TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Santai di Sabana2


__ADS_3

 


Rohani menyodorkan mie rebus kearah Hani. Hani masih malas malasan di tenda kecil sambil mengelus elus kedua kakinya.


 


" Capek ya Han?" tanya Rohani sambil memberi mie rebus buatannya.


"Hemm,baunya menggugah selera,karena perut sudah keroncongan..hihi" sahut Hani sambil mengambil piring yang disodorkan oleh Rohani.


" Untuk pertama kali mendaki gunung,kamu kukasih jempol 10 ' kata Rohani ke Hani.



" Lihat Agus lagi berdiri disana !!" tunjuk Rohani.


" Mana Sofiana yah? "


" Mungkin lagi ditenda," sahut Hani akhirnya.


" Aku nyamperin Agus dulu yah OHan," kata Hani sambil berjalan kearah Agus berdiri menatap gunung gunung.


" Hai Gus!' sapa Hani sambil berusaha mendekati Agus tapi tidak sengaja malah kakinya tersandung batu kecil.


" Awww...eh..innalillahi!" jerit Hani spontan yang membuat Agus terkejut.


"Eh pelan pelan Han.' sahut Agus sambil menarik tangan Hani yang badannya sempat terjatuh karena tersandung tadi."

__ADS_1


" Eh,trimakasih Gus"


" Hati hati Han,kalau jalan disini apalagi kamu lagi mendekati aku. Pasti ada mata yang penuh kecemburuan melihat kita disini' kata Agus asal.


" Yaelah...siapa pula yang cemburu? oh Sofiana yah?" sahut Hani tak mau kalah.


Mereka menatap pemandangan yang luar biasa dari Sabana2. Segala letih,capek,tiada terasa lagi.


" Sanggup tidak,ngelaniutin pendakian sampai puncak?" tanya Agus kemudian.


" Masih jauh ya Gus?"


" Tidak juga, paling 2 jam an lah,tapi medannya sudah mulai sulit untuk menuju puncak "


" Boleh tidak,kalau aku cukup sampai di Sabana2 ini" kata Hani akhirnya.


" Kamu mau ke puncak Gus?"


" Aku ingin ke puncak denganmu Han, tapi kamu menyerah sampai disini. aku jadi tidak semangat lagi"


Hani menatap lebih dekat Agus yang lagi serius. Bahasanya memiliki arti yang dalam bukan sekadar tidak ingin meneruskan ke puncak tetapi ada tersirat yang lain.


" Lalu? kalau aku kawani kamu ke puncak ,kamu mau kan Gus?"


" Kalau tidak mampu jangan dipaksakan Han,demikian juga dengan perasaan. Perasaan ini pun juga tidak bisa dipaksakan dengan siapapun"


Agus menatap jauh,pandangannya seperti jauh tak terjangkau oleh mata. Harapannya seperti kosong. Ada nanar dibola matanya.

__ADS_1


" Aku...aku bersalah lagi yah Gus?"


" Tidak, perasaan ku saja yang salah kutempatkan untukmu Han sedangkan kamu menyukai yang lain"


" Haaah??? kamu salah paham Gus, Aku dengan...Roha..." Hani menghentikan kata katanya....Diapun juga bingung,dengan perasaannya sendiri.


" Dari awal aku menyukaimu Han,dan tidak pernah berubah walaupun kamu selalu mendekatkan aku dengan Sofiana, bagiku itu penolakan yang halus menurutku."


"Tapi aku sungguh sungguh tidak bermaksud begitu Gus."


" Sofiana datang kepadaku,dan bilang kalau dia menyukaimu Gus, yang pada saat itu kita lagi sering jalan bareng."


" Apakah kamu,menyerah begitu saja Gus,jika memang kamu menyayangiku? Aku belum bisa memilih Gus"


Agus menatap wajah Hani yang polos,mencari cari adakah kebohongan yang disembunyikan Hani darinya.


Tidak berapa lama Rohani datang dan menarik tangan Hani ke arah tenda.


" Han,ayok ada sesuatu yang ingin kuberikan ke kamu" Rohani cuek dengan adanya Agus disamping Hani.


" Eh Rohani, ...jangan asal tarik tarik saja memang Hani boneka" sahut Agus dengan nada tinggi.


" Eh maaf Han,...Gus, Hani kubawa dulu"


Hani terdiam mengikuti Rohani. Hati kecilnya kecewa,Agus selalu menyalahkan dirinya dengan keberadaan Sofiana yang selalu menghalangi dirinya ketika mendekati Hani. Padahal Hani pun tidak tahu harus berbuat apa karena Sofiana kawan dekatnya.


__ADS_1


__ADS_2