TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Waktu Sekolah Dulu


__ADS_3

Bg Monas mengendarai motornya sesuai petunjuk Hani.


" Mana dek SMP ya?"


" Itu! Wah sudah banyak yang berubah yah!"



" Kenangan apa waktu adek sekolah disini?" tanya Bg Monas sambil melihat wajah Hani yang tidak berkedip menatap bangunan itu. Ingatannya kembali berputar seperti rol film walaupun sedikit yang masih diingatnya.


" Disini yah? Waktu SMP mengikuti acara lomba MTQ padahal waktu itu tidak ada persiapan dan tidak disangka menjadi juara pertama." cerita Hani sambil menatap gedung yang digunakan untuk lomba MTQ.


" Hanya itu saja?"


" Waktu kegiatan Pramuka pun, adek ditunjuk ikut lomba baca puisi dan tanpa persiapan tetapi hasilnya juara pertama juga." cerita Hani semangat.


" Pasti jurinya kasihan!" sahut Bg Monas


Mendengar itu Hani melotot matanya dan mencubit pinggang Bg Monas.


" Aduhh sakit dek!"


" Terus apa lagi? pacar sudah punya belum?"


" Tidak ada bg, masih SMP gak ada pacaran- pacaran loh."


" Kawan yang ditaksir?"


" Ada sih,tapi cuma disimpan dalam hati saja."


" Hahahahahahaha, kasihan sekali!" sahut Bg Monas menggoda. Hani membelalak matanya marah dan mengeplak pundak Bg Monas.


" Awww...ampun...ampun..,oh iya, kabar kawan yang adek taksir itu sekarang kuliah dimana?"


" Enggak tahu!!"


" Cari tahu dong!" sahut Bg Monas menatap wajah Hani lebih dekat.

__ADS_1


" Enggak tahu...yah gak tahu!"


" Hahahaha..di grup wa SMP kan ada,tanya lah kuliah dimana sekarang?"


" Sekarang dia kuliah di Universitas ternama di Solo sini!"


" Nah, itu tahu. Kita samperin yuk?" kata Bg Monas jail.


" Iihhhhhh Abanng!" sahut Hani dan kembali tangannya mengeplak bahu Bg Monas.


" Dek..dek...dek jangan ringan tangan gitu ah...sakit."


" Abang gitu sic."


" Ya sudah, apalagi? selain itu?"


" Gak ada yang berkesan."


" Yuk kita pulang!" sahut Hani sambil naik di boncengan lagi.


" Kok Abang yang ngebet sic?"


" Hahahahaha, Abang kan ingin tahu juga jejak kaki adek dimana saja."


Kembali motor itu berjalan sesuai petunjuk dan arahan Hani. Sepanjang jalan,Bg Monas tidak berhenti menggoda Hani. Beberapa menit kemudian.


" Masih lama dek?"


" Bentar lagi sampai."


" Nah itu,bangunan sekolah nya!" kata Hani sambil menunjuk bangunan yang nampak megah itu.



" Kalau di SMA pasti banyak kenangan terindah bukan?" tanya Bg Monas menyelidik. Tatapan Hani nanar,dia teringat kenangan yang indah dengan Riky tetapi itu tidak berlangsung lama karena Riky meninggal karena kecelakaan. Riky yang suka berbalapan liar yang mengakibatkan kecelakaan maut itu Kini tinggal sahabat- sahabatnya yang masih selalu ada walaupun berjauhan.


" Hai dek, kenapa dek?" tanya Bg Monas menyelidik.

__ADS_1


" Jadi apa yang berkesan? ikut lomba lagi?"


"Iya,ikut lomba MTQ juara satu."


" Selain itu?"


" Yang lain biasa saja,ikut kegiatan Pramuka,main sana sini gak jelas gitu."


" Orang yang ditaksir?"


" Pacar?"


" Iya pacar?" tanya Bg Monas menyelidik sambil senyum- senyum jail.


" Ada,sekali pacaran di SMA ini!"


" Nah itu dia!"


" Iya,dulu pacaran sudah hampir jalan dua tahun."


" Lalu sekarang dia dimana? kuliah dimana? yuk kita samperin!"


" Gak lucu bg!" sahut Hani serius.


" Dia kecelakaan dan meninggal dunia!" sambung Hani tanpa disadari matanya berkaca- kaca menceritakan sedikit pengalaman pahit percintaannya.


Bg Monas ikut serius dan merasa bersalah telah mengungkit kenangan Hani waktu SMA.


" Yuk,kita pulang Bg!"ajak Hani sambil mengusap kasar air matanya yang jatuh.


" Aduh...adek jadi menangis, Abang minta maaf ya!"


" Iya gak papa, sekarang Abang sudah tahu banyak tentang Hani di Solo ini bukan?"


Mereka akhirnya kembali ke alun- alun dan kembali menikmati indahnya Solo dimalam hari.


__ADS_1


__ADS_2