
Selama beberapa hari Monas menghabiskan waktu bersama Hani di Solo. Ke alun - alun Solo, ke Manahan untuk makan nasi kucing, ke tempat - tempat kuliner maupun sekadar jalan - jalan saja. Bersama Hani, Monas melupakan problem rumah tangga nya. Tentu saja, semua masih di sembunyikan kepada Hani.
Monas sudah kembali lagi ke Jakarta. Melakukan aktivitas nya seperti biasa. Mengajar, pemateri dalam seminar dan usaha - usaha kecil yang di jalani nya. Monas sibuk di depan laptop nya.
" Abang! Ini kopi nya di minum dulu bang." kata Ida sambil meletakkan secangkir kopi buatan nya.
" Terimakasih Ida!" sahut Monas sambil tetap fokus di depan laptop nya.
" Bagaimana kabar Mbk Hani bang?" tanya Ida berusaha mencairkan suasana.
" Sehat." jawab Monas singkat.
Ida terdiam dan kembali ke dalam kamarnya. Di dalam kamar itu, Ida mulai menurunkan foto - foto kebersamaan Monas dengan Hani dan mengganti nya dengan foto Ida dengan Monas waktu akad.
Ida tersenyum melihat foto itu dan mengusap nya dengan pelan. Tiba - tiba suara pintu depan rumah di ketuk. Ida berlari kecil untuk membukanya.
" Waalaikum salam." jawab Ida sambil membuka pintu.
" Eh?" pemuda itu ternyata Ridwan.
" Monas ada?" tanya Ridwan.
" Ada! Silahkan masuk bang!"kata Ida dan Ridwan masuk ke dalam rumah dan duduk mendekati Monas.
Ida kembali masuk ke dalam kamarnya.
" Siapa Nas?" tanya Ridwan penasaran. Monas masih diam tidak menggubris pertanyaan Ridwan.
" Kamu sudah makan Ridwan?" tanya Monas.
" Belum!" jawab Ridwan singkat.
" Makan di luar yuk!" ajak Monas sambil mengambil jaket jens dan kunci mobil nya.
Mereka akhirnya ke luar mencari rumah makan yang nyaman buat nongkrong.
__ADS_1
" Jadi cewek itu siapa Nas?" tanya Ridwan menyelidik.
" Dia istriku." jawab Monas singkat.
" Astagfirullah." sahut Ridwan spontan.
" Namanya Ida! Kemarin di suruh pulang ke Rembang untuk akad nikah dengan Nya. Abah terikat perjodohan dengan kyai Kudus."
" Astagfirullah! Hani tahu soal ini?"
" Gila! Mana mungkin aku memberi tahu Hani soal masalah ini."
" Kamu menyukai nya Nas?"
" Pertanyaan macam apa kamu ini Ridwan!"
" Hahahaha."
" Aku harus bagaimana Ridwan?"
" Astagfirullah Ridwan." sahut Monas akhirnya.
" Hani lagi hamil, sedangkan aku di sini serumah dengan wanita lain."
" Kamu sudah menikmati malam pertama dengan Ida Nas?" tanya Ridwan spontan.
" Gila kamu! Kamu harus nya paham diriku Ridwan."
" Iya! Aku tahu. Aku hanya bercanda."
" Lihat saja! Foto - foto aku dengan Hani diturunkan nya."
"Jangan sampai Hani ke Jakarta Nas!"
" Kalau ke Jakarta, habis lah kamu." kata Ridwan.
__ADS_1
" Aku harus bagaimana Ridwan?"
" Kamu harus kembali ke rumahku lagi Ridwan. Di kamar sebelah masih kosong." kata Monas.
" Baiklah. Aku akan kembali ke rumahmu."
" Nuria ajaklah sekalian kemari!"
" Hem. Bagaimana yah?"
" Sudahlah. Rumahku cukup luas untuk menampung dua puluh orang Ridwan."
" Ya sudahlah! Besok aku mulai ambil barang - barang ku."
" Terimakasih banyak Ridwan."
" Iya iya." sahut Ridwan.
" Kamu nanti tidur di mana?"
" Aku di ruang tengah di Depan televisi."
" Okelah kalau begitu."
" Bagaimana kabar Hani Nas!"
" Kamu nanya Hani atau Arifah?"
" Hani dan Arifah Hehe."
" Alhamdulillah sehat semuanya."
" Syukurlah! Aku ikut senang."
" Aku cuma takut, kalau suatu hari Hani tahu masalah ini. Bagaimana aku menjelaskan semua?"
__ADS_1
" Berdoa saja! Semua akan baik - baik saja."