
Dikampus kami mengikuti beberapa matakuliah hari ini. Dari jam 09.00-10.30, 11.00- 12.30, dan 13.15- 14.45, enam SKS di hari ini. Jadwalnya sedikit dirubah dari Minggu lalu yang dimulai pukul 8.30.
Hani masih diruangan kelas,sambil menunggu pergantian matakuliah.
Agus masih duduk dipojok depan, sesekali menengok ke arah Hani yang duduk dipojok belakang. Rohani keluar dengan Arjuna menunaikan sholat dhuhur sedangkan Agus belum bergerak untuk sholat. Hani dengan beberapa kawan yang lain masih duduk di ruangan. Mungkin ada.yang lagi berhalangan atau ingin agak nanti sholat dhuhur nya.
Agus melangkah menghampiri Hani dan mengambil duduk di dekatnya.
" Formulir anak anak peserta LK1 sudah terkumpul semuanya Han?"
" Eh Gus, ini lagi ku data lagi, sebagian ada yang sudah masuk,nanti biar kubuat pengumuman hari Kamis pengumpulan formulir nya sekaligus apa saja yang akan dibawa dan dipersiapkan oleh mereka."
kata Hani menjelaskan.
" Iya sip,..kira kira.kamis malam bisa mendadak pesen Snack dan nasi bungkus nya. Han?"
" Insyaallah bisa, kalau cuma kuota kurang lebih 100 orang masih ringan Gus.yang penting hari Kamis itu,dana peserta sudah masuk semua."
" Oh iya Gus,tempatnya jadi di Balai desa Ngijo Gunung Pati Deket sini bukan? dan peserta istirahat di rumah Bu sekdes dan warga."
" Iya, Info terakhir Panitia Humas masih itu tempatnya,nanti biar kutanya lagi Firdaus orang Fakultas Olah Raga."
" Hari Rabu saja Gus,kita ke lokasi dan ngobrol ngobrol dengan Bu sekdes manatahu konsumsi mau diurus mereka,tentunya kita tentukan biaya per makan nya."
" Hemmm boleh juga, jadi semua sudah beres kan? spanduk ,bendara,sudah siap, dan tema yang dipilih sudah ditentukan yaitu ' Dengan Latihan Kader 1 Menciptakan Insan Madani yang Mandiri"
" Sipp ...kukasih seribu jempol untukmu Gus."
__ADS_1
"Hehehehe,. minum dulu yuk di kantin depan Han."
" Wah,trimakasih Gus, aku mau ke masjid bentar Nic."
" Ya sudah,Ayuk aku antar."
" Ye...tinggal jalan kaki ke depan sana saja kok."
" Iya, ayok!"
Mereka berjalan beriringan ke Masjid yang tidak jauh dari gedung FBS.
" Dimana Sofiana Han?"
" Hehehe.. tadi habis kuliah permisi pulang ke rumahnya mau ambil mobilnya, bilangnya tadi diantar Nurudin sic."
Sofiana rumahnya di Semarang kota,jadi disini dia juga nge-kos dan lebih sering tidur di kost Hani.
" Kamu,sama Sofiana gimana Gus?"
" Oh.. oh yah Gus,aku ke ruangan sholat putri dulu ya Gus,entar ketemu lagi..hehe."
" Iya! Aku juga mau sholat dulu."
Hani dan Agus mengambil air wudlu ditempat yang berbeda. Mereka menunaikan sholat Dzuhur secara terpisah. Mungkin saja Agus tahu,atau tidak mau tahu kalau Hani sudah jadian dengan Rohani. Kata Sofiana,ia sudah menyampaikan hal itu pada Agus. Tetapi sikap Agus masih tidak berubah terhadap Hani. Mungkin tidak ada Rohani,menjadikan kesempatan untuk Agus untuk tetap mendekati Hani.
Sebenarnya Hani sedikit menjaga jarak dengan Agus apalagi jika nanti ada Sofiana didekatnya. Dengan kata lain,perasaan itu harus dikontrol sekarang,agar tidak ada percikan percikan yang ditimbulkan oleh hubungan ini. Apalagi Sofiana adalah kawan dekat Hani, Apakah tega Hani akan menusuk dari belakang sedangkan Sofiana naksir berat dengan Agus.
Mereka kembali ke kampus,setelah menunaikan sholat Dzuhur, Hani berjalan diiringi Agus. Tidak banyak yang dibicarakan ketika menuju ke ruangan untuk matakuliah berikutnya.
Ketika mereka memasuki ruangan,Mata Hani langsung tertuju ke Bola mata Rohani yang sedikit melotot. Hani kembali mengambil duduk di kursi pojok belakang seperti tadi ia mengambil tempat duduk. Rohani duduk tepat di depan Hani sedang duduk. Mungkin saja Rohani akan mengintrogasi atas apa yang barusan ia lihat.
Hani tertunduk diam,karena kelas sudah penuh dengan kawan kawan yang siap untuk.mengikuti perkuliahan. Benar saja karena jam sudah menunjukkan pukul 13.15 yang artinya jam kuliah sudah dimulai tetapi mungkin sedikit molor karena dosen belum masuk ruangan.
__ADS_1
" Kok bisa sama Agus, Han?" kata Rohani sedikit lirih sambil sedikit menggeser kursinya kebelakang.
"Tadi, ...tadi sekalian mau ke masjid." jawab Hani tidak kalah pelannya.
" Siap kuliah selesai,aku akan buat perhitungan."
"Maksudnya,OHan?"
Rohani diam,wajahnya masih memerah dan tangannya mengepal, ada amarah yang tak tertahan. Kenapa dengan Rohani?
Hani terdiam,memikirkan kemungkinan kemungkinan yang tidak bisa ia analisa. Sampai perkuliahan berlangsung pun Hani masih tidak konsentrasi,terpikirkan kata kata Rohani barusan.
Tiba saatnya untuk.pulang. Kawan kawan sudah bersiap siap untuk kembali ke rumah maupun kost masing masing. Demikian juga Hani sudah mengemasi buku bukunya dan siap untuk kembali ke kostnya. Diiringi Rohani di sampingnya, seolah ingin menunjukkan bahwasanya Hani miliknya seorang.
" Sudah,biar kuantar ke kost."
" Baiklah..!"
" Tadi sudah makan belum, say?" kata Rohani dengan suara diperkeras agar Agus yang masih duduk dipojok depan terdengar.
Agus menoleh arah suara itu berada, senyumnya sinis ke arah Rohani. Arjuna, Rahmat,Susilo masih didalam ruangan. Hani terdiam menunduk,karena situasi sedikit berbeda dan memanas.
" Eh...ngapain Kau lihat lihat Gus? " Tantang Rohani tak terkontrol.
" Eh memang yang punya mata kamu doang"?
"Sudah sudah Rohani, kalian meributkan apaan sic?"tanya Arjuna ****.
"Kurang ajar kau Gus! kalau berani satu lawan satu." sahut Rohani keras.
" OHan, tolong jangan ribut! ayok pulang." sahut Hani pelan,sambil menarik tangan Rohani keluar ruangan. Tetapi Rohani malah berjalan mendekati Agus.
" Asal kau tahu yah, Hani adalah cewek gue sekarang yah, jangan coba coba mendekati Hani lagi." Kata Rohani sedikit mengancam.dan menunjuk nunjuk ke muka Agus.
__ADS_1
Agus, sedikit terpancing emosi dan pukulan tiba tiba mendarat ke muka Rohani. Lalu mereka terpancing dalam perkelahian yang memanas. Arjuna,Rahmat,Susilo, yang masih berada diruangan itu melerai diantara keduanya.
Hani histeris, dan tidak bisa memisahkan perkelahian diantara keduanya. Kepalanya pusing,seketika pandangannya gelap dan nge Blang. Hani terjatuh tak sadarkan diri.