TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Masih bermain Hati


__ADS_3

Materi Nilai Nilai Islam dan Keimanan yang disampaikan oleh Bg Monas sudah selesai karena jam sudah menunjukkan pukul 23.00. dan sisa satu jam untuk wawancara tentang nilai nilai Islam ke masing masing peserta. Bg Monas,Bg Kabul,Bg Slamet mewawancarai masing masing peserta satu demi satu.


Hani masih duduk di kursi pojok, masih bertahan di posisinya seperti awal karena kalau pindah pun ia akan merasakan risau dan gelisah lagi. Apalagi kabar dari Rohani tidak ada di ponselnya.


Dilihatnya Monas menghampiri Hani duduk, padahal masih ada Mbk Fatimah yang duduk disebelah Hani.


" Oh dek, istirahat saja dek kalau capek,gak perlu ikut begadang."


" Iya dek,istirahat saja sana." kata mbk Fatimah menambahi.


" Eh Monas,tadi kau apain Hani, dia nangis tiba tiba." kata Fatimah pelan.


" Apaan,gak ada Mbk."


Monas melihat wajah Hani lebih dekat dan mengamati apakah masih ada tanda tanda habis menangis."


"Kenapa bg?" tanya Hani sedikit menggeser kursinya agar Monas tidak terlalu dekat ke wajahnya.


"Jam 00.00 sudah selesai kok acaranya, nanti kalau mau pulang ke sekaran gunung Pati biar Abang antar,besok pagi jam 07.00 adek bisa kesini lagi." kata Monas


" Eh gak bisa donk! Hani kan panitia di LK ini tugas bangunin sholat malam juga dari kepanitiaan." jelas Mbk Fatimah


" Yah,...gak bisa dek, entar tidur sama Abang saja dek." gurau Monas.


" Hah, modus mu Monas." sahut Mbk Fatimah


" Sudah itu,peserta sudah menunggu di interview."


" Oke,...dek Abang ke depan yah!"


" Iya bg."


Hani menatap punggung Bg Monas yang berjalan ke depan untuk memberikan beberapa pertanyaan dan tes dasar mengenai nilai nilai Islam dan Keimanan. Sekali Abang itu menoleh kebelakang lagi untuk melemparkan senyuman ke arah Hani. Hani jadi malu karena Mbk Fatimah memergoki situasi itu dan akhirnya pertanyaan muncul dari mulut Mbk Fatimah ke Hani.


" Kamu suka sama Monas dek?"


Hani terkejut dengan pertanyaan Mbk Fatimah,menurutnya ini terlalu transparan sekali pertanyaannya.


" Tidak perlu dijawab,dari bodylinguistik, kalian sudah menjelaskan hal itu, kalau kalian memang suka sama suka."


" Mbk pikir, kemarin kamu sudah jadian sama Agus...hehehe."


Hani terdiam dan tertunduk. Tidak ingin kesedihannya kembali tertangkap oleh Mbk Fatimah karena semua itu sudah tidak mungkin. Hani ingin mengubur kenangan kebersamaannya dengan Agus.


" Monas, sebenarnya dari dulu tertarik sama kamu dek,dari waktu kamu tampil Qoriah ngaji di depan dulu di LK 1,mungkin karena kalian beda kampus saja jadi tidak berlanjut. " ungkap Mbk Fatimah.


" Mbk Fatimah,kami sama Abang belum jadian kok."


" Memang harus jadian?"


" Yang penting, perhatian Monas ke kamu saja dek."


Hani terdiam, sedikit perasaan bersalah dengan Rohani,karena dihati kecilnya masih ada perasaan dengan cowok lain yaitu Bang Monas. Dilihatnya cincin yang melingkar dijari manisnya pemberian Rohani waktu pendakian di Gunung Merbabu,Iyah di Sabana 2 waktu itu. Dengan sedikit memaksa Rohani ingin jadian dengan Hani,walaupun Hani masih ragu ragu tentang perasaannya pada Rohani.


Kembali Hani melihat layar ponsel nya dan membuka pesan yang dikirimkannya ke OHan atau Rohani. Sudah di read dan itu artinya Rohani sudah aktif Wa nya lagi.


00.15. Hani


"Kenapa gak dibalas OHan?"


00.18. Rohani.


"Maaf Hani sayang,tadi hape mati dan ini baru hidup karena baru di cas. Syukurlah kamu mengkwatirkan aku.. Aku sudah sampai Han."

__ADS_1


00.19. Hani


"Alhamdulillah, besok pulang nya naik bis saja OHan.."


00.20 Rohani


"Ha?? nanti motor nya gimana? untuk jalan jalan dengan Hani pakai apa dong?"


00.21 Hani


"Jalan kaki saja."


00.21 Rohani


"Bagaimana acara nya?"


00.22. Hani


"Sukses dan lancar, Hari Minggu selesainya."


00.22 Rohani


"Lama amat, aku kwatir,Agus mengganggumu Han.."


00.23 Hani


"Tidak akan, ada Sofiana disini. dia nempel ke Agus terus hihi.."


00.24 Rohani


"Oh ya?? Bagus donk."


00.25 Hani


00.25. Rohani


"Sudah, sudah makan belum Han?"


00.26. Hani


"Sudah."


00.26 Rohani


"Pakai apa?"


00.27 Hani


"Pakai lauk rasa kangen.."


00.28 Rohani


"Asekkk...aku dikangenin..


Aku VC yah Han."


00.29 Hani


"Jangan, acara belum kelar."


00.30 Rohani.


"Yo wes lah...

__ADS_1


Hani,....!"


00.31 Hani


"Iya."


00.31 Rohani


"I Miss You..."


00.32 Hani


"I Miss you to....


Trimakasih cincin nya yah...


jadi keinget OHan terus..."


00.33 Rohani


"Syukurlah....."


...


..


" Dek..dek Hani." Mbk Fatimah mengagetkan Hani.


" Iya mbk, ada apa Mbk?"


" Itu Monas! Memanggil adek."


" Oh." kata Hani sambil bangkit dari kursinya dan melangkah ke arah Monas yang sedang duduk didepan menginterviw salah satu peserta.


" Iya bg?? ada apa bg?"


" Ini untuk adek." kata Monas sambil menyerahkan lipatan kertas kecil untuknya sambil tersenyum.


" Dibuka disana saja." kata Monas sambil menunjuk tempat duduk pojok yang Hani duduki tadi.


"Ini saja Bg?"


" Iya, mau lagi? nantilah habis acara."


" Hehehe." Hani tertawa sambil melangkahkan kakinya kembali ketempat duduknya awal.


Sesampainya ditempat duduknya Hani membuka lipatan kertas kecil yang diberikan oleh Bg Monas ke dirinya.


Mbk Fatimah senyum senyum melihat tingkah dua anak ini. Mungkin Mbk Fatimah sudah bisa menebak atau sekadar menduga.


Kertas itu dibuka Hani dan tertera tulisan.


"Abang Menyukai Adik Hani yang Ayu."


Hani tersenyum geli, dan melemparkan senyum ke Bg Monas, akhirnya mereka bertemu pandang saling melempar senyuman. Mbk Fatimah ikut cengar cengir melihat adegan bak film India itu.


" Ya ampun, ada Mbk nya disini, sampai gak dianggap lho mbk."


" Hehehe, memang begitu yah mbk, bg Monas?"


" Gak tahu, yang mbk lihat baru ini dia konyol dan itu sama kamu saja dek."


" Hehehe."

__ADS_1


__ADS_2