TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Sampai Dirumah


__ADS_3

Hani masih didalam bis menuju kota Solo. Bis dinaikinya sudah melewati Boyolali. Itu artinya sebentar lagi,Hani akan di kita Solo kota kelahirannya. Hani sudah menelphon Mas Joko untuk menjemputnya. Mas Joko adalah kakak kandung Hani yang nomer dua. Mas adalah panggilan untuk kakak laki- laki didaerah Jawa tetapi beda lagi dengan sebutan emas yah. Kalau emas dijual kalau Mas bisa dinikahi,hehehe.


Bis sudah masuk di terminal Tirtonadi Solo. Semua penumpang bis turun secara teratur,demikian juga Hani.Dengan berjalan pelan- pelan bak putri Solo Hani turun dari bis itu dan berjalan ke pintu keluar.


Hani sudah di depan gerbang pintu masuk terminal Tirtonadi. Hani masih menunggu jemputan. Matanya menengok kekanan dan kekiri mencari Mas Joko yang akan menjemputnya. Tiba- tiba sebuah motor berhenti tepat Hani berdiri dan memberikan satu helm kepadanya.


" Yuk naik!"


" Eh Mas Joko,bikin kaget saja.'" sahut Hani sambil menjabat tangan Mas Joko itu dan mengambil helm yang diberikan kepadanya.


" Mas, mampir beli klepon yah!"


" Siap, di depan Toko luwes gading saja yah."


" Terserah,dimana saja boleh yang penting klepon."


" Kayak sudah berapa tahun gak makan klepon dek..dek."


" memang iya kok." sahut Hani akhirnya.


Motor berjalan dengan kencang,melewati lampu- lampu jalan terang. Kota Solo yang bikin kangen semua orang,yang pernah singgah atau memang kampung halaman.


Setelah mampir membeli klepon kesukaan Hani. Mas Joko menjalankan lagi motornya hingga sampai dirumah.


Hani langsung masuk ke rumah sebelum mencuci kaki dan tangannya di kran depan rumahnya.


" Hai Mbk Hani,pulang gak bilang- bilang." kata adek Hani yang bernama Ina.


" Yang penting,Mbk sampai dirumah."


Hani langsung masuk dikamarnya. Dikamarnya sedikit berdebu.


" Hadeuh ini kamar gak pernah,adek bersihin yah?"


" Dibersihin kok!" teriak Ina


Hani mulai membenahi dan membersihkan kamarnya yang dirasa kurang. Setelah selesai semuanya Hani mandi.

__ADS_1


Dirumahnya Hani di Solo,hanya ada adeknya dan Mas nya no dua sedangkan Ayah,ibu dan Mas no tiga tinggal di Palembang. Mas no satu sudah tinggal rumah sendiri karena sudah berkeluarga.


Setelah Mandi,Hani membaringkan badannya,menikmati kasur dan kamarnya yang sudah berapa bulan tidak ia tiduri.


" Dari Semarang jam berapa mbk?"


" Jam berapa yah tadi? jam 5 an lah."


" Kok bis nya lambat nyampainya?"


" busnya jalannya kayak putri Solo,sesuai tujuannya."


" Hahahahaha..Mbk ini ada aja."


" Lain kali kalo pulang ke Solo bawa oleh- oleh Cowok dong Mbk."


" Gundulmu itu dek!'


" Hahahahahaha."


" Eh jadi lupa,tadi mbk beli klepon,yuk kita makan!"


Hani membuka bungkusan klepon yang dibeli tadi dan memakannya.


" Hemm enak lho dek,pecah didalam."


" Bukan pecah didalam mbkku,tapi muncrat didalam hahahaha."


"Bahasa itu,kok menurut mbk agak ' saru' yah, makanya mbk bilang pecah didalam saja,hihihi."


" Terserah mbk,ngasih bahasa,mbk kan orang bahasa."


" Pacarmu orang mana dek?"


" Belum punya kok mbk!"


" Huh mbk gak percaya!"

__ADS_1


" Gak percaya ya udah." kata Ina sambil keluar dari kamar kakak nya itu.


Hani mengambil ponselnya yang berbunyi. Ada panggilan masuk tetapi nomer belum ke save.


" Hallo!"


" Dek!!'


" Suara Bg Monas." gumam Hani. Hani langsung mematikan panggilan masuk itu.


Hani menekan nomer Arifah teman SMA nya dulu.


" Hallo Ifah!!! Aku sudah dirumah Nic." kata Hani bersemangat.


" Oke, aku malam ini kesana yah?, eh besok pagi saja lah Han hehe."


" Iya besok saja,lagian aku baru nyampai juga kok."


" oke,entar aku kabari yang lain yah, besok kita kumpul- kumpul lagi yah!!"


" hahahahaha .siap...siap."


" sampai ketemu besok yah Hani sayang!"


" Iya assalammualaikum!"


" Waalaikumsalam!"


Hani menutup panggilan telephonnya. Dan kembali ponselnya berbunyi lagi. Nomer yang digunakan Bg Monas untuk telephon.


" Angkat...Tidak...angkat ..tidak."


" Tidak!!!! matiin saja hapenya."


Hani menolak panggilan suara itu dan mematikan dayanya.


Dihidupkannya tv dikamarnya dan mencari channel yang menarik menurut Hani. Nyatanya tidak ada yang menarik bagi Hani.

__ADS_1


Akhirnya tv itu menyala tanpa ada yang menonton karena Hani sudah terbuai dalam mimpi indahnya.


__ADS_2