TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Hani di Rumah Sendiri.


__ADS_3

Cahaya lampu menyinari malam.Cahanya menyilaukan mengenai pantulan kaca. Rumah kayu rumah minimalis yang di impikan Hani telah diwujudkan. Dirumahnya itu,Hani bebas mengkonsep dan mendekor sesuai seleranya.


Rumah itu masih sepi, Hanya Hani yang menempati. Semua saudaranya memiliki rumah sendiri untuk keluarganya. Sesekali sahabat - sahabatnya yang datang bermain. Melepas penat dengan rutinitas kantor maupun pekerjaan mereka.


Demikian juga Hani, apa yang diperoleh nya saat ini adalah kesuksesan dan kegigihannya dalam bekerja dan usaha - usaha yang dijalankan nya.



Besok adalah hari Senin. Malam ini Hani harus mempersiapkan materi untuk besok pagi mengajar di sekolah. Walaupun habis sakit dan kondisi badannya belum pulih benar, Hani tidak ingin bermalas - malasan.


" Besok ke sekolah saja, kalau letih bisa duduk ngajarnya, siapkan beberapa tugas saja,biar besok lebih ringan kerjaannya." gumam Hani sambil membuka - buka buku pelajaran materi untuk kelas X dan XI. Terdengar suara di ponselnya.Ponsel Hani berbunyi,Arifah yang menelpon.


" Hallo Hani! kamu sudah makan belum?"


" Insyaallah sudah."


" Hahahaha, belum makan ya kamu!"


" Nanti!"


" Ada makanan apa dirumahmu?"


" Hemm ini ada roti."


" Orang Bg Ridwan dan Bg Monas sudah menghubungi kamu?"


" Gak ada!"


" Tadi siang, orang itu bilang rencana mau pulang malam ini."


" Oh, bagus lah semoga selamat sampai tujuan."


" Kamu kenapa lagi Han?"


" Tidak apa - apa, aku lagi buat beberapa tugas untuk anak didik ku besok."


" Kenapa gak ijin dulu sic Han!"


" Gak papa, aku sudah baikan kok."

__ADS_1


" Kamu lagi ngapain Fa?"


" Aku lagi buat laporan."


" Oh!"


" Kalau gitu,aku pesenkan di gofood saja yah, soto ayam yah,tapi jangan makan sambel dulu ya?"


" Enggak usah! aku makan roti sama susu saja,ini sudah bikin kenyang perutku."


" Ya sudah, aku tutup telepon nya yah."


" Iya!"


" Huuufff!" Hani menarik nafas panjang.


" Malam ini pulang ke Jakarta yah!" gumam Hani.


" Entah kapan lagi kita bisa berjumpa."


"Perjumpaan yang tidak disengaja, memberi kesan tersendiri."


Hani berkutat dengan materi pembelajaran. Menulis beberapa soal yang akan diberikan ke anak didiknya besok. Tetapi lagi - lagi pikirannya masih saja terganggu.


" Sudah hampir enam tahun juga, wajah nya tidak berubah,masih seperti dulu waktu kuliah."


" Mungkin saja pola hidup nya sehat."


" Idealismenya masih mendominasi, sisi keromantisannya tidak berubah."


" Hem..yang berubah apa yah?"


" Ho..ho, sepertinya Pemuda itu lebih sering mengenakan jas nya, dibanding setelan casual."


" Hahahaha, kenapa pemuda itu selalu menggenggam tanganku?"


" Aku hanya diam? aku tidak menolaknya? Semudah itu aku luluh?"


" Aku mungkin sudah gila saat itu."

__ADS_1


Tiba - tiba suara panggilan masuk mengagetkan lamunan Hani.


" Eh Aidah! Astagfirullah! siapa lagi malam - malam nelpon?"


" Hallo Hani,kamu belum tidur kan? Aku ke sana yah?"


" Ini aku lagi mengigau! Aku sudah tidur, mau apa kamu kemari Fa?"


" Han, malam ini Bg Ridwan dan Bg Monas ingin ke rumahmu!"


" Gak boleh! aku mau tidur!"


" Ya ampun! Jahat sekali kamu!"


" Gak bisa Fa,aku mau tidur! T, I,D,U,R.!"


" Tolonglah Fa!"


" Gak bisa Fa!"


" Kalau besok bagaiman?"


" Besok jadwalku padat,besok - besok aku mau ke luar negeri!"


" Ya ampun Han, sebelum mereka kembali ke Jakarta mau menjumpai kamu dulu Han."


" Mereka?"


" Bg Monas!"


" Tidak bisa! aku sibuk!"


Hani menutup panggilan itu. Hani mengambil bungkusan roti dan susu,setelah itu dimakannya pelan.


" Aku pikir, Arifah ini sudah mulai meng- gatal dengan BG Ridwan."


" Kepulangan mereka jadi ditunda."


" Eh...aku sampai lupa! uangnya belum di ganti,biaya rumah sakit kemarin yang dibayar pemuda itu."

__ADS_1


" Ngantuk, bobok dulu!"


__ADS_2