
Semua pendaki rombongan kampus yang dipimpin Mas Rinto sudah bersiap siap dengan perlengkapan mendaki. Barang barang yang memberatkan sebagian ditinggal di basecamp.
Kawan kawan yang kurang dengan peralatan mendakinya menyewa ditempat persewaan yang disiapkan di Basecamp seperti tenda,sleemingbed,kompor,dan lain lainnya.
Perbekalan air yang cukup sudah disiapkan karena jalur Selo ini ketiadaan sumber mata air. Air hanya bisa diambil dari basecamp.
Basecamp menuju Pos 1 ditempuh dengan 2 jam. Dari basecamp ke pintu masuk hanya beberapa meter saja. Awal pendakian jalur masih landai melewati tanah dan hutan sesekali menanjak tetapi tidak terlalu terjal.
Rombongan Hani,yang terdiri dari Rohani,Mas Rinto,Sifa,Ayu,Silvi,Mamat,Jovan sudah berjalan menuju pos 1. Agus satu rombongan dengan Sofiana.
Pos 1 ini,tanahnya cukup datar,lapang dan bisa memuat tenda 8 -10 tetapi waspada jika ingin mendirikan tenda disini karena rawan terkena badai.
Selama perjalanan,mereka khusuk dan tidak perlu banyak bicara karena bisa membuang banyak energi..hihi.
Pos 1-pos 2 ditempuh 1 jam lebih seperempat. Jalur ini sedikit menanjak dan ditengah tengah perjalanan ke pos 2 terdapat pos bayangan. Mereka tetap menikmati pendakian ini dengan banyak bertasbih walaupun rasa capek sudah mulai terasa di kaki.
__ADS_1
" Minum dulu Han." kata Rohani sambil menyodorkan sebotol minuman mineral kearahnya.
" Trimakasih OHan." sahut Hani sambil mengambil air botol mineral itu. dan lalu meminumnya.
" Uhuk uhuk..." suara Hani.
" Pelan pelan Han,kesedak kan." kata Rohani sambil memegang punggung Hani.
Mereka melanjutkan pendakian ke Pos 3 yang jaraknya 50 menit dari pos 2. Jalur ini masih tertutup pepohonan dengan trek yang cukup menguras stamina.Disana nanti akan dijumpai Batu tulis.
Pendaki via Selo ini harus menghemat air mineral yang dibawanya karena pendakian tidak akan ditemui mata air. Jadi pendakian di Selo jarang pendaki berlama lama mendirikan tenda.
Pos 3 menuju Sabana 1 ditempuh 1 jam 15 menit,kalau sedang beruntung dan cuaca cerah bisa menikmati sunrise dari jalur ini. Matahari akan terbit dari belakang dan muncul dari balik gunung Kawi.
__ADS_1
" lihat Han,! tunjuk Rohani kepada Hani.
" iya,subhanallah, ambil gambarnya OHan!"
Mereka kembali melanjutkan pendakian ke Sabana 2 yang jaraknya kurang lebih 30 menit.
Di sanalah tempat yang terbaik untuk.mendirikan tenda dan beristirahat. Disana tempatnya terbuka tetapi disisi lain ada pepohonan yang bisa menahan angin.
Pemandangan yang sangat menakjubkan disini. Selain Padang rumput yang luas terhampar disisi selatan bisa disaksikan gunung Merapi yang berdiri dengan kokoh dan gagahnya.
Rombongan pendakian yang dipimpin Mas Rinto mendirikan tenda tenda kecil untuk beristirahat. Sambil makan dan minum dari bekal yang dibawa. Buat mie rebus sangat nikmat dimakan di tempat sini.
Hani meluruskan kedua kakinya yang terasa pegal. Rasa capeknya terobati dengan pandangan yang indah di Sabana2 ini.
Hamparan rumput yang luas dengan awan awan putih tepat diatas kepala kita terkesan berada di negri awan...hihi. Disini kita bisa mendapatkan inspirasi untuk merangkaikan kata puisi tentang kegalauan,kegembiraan dan lainnya.
Disebelahnya Hani,Rohani sibuk membantu Mas Rinto membuat mie rebus dengan peralatan sederhana. Dalam kondisi seperti ini semua terasa nikmat. Dengan piring piring plastik yang sudah disiapkan mie rebus ala pendaki siap disantap.
__ADS_1