
Siang itu Hani dan Monas memutuskan untuk jalan- jalan ke kota Solo. Dengan Vixion Bg Monas,Hani membonceng di belakang.
" Kemana dek?"
" Lurus saja! kita lihat keraton Solo yah!" jawab Hani sambil menunjukkan jalan.
" Ini namanya alun- alun kidul bg." kata Hani sambil menjelaskan seperti pemandu wisata.
Bg Monas terkekeh dengan penjelasan Hani.
" Mau Foto- foto gak?" tanya Hani kepada Bg Monas
" Nanti saja,kita keliling- keliling dulu." sahut Bg Monas.
" Ini kemana lagi? kanan atau ke kiri dek?" tanya Bg Monas.
" Sudah lurus saja nanti kita ketemu kraton Solo."
" Nah itu kraton Solo Bg!" tunjuk Hani dengan semangat.
" Mau masuk kedalam gak? pintu masuknya yang di depan sana tadi Bg." sambung Hani.
" Kapan- kapan saja dek."
" Begitu yah?" kata Hani.
" Kita duduk- duduk di alun- alun tadi saja yuk!" ajak Bg Monas dengan semangat.
" Boleh! disana ada kebo bule nya bg."
" Apa itu kebo bule?"
__ADS_1
" Kebo bule itu kebo kyai Slamet."
" Oh." sahut Bg Monas.
Akhirnya Vixion itu berhenti di pinggir jalan alun- alun. Hani masih nongkrong di atas boncengannya.
" Gak mau turun?" tanya Bg Monas.
" Hemm..hehehe." Hani terkekeh lalu turun dari jok motor itu.
Mereka berjalan ketengah- tengah lapangan. Bg Monas menarik tangan Hani agar tidak jauh- jauh dari dirinya. Akhirnya tangan itu digandengnya.
" Dulu waktu SMP kalau olahraga sering di alun- alun ini, dan dulu tidak seramai ini juga." cerita Hani.
" Oh ya? Sekolah menengah Pertama adek dekat dari sini?"
" Dekat! jalan itu lurus saja lalu menyebrang jalan sudah kelihatan SMP nya." jawab Hani sambil tangan kanannya menunjukkan arah jalan.
" Waktu SMP sudah mulai pacaran belum?"
" Hahh, Waktu SMP ingusnya masih keluar bg,jadi gak berani pacaran." kata Hani sambil nyengir.
" Gak berani pacaran atau gak ada yang naksir? sahut Bg Monas menggoda.
" Oh..benar! mungkin saja gak ada yang naksir." sahut Hani sambil mengeplak bahu Bg Monas.
" Eitt!..Sekarang sudah mulai ringan tangan yah?"
" Hehehe" Hani terkekeh.
" Ada grup wa SMP kan?"
" Ada? kenapa rupanya bg?
" Kasih tahu kalau adek di Solo,manatahu ada yang ingin jumpa dengan adek." Kata Bg Monas sambil melirik ke arah Hani yang di sampingnya. Hani yang mendengar itu,meremas kuat genggam tangan Bg Monas.
__ADS_1
" Awww sakit dek!"
" Biarin!"
" Jangan suka menyakiti Abang dong!"
" Hadeuh!...hehehehe."
" Nanti kita lihat SMP adek yang tidak seberapa itu yah!" kata Bg Monas sambil menatap Hani.
" Gak perlu!"
" Hahahahaha manatahu adik biar ingat kenangan manis di sekolah itu. Ya kan?" sahut Bg Monas dan Hani pun mencubit pinggang Bg Monas.
" SMA adek dimana? jauh gak dari sini?"
" SMA adek dari sini jauh bg,setengah jam lah, masuk kabupaten Kartosura."
" Yuk kesana?"
" Ngapain?" kata Hani melotot.
" Pasti di sekolah itu banyak sekali kenangan termanis." kata Bg Monas menggoda.
" Waktu SMA pun gak ada pacar kok Bg, paling sahabat- sahabat Ade itu yang membuat kenangan menjadi indah dan berkesan."
" Masak?" sahut Bg Monas sambil menatap Hani menggoda.
" Hadeuh, kenapa gak tanya kawan- kawan Hani tadi sih bg,orang- orang itu paling tahu dan paham kalau adek alim bin pendiam."
" Hahahaha masak, yuk kita lihat sekolah adek!" ajak Bg Monas sambil menarik tangan Hani ke arah parkiran motor.
" Mau ke SMP atau SMA?"
" Dua- duanya!"
__ADS_1
Bg Monas menghidupkan motornya dan Hani pun dibelakang membonceng. Mereka menuju ke Bangunan sekolah Hani dulu waktu SMP dan SMA. Entah apa yang akan dicari Bg Monas dengan melihat tempat sekolah Hani dulu diwaktu masih biru putih dan putih abu- abu.