TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Sendiri


__ADS_3

" Yuk,Abang antar!" Bg Monas bangkit dari tempat duduknya dan melangkah keluar kamar tetapi Hani masih sibuk membereskan tempat tidur yang masih berserakan.


" Sudah biarin saja,sayang! biar pelayan yang beresin itu semua. disini kita kan mbayar hehe"


" Oh Iyah yah hehehe" sahut Hani lalu bangkit dari posisinya yang tadi jongkok merapikan tempat tidur.


" Sini kemari dulu" perintah Bg Monas sambil menggapai tangan Hani dan memeluknya lagi.


" Adek itu,jangan terlalu baik gini" kata Bg Monas sambil mengusap lembut kepala Hani,lalu memegang kedua pipi chubby Hani lagi.


" Uhhh..soalnya sudah terbiasa kalau bangun,tempat tidur harus rapi bg"


" Iya betul" Monas makin gemas dengan kemanjaan Hani,tangan Monas yang nakal kembali mengusap bibir merah Hani dan mengecupnya kembali. Mata Hani terpejam,kembali menikmati segala aliran darah yang mengalir hangat. Cukup lama Hani menikmatinya dan membalas setiap gerakan nakal keduanya.


" Cukup!!!! Kenakalan ini semua karena Abang"


" hehehehe...tapi adek suka kan?"


" Uhhh" Hani menoel pinggang Monas. Yang ditoel cengar cengir karena kemenangannya mendapatkan Hati Hani untuk dirinya.


" ayok bg,matakuliah jam satu jangan sampai absen lagi"


" Oke!siap tuan putri"

__ADS_1


Monas mengantar Hani sampai di kostnya,setelah itu dia juga kembali ke kampusnya untuk mengikuti matakuliah disiang hari.


Setelah berbenah diri, dan sholat Dzuhur Hani berangkat ke kampus. Jam 13.15 ini ada matakuliah yang harus ia ikuti selain mengumpulkan tugas makalah yang diberikan oleh dosennya.


Dengan berjalan kaki menuju ke kampusnya,kira kira 10 menit dari tempat kost nya,Hani mulai teringat akan kabar mengenai Rohani. Hani mulai penasaran tentang hal itu. Cepat cepat langkah kakinya agar bisa sampai di kampus supaya dia bisa memastikan kabar itu sudah sampai di kampusnya belum.


Hani menuju ruang B1 kelas F dan menaiki tangga sampai lantai dua. Didalam kelas kawan kawan yang ikut matakuliah Apresiasi Sastra sudah berdatangan. Matanya langsung ketemu sosok Agus dan juga Sofiana yang duduk didepan pojok. Hani mencari Arjuna,kawan dekat Rohani dan matanya langsung ketemu,Arjuna duduk dibelakang pojok sebelah kanan.


Hani berjalan kebelakang,mencari kursi kosong dan mengangkatnya mendekati Arjuna yang sedang duduk.


" Hay" sapa Hani kepada Arjuna. Arjuna terlihat dingin dan masih bersikap cuek pada Hani.


" Maaf gangguin Jun" Hani takut takut untuk memulai.


" Iya,kabar itu benar,kemarin itu no wa ku"


" Sudah jangan berisik, nanti habis kuliah kujelaskan"


" Kalau sekarang?"


" dosen belum masuk ruangan"


" Aku lagi malas"

__ADS_1


" Tapi....Rohani tidak kenapa kenapa kan Jun?"


" Kenapa- kenapa lah, dia ketabrak truk tahu!"


Hani terdiam,badannya gemetaran dan Hani berusaha bangkit dari tempat duduknya melangkah pergi dari kelas itu. Beberapa mata melihat Hani yang kabur dari ruangan itu,penuh tanya dan ada yang bisa menebak.


Kabar Rohani kecelakaan, kawan kawan sekelasnya sudah mengetahuinya terutama Agus dan juga Sofiana. Tetapi kedua kawan dekatnya dulu itu tidak bersuara dan tidak ada yang simpati pada Hani,malah terkesan menyalahkan Hani.


Hani memilih kembali ke kost,setelah tugas makalah yang ia buat dititipkan ke komting kelas. Hani berusaha tenang,dan tidak menyalahkan diri sendiri atas kejadian ini. Apalagi, kecelakaan itu terjadi ketika Ia kencan indah dengan Bg Monas dan hubungan yang terlalu jauh ia lakukan bersama Abang itu. Pengkhianatan itu sangat menyakiti Rohani jika ia tahu tentunya.


Ponsel Hani berbunyi, panggilan suara terdengar di no wa nya. Bg Monas


" Assalammualaikum"


" Iya,wa..alaikumsalam"


" Kenapa dek,suaranya serak, nangis yah?"


" lagi dimana?"


" di kost bg?"


" enggak ngampus?"

__ADS_1


" enggak"


Hani memilih mematikan telephon itu dan mematikan dayanya. Hari ini ia gak ingin diganggu siapa siapa.


__ADS_2