TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Malam Itu


__ADS_3

 


Malam itu tiba, Rohani datang di kost Hani. Sekadar berkunjung dan memastikan Hani sudah siap dengan segala bekal dan perlengkapan naik gunung besok sore. Rohani dengan gaya kaos dan celana jogernya mengajak Hani keluar membeli beberapa keperluan logistik.


 


" Yuk Han?" Ajak Rohani kepada Hani sambil menarik tangan Hani keluar jalan.


"Aduh, pelan pelan.dong OHan." teriak Hani dengan volume keras.


" Oh yah, Bentar OHan, aku ambil ponsel dan dompekku dulu." sambung Hani.


"Gak usah, biar aku yang bayar." gaya Rohani akhirnya.


"Yaelah, ...anaakkk konglomerat!!! " sahut Hani sedikit meledek.


"Kamu tuh sudah tanggung jawabku Han." canda Rohani yang bikin mata Hani mendelik.


"Waduh kayak aku istrimu saja OHan...OHan." kata Hani sambil mencubit lengan Rohani.


"Aduh, kurang keras Han!! Nic cubit lagi." sambil menyodorkan lengan kanan nya lagi kearah Hani.

__ADS_1


" Yee...maaf. gitu saja ngambek! hehe."


 Mereka berjalan melewati pohon pohon tinggi dipinggir jalan. Melewati warung Bu Iyem juga warung Bu Zumaroh yang selalu ramai oleh pengunjung anak mahasiswa di Semarang.


 Jalanan masih ramai dengan lalu lalang anak mahasiswa yang berjalan kaki maupun dengan mengendarai motor. Lampu lampu dikampus masih terang, ditambah lampu lampu jalan yang terang menjadi suasana lingkungan kampus yang gemerlap dan jadi tidak menyeramkan untuk malam hari.


Sesaat mereka berjalan menuju minimarket,berpapasan dengan Agus yang sama sama berjalan kaki kearah yang sama.


 


" Agus!" teriak Hani padahal Agus sudah melihat mereka berdua.


Terlalu konyol bukan ulah Hani seperti itu.


" Ke.minimarket Gus." jawab Hani


" Yuk Gus, kita duluan yah." sahut Rohani sambil.menarik tangan Hani masuk ke minimarket dan mengambil keranjang dekat pintu masuk.


Mereka mengambil beberapa Snack,minuman,coklat dan perlengkapan mandi. Hani diam diam mengintip gerak gerik Agus yang tidak jauh dari mereka yang sedang berbelanja juga. Sesekali melihat tingkah Rohani yang tidak ingin Hani jauh darinya berdiri.


" Ada lagi gak yang mau diambil?" tanya Rohani mengagetkan Hani.

__ADS_1


" Ohh...Cukuplah OHan, ini sudah terlalu banyak untuk bekal nanti." jawab Hani.


" Yuk, ke kasir kita!"


 Rohani membayar semua belanjaan yang di keranjang Hani hanya diam saja mengikuti Rohani. Dalam diamnya, mengkwatirkan Agus dibelakangnya yang masih diam mengambil barang yang diinginkannya.


Mereka keluar dari minimarket itu,dan tangan Hani melambaikan kearah Agus dengan Bahasa isyarat. Tampak Agus membalas lambaian itu dengan senyum kecut.


 


Rasanya sesak didada,dan tidak bisa kurangkaikan dengan kata. Perasaan ini menjadi tidak karuan. Tetapi Hani terlalu serakah atau terlalu gampangan dengan semua yang mendekatiku? Bukankah semua ini masih berkawan.


Terlalu naif bukan,jika Hani menganggap semua ini hubungan yang biasa biasa saja. Kita sudah dewasa dan bisa merasakan arti kedekatan ini bukan. Tidak perlu ungkapan perasaan diungkapkan lewat kata kata.


Perhatian ini sudah membuktikan bahwa hubungan kita sudah lebih dari kawan. Dan kecemburuan itupun juga tidak bisa terungkap dalam cacian dan makian kata. Ekspresinya sudah menunjukkan semuanya.


 Bahwasanya Agus sangat cemburu ketika dihadapkan dengan kebersamaan Hani dan Rohani. Apalagi dimalam kemarin,Rohani yang menjemput tiba tiba di sekretariatan organisasi Islam semarang.


Rohani dan Hani berjalan kearah kost Hani. Sesekali Rohani menggandeng tangan Hani yang terkadang jalan Hani yang lambat dengan Rohani. Dibelakang mereka,Agus belum kelihatan berjalan. Mungkin saja masih di minimarket itu.


Lalu, apa sikap apa yang akan Hani putuskan? Agus lah yang selalu bersamanya dari kemarin kemarin sebelum Rohani datang mendekati Hani. Sekarang? Rohani seperti memonopoli Hani dan tidak memberi celah untuk Agus untuk mendekat..Hani oh Hani, putuskan yang terbaik untukmu. Jangan ada lagi orang yang tersakiti karena mu.

__ADS_1


 


Jangan lupa like,koment nya yah...thank you...


__ADS_2