
" Hani!" panggil seorang laki-laki yang berpakaian rapi dengan setelan jas.
" Hah?" Hani terkejut sampai meloncat di posisi nya yang sedang berdiri melihat beberapa penampilan penari di atas panggung.
" Maaf, membuat mu kaget yah?" kata laki-laki itu.
" Eh? iya gak papa." sahut Hani yang masih belum bisa menyembunyikan keterkejutan nya.
" Bagaimana kabar mu sekarang?" kata laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
" Alhamdulillah, aku baik - baik saja." jawab Hani sambil menerima uluran tangan laki- laki
itu.
" Eh? Aku permisi kembali ke tempat dudukku." kata Hani sambil melangkah menuju ke tempat duduknya. Tetapi sebelum Hani meninggalkan tempat itu, lengannya di tarik oleh laki - laki itu.
" Hani, tunggu sebentar! Di sini dulu." kata laki - laki itu dengan sorot mata memohon.
" Duduk dulu Han!" sambung laki - laki itu sambil meletakkan kursi lipat yang dia ambil di sudut ruangan.
" Terimakasih." kata Hani sambil tersenyum dipaksakan.
" Kamu sekarang tinggal di mana Han?"
" Aku? Aku masih di Solo."
" Oh ya? Kebetulan sekali. Aku sekarang ngajar di kampus negeri di kota Solo juga Han."
" Boleh tidak aku kapan - kapan main ke rumah mu?" sambung laki - laki itu.
" Hem, aku sudah menikah, jadi kalau ingin datang ke rumah tunggu sampai suamiku pulang." kata Hani.
" Oh!" Sahut laki - laki itu pelan.
" Kamu ngajar di sekolah mana Han?" tanya laki - laki itu.
" Di sekolah swasta." jawab Hani singkat.
" Aku belum menikah Han." kata laki-laki itu menjelaskan.
" Kenapa?" tanya Hani.
" Aku masih kepikiran dengan mu." jawab laki- laki itu.
" Hahahaha." Hani tertawa.
" Lucu ya?" tanya laki - laki itu.
" Alasan yang klise, tidak masuk akal dan terlalu mengada - ada."
" Oh iya, kalau tidak ada yang lain, aku permisi kembali ke tempat dudukku." sambung Hani sambil cepat - cepat pergi meninggalkan tempat itu.
Laki - laki itu adalah Agus. Di dunia ini, salah satu bagian di dalam mulut kita yang tidak bertulang adalah lidah. Orang bisa memutar balikkan fakta dan berhak pula untuk berkata - kata.
" Hani!" panggil Sofiana dan Amanda.
" Hah?"
" Duduk di sini saja." kata Sofiana sambil menarik kursi di dekatnya yang kosong.
" Bagaimana kabar mu Han?" tanya Amanda.
" Baik!" jawab Hani sambil melihat teater yang di bawakan oleh anak - anak sastra yang masih duduk di bangku kuliah.
__ADS_1
" Apa kesibukan mu sekarang Han?" tanya Sofiana.
" Tidak ada, aku masih sangat santai. Tidak sibuk kok."
" Maksudnya ngajar di mana?"
" Di sekolah."
" Ini acara sampai jam berapa sic?" tanya Hani Sambil melihat jam tangan Alexandre Christie nya.
" Sampai sore." jawab Amanda singkat.
" Habis makan siang, istirahat,sholat lalu dilanjutkan pemberian dorprise dan plakat untuk fakultas dan jurusan." kata Sofiana menjelaskan.
" Oh lama juga yah." sahut Hani.
" Aku mau nyari kopi dulu." kata Hani sambil berdiri mendekati deretan Snack dan minuman di meja yang ada kopinya.
Hani tersenyum melewati beberapa orang di sana. Mata Hani sudah mulai mengantuk dengan acara - acara yang padat itu.
" Maaf mbk,kopi nya masih ada?" tanya Hani kepada petugas penjaga Snack dan minuman.
" Mau yang hitam atau capuccino?" tanya petugas itu.
" Capuccino." jawab seorang pemuda yang mendekati Hani.
" Eh?" Hani sontak terkejut dan buru - buru ingin cepat meninggalkan tempat itu.
" Hani!" panggil pemuda itu.
" Hem?" Hani menoleh sambil memberikan senyum yang terpaksa.
" Nanti kopi nya biar aku antar ke tempat duduk mu" kata pemuda itu sambil melemparkan senyum.
Beruntung kursinya belum ada yang menduduki. Di sampingnya duduk sudah tidak ada lagi orang. Mungkin saja sudah merapat ke tempat lain, berkumpul dengan kawan - kawan sewaktu kuliah dulu.
" Ini kopi nya." kata pemuda itu yang tiba- tiba datang sambil membawa dua cangkir kopi,yang satu untuk Hani sedangkan satunya untuk dirinya.
Pemuda itu duduk di samping kursi yang di duduki Hani. Dari depan, Sofiana menengok ke belakang melihat Hani. Mata Hani bertemu pandang dengan Sofiana. Sofiana tersenyum dan mengacungkan jempol nya.
"Apa maksud Sofiana?" pikir Hani.
" Masih di Solo?" tanya pemuda itu.
" Iya!" jawab Hani singkat.
Tiba - tiba ponsel Hani bergetar. Hani tersenyum dan mengangkat panggilan masuk itu.
" Iya assalammualaikum!"
" Waalaikum salam! sudah makan sayang?" tanya suara di seberang,yang tentu saja adalah suami Hani.
" Belum, bentar lagi mungkin." jawab Hani.
" Masih ramai ya dek?"
" Iya betul, masih ada konser nya juga Bang."
" Jangan lupa makan ya sayang."
" Iya, Abang juga yah!"
" Nanti selesai jam berapa?"
__ADS_1
" Adek gak tahu bang? mungkin jam tiga an."
" Oh, jangan lupa sholat ya sayang."
" Baik Abang sayang." kata Hani sambil melirik pemuda di samping nya.
" Awas kalau ngopi!" ancam Monas.
" Hah?"
" Pasti lagi minum kopi."
" Sedikit."
" Adek??"
" Iya, maaf, besok minum lagi."
" Jangan bandel dong sayang."
" Iya! Jumat depan Abang ke Solo. Nanti sampai kan ke ayah ibu ya!"
" Oke siap."
" I Miss you."
" I Miss you to." jawab Hani pelan.
" Hehe. malu yah."
" Iya, masih banyak orang."
" Oke! assalammualaikum."
" Waalaikum salam."
Hani tersenyum lalu menutup layar ponselnya. Pemuda itu masih di samping Hani. Matanya melihat konser di pangging yang di bawakan para seniman. Sesekali tersenyum dan tertawa melihat aksi mereka.
" Aku sekarang ngajar di kampus ternama di Kudus Han." kata pemuda itu sambil menatap Hani tajam.
" Oh iya? sukses ya!"
" Iya, terimakasih. Itu tadi yang nelpon siapamu Han?"
" Suami ku!"
" Oh, aku tidak percaya kalau kamu sudah menikah."
" Hah? Kenapa?"
" Karena kamu masih tetap cantik seperti dulu."
" Kalau sudah menikah jadi jelek?" tanya Hani.
" Bukan seperti itu."
" Aku yakin,kamu membohongi aku. seperti dulu."
" Aku??" tanya Hani Sambil menunjuk ke arah muka nya sendiri.
Acara demi acara sudah di lewati. Kini waktunya makan siang,sholat,dan istirahat sejenak dan akan dilanjutkan lagi sampai jam 13.30.
Demikian juga dengan author nya perlu bobok manis dulu...hahaha. Sehat semua yah sayang, tetapi dalam lindungan Allah.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar nya.