TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Hari Jumat


__ADS_3

Takdir manusia sudah tertulis. Hidup,mati,jodoh semua sudah diatur, tetapi bukan berarti manusia pasrah tanpa adanya usaha dan berdoa. Kekayaan yang dititipkan oleh manusia dari Tuhannya adalah sarana agar manusia bisa berbagi dengan sesama.


Jabatan, kekayaan,istri dan anak - anak kesayangan mu adalah titipanNya. Itu semua adalah ujian. Bagaimana kamu bisa menempatkan semuanya pada porsinya masing-masing. Kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Nya.


" Sudah pulang dari sholat Jumat ya Bg?" kata Hani sambil mengambil tangan Monas dan menciumnya.


" Tadi masak apa sayang?" tanya Monas sambil mencium kedua pipi Hani.


" Masak perdana untuk suami tercinta pasti enak." sambung Monas.


" Mau makan sekarang?" tanya Hani.


" Nanti saja, masih kenyang makan timlo tadi pagi." jawab Monas.


" Oh!" kata Hani sambil manyun mulutnya.


" Eh? nanti Abang makan sayang!"


" Masak apa sih, Abang mau lihat!" kata Monas sambil membuka tudung saji di atas meja makan.



" Wow! mantab sekali. Hem ini tongseng,ini sambal empela ati, dan ini sayur bayam yah?" kata Monas sambil tersenyum lalu memeluk istrinya.


" Terimakasih sayang! sudah masakin untuk Abang."


" Hemm?" kata Hani sambil melingkarkan tangannya ke leher suaminya.

__ADS_1


" Jadi, makan nanti saja Nic?"


" Adek juga masih kenyang juga hehe."


" Ada berita apa hari ini?" kata Hani sambil melepas pelukan suaminya dan berjalan menuju ruangan depan yang ada televisi nya.


" Lihat sinetron saja ah,nanti kalau lihat berita soal politik nanti malah diskusi itu,masalahnya ada pakarnya di sini." sambung Hani sambil melirik suaminya yang sudah ikut duduk di sampingnya.


Monas membaringkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di pangkuan istrinya.


" Kenapa suka sekali tidur di pangkuan adek sih!" tanya Hani sambil membelai lembut rambut Monas yang lurus.


" Suka saja!" jawab Monas singkat.


" Aku mencintaimu dengan sederhana, aku menyayangimu dengan kasih, aku menginginkanmu sebagai imam ku, aku memilih mu karena aku sayang kamu."


"Aku memilih mu karena aku sayang kamu." jawab Hani.


" Coba di ganti sedikit kata - kata nya menjadi, Aku memilih mu karena tidak ada yang lain."


" Hehe ya ampun!" kata Hani sambil menarik hidung suaminya.


" Memang tidak ada yang lain kan?" tanya Monas sambil duduk dan mulai menciumi istrinya.


" Iya Alhamdulillah, beruntung jadi istri Abang." kata Hani.


" Alhamdulillah, beruntung jadi suami adek."sahut Monas dan kembali tidur di pangkuan Hani.

__ADS_1


Hani mengusap lembut kepala suaminya dengan kasih sayang sampai Monas tertidur dipangkuan Hani.


Hani melihat acara televisi dengan fokus. Hani mulai baper. Mata nya mulai mengalir sampai terjatuh di wajah suaminya.


" Hem, ada apa dek,kok menangis?" tanya Monas sambil mengusap air mata Hani.


" Itu!..itu!" jawab Hani sambil menunjuk acara di televisi.


" Astagfirullah, hehehe, kirain apa." kata Monas sambil memeluk istrinya.


" Makan yuk!" ajak Monas sambil menarik tangan Hani dan mematikan televisi.


Hani mengambil piring dan mengisinya dengan nasi lalu meletakkan nya di atas meja.


Monas mulai mengambil makanan yang sudah di siapkan oleh istrinya dan mulai menyantap nya.


" Hem, Bagaimana?" tanya Hani dengan penasaran.


" Hem, enak! Muantab! ternyata adek pandai masak yah?"


" Hem,kenapa tidak jadi penyanyi saja?" sambung Monas.


" Aidah! hehehe Abang!" teriak Hani sambil mencubit lengan Monas.


" Tapi beneran loh, enak banget!" sahut Monas.


" Terimakasih, ya sayang untuk masakan hari ini yang sangat spesial."

__ADS_1


" Iya!! hehe"


__ADS_2