" kata Monas sambil melirik Hani. Hani mencubit pinggang Monas.


" Berapa Han?" tanya Ridwan sambil tersenyum.


" Kamu pasti sangat menyayangi pacarmu dulu ya Han, soalnya kamu memang tipe wanita penyayang." kata Ridwan sambil melirik Monas.


" Wah, pacar Hani pasti senang kalau bisa berjumpa lagi dengan Hani di acara reuni itu." sambung Ridwan sambil tersenyum melihat wajah Monas.


Hani terdiam sambil tersenyum melihat ekspresi wajah suaminya.


" Sudah! kalian cepat turun! kalian bikin suamiku cemburu loh." teriak Hani.


" Abang gak cemburu!" sahut Monas.


" Hahahaha." Ridwan dan Arifah tertawa terbahak - bahak.


" Kiri! Ini rumah saya Bg!" teriak Arifah kepada Monas.


" Kalian tidak mampir dulu?" tanya Arifah sambil turun dari dalam mobil dan mengeluarkan tas trevel yang ada di bagasi.


Ridwan ikut turun dari mobil Monas.


" Oke! terimakasih banyak yah!" kata Monas.


" Assalammualaikum!" sahut Hani memberi salam.


Kini tinggal mereka berdua di dalam mobil itu. Monas masih terdiam sambil menjalankan mobilnya. Tidak ada percakapan.


" Bg menepi sebentar!"


" Kenapa dek?" tanya Monas.


Hani menggeser tempat duduknya mendekati suaminya dan mendarat kan ciumannya di bibir pemuda itu.


Monas tersenyum,ditatap nya istrinya dengan kasih sayang. Monas mengelus kepala Hani pelan.


" Abang tidak cemburu,sayang!"


" Adek bisa menghadiri acara reuni kampus itu, di sana adek bisa tukar pengalaman dengan kawan - kawan se angkatan, itu akan membuat adek lebih maju lagi dalam karier adek sebagai pengajar." sambung Monas sambil tersenyum.

__ADS_1


" Terimakasih sudah percaya." kata Hani pelan.


__ADS_2