
Mereka duduk menikmati makanan yang sudah tersaji di atas meja. Hani menikmati tiap sendok yang dimakannya,seolah sudah seabad belum terisi makanan. Monas melihat tiap gerak - gerik istrinya itu dengan senyuman khas nya.
" Alhamdulillah!" kata Hani setelah menghabiskan Timlo di mangkoknya.
" Tambah lagi dek?" kata Monas sambil tersenyum.
"Cukup sayang, ini sudah membuat kenyang istri abang." kata Hani.
"Nas! aku ke rumah Arifah ya?" kata Ridwan sambil mengusap mulutnya dengan tissue.
" Oh, baiklah kami antar kalian pulang dulu."sahut Monas.
" Kamu kapan balik Jakarta Nas?" tanya Ridwan.
" Hem, nanti aku kabari secepatnya." jawab Monas sambil melirik ke arah Hani.
" Senin, aku sudah mulai ngajar lagi Nas." kata Ridwan menjelaskan.
" Oke siap!" jawab Monas.
" Sudah selesai semua makannya?" sahut Monas sambil melihat mangkok - mangkok kosong di atas meja.
" Dek!" panggil Hani pelan sambil memberi kan dompetnya. Lalu Hani melangkah menuju kasir rumah makan itu.
Setelah selesai, Monas menghidupkan mobilnya. Hani,Arifah dan Ridwan masuk ke dalam mobil itu.
" Biar adek yang nyetir bg!" kata Hani.
" Gak usah, biar Abang saja." kata Monas sambil mengusap kepala Hani.
" Heemhem." Arifah ber dehem.
" Kamu kenapa Fa? keselek cicak?" tanya Hani sambil menoleh kebelakang di tempat duduk Arifah.
" Mana ada cicak disini." jawab Arifah sambil tersenyum.
" Di rumahmu ada siapa saja Fa?"
" Ada adikku saja."
" Mangga depan rumah sudah berbuah belum Fa?" tanya Hani sambil melirik Monas.
" Ehh?" Monas tersenyum.
" Maaf,kemarin Abang lupa mengambil mangga di rumah." sahut Monas tersenyum.
" Hehe, cepat sekali sadarnya yah?" sahut Hani.
__ADS_1
" Kamu pun cepat sekali ngidamnya Han." sahut Ridwan.
" Hah?" Hani terkejut.
" Nanti Abang belikan di jalan." kata Monas.
" Heeem." Arifah kembali ber dehem.
" Ini ke kanan atau kiri,dek?" tanya Monas.
" Ke kanan saja bg." jawab Hani.
" Nanti ada rumah tingkat tiga, dengan pagar melati disekelilingnya."
" Itu rumah siapa Han?" tanya Ridwan.
" Rumah tetangganya Arifah!" jawab Hani.
" Hahahaha." Arifah tertawa.
" Rumah Arifah mana nya?" tanya Monas.
" Rumah Arifah sebelahnya." jawab Hani.
" Hehe."
" Hah?" Hani terkejut sambil melirik Monas.
" Datang saja! Abang tidak pernah melarang." sahut Monas sambil melirik Hani.
" Mana tahu, yang dulu belum tersampaikan, akan disampaikan." sambung Monas.
Hani tersenyum dan menatap ekspresi Monas ketika bicara.
" Loh, benar kan Fa?" tanya Monas.
" Aku gak dengar!" kata Arifah sambil menutup kedua telinganya dengan telapak tangan nya.
" Ini kanan atau kiri, sayang?" tanya Monas.
" Lurus saja!" jawab Hani.
" Kanan atau kiri? jawabannya lurus saja." kata Ridwan mengulangi kalimat Monas dan Hani.
" Satu Minggu ini, aku mau bolos ke Jakarta lagi ah." kata Hani sambil melirik Monas.
" Abang tidak melarang, tapi kerjaan dan tanggungjawab adek mencerdaskan kehidupan bangsa,gimana?" kata Monas.
__ADS_1
" Hehe."Hani tertawa.
"Lagi pula ada acara reuni juga bukan? rugi kalau di lewatkan begitu saja."
" Hadeuh!" sahut Hani sambil menarik nafas panjang.
" Memang nya berapa mantan Hani di kampus nya itu Nas?" tanya Ridwan.
" Loh,kok tanya aku sic,mana aku tahu?" kata Monas sambil melirik Hani. Hani mencubit pinggang Monas.
" Berapa Han?" tanya Ridwan sambil tersenyum.
" Kamu pasti sangat menyayangi pacarmu dulu ya Han, soalnya kamu memang tipe wanita penyayang." kata Ridwan sambil melirik Monas.
" Wah, pacar Hani pasti senang kalau bisa berjumpa lagi dengan Hani di acara reuni itu." sambung Ridwan sambil tersenyum melihat wajah Monas.
Hani terdiam sambil tersenyum melihat ekspresi wajah suaminya.
" Sudah! kalian cepat turun! kalian bikin suamiku cemburu loh." teriak Hani.
" Abang gak cemburu!" sahut Monas.
" Hahahaha." Ridwan dan Arifah tertawa terbahak - bahak.
" Kiri! Ini rumah saya Bg!" teriak Arifah kepada Monas.
" Kalian tidak mampir dulu?" tanya Arifah sambil turun dari dalam mobil dan mengeluarkan tas trevel yang ada di bagasi.
Ridwan ikut turun dari mobil Monas.
" Oke! terimakasih banyak yah!" kata Monas.
" Assalammualaikum!" sahut Hani memberi salam.
Kini tinggal mereka berdua di dalam mobil itu. Monas masih terdiam sambil menjalankan mobilnya. Tidak ada percakapan.
" Bg menepi sebentar!"
" Kenapa dek?" tanya Monas.
Hani menggeser tempat duduknya mendekati suaminya dan mendarat kan ciumannya di bibir pemuda itu.
Monas tersenyum,ditatap nya istrinya dengan kasih sayang. Monas mengelus kepala Hani pelan.
" Abang tidak cemburu,sayang!"
" Adek bisa menghadiri acara reuni kampus itu, di sana adek bisa tukar pengalaman dengan kawan - kawan se angkatan, itu akan membuat adek lebih maju lagi dalam karier adek sebagai pengajar." sambung Monas sambil tersenyum.
__ADS_1
" Terimakasih sudah percaya." kata Hani pelan.