TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Akad Nikah


__ADS_3

Malam Jumat tiba. Para santri santriwati semua berkumpul di pendopo membaca beberapa surat antara lain surat Yasin, surat Kahfi dan beberapa surat - surat yang selalu dibaca tiap malam jumat.


Setelah rutinitas itu selesai, terlihat beberapa sudah duduk mempersiapkan akad nikah antara Monas dan Hani. Mas Joko sudah siap dengan berpakaian rapi untuk menjadi wali nikah Hani. Hani terlihat anggun menggunakan busana muslim yang berwarna putih. Demikian juga Monas, dengan sedikit gugup telah duduk di dekat Hani. Dengan mengenakan setelah jas hitam dan peci hitam, Monas menghadap Pak Nyai.


Arifah, ummi dan Mira juga sudah duduk di samping barisan akhwat. Ridwan,Abah duduk di barisan Ikhwan. Acara nikah itu,terbilang ramai karena para santri dan santriwati ikut menyaksikan acara sakral itu.


Akhirnya setelah pak nyai mengucap akad itu,kini giliran Monas dengan satu tarikan nafas mengucapkan dengan lantang.


" Saya terima nikahnya Rahmadhani Ayu Hani Putri dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"


" Sah?"


" Sah!!" serentak orang di sekeliling menyerukan suara itu setelah saksi mengatakan sah.


" Alhamdulillah"


Setelah melewati doa sebagai penutup nya. Monas memasangkan cincin di jari manis Hani. Hani menjabat tangan Monas lalu menciumnya.


Monas dan Hani sungkeman dengan Abah Ummi dan Mas Joko.


" Nah, sekarang kalian halal, Abah jadi lebih tenang"


" Nak, jaga istrimu baik - baik, nafkahi dia dengan sebaik mungkin,jadilah kamu suami yang bisa memimpin dan membina keluarga mu dunia dan akhirat"

__ADS_1


" Amin, iya ummi,doa dan restu Abah dan Ummi melancarkan segala usaha - usaha kami dalam membina rumah tangga"


" Amin, insyaallah"


" Mas Joko, terimakasih sudah menjadi wali untuk Hani"


" Iya, selamat menempuh hidup baru yah!'


" Terimakasih Mas!"


Kebahagiaan tidak hanya dirasakan mereka berdua,tetapi semua orang yang berada di sana ikut berbahagia dengan acara sakral itu. Nikah agama ini, bukan sesuatu yang di sembunyikan melainkan kebahagiaan yang harus diumumkan agar tidak menimbulkan fitnah.


Hidangan sederhana sudah dibagikan untuk semua yang hadir. Mereka dengan ceria mengucapkan selamat untuk Monas dan Hani. Setelah acara itu selesai santri santriwati mulai berbaris rapi untuk makan malam,dengan hidangan yang lebih spesial dibanding hari - hari biasa.


" Terima kasih Fa! kamu sahabatku yang paling baik"kata Hani sambil mencium pipi Arifah dan memeluknya.


" Monas! kamu harus menjaga Hani lebih baik lagi, pokoknya selamat untuk kalian, ditunggu resepsi pernikahan nya!" kata Ridwan sambil memeluk Monas"


" Thanks ya Bro! kalau gak ada Lo ini acara gak akan terjadi"


" Yaelah jangan gitu donk, ini sudah takdir Lo Nas!"


"Kamu kapan nyusul?" bisik Monas ke telinga Ridwan.

__ADS_1


" Hah?"


" Hem, besok Nas hehehe" jawab Ridwan sambil melirik Arifah yang lagi menggoda Hani.


" Malam ini,Hani kelihatan cantik ya?" kata Ridwan menggoda Monas


" Hah? itu istriku Ridwan!" sahut Monas sambil memukul lengan Ridwan.


" Yaelah gitu saja cemburu! punyaku yang di dekat Hani itu Nas!" kata Ridwan sambil tersenyum.


" Oh ho...iya.iya..iya, ayo diresmikan donk!"


" Bagaimana kalau bulan depan di Solo bareng kamu hahaha"


" Gak papa!"


"Hahahaha aku becanda Nas!"


" Beneran juga tidak apa - apa kok"


" Mana bisa begitu,acara nikahan putra pemilik pesantren dan pengusaha sukses tidak mungkin sederhana bukan?"


" Ridwan, kita ini sama,tidak ada yang berbeda' sahut Monas sambil memeluk sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2