TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Tiba


__ADS_3

 


Mobil jazz itu melaju dengan cepat, Hani sedikit mual dengan perjalanan itu. Diliriknya Arjuna tanpa rasa letih menyetir. Sudah hampir 50 menit, Arjuna menyetir mobilnya. Itu artinya,kota Demak sudah didepan mata.


Kepala pusing,sudah dirasa oleh Hani,dia berusaha kuat merasakan keluhan itu. Harapannya cepat untuk bisa menjumpai Rohani dalam kondisi apapun. Akhirnya mobil itu masuk dikawasan rumah sakit yang dituju.


 


Arjuna memparkirkan mobilnya dan Hani mulai lega telah sampai ditujuan.


" Istirahat dulu atau langsung masuk Han?"


" Masuk saja Jun."


" Tapi kamu tampak pucat,cari air hangat dulu ya."


Arjuna dan Hani turun dari mobil jazz hitam itu dan melangkah mencari kantin atau warung terdekat.


" Teh panas Bu!" kata Arjuna ketika sudah masuk diwarung kecil. Hani mengikuti Arjuna dan mendudukkan pantatnya dikursi kayu." Kabar baik Han, Rohani sudah dipindahkan dikamar perawatan,itu artinya Rohani sudah melalui masa kritisnya dan sudah sadar. Kamu senyum dong dan semangat."


" Iya Jun,trimakasih ya kamu menjadi teman terbaik Rohani dalam kondisi apapun."


" Kamu ngomong apa Han? Sudah itu diminum teh panas nya."


Hani mengambil segelas teh yang ada didepannya dan menyruputnya pelan pelan.


" Sebenarnya aku tidak habis pikir,kenapa Sofiana yang selalu menjadi kawan dekatmu,kini berubah 180 derajat menjadi membencimu bahkan menjauhimu. Padahal dalam situasi ini kamu sangat memerlukan kawan curhat." kata Arjuna tanpa jeda.


" Kamu ngomong apa sic Jun?"


" Hehehe balas dendam, itu kata kataku tadi. kenapa kamu pakai Han?"


" Iya, memang aku pantas dibenci Jun."


" Alasannya?"

__ADS_1


"Alasannya? bukankah kamu juga tahu,pertikaian antara Agus dengan Rohani karena siapa? sedangkan Sofiana sangat menyukai Agus."


" Oh...jadi Sofiana menyukai Agus?"


" Tapi apa ada hubungannya?"


" Dihubungkan sendiri Jun."


" hahahahaha."


" Kamu yah,dalam kondisi sakit gini saja pandai melawak apa lagi sehat."


" huuuh garing banget."


" Aku jadi mengerti,kenapa banyak yang menyukaimu Han,karena kamu itu menarik walaupun kecantikanmu tetap kalah dengan Luna Maya."


" Luna Maya? hemm paling tidak aku bisa seperti Syahrini yang bisa mendapatkan Reno Barack."


" Hahahahaha...sial sial...kata kataku selalu kau patahkan."


" Jadi, itu cincin dari siapa?" tanya Arjuna ketika matanya tiba tiba melihat sebuah cincin melingkar dijari manis Hani.


" Oh my God."


" Kenapa Jun?"


" Hehehe...enggak papa, aku gak habis pikir kenapa Rohani menyayangimu setengah mati? Jangan jangan kamu pakai ajian pengasihan yah?"


" Kamu ngomong apaan sic Jun? jangan banyak bercanda. ayo kita masuk kedalam!"


" Belum jam besuk Hani,,,"


" Jawab dulu pertanyaanku tadi!"


" Iya! Puas kamu?"

__ADS_1


" Iya apa maksudnya ini?"


" Iya, semuanya ku pelet"


"Hehehehe...bercanda kali Han, ayo masuk!"


" Kata mama Rohani, di ruang Dahlia.


"Nanti kita cari nama Muhammad Rohani."


"Iya Jun, trimakasih banyak. Oh iya Jun, kenapa kita gak bawa apa apa? kita keluar dulu nyari buah."


" Oh Iyah, ayok!"


Mereka akhirnya keluar lagi untuk mencari buah buahan.


Setelah beberapa menit kemudian mereka kembali masuk ke ruangan Dahlia dan mencari nama Mohammad Rohani.


Ketika pencarian itu Arjuna berjumpa dengan mama Rohani yang baru keluar dari ruangan.


" Eh...Arjuna!"


Arjuna menoleh ke arah suara yang memanggil namanya.


" Eh Tante!" Arjuna mengulurkan tangannya dan menjabat tangan mama Rohani serta menciumnya.


" Mau menjenguk Rohani yah?"


" Iya Tante!" jawab Arjuna.


" Ini siapa?" tanya Mama Rohani sambil menunjuk Hani.


" Saya Hani tante." kata Hani sambil mengambil tangan mama Rohani dan menciumnya.


" Oh Hani! Emmm...mama tuh mau beli bubur ayam kesukaan Rohani, untung ada kalian datang. Jadi Rohani di ruangan Itu! Kalian masuk saja yah!"

__ADS_1


" Trimakasih Tante!"


Arjuna berlari kecil menuju ruangan yang ditunjuk mama Rohani, Hani mengikuti Arjuna dengan langkah yang cepat agar tidak tertinggal jauh.


__ADS_2